3.359 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Pasilagek
Ritual Ritual
Sumatera Barat

Kawat ukkui rop akek kap aku Ta Giok Pameruk (Mari leluhur. Bantu saya. Kita akan memarut dedaunan ini (untuk mengobati orang sakit) Aroma menyengat dedaunan segar yang dihaluskan dengan parut dari pelepah rotan merebak ke seluruh penjuru ruangan. Sesaat kemudian, mantra mulai dilapalkan. Semua orang terdiam. Anjing yang lalu lalang di atas rumah panggung itu mendadak tenang. Rabu (2/9/2015) malam sekitar pukul 20.00 WIB, dalam temaram cahaya lampu minyak, dua sikerei, yakni Pius Sadodolu (60) dan Elyas Sabailatti (80), memulai ritual pengobatan (pasilagek) salah seorang warga Dusun Salappak, Desa Muntei, Kecamatan Siberut Selatan, Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat, yang sedang sakit keras. Sikerei, sebutan dukun dan ahli pengobatan Mentawai, itu duduk di atas tikar rotan di bagian tengah ruangan, tidak jauh dari kamar tempat warga yang sakit. Cahaya lampu berpendar memperlihatkan sosok mereka yang mengenakan hiasan kepala...

avatar
adhaagary
Gambar Entri
Ritual Kawin Sedarah
Ritual Ritual
Gorontalo

Bagi masyarakat modern, pernikahan adalah sebuah institusi yang sakral. Ada beberapa batasan yang harus dihormati, salah satunya pernikahan sedarah atau antar saudara sendiri. Namun hal tersebut bukan sesuatu yang aneh bagi Suku Polahi, yang mendiami pedalaman hutan Humohulo di Gorontalo. Bagi suku ini, perkawinan sedarah sudah menjadi sesuatu yang lazim. Bahkan keturunan yang dihasilkan dari tradisi aneh ini tidak mengalami kecacatan seperti yang diyakini kebanyakan ahli. Kebiasaan itu konon dilakukan untuk mencegah suku Polahi dari kepunahan. Jadi pernikahan antara ayah dan anak maupun kakak dengan adik bukan sesuatu yang luar biasa bagi mereka. Sumber :  https://travelingyuk.com/tradisi-aneh-suku-indonesia/86951/

avatar
adhaagary
Gambar Entri
Tradisi Berburu dan Memanah
Ritual Ritual
Sumatera Barat

REPUBLIKA.CO.ID, SIBERUT SELATAN - Aktivitas berburu hewan di hutan dengan cara memanah ternyata memiliki makna mendalam bagi masyarajat Suku Mentawai di Kepulauan Mentawai, Sumatra Barat. Tujuan utama berburu memang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, terutama makanan. Namun, ada pula tradisi berburu dan memanah yang dilakukan untuk menjadi ajang pembuktian kecintaan terhadap suku atau sebagai prasyarat dalam adat. Wakil Bupati Mentawai Kortanius Sabeleake menjelaskan, panah yang digunakan untuk berburu pun sangat lekat hubungannya dengan kebudayaan Mentawai. Menurutnya, panah bukan sekadar menjadi alat untuk berburu namun juga untuk membela diri. "Berburu di Mentawai tak sekadar berburu. Ada makna lain. Kalau ada anak lahir misalnya, apalagi kalau anak laki-laki yang lahir, maka harus dapat (hewan) buruan (untuk merayakan)," ujar Kortanius saat membuka Festival Panah Tradisional Mentawai, Selasa (25/7) malam. Kortanius juga membagi pengetahuannya soal tradisi memanah...

avatar
adhaagary
Gambar Entri
Maanta Pabukoan
Ritual Ritual
Sumatera Barat

Maanta Pabukoan adalah tradisi pemberian makanan khas Minang oleh seorang menantu ke rumah mintuo/mertua pada bulan puasa. Pemberian tidak mempunyai aturan khusus untuk siapa memberi ke mertuanya istri/suami. Namun, biasanya sang istri yang mengantarkan makanan ke mertua/orang tua dari suami. Makanan yang biasanya diberikan di antaranya adalah lapek bugih, lapek kampuang aro, katupek tapai katan, mangkuak badeta, ondeh-ondeh, gulai ayam, goreng ikan balado, gulai kambiang, pangek dagiang, dan lain-lain. Makanan yang diberikan semuanya dikemas dalam bentuk bungkusan, rantang, atau jamba. Pada dasarnya, tradisi Maanta Pabukoan hanyalah sekedar pemberian makanan. Namun, jika diteliti lebih lanjut, tradisi ini mempunyai makna yang sangat berarti, yaitu mengembangkan tali silaturahmi antara menantu dan mertua. Tradisi Maanta Pabukoan juga berfungsi sebagai tanda cinta dari menantu kepada mertuanya. Sumber: https://www.kompasiana.com/wempi/54f6d5c7a3331135588b4...

avatar
OSKM18_16018234_Muhammad Athar Iswandi
Gambar Entri
Manjalang Mintuo
Ritual Ritual
Sumatera Barat

Manjalang mintuo adalah tradisi budaya adat minangkabau di Nagari Atar, Kecamatan Padang Ganting, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat. Tradisi manjalang mintuo ini juga terdapat di daerah lain di Sumatera Barat. Tradisi ini sendiri rutin dilaksanakan pada bulan suci Ramadhan dan hari raya Idul Fitri. Manjalang mintuo ini sendiri berupa kegiatan yang dilakukan oleh seorang istri mendatangi kediaman mertuanya dengan membawa makanan berupa lauk pauk seperti contohnya rendang, dan lain-lain. Lauk pauk yang disediakan biasanya berjumlah minimal 10 jenis lauk pauk. Lauk pauk ini biasanya dibawa dengan menggunakan  Dulang (piring yang disusun di dalam talam). Pada bulan suci Ramadhan, selain membawa makanan lauk pauk, biasanya juga disiapkan oleh sang istri berupa makanan untuk perbukaan puasa. Pada bulan Ramadhan, tradisi ini diisi dengan kegiatan seperti buka bersama, tarawih bersama dan  mendo'a  (berdoa bersama). Sedangkan untuk pelaksanaan di hari raya Idul F...

avatar
OSKM18_16518168_Muhammad Heronan Hyanda
Gambar Entri
Tradisi dan Sistem Perkawinan Suku Mentawai
Ritual Ritual
Sumatera Barat

Indonesia memiliki beragam tradisi dan sistem perkawinan. Mulai dari adat Jawa, adat Batak, sistem patrilineal, dan lain sebagainya. Tradisi dan sistem perkawinan ini beragam sesuai dengan adat dan budaya suku-suku yang ada. Berbeda suku, maka berbeda pula budaya, tradisi, dan sistem perkawinannya. Bagaimana dengan suku Mentawai? Dalam masyarakat Suku Mentawai, berlaku 2 sistem perkawinan, yaitu: 1. Perkawinan rusuk, yaitu perkawinan yang dilakukan oleh pasangan ketika dalam usia muda dalam rumah rusuk. Perkawinan ini dilakukan tanpa disertai dengan upacara kebesaran. Mereka menempati suatu rumah rusuk tanpa benda-benda suci atau keramat. Bila anak-anak mereka lahir, sering kali anaknya dititipkan kepada orang tuanya dalam suatu uma. 2. Perkawinan sakral, yaitu perkawinan secara resmi. Perkawinan ini disertai dengan upacara kebesaran dalam uma setelah pasangan suami-istri hidup berpasangan dan punya beberapa anak yang sudah dewasa dalam suatu rumah rusuk. Biasanya, p...

avatar
adhaagary
Gambar Entri
Nyawer
Ritual Ritual
Jawa Barat

   Nyawer mungkin sudah tidak asing lagi bagi sebagian besar orang Sunda atau Jawa Barat. Nyawer atau Saweran sering meramaikan acara ngayun atau 40 harian bayi yang baru lahir di tanah Sunda. Tak hanya itu, nyawer juga merupakan salah satu ritual yang selalu hadir dalam acara pernikahan adat Sunda. Nyawer dilakukan setelah akad nikah selesai dilaksanakan. Nyawer merupakan budaya menaburkan beras serta benda-benda kecil lainnya kepada kedua mempelai.    Nyawer dilakukan oleh salah satu tetua adat atau orang yang ahli dibidangnya. Kedua mempelai duduk berdampingan, kemudian dipayungi dengan payung adat yang memiliki gagang yang panjang atau terkadang payung yang biasa sering digunakan. Kemudian tetua adat melantunkan kidung sembari melemparkan beras dan benda-benda yang ada didalamnya. Biasanya berisi beras, koneng atau kunyit, permen serta uang logam.    Benda-benda tersebut memiliki makna yang tersirat. Beras menyimbolkan kesejahteraa...

avatar
OSKM18_16918214_Daryono Teguh Sakti
Gambar Entri
Tradisi Kelahiran Suku Mentawai
Ritual Ritual
Sumatera Barat

Menurut Suku Mentawai, kelahiran merupakan momen yang tidaklah sakral, sehingga tidak banyak upacara adat yang dilakukan untuk memperingatinya. Selain itu, kelahiran bersifat amat duniawi bagi mereka. Oleh karena itu, Suku Mentawai mengadakan momen kelahiran di tempat yang bersifat duniawi pula. Tempat yang dimaksud adalah ladang. Ladang dianggap bersifat duniawi karena manusia mencari nafkah serta bercocok tanam di ladang. Wanita yang tengah hamil biasanya dibawa oleh suami dan ibunya menuju ladang seminggu sebelum melahirkan supaya tinggal di sana hingga saatnya melahirkan. Sumber :  https://eksotikamentawai2017.wordpress.com/2017/07/09/kelahiran-dan-kematian-di-suku-mentawai/

avatar
adhaagary
Gambar Entri
Upacara Kematian Suku Mentawai
Ritual Ritual
Sumatera Barat

Dalam adat suku Mentawai, kematian dikategorikan menjadi dua. Yang pertama ialah kematian  simaeru , yaitu kematian yang disebabkan penyakit yang tidak bisa disembuhkan. Sementara yang kedua adalah kematian  sikatai , yaitu kematian yang disebabkan oleh hal yang tidak terduga, misalnya tenggelam di laut, tertimpa kayu, dan dibunuh Ketika ada orang yang meninggal, maka berita duka disampaikan dengan bunyi  tuddukat  dengan irama  loiba . Tuddukat merupakan alat komunikasi tradisional suku Mentawai. Irama loiba yang digunakan akan menginformasikan tentang usia dan jenis kelamin orang yang meninggal. Pada saat melayat, tidak semua orang dibolehkan pergi melayat. Wanita hamil atau yang memiliki bayi beserta suaminya tidak diperbolehkan pergi melayat, karena diyakini bisa diganggu oleh roh orang yang meninggal ( ketcat ). Saat meratapi si mati, orang-orang suku Mentawai membungkus kepala mereka dengan kain warna-warni dan melepas seluruh perhiasan yan...

avatar
adhaagary