Gunungan Estri memiliki bentuk seperti bokor. Bagian dasar gunungan lebih kecil daripada bagian tengah gunungan dan kembali mengecil pada bagian atas. Rangkanya dibuat dari bambu. Pada bagian atas gunungan, yang disebut sebagai mustaka, terdapat sebuah kue dari ketan berwarna hitam yang bentuknya menyerupai gunungan wayang kulit.
Ilat-ilatan berwarna hitam dipasang mengelilingi mustaka. Ilat-ilatan merupakan kue ketan yang pipih panjang seperti lidah. Di bawah ilat-ilatan, dipasang sabunan. Sabunan, gulungan daun pisang (klaras) yang bagian atasnya diberi kucu dan upil-upil, ditata melingkar. Kucu berbentuk bulatan kecil berwarna putih sedangkan upil-upil berbentuk persegi panjang dan dibuat dalam lima warna, putih, merah, kuning, hijau, dan hitam. Keduanya dibuat dari beras ketan.
Sedikit lebih rendah dan di luar lingkaran sabunan, rengginang ditata melingkar. Rengginang adalah kue ketan berwarna putih dan berbentuk bundar. Pada setiap rengginang dipasang satu buah kucu dan lima buah upil-upil berbeda warna. Di antara rengginang tersebut terdapat bethetan dan ole-ole. Bethetan juga terbuat dari ketan, berwarna merah, dan berbentuk seperti kepala burung betet. Ole-ole berbentuk seperti penjor kecil yang menjuntai dari gunungan, di sepanjang juntaian itu dirangkai kucu dan upil-upil.
Di dalam Gunungan Estri, terdapat satu bakul wajik yang yang disusun berlapis dengan tiwul. Wajik yang merupakan makanan kelas atas namun dicampur dengan tiwul yang merupakan makanan rakyat kebanyakan merupakan simbol kedekatan raja dengan rakyatnya. Bakul ini ditutup dengan pelepah pisang sehingga tidak tampak dari luar.
Pada pelepah pisang tersebut digantungkan eblek dan tedheng. Eblek dan tedheng juga terbuat dari ketan, berwarna putih dan merah. Eblek berbentuk persegi panjang, sedang tedheng berbentuk segi tiga.
Gunungan Estri ditempatkan pada jodhang sama seperti Gunungan Kakung. Bagian bawah dialasi dengan kain bangun tulak dan di keempat sudutnya ditali menggunakan samir.
Seperti namanya, Gunungan Estri melambangkan seorang wanita Jawa. Diantara gunungan lain, Gunungan Estri menjadi gunungan yang dibuat pertama. Prosesi pembuatannya dikenal sebagai upacara Numplak Wajik.
https://kratonjogja.id/tak-benda/Lainnya/15/jenis-jenis-gunungan-keraton-yogyakarta
cara hapus akun/data (#KrediOne) secara permanen kamu bisa hubungi pelanggan layanan resmi via WA di (+62.821-7553-746 atau 0898.4440.241). Jelaskan alasan permintaan penghapusan data atau akunnya lalu siapkan identitas diri seperti (KTP) untuk proses verifikasi dan ikuti instruksi petugas customer service untuk menyelesaikan laporan Anda.
Silahkan hubungi layanan PT Tri Usaha Berkat untuk proses pengembalian dana melalui WhatsApp di 0813-707-1392 atau 0813-707-2680 Kirim nomor pesanan atau transaksi yang ingin diajukan pengembalian dana. Jelaskan alasan refund atau pengembalian dana secara lengkap.
Silahkan hubungi layanan PT Tri Usaha Berkat untuk proses pengembalian dana melalui WhatsApp di 0813-707-1392 atau 0813-707-2680 Kirim nomor pesanan atau transaksi yang ingin diajukan pengembalian dana. Jelaskan alasan refund atau pengembalian dana secara lengkap.
Silahkan hubungi layanan PT Tri Usaha Berkat untuk proses pengembalian dana melalui WhatsApp di 0813-707-1392 atau 0813-707-2680 Kirim nomor pesanan atau transaksi yang ingin diajukan pengembalian dana. Jelaskan alasan refund atau pengembalian dana secara lengkap.
Di masa lalu, masyarakat Batak mengenal sebuah peti penyimpanan berharga yang disebut Huting-Huting. Huting-huting berfungsi sebagai tempat menyimpan benda-benda berharga milik raja atau keluarga bangsawan, seperti perhiasan, pusaka, hingga barang bernilai lainnya. Karena fungsinya yang penting, huting-huting sering disebut sebagai "brankas tradisional" dalam budaya Batak. Yang membuatnya istimewa adalah ukiran pada bagian tutupnya. Berbagai ornamen, termasuk motif bintang dan makhluk simbolis (pinatang), dipahat dengan sangat detail. Menurut kepercayaan masyarakat dahulu, ukiran-ukiran tersebut memiliki kekuatan magis sebagai penjaga isi peti. Konon, apabila seseorang berniat mencuri isi huting-huting, maka roh penjaga yang disimbolkan melalui ukiran pinatang akan melindungi harta yang tersimpan di dalamnya. Kepercayaan ini menunjukkan bagaimana seni ukir, spiritualitas, dan sistem keamanan tradisional berpadu dalam kehidupan masyarakat Batak. Karena nilai dan kesak...