Cerita Rakyat
Cerita Rakyat
Cerita Rakyat Jawa Barat Sumedang
Legenda Gunung Tampomas
- 15 November 2018
Gunung Tampomas terletak di Kabupaten Sumedang, Provinsi Jawa Barat. Dulunya Gunung Tampomas bernama Gunung Gede. Menurut cerita rakyat Jawa Barat, pada masa kerajaan Sumedang larang, Gunung Tampomas pernah mengeluarkan erupsi, dan untuk menghentikan erupsi tersebut, raja Sumedang Larang saat itu harus melemparkan keris emas ke dalam kawah Gunung Gede sehingga namanya diubah menjadi Gunung Tampomas. Berikut ini kisah lengkapnya:
 
Dahulu kala berdiri sebuah kerajaan yang dipimpin oleh seorang raja muda yang bijaksana. Kerajaan Sumedang Larang namanya. Kerajaan Sumedang Larang terletak di daerah Sumedang, Jawa Barat sekarang. Kerajaan Sumedang Larang memiliki alam yang subur dan makmur. Rakyat tidak pernah mengalami kelaparan. Rakyat hidup damai dan tentram di bawah pimpinan raja muda yang adil bijaksana. Di kerajaan Sumedang Larang berdiri sebuah gunung bernama Gunung Gede. Gunung tersebut memiliki hutan yang lebat, tanah yang subur dan air yang mengalir berlimpah.
 

Gunung Gede Meletus

Di suatu hari, tiba-tiba ada suara gemuruh menggelegar disertai tanah goyang yang cukup kuat. Rakyat Sumedang Larang sontak merasa keget. Mereka lari berhamburan keluar rumah menuju tempat terbuka. Usut punya usut, ternyata suara gemuruh tersebut berasal dari gunung Gede yang tampaknya akan meletus. Rakyat Sumedang Larang yang tinggal di kaki Gunung Gede merasa cemas dengan keadaan ini. Mereka segera berkemas dan pergi membawa serta keluarga mengungsi menjauhi Gunung Gede.
 

Raja Sumedang Larang Mendapat Petunjuk

Berita akan meletusnya Gunung Gede tentu saja terdengar hingga ke istana kerajaan Sumedang Larang. Raja muda yang bijaksana merasa sedih dengan ancaman meletusnya gunung Gede. Raja sangat mengkhawatirkan keadaan rakyatnya. Oleh karenanya, raja memutuskan untuk bersemedi guna memohon petunjuk kepada Yang Maha Kuasa.
 
Raja kemudian memberitahu Patih bahwa beliau akan bersemedi. “Aku akan bersemedi guna memohon petunjuk Yang Maha Kuasa untuk mengatasi ancaman meletusnya Gunung Gede. Untuk sementara Engkau mengurus kerajaan.” kata raja kepada sang Patih.
 
“Baik Raja, hamba mematuhi perintah raja.” kata sang Patih.
 
Raja kemudian memasuki ruangan khusus yang biasa digunakan untuk bersemedi. Setelah beberapa hari bersemedi akhirnya raja mendengarkan bisikan gaib yang memerintahkan dirinya untuk melemparkan keris emas milik nenek moyangnya ke dalam kawah Gunung Gede. “Jika Engkau ingin menyelamatkan rakyatmu dari bencana letusan Gunung Gede, maka lemparkanlah olehmu keris emas milik nenek moyangmu ke dalam kawah Gunung Gede. Niscaya gemuruh Gunung Gede akan mereda.”
 
Setelah mendengar bisikan gaib tersebut sang raja pun jatuh pingsan. Merasa khawatir dengan kondisi raja karena telah beberapa hari tidak keluar dari ruangan semedi, prajurit penjaga memberanikan diri memasuki ruangan semedi dan mendapati sang raja pingsan. Prajurit kemudian membawa raja keluar dan segera memanggil Patih dan para tabib istana. Beberapa lama kemudian raja pun sadar dari pingsannya. Raja langsung menyampaikan pada Patih bahwa ia harus menuju kawah Gunung Gede untuk melemparkan keris emas milik nenek moyangnya.
 
“Aku harus segera menuju kawah Gunung Gede dan melemparkan keris emas milik nenek moyangku agar gemuruh Gunung Gede reda.” kata raja.
 
“Tapi itu sangat berbahaya raja. Biar aku saja yang melakukannya.” kata sang Patih.
 
“Tidak bisa. Harus aku yang melakukannya sendiri demi menyelamatkan rakyatku dari bencana ini. Aku sudah merelakan nyawaku untuk menyelamatkan rakyatku.” kata raja.
 
Akhirnya dengan mengunggangi kuda, raja pergi ke puncak gunung Gede. Berbagai rintangan dilalui raja dengan gagah. Hanya satu yang dipikirkan raja saat itu yaitu keselamatan rakyatnya, rakyat Sumedang Larang. Setelah tiba di puncak gunung Gede dengan susah payah, raja mendekati pinggir kawah dan melemparkan keris emas milik nenek moyangnya. Keajaiban terjadi, kawah gunung Gede yang tadinya bergolak berangsur-angsur menjadi tenang, suara gemuruh pun tidak terdengar lagi. Raja bersyukur petunjuk itu ternyata benar. Pengorbanan raja mendaki Gunung Gede terbayar sudah.
 
Setelah memastikan kawah Gunung Gede sudah aman, akhirnya raja kembali ke istana kerajaan, rakyat menyambut kedatangan raja mereka. Raja bahagia akhirnya gunung Gede tidak jadi meletus dan seluruh rakyat kerajaan Sumedang Larang selamat. Semenjak kejadian itu, gunung Gede dirubah namanya menjadi gunung Tampomas karena kawahnya menerima keris emas milik nenek moyang raja Sumedang Larang.
 
 

Referensi:
  1. Agni, Danu. 2013. Cerita Anak Seribu Pulau.Yogyakarta: Buku Pintar.
  2. Komandoko, Gamal. 2013. Koleksi Terbaik 100 plus Dongeng Rakyat Nusantara, PT.Buku Seru.
  3. Carita Sato (https://caritasato.blogspot.com/2018/08/legenda-gunung-tampomas.html)

 

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
PELARIAN MAJAPAHIT DI PACITAN
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Timur

GELOMBANG EKSODUS I. Pelarian Di Pacitan Ketika panji-panji emas Majapahit tercabik oleh perang perebutan warisan dinasti, sejarah arus utama seolah menoleh ke arah lain. Yang tercatat kemudian hanyalah runtuhnya tiga pusat kekuasaan besar secara beruntun: Wilwatikta-Trowulan yang ambruk pada 1478 M, Kediri di bawah Girindrawardhana yang tumbang dua dasawarsa kemudian, serta: Lenyapnya benteng pertahanan terakhir Patih Mahodara pada 1527 M. Di balik kronik pergantian rezim itu, tersimpan kisah lain yang jauh lebih megah dan tragis: kisah manusia-manusia yang terseret arus perubahan kekuasaan baru, Demak Bintoro. Seusai kemenangan Ranawijaya atas kubu Bhre Kertabhumi, muncul kebutuhan mendesak untuk membangun dasar legitimasi baru. Upaya itu dijalankan melalui jejaring brahmana, penetapan tanah-tanah sima yang dibebaskan dari kewajiban pajak, penguatan tradisi Buddha-Siwa, serta pembentukan identitas Keling yang berpusat di Daha. Dalam pandangan para pendukungnya, ide...

avatar
Kangnurofficial
Gambar Entri
SENJAKALA MAJAPAHIT II (Keling Daha Kediri)
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Timur

Sejarah Senjakala Majapahit-Daha II. Patih Udara/Mahodara Berkuasa (1498 M) A. Krisis Demi mempertahankan kekuasaan di tengah impitan ekonomi dan bayang-bayang kehancuran, Ranawijaya memperlakukan rakyat kecil pedalaman sebagai sapi perah guna mendanai prajurit yang butuh logistik besar menghadapi kelompok pembangkang yang mulai tumbuh kembali. Pembangunan Kedaton baru beserta sistem pertahanan militer di Daha dalam waktu delapan tahun membawa kesengsaraan yang luar biasa bagi kaum tani di sepanjang aliran Sungai Brantas yang subur. Dinasti Girindrawardhana memberlakukan sistem kerja paksa, yang dikenal sebagai kerja gaga, secara militeristik demi mendirikan kompleks istana bata merah yang megah serta jaringan perbentengan baru. Di sisi lain, ribuan petani dipaksa meletakkan bajak dan cangkul mereka untuk mengangkut batu kapur dari perbukitan selatan, menebang pohon jati di belantara, serta mencetak jutaan bata merah untuk dinding pertahanan. Kesengsaraan ini kian mencekik...

avatar
Kangnurofficial
Gambar Entri
SENJAKALA MAJAPAHIT I (Brawijaya V - Trowulan)
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Timur

SENJAKALA MAJAPAHIT I (1478 M) > Senjakala Majapahit bukanlah sebuah cerita tentang kelanjutan kemaharajaan yang tenang di bawah asuhan para resi yang bijaksana. Sebaliknya, ia merupakan sebuah panggung sejarah yang rapuh, berdarah, dan diperebutkan oleh kelompok-kelompok politik yang haus akan pengakuan kekuasaan. Demi melunasi dendam masa lalu, menegakkan kehormatan keluarga, dan mengejar ego dinasti, faksi-faksi pemberontak ini tanpa sadar telah memeras keringat rakyat, merampas hak atas tanah perdikan, dan mengirim ribuan rakyat jelata (kawula) Jawa ke lubang kematian yang sia-sia. I. Senjakala Pertama Majapahit Trowulan (1478 M) A. Pemberontakan Ranawijaya (Keling-Daha) Brawijaya IV saat bertakhta sebagai Maharaja Majapahit bergelar Sri Adi Suraprabhawa Singhawikramawardhana Singhawikramawardhana terpaksa mundur ke basis pertahanan keluarganya di Kediri. Setelah terusir dari Trowulan oleh kudeta Bhre Kertabhumi (Brawijaya V) pada tahun 1468 M, Brawijaya IV menyelamat...

avatar
Kangnurofficial
Gambar Entri
KrediOne
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
DKI Jakarta

cara hapus akun/data (#KrediOne) secara permanen kamu bisa hubungi pelanggan layanan resmi via WA di (+62.821-7553-746 atau 0898.4440.241). Jelaskan alasan permintaan penghapusan data atau akunnya lalu siapkan identitas diri seperti (KTP) untuk proses verifikasi dan ikuti instruksi petugas customer service untuk menyelesaikan laporan Anda.

avatar
Admin2026
Gambar Entri
Berikut Cara Mengembalikan Dana PT Tri Usaha Berkat
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Timur

Silahkan hubungi layanan PT Tri Usaha Berkat untuk proses pengembalian dana melalui WhatsApp di 0813-707-1392 atau 0813-707-2680 Kirim nomor pesanan atau transaksi yang ingin diajukan pengembalian dana. Jelaskan alasan refund atau pengembalian dana secara lengkap.

avatar
Admin99