Mendem Ari-Ari (Menanam Plasenta Bayi) di Jawa
Plasenta merupakan organ yang menjadi jalur hidup jabang bayi sebelum dilahirkan. Plasenta dalam bahasa Jawa sering disebut dengan istilah ari-ari. Menurut tradisi Jawa ari-ari atau plasenta bayi adalah batir (teman/saudara) yang menemani bayi sebelum dilahirkan. Hal ini disebabkan karena ari-ari selalu mengikuti kelahiran seorang bayi. Oleh karena itu untuk mengormati dan penjagaan terhadap ari-ari masyarakat Jawa yang masih menjaga tradisi selalu mendem ari ari (menanam ari ari) di dalam tanah dengan cara dan tempat yang baik.
Adapun cara menguburkan ari-ari adalah sebagian berikut:
1.Setelah janig lahir, ari-ari dibersihkan oleh petugas kesehatan Beralaskan dau senthe, ari-ari dimasukan kedalam periuk yang terbuat dari tanah. Kemudian ditutup dengan cobek atau tempurung kelapa.
2.Di atas wadah diberi berbagai ubarampe atau barang syarat. Jenis-jenis umbere yang digunakan setiap daerah berbeda-beda. Di daerah penulis tepatnya Boyolali biasanya ubarampe berupa:
a. buku dan bolpoint, hal ini bertujuan agar sang anak kelak menjadi seseorang yang cerdas.
b. Tasbih yang bertujuan agar sang anak menjadi anak yang sholeh atau sholikah.
c.masih ada berberapa ubarampe yang lain, yang tentunya peletakan jenis ubarampe tersebut bertujuan agar sang anak menjadi anak yang sukses di kemudian hari.
3.Lalu ari-ari dan ubarampe dibungkus dengan kain mori Bungkusan ari-ari dikubur dalam tanah, seseorang yang berhak dalam mengali lubang tersebut adalah bapak kandung, kakek kandung, atau saudara laki-laki yang paling dekat dengan si bayi. Lubang digali sedalam kira-kira satu lengan. Untuk letak lubang antara laki-laki dan perempuan berbeda. Jika anak yang lahir adalah laki-laki maka lubangnya terletak di sebelah kanan. Jika anaknya perempuan maka lubangnya terletak di sebelah kiri.
4.Sebelum menguburkan ari-ari bapak atau pihak yang menguburkan ari-ari diwajibkan untuk mandi terlebih dahulu, kemudian mengunakan kain atau sarung.
5.Ari-ari yang telah dibungkus dibawa dengan cara diemban atau digendong menyamping di pinggang. Lalu di masukkan ke dalam tanah. Di atas kuburan ari-ari deberi pagar bamboo. Lalu ditutup dengan kerannjang atau genting.
6.Selama selapan atau 35 hari kuburan ari-ari diberi peneragan. Hal ini dilakukan agar baik ari-ari atau jabang bayi diberi penerang dalam perjalanannya.
Sumber
www.academia.edu "Upacara Mendem Ari-Ari Sebuah Harapan Masyarakat Jawa Untuk Keharmonisan" pdf
www.kompasiana.com
Pengenalan Bekam, yang dalam bahasa Arab dikenal sebagai hijamah, adalah terapi tradisional yang sudah dikenal sejak ribuan tahun lalu. Terapi ini dilakukan dengan cara mengeluarkan darah kotor dari dalam tubuh melalui pemvakuman kulit. Di Bali, bekam menjadi salah satu metode pengobatan alternatif yang populer, dengan berbagai manfaat kesehatan yang dipercaya oleh masyarakat setempat. Terapi ini bukan hanya dianggap sebagai metode penyembuhan, tetapi juga memiliki nilai budaya yang dalam. Sejarah Sejarah bekam dapat ditelusuri hingga ke zaman Mesir Kuno, namun penggunaannya telah menyebar ke berbagai belahan dunia, termasuk Asia Tenggara. Di Indonesia, termasuk Bali, bekam telah menjadi bagian dari praktik pengobatan tradisional yang diwariskan dari generasi ke generasi. Dalam konteks masyarakat Bali, bekam sering kali dipadukan dengan spiritualitas dan ritual adat, menjadikannya lebih dari sekadar terapi fisik. Beberapa sumber menyebutkan bahwa terapi bekam telah digunakan di Bali s...
Pengenalan Bekam, yang dalam bahasa Arab dikenal sebagai hijamah, adalah terapi tradisional yang sudah dikenal sejak ribuan tahun lalu. Terapi ini dilakukan dengan cara mengeluarkan darah kotor dari dalam tubuh melalui pemvakuman kulit. Di Bali, bekam menjadi salah satu metode pengobatan alternatif yang populer, dengan berbagai manfaat kesehatan yang dipercaya oleh masyarakat setempat. Terapi ini bukan hanya dianggap sebagai metode penyembuhan, tetapi juga memiliki nilai budaya yang dalam. Sejarah Sejarah bekam dapat ditelusuri hingga ke zaman Mesir Kuno, namun penggunaannya telah menyebar ke berbagai belahan dunia, termasuk Asia Tenggara. Di Indonesia, termasuk Bali, bekam telah menjadi bagian dari praktik pengobatan tradisional yang diwariskan dari generasi ke generasi. Dalam konteks masyarakat Bali, bekam sering kali dipadukan dengan spiritualitas dan ritual adat, menjadikannya lebih dari sekadar terapi fisik. Beberapa sumber menyebutkan bahwa terapi bekam telah digunakan di Bali s...
NEGERI ANTARA: JEJAK PUTRO ALOH dan MANUSIA HARIMAU Karya: Mahlil Azmi Di pagi yang cerah, saat embun masih menempel di daun-daun dan suara burung hutan bersahut-sahutan, aku bersama seorang teman bernama Jupri memulai perjalanan menuju Gunung Alue Laseh, tujuan kami sederhana menangkap si kicau, burung cempala yang terkenal lincah dan bernilai mahal di kampung kami. Bekal kami pun tak seberapa: nasi, sedikit ikan asin, dan air secukupnya. Namun jarak yang jauh dan medan yang berat tak membuat semangat kami luntur. “Lil, kalau dapat cempala besar, kau traktir kopi ya,” kata Jupri sambil tertawa, memikul tasnya yang tampak lebih besar dari isinya. “Kau tenang saja, asal jangan kau makan burungnya duluan,” balasku. Kami tertawa, tawa ringan khas dua pemuda kampung yang belum tahu apa yang menanti di depan. Gunung kami memang bukan gunung biasa. Ia bagian dari hutan pegunungan Leuser di barat selatan Aceh. Di sana hidup binatang buas, termasuk sang raja hutan—harimau. Tapi ba...
Genggong merupakan alat musik tradisional khas Bali yang termasuk dalam jenis alat musik tiup. Alat musik ini terbuat dari bahan dasar bambu atau pelepah aren dan dimainkan dengan cara ditempelkan ke mulut, lalu dipetik menggunakan tali yang terpasang pada bagian ujungnya. Suara yang dihasilkan oleh genggong berasal dari getaran lidah bambu yang dipengaruhi oleh rongga mulut pemain sebagai resonator. Oleh karena itu, teknik memainkan genggong membutuhkan keterampilan khusus dalam mengatur pernapasan dan posisi mulut. Dalam kebudayaan Bali, genggong sering digunakan dalam pertunjukan seni tradisional maupun sebagai hiburan rakyat. Selain memiliki nilai estetika, alat musik ini juga mencerminkan kearifan lokal dan kreativitas masyarakat Bali dalam memanfaatkan bahan alam sekitar.
1. Rendang (Minangkabau) Rendang adalah hidangan daging (umumnya sapi) yang dimasak perlahan dalam santan dan bumbu rempah-rempah yang kaya selama berjam-jam (4–8 jam). Proses memasak yang sangat lama ini membuat santan mengering dan bumbu terserap sempurna ke dalam daging. Hasilnya adalah daging yang sangat empuk, padat, dan dilapisi bumbu hitam kecokelatan yang berminyak. Cita rasanya sangat kompleks: gurih, pedas, dan beraroma kuat. Rendang kering memiliki daya simpan yang panjang. Rendang adalah salah satu hidangan khas Indonesia yang paling terkenal dan diakui dunia. Berasal dari Minangkabau, Sumatera Barat, masakan ini memiliki nilai budaya yang tinggi dan proses memasak yang unik. 1. Asal dan Filosofi Asal: Rendang berasal dari tradisi memasak suku Minangkabau. Secara historis, masakan ini berfungsi sebagai bekal perjalanan jauh karena kemampuannya yang tahan lama berkat proses memasak yang menghilangkan air. Filosofi: Proses memasak rendang yang memakan waktu lama mela...