kemerdekaan
433 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Gedung Peninggalan Sejarah di Bekasi
Ornamen Ornamen
Jawa Barat

Gedung Djuang Seperti halnya daerah lain di Indonesia, Bekasi yang letaknya berdampingan dengan Jakarta memiliki sejarah perjuangan melawan penjajah yang tak kalah heroik. Perjuangan rakyat Bekasi sempat diabadikan dalam puisi terkenal karya Chairil Anwar, Karawang-Bekasi. Yang menarik, Bekasi masih memiliki gedung bersejarah peninggalan pra masa kemerdekaan yang dikenal sebagai Gedung Tinggi yang terletak di jalan Sultan Hasanudin, dekat Pasar Tambun dan Stasiun kereta api Tambun. Gedung Tinggi ini sekarang dikenal sebagai gedung juang 45. Bangunan berarsitektur neoklasik ini dibangun oleh tuan tanah Kow Tjing Kie pada tahun 1910.  Gedung tinggi ini merupakan salah satu gedung bersejarah yang turut menjadi saksi bisu perjuangan rakyat Bekasi saat revolusi fisik. Ketika itu daerah Tambun dan Cibarusah menjadi pusat kekuatan pasukan republik Indonesia (RI). Perlu diketahui bahwa pada saat revolusi kemerdekaan, garis demarkasi yang memisahkan daerah Re...

avatar
Jpfajrin
Gambar Entri
Barongan, Salah Satu Kesenian Tradisional di Tegal
Seni Pertunjukan Seni Pertunjukan
Jawa Tengah

Jika mendengar kata “barong” yang terlintas dibenak kita adalah barongsay atau barong dari Bali. Di  Wikipedia  dijelaskan bahwa Kesenian Barongan adalah karakter dalam mitologi  Jawa ,  Sunda ,  Madura  dan  Bali . Ia adalah raja dari roh-roh serta melambangkan kebaikan. Ia merupakan musuh Rangda dalam mitologi Jawa, Bali. Banas Pati Rajah adalah roh yang mendampingi seorang anak dalam hidupnya. Banas Pati Rajah dipercayai sebagai roh yang menggerakkan Barong. Sebagai roh pelindung, Barong sering ditampilkan sebagai seekor singa. Jadi memang betul jika barongan dikenal di tanah Jawa dan Bali. Jika di Tegal sendiri, kesenian barongan merupakan kesenian yang cukup langka. Karena hanya dipertontonkan pada saat acara tertentu saja, seperti pawai HUT Kemerdekaan Republik Indonesia, atau ada acara hajatan khitanan warga. Salah satunya kesenian tradisional barongan yang kemarin malam sempat dipertontonkan di daerah Kramat, Pantu...

avatar
Riziqmyusuf
Gambar Entri
Jaran Bodhag dan Jaran Kecak
Seni Pertunjukan Seni Pertunjukan
Jawa Timur

Jaran Bodhag dalam terminologi bahasa Jawa “Jaran” berarti kuda dan “bodhak” (bahasa Jawa dialek Jawa Timur, khususnya wilayah Timur) berarti wadah, bentuk lain. Walaupun belum diketahui angka tahun yang pasti sejak kapan kesenian “Jaran Bodhag” ini mulai diciptakan dan dikenal oleh masyarakat kota Probolinggo, namun dari beberapa sumber diketahui bahwa “Jaran Bodhag” diciptakan oleh orang-orang kota Probolinggo pada zaman awal kemerdekaan. Pada waktu itu orang-orang Probolinggo, terutama orang-orang pinggiran dan miskin mendambakan suatu seni pertunjukan. Seni pertunjukan yang populer di kalangan masyarakat Kota Probolinggo adalah “Jaran Kencak”, yakni kuda (jaran) yang “ngencak” (menari). “Jaran Kencak” sebutan dalam dialek lokal untuk menyebut “Kuda Menari”, sejenis pertunjukkan yang menggunakan kuda yang dilatih khusus untuk menari dan dirias dengan pakaian serta aksesoris l...

avatar
Novia Ulfi
Gambar Entri
Boso Walikan Ngalam, Ker! #DaftarSB19
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Jawa Timur

Apa sih yang terlintas ketika teman-teman berkunjung ata mendengar kota malang? apel, bakso atau kripik tempe? Tidak cuma itu, malang sendiri memiliki dialek khas yang disebut boso walikan yaitu bahasa yang cara pengucapannya dibalik. Namun tidak semua kata atau bahasa bisa dibalik,cuma kata-kata yang umum saja yang biasanya dibaca secara terbaik. Sebagai contoh kata komputer tidak pernah diucapkan sebagai retupmok karena akan sulit pengucapannya. Berdasar buku Malang Tempoe Doeloe dari Dukut Imam Widodo, bahasa ini disebut diciptakan oleh kelompok Gerilya Rakyat Kota yang berjuang di wilayah sekitar Malang. Bahasa ini mulai berkembang sekitar tahun 1949 pada masa Clash II perang kemerdekaan. Banyaknya mata-mata dari pihak Belanda pada masa itu membuat para pejuang memikirkan cara tertentu untuk mengirim pesan yaitu dengan boso walikan. Pada masa perang, bahasa ini digunakan sebagai sebuah kode untuk mengirim pesan pada sesama pejuang republik. Selain untuk menj...

avatar
Yusfiikr
Gambar Entri
LOMPAT GETAH
Permainan Tradisional Permainan Tradisional
Kepulauan Riau

LOMPAT GETAH  adalah permainan tradisional menggunakan karet gelah atau getah (bahasa melayu) di jalin menjadi satu kesatuan yang panjang dengan ukuran 3 sampai 4 meter. Tiap daerah memiliki istilah sendiri, seperti di Kepulauan riau dan Riau yaitu yeye atau tali merdeka,  sebagain di pulau Jawa menyebutnya lompat karet, dan masih banyak istilah yang disematkan pada permainan tradisional yang satu ini. Memang tidak diketahui sejak kapan permainan ini dimulai di indonesia, ada yang menyebutkan permainan ini berkembang setelah memasuki masa kemerdekaan. Biasanya dimainkan diwaktu senggang oleh anak anak baik perempuan maupun laki laki. Sedangkan tempat bermain tidaklah memerlukan lapangan yang luas, tetapi harus diatas medan tanah yang datar. Kedua pemain yang menjadi pemegang tali perentang tali karet ini dan pemain lawan harus melompatinya satu persatu. Ketinggian karet dimulai dari setinggi mata kaki, lalu naik ke lutut, paha, hingga pinggang. Pada tahap k...

avatar
Genta Muhardiansyah
Gambar Entri
Lemper Jepit
Makanan Minuman Makanan Minuman
Sumatera Selatan

Lemper yang berbentuk segitiga dan dijepit dengan bilah bambu, kemudian dibakar hingga harum. Rasanya gurih berpadu dengan kelapa parut yang dimasak dengan gula merah.  Lemper Jepit akan banyak ditemui pada saat perayaan kemerdekaan RI tanggal 17 Agustus.   Sumber:  https://gpswisataindonesia.info/2017/11/camilan-khas-sumatera-selatan/

avatar
Sobat Budaya
Gambar Entri
1_Tari Pilin Salapan
Tarian Tarian
Sumatera Barat

Delapan untai tali menjuntai di tengah panggung. Delapan penari memasuki area panggung. Dengan selendang songket yang bekilauan, mereka berputar berkeliling dengan poros juntaian tersebut. Kemudian satu per satu penari mengaitkan selendang songketnya dengan ujung kain-kain itu. Maka saat itulah tarian pilin salapan mulai dipersembahkan. Tari pilin salapan adalah sebuah tarian yang berasal dari daerah Air Bangis, Pasaman Barat. Tarian ini menggambarkan kekompakan dan kesatuan masyarakat setempat, yang menciptakan kehidupan rukun serta damai. Pesan ini disimbolisasikan dengan jalinan delapan untai kain yang membentuk sebuah jalinan anyaman yang rapi. Secara harfiah, 'salapan' bermakna delapan, sesuai dengan jumlah juntaian kain yang digunakan dalam tarian ini. Angka delapan ini memiliki makna tersendiri bagi masyarakat Pasaman Barat, khususnya warga di wilayah Air Bangis. Dikisahkan dahulu daerah Air Bangis dipimpin oleh delapan orang penghulu, yaitu empat penghulu...

avatar
Sobat Budaya
Gambar Entri
6_Akkaddo Bulo
Ritual Ritual
Sulawesi Selatan

Merdeka.com -  Ragam rupa cara warga memeriahkan peringatan hari jadi kemerdekaan RI. Mulai dari upacara ceremoni bernuansa perjuangan, kemerdekaan hingga permainan-permainan rakyat yang menghibur. Di Kabupaten Gowa, di dua dusun hasil pemekaran yakni Dusun Tama'la'lang Timur dan Tama'la'lang Barat di Desa Tamanyeleng, Kecamatan Barombong atau sekitar 10 kilometer dari Kota  Makassar  lain lagi. Di sana warganya serentak membuat menu khas di rumah masing-masing dan menyuguhkan ke kerabat yang datang ke rumah.  Sukacita saat menyantap bersama menjadi kegembiraan tersendiri saat kerabat kembali ke rumah masing-masing dengan membawa pulang oleh-oleh penganan khas dari pesta rakyat ini. Menu khas yang dimaksud adalah 'kaddo bulo' atau makanan dalam bambu. Proses membuat dan menikmati penganan ini disebut 'akkaddo bulo'. Kaddo bulo berbahan dasar dari nasi ketan baik ketan hitam maupun putih. Dimasukkan dalam seb...

avatar
adhaagary
Gambar Entri
1_Prasasti Kebantenan
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Jawa Barat

Prasasti Kebantenan berupa 5 lempeng perunggu, yang ditemukan di Desa Kebantenan, Kabupaten Bekasi, Proinsi Jawa Barat. Prasasti ini ditemukan oleh penduduk Desa Kebantenan kemudian dibeli oleh Raden Saleh dan kini menjadi koleksi Museum Nasional dengan nomor inventaris E.1, E2, E.3, E.4, dan E.5). Prasasti ini menerangkan Bahwa Raja Sunda yang memerintah di Pakuan Pajajaran menetapkan desa sima perdikan karena dijadikan sebagai tempat suci milik raja. Tertulis: Raja Rahyang Niskala Wastu mengirimkan perintah melalui Hyang Ningrat Kancana kepada Susuhunan Pakuan Pajajaran untuk mengurus daerah larangan, yaitu Jayagiri dan Sunda Semabawa. Raja tinggal di Pakuan, dari sebuah tanah sakral (tanah devasasana); perbatasan yang sudah mapan, dan tanah itu tidak boleh dibagikan karena pelabuhan devasana menyediakan tempat pemujaan, yang merupakan milik raja.   Sri Baduga Maharaja, yang memerintah di Pakuan, memberi aturan sanksi di sebuah tempat suci (tanah devasana) di Gunu...

avatar
Sobat Budaya