3.359 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Marhusip Dohot Na Monding
Ritual Ritual
Sumatera Utara

Dalam kehidupan sekian banyak peristiwa yang dapat terjadi dalam hidup manusia, ada satu peristiwa yang pasti akan terjadi, yaitu kematian. Saya sebagai keturunan dari Suku Batak yang lahir dan dibesarkan di Bandung, memang memiliki pengetahuan yang cukup minim mengenai adat istiadat budaya asal saya sendiri. Jangankan tentang tata cara upacara, berbahasa batak pun saya tidak fasih dan masih harus bertanya tentang apa makna dari suatu ungkapan dalam Bahasa Batak. Sampai pada suatu ketika, tepatnya bulan Desember 2017, Opung Boru saya, (nenek dari Ayah), meninggal di usia yang sudah cukup lanjut. Sebagai seorang cucu, tidak mungkin jika saya tidak ikut mengantarkan Opung saya, sehingga saya harus mengikuti tata cara pemakaman dalam ada istiadat Suku Batak. Pada awalnya, semua terasa normal, orang yang datang melayat memakai baju bernuansa gelap dan memakai ulos saat datang kerumah duka. Akan tetapi, ketika menjelang pemakaman Opung saya, disitu mulai banyak adat istiadat yang kur...

avatar
OSKM_16618059_PrastitaDoharta
Gambar Entri
Tradisi Kematian Suku Asmat
Ritual Ritual
Papua

Indonesia mempunyai banyak budaya yang belum diketahui oleh dunia, bahkan warga Indonesia sendiri. Salah satu keanekaragaman budaya dapat terlihat dari banyaknya tradisi kematian yang khas kepada suatu daerah atau suku tertentu.   Tradisi kematian yang banyak orang belum tahu adalah budaya dari suku Asmat, Papua. Suku Asmat, Papua, memumifikasi orang-orang dari suku mereka ketika mereka meninggal. Tetapi, tidak sembarang jasad yang dimumifikasikan oleh suku Asmat. Hanya orang-orang penting seperti kepala suku dan petinggi-petinggi yang mempunyai peran penting dalam suku Asmat.   Pertama, jasad diolesi dengan ramuan alami yang membuat jasad menghitam ketika ditaruh di atas perapian. Jasad diposisikan duduk dan diletakkan di atas perapian, asap mengenai jasad tersebut. Lama-kelamaan, jasad akan menghitam.   Jasad yang telah dimumifikasi biasanya akan dikeluarkan ketika acara-acara penting seperti saat ada tamu atau ritual suku. Jasad juga...

avatar
OSKM_16918372_Fadhil Lizardo
Gambar Entri
Tradisi Kematian Suku Asmat
Ritual Ritual
Papua

Indonesia mempunyai banyak budaya yang belum diketahui oleh dunia, bahkan warga Indonesia sendiri. Salah satu keanekaragaman budaya dapat terlihat dari banyaknya tradisi kematian yang khas kepada suatu daerah atau suku tertentu.   Tradisi kematian yang banyak orang belum tahu adalah budaya dari suku Asmat, Papua. Suku Asmat, Papua, memumifikasi orang-orang dari suku mereka ketika mereka meninggal. Tetapi, tidak sembarang jasad yang dimumifikasikan oleh suku Asmat. Hanya orang-orang penting seperti kepala suku dan petinggi-petinggi yang mempunyai peran penting dalam suku Asmat.   Pertama, jasad diolesi dengan ramuan alami yang membuat jasad menghitam ketika ditaruh di atas perapian. Jasad diposisikan duduk dan diletakkan di atas perapian, asap mengenai jasad tersebut. Lama-kelamaan, jasad akan menghitam.   Jasad yang telah dimumifikasi biasanya akan dikeluarkan ketika acara-acara penting seperti saat ada tamu atau ritual suku. Jasad juga...

avatar
OSKM18_16718491_vanya nathania
Gambar Entri
Tradisi Ruahan
Ritual Ritual
Kepulauan Bangka Belitung

Salah satu tradisi yang masih dipertahankan di daerah Bangka khususnya di desa – desa  seperti Desa Keretak, Desa Saranmandi, Dae Sungaiselan, Desa Simpangkatis dan desa lainnya yang ada di Bangka Tengah. Tradisi tersebut biasa dikenal dengan tradisi ‘Ruahan’. Ruahan adalah sebuah tradisi dimana para leluhur ataupun keluarga yang telah meninggal dunia dan ketika menjelang Maulud Nabi , para keluarga seperti anak, menantu, dan cucu yang masih hidup mendatangi makam tersebut untuk mendoakan mereka yang telah meninggal. Keluarga yang mendatangi makam tersebut mendatangi kuburan dengan membawa tikar, yasin, air dan kembang serta alat pembersih seperti sapu lidi. Kebiasaan mereka mendatangi kuburan dengan melepaskan alas kaki. Setelah itu mereka mulai melakukan pembersihan kubur, setelah bersih lalu mereka membacakan doa – doa dan surat yasin dengan dipimpin satu orang dan biasanya yang memimpin orang yang lebih tua. Selesai itu mereka menyiram air dengan...

avatar
Oskm18_sbm_nurul
Gambar Entri
Membeli rujak dengan pecahan genting?! Emang bisa??
Ritual Ritual
Jawa Barat

Salah saru yang paling saya ingat dari memori masa kecil adalah pernah membeli rujak dengan pecahan genting, Saat itu saya kira itu halusinasi atau mimpi, tapi waktu saya tanya orangtua saya, memang benar ada rujak yang bisa dibeli dengan pecahan genting. Rujak versi gimana sih? Namanya rujak tingkeban, tingkeban adalah syukuran yang biasa dilakukan oleh orang sunda untuk merayakan 7 bulan kehamilannya. Nah, sebenarnya nggak ada resep khusus untuk si rujak tingkeban ini seperti rujak biasa dibuat dari buah- buahan dan bumbunya dari tumbukkan gula merah, asam, garam, dan sedikit terasi. Tapi, katanya sih rujak ini harus dibuat dengan bumbu yang sangat pas. Orang- orang zaman dulu percaya jika rujaknya trerlalu asam nanti anaknya pelit senyum, kalau rujaknya terlalu pedas nanti anaknya galak, dan kalau rujaknya manis anaknya akan murah senyum. Unik kan budaya yang satu ini? Bisa menentukan sifat anak dari sepiring rujak. Lalu, kok bisa sih rujak ini dibeli dengan genting? Dibeli...

avatar
Oskm18_16418110_farisa
Gambar Entri
Sisi lain dari Situs Sejarah Bukit Sadu
Ritual Ritual
Jawa Barat

Sadu, Kecamatan Soreang, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat.Sebuah bukit yang kini telah menjadi nilai sejarah yang tinggi dan forklor yang erat di sana. Adapun forklor sendiri adalah istilah untuk cerita rakyat yang ditemukan di sana secara turun-temurun. Bukit ini didominasi oleh banyaknya pohon bambu dengan ketinggian bukit yang rendah, hanya 895 mdpl dengan curah hujan sekitar 300-1500 mm/tahun serta suhu rata-rata berkisar antara 22-30 derajat Celcius. Suasana yang cukup sejuk ini tentu bisa dinikmati oleh setiap orang yang menginginkan ketenangan jiwa dan raganya. Bukit Sadu awalnya hanyalah berupa hutan belantara yang terdapat 4 orang tokoh di dalamnya (empat sekawan),yang menjadi cikal bakal terciptanya sebuah desa. Mereka adalah perwakilan kerajaan Mataram yang melakukan pertapaan di puncak bukit Sadu dengan penguasaan energi yang tinggi dan handal serta mahir dalam ilmu bela diri. Selain itu, mereka memiliki tugas masing-masing yaitu sebagai juru damai, ahli pemerintahan...

avatar
Arroofinurulakbar
Gambar Entri
Mangadati
Ritual Ritual
Sumatera Utara

Pada era globlalisasi ini, tidak dapat dipungkiri banyak orang yang merantau keluar daerah asalnya, dan tidak dapat dipungkiri juga bahwa mereka yang merantau menemukan ‘cinta sejatinya’ di luar suku bangsanya. Namun bagian sebagian suku tertentu hal tersebut dapat menjadi suatu hal yang sangat menyulitkan kedua mempelai, khususnya suku Batak. Sebenernya kedua orang tua saya juga berasal dari kedua latar yang berbeda. Ayah saya seorang Cina dan mama saya seorang Batak, dan mereka juga mengakui bahwa begitu banyak acara acara adat yang harus mereka lalui serta menghabiskan uang yang jumlahnya terhitung besar. Namun di dalam suku Batak terdapat budaya pernikahan yang terbilang unik. Bagi mereka yang pada saat menikah tidak sempat atau berhalangan untuk mengadakan acara adat "Marunjuk" yaitu mengukuhkan pernikahan secara adat Batak atas mempelai, dapat mengadakan pernikahan adat susulan, setelah mempelai mengucapkan janji pernikahan. Budaya ini dikenal dengan nama Acara...

avatar
OSKM18_16918294_daniel Daniel Sebastian
Gambar Entri
Pernikahan adat Blitar
Ritual Ritual
Jawa Timur

Pernikahan merupakan salah satu peristiwa penting dalam hidup seseorang, karenam erupakan  penyatuan dua insan yang berbeda dan diharapkan hanya dilalui satu kali seumur hidup. Di Indonesia sendiri, ada berbagai macam upacara pernikahan adat dari masing masing daerah. Upacara pernikahan adat di setiap daerah memiliki ciri khas yang berbeda beda, mulai dari prosesi, pakaian, dekorasi, dan lain lain.                 Kabupaten Blitar, Jawa Timur juga mamiliki upacara pernikahan yang khas, walau  masih berbau pernikahan adat jawa solo atau jogja,  pernikahan adat Blitar memiliki tata busana, tata rias, tata upacara, dang gending (lagu) iringan sendiri. Pernikahan adat Blitar ini terinspirasi dari kisah cinta Dewi Rukmini dengan Sri Kresna (Narayana). Kisah ini bermula dari perjodohan Dewi Rukmini dari Negara Kumbino dengan Prabu Sunti, raja kerajaan Cedi. Namun Dewi Rukmini telah mencintai Sr...

avatar
Oskm18_19918018_Aninda Citra Setyowati
Gambar Entri
Budaya Kelahiran Adat Sunda
Ritual Ritual
Jawa Barat

Upacara Adat Masa Kehamilan 1. Upacara Mengandung Empat Bulan Dulu Masyarakat Jawa Barat apabila seorang perempuan baru mengandung 2 atau 3 bulan belum disebut hamil, masih disebut mengidam. Setelah lewat 3 bulan barulah disebut hamil. Upacara mengandung Tiga Bulan dan Lima Bulan dilakukan sebagai pemberitahuan kepada tetangga dan kerabat bahwa perempuan itu sudah betul-betul hamil. Namun sekarang kecenderungan orang-orang melaksanakan upacara pada saat kehamilan menginjank empat bulan, karena pada usia kehamilan empat bulan itulah saat ditiupkannya roh pada jabang bayi oleh Allah SWT. Biasanya pelaksanaan upacara Mengandung empat Bulan ini mengundang pengajian untuk membacakan do’a selamat, biasanya doa nurbuat dan doa lainnya agar bayinya mulus, sempurna, sehat, dan selamat. 2. Upacara Mengandung Tujuh Bulan/Tingkeban Upacara Tingkeban adalah upacara yang diselenggarakan pada saat seorang ibu mengandung 7 bulan. Hal itu dilaksanakan agar bayi yang di dalam kand...

avatar
OSKM_16718458_FTI ITB_2018