Ciplukan adalah sebuah tanaman liar yang biasanya tumbuh di tanah lembap namun tidak terlalu becek seperti di pinggir selokan. Tumbuhan ini juga termasuk tumbuhan musiman yang biasanya hanya tumbuh satu kali dalam satu tahun, tentunya pada musim basah atau musim hujan. Tumbuhan ciplukan ini juga bisa anda temui di hampir seluruh bagian di Indonesia karena termasuk tumbuhan yang mudha hidup dimana saja, asalakan tempat itu lembap dan tidak kering. Selain di pinggir selokan, tumbuhan ini juga biasanya tumbuh liat dilereng gunung atau tebing sungai. Tanaman ini bisa tumbuh di ketinggian 0 – 1800 meter diatas air.
Karena tumbuh hampir di seluruh bagian di Indonesia, maka ciplukan memiliki banyak nama khas daerahnya masing – masing. Misalnya, di Bali tumbuhan ini dikenal dengan nama ceploka, keceplokan, ciciplukan dan kokopokan. Sedangkan di daerah sunda dikenal dengan nama cecenet atau cecendet. Di Madura tumbuhan ini dikenal dengan nama nyornyoran, di Minahasa dikenal dengan nama leletokan, di Sasak dikenal dengan nama kenampok dan di Tanimbar dan di Seram dikenal dengan nama lapunonat. Sedangkan nama latin untuk tumbuhan ini adalah Physallis minina Linn. Buah ciplukan juga memiliki bentuk yang unik yaitu mirip dengan lentera dan berwarna hijau, namun akan berwarna kuning saat dimasak. Buah ini berasa manis keasam-asaman.
Ada banyak manfaat yang bisa anda dapatkan dari tanaman ciplukan untuk kesehatan anda. Pertama, tanaman ciplukan bisa mengobati influenza dan sakit tenggorokan dengan cara memotong-motong sebesar 3 – 4 cm dan dijemur. Anda bisa menggunakan semua bagian dalam tanaman ciplukan ini. Setelah dijemur, rebus 9 – 15 gram diantaranya dan minum airnya. Bungkus sisa tanaman ciplukan lainnya agar tidak lembap lagi. Ramuan ini juga bisa anda gunakan untuk mengobati batuk rejan, bronchitis dan gondongan.
Penyakit lain yang bisa disembuhkan dengan tanaman ciplukan adalah kencing manis. Caranya hampir sama dengan pembuatan ramuan untuk mengobati influenza, yaitu dengan cara menjemur tanaman ciplukan terlebih dahulu sebelum diolah menjadi ramuan obat. Rebus tanaman ciplukan yang sudah dijemur dengan dua gelas air sampai air tersisa setengahnya. Setelah itu, saring airnya dan bisa anda minum setelah dingin. Disarankan untuk meminum ramuan ini dua kali sehari yaitu pagi dan sore. Ampas tanaman ciplukan yang sudah disaring juga bisa anda rebus kembali, tapi pastikan tidak menggunakan ampas untuk direbus kembali lebih dari dua kali pemakaian.
Tanaman ciplukan juga bisa mengobati penyakit kulit yang biasanya memalukan, yaitu bisul dan borok. Caranya adalah dengan menggiling ½ gengam daun ciplukan yang sudah dicuci bersih sampai halus. Setelah itu, tempelkan pada bagian bisul anda dan sekelilingnya dan balut dengan perban. Ganti perban daun ciplukan ini 2 kali seari. Sedangkan untuk mengobati borok, campurkan daun ciplukan yang sudah dicuci bersih dan digiling dengan sedikit air kapur sirih dan tempelkan pada borok anda lalu balut dengan perban. Sama seperti pengobatan bisul, ganti perban dua kali sehari.
Selain itu, tanaman ciplukan juga bisa mengobati ayan yang umumnya sulit diobati. Caranya sangat sederhana sekali, yaitu setiap hari anda cukup memakan 8 – 10 buah ciplukan mentah yang tentunya sudah dicuci terlebih dahulu. Tanaman ciplukan juga bisa mengobati penyakit berat lain yaitu paru-paru. Caranya adalah dengan merebus 3 – 5 gelas air hingga mendidih, kemudian saring airnya dan minum 3X sehari.
Sumber: https://pusakapusaka.com/ciplukan-tanaman-liar-kaya-manfaat.html
Genggong merupakan alat musik tradisional khas Bali yang termasuk dalam jenis alat musik tiup. Alat musik ini terbuat dari bahan dasar bambu atau pelepah aren dan dimainkan dengan cara ditempelkan ke mulut, lalu dipetik menggunakan tali yang terpasang pada bagian ujungnya. Suara yang dihasilkan oleh genggong berasal dari getaran lidah bambu yang dipengaruhi oleh rongga mulut pemain sebagai resonator. Oleh karena itu, teknik memainkan genggong membutuhkan keterampilan khusus dalam mengatur pernapasan dan posisi mulut. Dalam kebudayaan Bali, genggong sering digunakan dalam pertunjukan seni tradisional maupun sebagai hiburan rakyat. Selain memiliki nilai estetika, alat musik ini juga mencerminkan kearifan lokal dan kreativitas masyarakat Bali dalam memanfaatkan bahan alam sekitar.
1. Rendang (Minangkabau) Rendang adalah hidangan daging (umumnya sapi) yang dimasak perlahan dalam santan dan bumbu rempah-rempah yang kaya selama berjam-jam (4–8 jam). Proses memasak yang sangat lama ini membuat santan mengering dan bumbu terserap sempurna ke dalam daging. Hasilnya adalah daging yang sangat empuk, padat, dan dilapisi bumbu hitam kecokelatan yang berminyak. Cita rasanya sangat kompleks: gurih, pedas, dan beraroma kuat. Rendang kering memiliki daya simpan yang panjang. Rendang adalah salah satu hidangan khas Indonesia yang paling terkenal dan diakui dunia. Berasal dari Minangkabau, Sumatera Barat, masakan ini memiliki nilai budaya yang tinggi dan proses memasak yang unik. 1. Asal dan Filosofi Asal: Rendang berasal dari tradisi memasak suku Minangkabau. Secara historis, masakan ini berfungsi sebagai bekal perjalanan jauh karena kemampuannya yang tahan lama berkat proses memasak yang menghilangkan air. Filosofi: Proses memasak rendang yang memakan waktu lama mela...
Ayam goreng adalah salah satu menu favorit keluarga yang tidak pernah membosankan. Namun, jika kamu ingin mencoba variasi yang lebih gurih dan harum, ayam goreng bawang putih renyah adalah pilihan yang tepat. Ciri khasnya terletak pada aroma bawang putih yang kuat serta kriukannya yang renyah saat digigit. Resep ini juga sangat mudah dibuat, cocok untuk menu harian maupun Bahan-Bahan Bahan Ayam Ungkep ½ kg ayam (boleh potong kecil agar lebih cepat matang) 5 siung bawang putih 4 siung bawang merah 1 sdt ketumbar bubuk 1 ruas kunyit (opsional untuk warna) Garam secukupnya Kaldu bubuk secukupnya Air ± 400 ml Bahan Kriuk Bawang 5–6 siung bawang putih, cincang halus 3 sdm tepung maizena ¼ sdt garam ¼ sdt lada Minyak banyak untuk menggoreng Cara Membuat Ungkep ayam terlebih dahulu Haluskan bawang putih, bawang merah, kunyit, dan ketumbar. Tumis sebentar hingga harum. Masukkan ayam, aduk rata, lalu tuang air. Tambahkan garam dan kaldu bubuk. Un...
Ayam ungkep bumbu kuning adalah salah satu menu rumahan yang paling praktis dibuat. Rasanya gurih, aromanya harum, dan bisa diolah lagi menjadi berbagai hidangan seperti ayam goreng, ayam bakar, hingga pelengkap nasi kuning. Keunggulan lainnya, resep ini termasuk cepat dan cocok untuk kamu yang ingin memasak tanpa ribet namun tetap enak. Berikut resep ayam ungkep bumbu kuning cepat yang bisa kamu coba di rumah. Bahan-Bahan ½ kg ayam, potong sesuai selera 4 siung bawang putih 5 siung bawang merah 1 ruas kunyit 1 ruas jahe 1 ruas lengkuas (geprek) 2 lembar daun salam 2 lembar daun jeruk 1 batang serai (geprek) 1 sdt ketumbar bubuk (opsional) Garam secukupnya Kaldu bubuk secukupnya Air ± 400–500 ml Minyak sedikit untuk menumis Cara Membuat Haluskan bumbu Blender atau ulek bawang merah, bawang putih, kunyit, jahe, dan ketumbar bubuk (jika dipakai). Semakin halus bumbunya, semakin meresap ke ayam. Tumis bumbu hingga harum Panaskan sedikit m...
Sumber daya air merupakan sebuah unsur esensial dalam mendukung keberlangsungan kehidupan di bumi. Ketersediaan air dengan kualitas baik dan jumlah yang cukup menjadi faktor utama keseimbangan ekosistem serta kesejahteraan manusia. Namun, pada era modern saat ini, dunia menghadapi krisis air yang semakin mengkhawatirkan (Sari et al., 2024). Berkurangnya ketersediaan air disebabkan oleh berbagai faktor global seperti pemanasan, degradasi lingkungan, dan pertumbuhan penduduk yang pesat. Kondisi tersebut menuntut adanya langkah-langkah strategis dalam pengelolaan air dengan memperhatikan berbagai faktor yang tidak hanya teknis, tetapi juga memperhatikan sosial dan budaya masyarakat. Salah satu langkah yang relevan adalah konservasi air berbasis kearifan lokal. Langkah strategis ini memprioritaskan nilai-nilai budaya masyarakat sebagai dasar dalam menjaga sumber daya air. Salah satu wilayah yang mengimplementasikan konservasi berbasis kearifan lokal yaitu Goa Ngerong di kecamatan Rengel,...