3.359 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Jaga Bondar
Ritual Ritual
Sumatera Utara

jaga bondar atau menjaga tali air merupakan kearifan lokal turun temurun yang dilaksanakan masyarakat yang meyakini bahwa tali air itu milik bersama yang harus dijaga dan dibagi secara adil ke persawahan penduduk. kesempatan terpenting dari pengolahan sistem bondar ini adalah larangan merusak hutan yang ada, terutama di hulu sungai dan di sepanjang daerah aliran tali air   #OSKMITB2018

avatar
Oskm18_19818186_jonathan
Gambar Entri
Patarik-tarik Bakakak
Ritual Ritual
Jawa Barat

Patarik-tarik Bakakak adalah sebuah tradisi yang biasa dilakukan dalam suatu acara pernikahan yang berasal dari Jawa Barat.Bakakak adalah sebuah makanan khas Sunda yang berupa ayam yang dibakar secara utuh. Sejarah: Tidak ada yang mengetahui pasti sejarah dan siapa yang menciptakan tradisi ini karena sudah dilakukan secara turun-temurun dan diwariskan Tata cara pelaksanaan: 1).Siapkan Ayam Bakakak 1 ekor 2).Ayam tersebut diberikan kepada pasangan pengantin 3).Masing-masing Pengantin memegang bagian kaki ayam bakakak 4).Ada aba2 untuk saling tarik-menarik bagian ayam tersebut sampai salah satu pengantin mendapatkan bagian yang besar atau yang kecil Menurut kepercayaan masyarakat,pengantin yang mendapatkan bagian yang besar maka ia akan membawa kesejahteraan yang lebih besar dalam kehidupan berumah tangga mereka di kemudian hari. Setelah masing2 pengantin melakukan Patarik bakakak,ayam yang mereka dapatkan akan dimakan dan saling tukar menukar suapan.Hal ini d...

avatar
Oskm18_16618293_aldy
Gambar Entri
Warak Ngendhog
Ritual Ritual
Jawa Tengah

Warak Ngendog adalah mainan anak-anak yang dulu sangat populer di kota Semarang dan sekitarnya, dan biasa dijual saat megengan atau pasar malam/dugderan menjelang bulan suci ini. Bentuk fisiknya adalah hewan berkaki empat dengan leher panjang, berbulu keriting (bisa juga lurus atau acak-acakan) dengan aneka warna khususnya merah, putih, kuning, hijau dengan sudut-sudut tubuh dan kepala yang lurus, dan kenapa disebut ngendog (bertelur), karena kadang ditaruh sebutir telur dibawah ekornya yang lurus atau disela-sela empat kakinya. Nah, disini muncul interpretasi eksistensi makhluk imajiner ini dengan keragaman penduduk kota Semarang pada khususnya. Nah, bentuk fisik warak ngendog ini ada yang digambarkan seperti kambing, kuda, kerbau, barongsai atau bahkan badan anjing. Sementara kepalanya ada yang menyerupai kepala kambing, naga jawa, naga cina, dan sebagainya. Sementara bulu-bulunya juga punya banyak versi... ada yang keriting, lurus, berombak ataupun bersisik. Disebutkan dalam buk...

avatar
Oskm18_16418053_zenieth
Gambar Entri
Warak Ngendhog
Ritual Ritual
Jawa Tengah

Warak Ngendog adalah mainan anak-anak yang dulu sangat populer di kota Semarang dan sekitarnya, dan biasa dijual saat megengan atau pasar malam/dugderan menjelang bulan suci ini. Bentuk fisiknya adalah hewan berkaki empat dengan leher panjang, berbulu keriting (bisa juga lurus atau acak-acakan) dengan aneka warna khususnya merah, putih, kuning, hijau dengan sudut-sudut tubuh dan kepala yang lurus, dan kenapa disebut ngendog (bertelur), karena kadang ditaruh sebutir telur dibawah ekornya yang lurus atau disela-sela empat kakinya. Nah, disini muncul interpretasi eksistensi makhluk imajiner ini dengan keragaman penduduk kota Semarang pada khususnya. Nah, bentuk fisik warak ngendog ini ada yang digambarkan seperti kambing, kuda, kerbau, barongsai atau bahkan badan anjing. Sementara kepalanya ada yang menyerupai kepala kambing, naga jawa, naga cina, dan sebagainya. Sementara bulu-bulunya juga punya banyak versi... ada yang keriting, lurus, berombak ataupun bersisik. Disebutkan dalam buk...

avatar
Oskm18_16418053_zenieth
Gambar Entri
Budaya Lek-Lekan
Ritual Ritual
Jawa Tengah

Budaya Lek-Lekan Budaya Lek-Lekan merupakan salah satu budaya yang berkembang di Kota Semarang, budaya Lek-Lekan apabila dilakukan menjelang peringatan hari kemerdekaan Indonesia tanggal 17 Agustus, tepatnya tanggal 16 Agustus malam hingga dini hari disertai dengan doa-doa untuk para pahlawan juga disebut sebagai Tirakatan. Budaya Lek-Lekan dilakukan pada malam kemerdekaan dan saat malam 1 Suro (Malam 1 Muharram dalam kalender Islam). Kegiatan saat Lek-Lekan juga disesuaikan dengan kondisi, contohnya: Dalam peringatan Hari Kemerdekaan dikenal juga sebagai Malam Tirakatan, maka acaranya adalah menyanyikan Lagu Indonesia Raya, mengheningkan cipta, semangat kebangsaan, dan sebagai ajang perekatan antar warga. Apabila dilakukan saat Malam 1 Suro, maka diisi dengn berbagai macam doa awal tahun, zikir malam, dilanjutkan dengan solat malam. Apabila dilakukan menjelang tanggal 10 Dzulhijjah (Hari Raya Kurban), maka diisi dengan penjagaan hewan kurban secara berga...

avatar
OSKM18_16918290_Zufar Zufar Taufiqurrahman Fattah
Gambar Entri
Ritual Tiwah
Ritual Ritual
Kalimantan Tengah

Ritual Tiwah adalah upacara keagamaan suku dayak untuk pengantaran tulang orang yang sudah meninggal ke Sandung yang sudah dibuat. Sandung adalah tempat semacam rumah kecil yang memang dibuat khusus untuk mereka yang sudah meninggal dunia. Ritual Tiwah ini sangatlah sakral bagi suku dayak. Pada acara ini sebelum tulang-tulang orang yang sudah meninggal tersebut diantar dan diletakkan ke tempatnya, mereka melakukan banyak sekali ritual, tarian, suara gong dan masih banyak hiburan lainnya sampai akhirnya tulang-tulang tersebut di letakkan di tempatnya. Ritual Tiwah memiliki tujuan yaitu untuk meluruskan perjalanan roh atau arwah yang bersangkutan menutu "Lewu Tatau" (Surga) sehingga bisa hidup tentram dan damai bersama Yang Kuasa. Bagi Suku Dayak, sebuah proses kematian perlu dilanjutkan dengan ritual lanjutan atau penyempurna agar tidak mengganggu kenyamanan dan ketentraman orang yang masih hidup. Tiwah ini sendiri juga memiliki tujuan untuk melepas ikatan status janda atau duda bag...

avatar
Oskm18_16218115_rosa
Gambar Entri
Pasar Kembang Weleri
Ritual Ritual
Jawa Tengah

Pasar Kembang Weleri merupakan salah satu tradisi tahunan yang berasal dari Kecamatan Weleri, Kabupaten Kendal, Provinsi Jawa Tengah berupa hadirnya penjual dan pembeli bunga yang berasal dari penjuru daerah untuk melakukan tradisi jual-beli bunga tersebut menjelang Hari Raya Idul Fitri. Pasar Kembang ini tentunya berbeda dengan pasar kembang lain karena setiap daerah bahkan kecamatan pun memiliki tradisi sendiri. Pasar Kembang Weleri ini biasanya dibedakan menjadi 2, yaitu Pasar Kembang Cilik dan Pasar Kembang Gedhe. Perbedaan yang mendasar diantara keduanya adalah waktu pelaksanaan. Pasar Kembang Cilik diadakan pada H-2 Hari Raya Idul Fitri, sedangkan Pasar Kembang Gedhe diadakan pada H-1 Hari Raya Idul Fitri. Selain perbedaan waktu, perbedaan lain adalah jumlah penjual pembeli dimana pada Pasar Kembang Gedhe jauh lebih ramai dan sesak daripada Pasar Kembang Cilik. Pasar Kembang dimulai malam hari sampe pagi keesokan harinya. Bunga yang dijual berbagai macam dari mulai bun...

avatar
OSKM18_16518330_RIFQI SYAHRI RAMADHANI
Gambar Entri
Ngobeng
Ritual Ritual
Sumatera Selatan

Ngobeng adalah salah satu bentuk  dari tradisi masyarakat Palembang dalam menjalani kebersamaan. Tradisi ini biasanya dilakukan pada acara-acara tertentu, seperti pernikahan, sedekahan, syukuran, dsb. Dalam melaksanakan adat ini, tuan rumah meletakkan hidangan pokok (biasanya nasi minyak) disajikan di dalam bakul besar di tengah dan dikelilingi oleh lauk dan sayur lain. Tamu undangan nanti akan dijamu bersama mengelilingi makanan sambil duduk lesehan, sehingga terciptalah suasana yang akrab dan hangat. Setelah selesai makan, akan ada baskom isi air yang diestafetkan untuk dijadikan tempat cuci tangan. Jika dalam satu jamuan tamunya lebih dari 8 orang, tuan rumah akan menyediakan banyak lingkaran hidangan yang dibentuk untuk beberapa kelompok orang. Hal ini untuk mencegah lingkaran yang dibuat menjadi terlalu lebar dan mempersulit tamu untuk meraih hidangan juga agar hidangan yang disediakan mencukupi masing-masing lingkaran. Tradisi Ngobeng merupakan warisan berharg...

avatar
Oskm18_16818234_Annisa Nabila Zarlan
Gambar Entri
Tradisi Prasah
Ritual Ritual
Jawa Tengah

Dalam suatu upacara pernikahan ada kegiatan pemberian dari mempelai pria kepada mempelai wanita yang biasanya disebut mahar atau mas kawin. Umumnya mahar atau mas kawin dalam pernikahan berupa sejumlah uang, perhiasan, atau pakaian yang mewah. Namun di Desa Sidigede, Welahan,  Jepara, Jawa Tengah, ada sebuah tradisi unik  yang berkaitan dengan mahar yaitu memberi mahar berupa seekor kerbau besar oleh mempelai pria kepada mempelai wanita yang disebut "Prasah".   Proses pemberianya pun unik, tidak asal diberikan tetapi kerbau diarak dari rumah mempelai pria ke rumah mempelai wanita, mula mulanya kerbau di mantrai oleh sesepuh desa agar kehilangan kendali dan merasa stres, dibantu warga yang juga berusaha membuat kerbau mengamuk dengan berbagai cara. Seperti melemparinya dengan berbagai macam jenis petasan dan juga lumpur yang basah, Meski sudah diikat di beberapa sisi dalam istilah desa “ Diberacut”, kemudian kerbau itu di arak oleh banyak...

avatar
OSKM18_16418066_Radifan Ahmad Surya Cendekia