Lebaran yang biasanya dirayakan adalah lebaran di hari raya idul fitri dan idul adha. Tapi kali ini ada yang beda dengan masyarakat betawi, mereka memiliki lebaran lainnya selain kedua lebaran itu, yaitu lebaran betawi. Lebaran betawi adalah acara dimana masyarakat betawi dari berbagai daerah berkumpul dan bersilaturahim. Lebaran betawi diadakan setelah lebaran idul fitri. Lebaran betawi biasanya diadakan di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat. Tapi semenjak tahun 2017, lebaran betawi diadakan di Setu Babakan, Jakarta Selatan. Setu Babakan merupakan perkampungan budaya betawi yang telah ditetapkan oleh gubernur DKI Jakarta di tahun 2000. Alasan mengapa pemerintah DKI Jakarta memindahkan lebaran betawi ke setu babakan adalah untuk menhemat biaya dan memelihara taman agar tetap rapi. Dalam Pelaksanaannya, lebaran betawi biasa diadakan setelah lebaran idul fitri selama tiga hari. Selama tiga hari tersebut banyak ditampilkan kesenian betawi seperti sohibul hikayat, musik tanjidor, p...
Pernikahan merupakan sebuah upacara yang masih sangat kental dengan unsur kedaerahan. Upacara pernikahan di seluruh wilayah Indonesia tentu memiliki ciri khas masing-masing yang dituangkan dalam pakaian adat, perhiasan, makanan tradisional, tarian, ataupun tradisi pernikahan lainnya. Sama seperti setiap suku dari berbagai daerah di Indonesia, Suku Nias juga memiliki sebuah keunikan dalam upacara pernikahannya. Selain Lompat Batu (Fahombo) dan Tari Maena, ada hal menarik yang akan kita jumpai saat menghadiri pernikahan adat Nias. Mempelai Wanita yang Ditandu. Suku Nias menganut sistem kekerabatan patrilineal yang melakukan pernikahan hanya sekali seumur hidup. Hal ini disebabkan oleh mayoritas penduduk pulau Nias beragama Nasrani, sehingga perkawinan bagi Suku Nias sangatlah sakral. Kesakralan dari makna pernikahan tersebut tercermin dalam perlakuan khusus kepada mempelai wanita. Pada hari pernikahan, seorang mempelai wanita akan ditandu (digotong) dari rumahnya menuju rumah mem...
Tradisi Lopis Raksasa Pekalongan Tradisi Lopis Raksasa di Kota Pekalongan adalah tradisi yang dilakukan pada bulan Syawal, yaitu h+7 lebaran. Tradisi ini hanya dilakukan di daerah Krapyak saja. Biasanya tradisi ini juga diikuti oleh walikota Pekalogan, beliau yang memulai memotong lopis tersebut. Lalu, lopis tersebut akan dibagikan kepada warga sekitar. Selain itu, Tradisi Lopis Raksasa masih dilaksanakan setiap tahunnya sampai sekarang. Lopis Raksasa terbuat dari beras ketan putih yang dibungkus oleh daun pisang, lalu dikukus selama kurang lebih seminggu dengan berat kurang lebih 1.400 kg. Lopis ini biasanya lebih tinggi daripada tinggi manusia pada umumnya. Sehingga, memiliki bentuk lingkaran yang lebar dan memanjang keatas dengan diameter sekitar 200-an dan tinggi 230-an. Karena berat dan ukuran dari lopis ini yang berbeda dari biasanya, membuat lopis ini disebut sebagai Lopis Raksasa. #OSKMITB2018
Desa Gudangkahuripan, Kabupaten Bandung Barat, Propinsi Jawa Barat adalah suatu tempat dimana budaya sunda masih banyak dipertahankan dan dikembangkan. Ruwatan atau biasa disebut ngaruwat menjadi salah satu contoh yang dilaksanakan secara rutin satu tahun sekali. Ruwatan dilaksanakan bertepatan dengan ulang tahun Desa Gudangkahuripan yaitu di bulan Februari. Maksud dan tujuan utama dari ruwatan di Desa Gudangkahuripan yaitu sebagai wujud rasa syukur kepada Allah SWT atas diberikannya rizki dan keselamatan kepada semua masyarakat. Syukuran dilaksanakan dengan berdoa bersama serta makan bersama. Setiap rukun warga akan memasak tumpeng dan semua masyarakatnya akan memakan bersama tumpeng tersebut. Selain tujuan utama tersebut ruwatan juga bisa menjadi wadah dikembangkannya kesenian dan kebudayaan sunda dan juga sebagai hiburan bagi masyarakat yang menyaksikan. Kesenian sunda yang biasa ditampilkan yaitu bermacam-macam. Acara biasa dimulai dengan pawai atau iring-iringan d...
Tradisi bersirih merupakan hal yang tidak asing bagi masyarakat di Sumba. Hal tersebut sudah menjadi kebiasaan masyarakat Sumba sejak usia belia. Tradisi bersirih di daerah Sumba terdiri atas buah sirih, pinang, dan kapur yang dimakan dengan cara digigit lalu dikunyah secara bersamaan dengan takaran sesuai selera masing-masing orang. Sirih, pinang, dan kapur yang telah dikunyah bersamaan akan menghasilkan warna merah di mulut ketika digigit. Lalu ampas dari buah sirih, pinang, dan kapur dibuang ke tanah seperti 'meludah' di depan rumah. Tidak hanya masyarakat Sumba, namun, setiap tamu yang datang ke desa adat atau rumah rakyat Sumba, buah sirih, pinang, dan kapur menjadi jamuan pertama yang disuguhkan. Hal tersebut menandakan penyambutan atau penerimaan kepada tamu yang berkunjung. Setiap acara yang digelar, sirih pinang menjadi suguhan pertama bagi para tamu, seperti acara kematian, pesta, pembuatan rumah, dan lain-lain. Memakan sirih pinang tentu bukanlah hal yang bias...
Maantaan silamak yaitu acara mempererat hubungan antara calon anak daro dan marapulai (pengantin wanita dan laki-laki). Maantaan artinya sesuatu makanan yang diantarkan ke rumah calon pengantin laki-laki, sedangkan silamak artinya beras pulut putih(ketan) yang telah diolah dengan cara dicampur dengan santan kelapa lalu dikukus. Makanan tersebut diantar bersamaan dengan makanan lainnya seperti apik ayam (ayam gulai kuning),pisang,kue,agar-agar,dan lain sebagainya. Semua ini pihak calon pengantin perempuan yang membuat dan menyediakannya. Hantaran ini dibawa ke rumah calon pengantin laki-laki, Disinilah dibicarakan mengenai peminangan dan acara baralek bersama ninik mamak, sumando dan orang tua. #OSKMITB2018
Festival Bandeng Kawak Sidoarjo adalah sebuah kota di Provinsi Jawa Timur. Kota ini terkenal dengan budi daya ikan bandeng. Ikan bandeng ini juga merupakan komoditi perikanan utama di Sidoarjo. Salah satu budaya yang dilakukan oleh masyarakat Sidoarjo untuk melestarikan ikan bandeng ini adalah Festival Bandeng Kawak. Festival Bandeng Kawak adalah budaya baru dalam kehidupan beragama masyarakat Sidoarjo. Festival ini diadakan setahun sekali. Kegiatan dari festival ini berupa lelang bandeng tradisional yang dilakukan untuk memperingati maulid Nabi Muhammad SAW. Lelang ini dapat menghasilkan dana mencapai ratusan juta. Lelang ini dilakukan dengan cara menimbang berat tubuh bandeng, makin berat tubuh bandeng maka makin banyak dana yang akan ditawarkan. Bandeng yang paling berat adalah pemenang dari festival bandeng kawak tersebut. Tujuan dari festival ini adalah untuk meningkatkan rasa semangat para budidaya tambak agar komoditas ikan bandeng t...
Disebut juga Ngarak Penganten, adalah saat pihak keluarga pengantin pria kembali datang melangsungkan pesta pernikahan di rumah mempelai wanita dan menyerahkan pengantin pria kepada keluarga pengantin wanita. Pada saat inilah, kedua mempelai pertama kali dipertemukan. Pengantin pria mengenakan jubah "kebesaran" seperti sorban, jubah besar sebagai baju luar, gamis, selempang, sepatu, dan di tangannya membawa sirih dare berupa 5-7 lembar daun sirih dilipat terbalik pada bagian ujung batangnya tidak dibuang. Diantara daun sirih tersebut, terselip pula bunga mawar yang dibawahnya diselipkan lagi dengan uang bernilai tinggi sebagai uang sembe. Sang pengantin wanita akan memakai pakaian ala Tiongkok dengan wajahnya yang tertutup oleh roban tipis. Serupa dengan akad nikah, pengantin pria didampingi utusan yang bukan orang tua. Umumnya utusan ini bisa merupakan saudara kandung tertua dari kedua orang tua pengantin pria, disebut wali khas, serta tokoh masyarakat atau alim ulama di lingku...
. Maksud upacara tersebut agar desa dilimpahkan kesejahteraan oleh Sang Hyang Widi. Terlepas dari kepercayaan yang baik. Apabila lingkungan bersih, sungai-sungai bersih dari sampah dan limbah apapun, maka alirannya yang berfungsi mengairi persawahan akan lancar. Lingkungan sungai menjadi lebih bersih dan sehat sehingga menjadikan tanaman tanaman di sekitar kita menjadi subur menjadikan panen yang didapat lebih baik sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dengan lingkungan yang bersih maka kita sebagai masyarakat dapat juga terjaga kesehatannya sehingga masyarakat menjadi sehat dan terjamin kesehatannya. Ada banyak cara untuk mengungkapkan rasa syukur kepada Sang Maha Kuasa. Dalam tradisi merti desa, lampiasan rasa syukur ini diujudkan dalam bentuk sedekah yang kemudian menjadi ciri dalam setiap ritualnya. Di pengujung acara, sedekah yang diujudkan dalam bentuk gunungan berikut sesajian dan beragam ubo rampe itu akan dibagikan kepada seluruh warga desa serta siapa pun yan...