Upacara Peta Kapanca merupakan salah satu tradisi dalam proses perkawinan yang berasal dari kebudayaan adat Bima. Prosesi ini dilaksanakan sehari sebelum pelaksanaan akad nikah, lebih tepatnya pada malam hari di rumah calon pengantin wanita. Calon pengantin wanita akan didandani dengan pakaian adat dan didudukkan di antara tamu yang hadir.
Upacara Peta Kapanca adalah acara melumatkan daun pacar atau inai berwarna merah pada kuku-kuku sang mempelai wanita yang dilakukan secara bergantian oleh para wanita yang hadir pada acara tersebut. Hal tersebut dilakukan sebagai tanda bahwa sang calon pengantin wanita akan segera menikah keesokan harinya. Selain itu, upacara ini juga memberikan pesan kepada para hadirin khususnya yang wanita. Bagi seorang ibu, upacara ini menjadi sebuah pengharapan agar putrinya bisa mengikuti jejak calon pengantin, sedangkan para gadis dapat menjadikan upacara ini sebagai contoh untuk segera mengakhiri masa lajang.
Upacara Peta Kapanca diawali dengan acara sangongo, yaitu mandi uap dengan beraneka bunga dan rempah yang kemudian dilanjutkan dengan acara siraman yang disebut dengan boho oi ndeu. Setelah itu dilaksanakan acara cafi ra hambu maru kai atau membersihkan, menata, dan merias kamar calon pengantin wanita. Selanjutnya memasuki acara utama, yaitu pelumatan daun inai pada kuku-kuku calon mempelai wanita sembari dilantunkan zikir kapanca yang bertujuan untuk mengungkapkan rasa syukur kepada Allah SWT dan berharap agar pasangan calon pengantin bisa membangun keluarga yang sakinah, mawardah, dan warahmah. Acara diakhiri dengan rawa mbojo, yaitu nyanyian tradisional yang mengadung nasihat untuk calon pengantin sambil diiringi oleh alunan musik hingga menjelang pagi hari.
#OSKMITB2018
Hubungi Call Center AyoPinjam Resmi Di Nomor ☎ 0831•6926•5049, Kontak WhatsApp Cs AyoPinjam 📞0857•5833•7054 Layanan Bantuan Kendala. Live Chat AyoPinjam Menyediakan Layanan Kontak Percakapan Atau Live Chat Yang Terdapat Pada Aplikasi AyoPinjam. Layanan Ini Tersedia Setiap Hari Online 24 jam.
Cara membatalkan pinjaman ayopinjam Hubungi Call Center AyoPinjam Resmi Di Nomor ☎ 0831•6926•5049, Kontak WhatsApp Cs AyoPinjam 📞0857•5833•7054 Layanan Bantuan Kendala. Live Chat AyoPinjam Menyediakan Layanan Kontak Percakapan Atau Live Chat Yang Terdapat Pada Aplikasi AyoPinjam. Layanan Ini Tersedia Setiap Hari Online 24 jam.
Cara membatalkan pinjaman ayopinjam: Hubungi Call Center AyoPinjam Resmi Di Nomor ☎ 0831•6926•5049, Kontak WhatsApp Cs AyoPinjam 📞0857•5833•7054 Layanan Bantuan Kendala. Live Chat AyoPinjam Menyediakan Layanan Kontak Percakapan Atau Live Chat Yang Terdapat Pada Aplikasi AyoPinjam. Layanan Ini Tersedia Setiap Hari Online 24 jam.
PESAN INDUK TI KIDUNG LAKBOK Hikmah Karuhun Pikeun Kahirupan Ditulis ku: Henry Purwanto Kategori: Etika, Moral & Pepatah PENDAHULUAN Kidung Lakbok lain ukur carita baheula. Lian ti éta, ieu naskah kuno nyimpen pituduh anu jero pisan pikeun kahirupan urang di jaman kiwari. Karuhun urang teu ngan ninggalkeun carita, tapi ogé pangalaman, peringatan, jeung hikmah. Ieu pesan induk jadi pondasi pikeun urang hirup: ngajaga jati diri bari tetep maju ka hareup. Hayu urang bahas hiji-hiji. ULAH POHO KA ASAL-USUL (Jangan Lupa Pada Asalnya) Makna: Saha urang, ti mana asalna, naon sajarah karuhun urang – kabehna kudu dipikanyaho. Ulah isin ku sajarah sorangan, sabab dinya tempat urang tumuwuh. Kaitan jeung Lakbok: Karajaan Bandjarpatroman téh akar ti wewengkon ieu. Lamun urang poho sajarah, sarua jeung neangan leungit jati diri. Urang bakal gampang kaileng ku budaya deungeun anu teu saluyu jeung ajén-inajén lembur. Pesen: Sugema jeung bagja téh mimitina mah nya tina n...
Naskah Nusantara • Sunda Kuno Kidung Lakbok Kisah Kerajaan Banjarpatroman, Ramalan Abadi, dan Kelahiran Wayang Kila Kidung Lakbok adalah sebuah karya sastra lama berbentuk prosa naratif atau puisi naratif dalam bahasa Sunda yang menceritakan tentang sejarah dan legenda Kerajaan Banjarpatroman. Kerajaan tersebut dipercaya pernah berdiri di wilayah yang kini dikenal sebagai Kecamatan Lakbok, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Naskah ini sempat nyaris hilang, kemudian ditulis ulang dan dilestarikan kembali pada tahun 2013 melalui publikasi daring. 📜 Sejarah dan asal-usul Menurut naskah Kidung Lakbok, Kerajaan Banjarpatroman mengalami masa kejayaan sebelum akhirnya runtuh akibat perang saudara atau perebutan kekuasaan. Peristiwa tersebut dianggap sebagai dosa besar yang menimbulkan kutukan. Akibat perbuatan tersebut, turunlah azab berupa bencana alam besar, seperti gempa bumi, letusan gunung berapi, dan banjir bandang. Kerajaan yang dahsyat itu akhirnya tenggelam dan berubah menja...