Cerita Rakyat
Cerita Rakyat
Cerita Rakyat Sulawesi Tengah Sulawesi Tengah
Batu dilahirkan Menjadi Manusia (Kelahiran Yang Ajaib)
- 28 Desember 2018

Puluhan tahun yang lampau, di Desa Singkona hiduplah satu  keluarga yang mempunyai dua orang anak laki-laki. Anak yang pertama Aruloji dan anak yang kedua bernama Donci, sehingga keluarga itu biasa disebut Papa/Mama Aruloji. Bapaknya bernama Lebanu dan Ibunya bernama Teube.

Kehidupan sehari-hari keluarga tersebut adalah sederhana. Keluarga ini mempunyai sifat suka menolong orang dalam keperluan apa pun dan pemurah hati kepada sesama manusia. Keistimewaan yang dipunyai oleh keluarga itu, yakni Papa dan Mama Aruloji termasuk keluarga dukun besar yang baik dan disenangi serta dihormati orang-orang di desa itu. Sekitar tahun 1930 yang lalu, setelah anaknya yang kedua telah berumur belasan tahun, maka sang ibu mengandung lagi. Suatu hal yang mengherankan sang ibu yakni bahwa selama dalam masa mengandung sampai menjelang saat melahirkan, kandungan sang ibu tidak pernah bergerak sedikit pun. Setelah tiba saat melahirkan, maka sang ibu pun melahirkan kandungannya itu. Tetapi anehnya, bayi yang dilahirkan ternyata bukan seorang bayi manusia, melainkan dua buah batu. Dan kedua batu yang dilahirkan itu masing-masing mempunyai warna berbeda-beda. Batu yang pertama berwarna hitam sedangkan batu yang kedua berwarna belang putih dan merah. Adapun kelahiran dua buah  batu ini, dianggap kelahiran dua orang bayi kembar, karena masing-masing mempunyai tali pusat. Kedua batu itu masing-masing mempunyai bentuk atau besar yang berbeda yang satu kira-kira sebesar telur burung Maleo (Burung Maleo adalah sebangsa burung yang besar yang biasa bertelur di tepi-tepi pantai).

Semalam, sebelum sang ibu melahirkan kandungannya, sang ibu bermimpi. Sang ibu teringat akan mimpinya, dalam mimpinya ada seorang nenek berambut panjang yang terurai sampai ke tanah, datang dan berkata kepada sang ibu:
"Kandunganmu itu nanti bukan manusia, melainkan berupa dua buah batu yang berbeda warnanya."
"Setelah kandungan itu lahir, maka mandikanlah seperti seorang bayi manusia, kemudian bungkus dengan kain VUYA (semacam kain yang terbuat dari pada kulit kayu) yang putih, lalu simpan di dalam peti yang tertutup atau terkunci.”
Petunjuk itu dituruti, oleh Ibu tersebut. Seminggu kemudian, dua buah batu yang disimpan di dalam peti yang terkunci itu, telah terbuka dengan sendirinya bagaikan biji tanaman yang mulai tumbuh pada lembaganya, namun isinya telah hilang.

Pada malam berikutnya, pada saat peti tempat dua batu itu terbuka dengan sendirinya, maka sang mimpinya semalam, bahwa isi berwujud dua orang manusia. Batu yang pertama berwarna hitam berwujud seorang wanita yang bertindak sebagai kakak, sedangkan batu yang kedua berwarna berwujud seorang laki-laki sebagai adik. Dan mulai saat itu, setiap saat yang diperlukan, keluarga itu didatangi oleh kedua anaknya yang kembar itu. Hari berganti hari, bulan berganti bulan dan tahun berganti tahun, maka kedua anak kembar itu sudah mulai dewasa, sehingga setiap kali kedua anak kembar itu mendatangi ibunya di rumah, sudah dapat memperlihatkan dirinya dalam wujud sebagai manusia, kepada kedua kakak mereka. Aruloji dan Donci. Suatu waktu, kedua anak kembar itu menunjukkan tempat kediaman mereka yang mereka tempati hingga pada sasat ini.

Pertama kali, ibunya dibawa oleh kedua anak itu ke tempat kediaman mereka di danau Poso, sekitar Tanjung Tolabo dan kemudian turun ke dalam air danau dengan pakaian yang tetap kering. Sampai di dasar danau tampaklah oleh mereka sebuah kota yang besar.

Kedua kalinya, kedua orang kakak mereka yaitu Aruloji dengan Donci dibawa ke dalam air Danau Poso, sekitar Tanjung Tolabo. Hanya anehnya, waktu Aruloji dan Donci akan turun ke dalam air danau tempat mereka berada, mereka hanya menyuruh kedua kakaknya terjun sampai di pekarangan rumah di dasar air danau itu. Di situlah Aruloji dan Donci melihat hal-hal yang aneh.

Buaya-buaya dalam air oleh anak kembar itu dianggap anjing-anjingnya. Dan kayu api untuk memasak adalah ikan belut yang ada dalam air danau itu.

Demikianlah hal-hal anaeh yang dilihat kakak dari kedua anak kembar itu setiap kali mereka dibawa ke danau Poso tempat kediaman adik mereka yang kembar itu.

Pada akhirnya, setelah Bapak dan Ibu Aruloji meninggal dunia, maka batu yang berwarna hitam yang telah menjelma menjadi anak perempuan pergi menemani kakaknya, Aruloji dan batu yang berwarna putih dan merah yang menjelma sebagai anak laki-laki, pergi menemani Donci.

Itulah sebabnya, Aruloji dan Donci biasanya dapat menolong orang-orang yang sakit apabila tidak dapat disembuhkan oleh Dokter atau dengan pengobatan lain. Sehingga kedua orang itu digelari orang sebagai dukun berkah wujudan manusia dari pada batu yang mereka miliki.

Adapun batu yang berwana hitam dimiliki dan disimpan oleh Aruloji. Dan batu yang berwarna belang putih merah dimiliki dan disimpan oleh Donci, yang hingga saat ini menjadi peninggalan bagi masing-masing bersaudara yakni saudara dan Aruloji dan saudara dari Donci.

Perlu ditambahkan atau dijelaskan, bahwa saudara Aruloji (laki-laki), masih hidup hingga sekarang ini dan bertempat tinggal di Desa/Kampung Singkona yang terletak pada jarak 25 kilometer sebelah Timur Desa Pendolo, ibu kota Kecamatan Pamona Selatan Kabupaten Poso.

Sedangkan saudara Donci (laki-laki, adik saudara Aruloji) hingga sekarang ini masih hidup dan bertempat tinggal di Desa Uwe Kuli, ibu kota Kecamatan Tojo Kabupaten Poso yang jarak jauhnya 54 kilometer dari kota Poso.

Dan pekerjaan kedua orang bersaudara itu adalah bertani, disamping menjadi dukun.

 

 

sumber:

  1. Alkisah Rakyat (http://alkisahrakyat.blogspot.com/2016/03/batu-di-lahirkan-menjadi-manusia.html)

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
Cara Membuat Sayur Sop Ayam yang Enak, Segar, dan Gurih
Makanan Minuman Makanan Minuman
Jawa Barat

Sayur sop ayam adalah salah satu masakan rumahan yang sangat populer di Indonesia khas ala Nur Kitchen . Rasanya yang ringan, segar, dan gurih membuat hidangan ini cocok disantap kapan saja, terutama saat cuaca dingin atau saat ingin makanan yang menenangkan. Selain enak, sayur sop ayam juga kaya akan nutrisi karena terdiri dari berbagai sayuran dan protein dari ayam. Bahan-Bahan Sayur Sop Ayam Berikut bahan yang perlu disiapkan: 500 gram daging ayam (potong sesuai selera) 2 buah wortel (iris bulat) 2 buah kentang (potong dadu) 1 batang daun bawang (iris) 1 batang seledri (ikat atau iris) 1 liter air Bumbu Halus: 4 siung bawang putih 1/2 sendok teh merica Garam secukupnya Bumbu Tambahan: 1/2 sendok teh gula Kaldu bubuk secukupnya (opsional) Cara Membuat Sayur Sop Ayam Rebus Ayam Didihkan air, lalu masukkan potongan ayam. Rebus hingga setengah matang. Buang kotoran atau busa yang muncul agar kuah tetap jernih. Tumis Bumbu Haluskan bawang putih dan merica, lalu...

avatar
Apitsupriatna
Gambar Entri
Aunu Senebre: Kelezatan Tersembunyi dari Tanah Papua
Makanan Minuman Makanan Minuman
Papua

Aunu Senebre: Kelezatan Tersembunyi dari Tanah Papua Identitas Kuliner Aunu Senebre merupakan makanan pendamping tradisional yang berasal dari Papua [S1]. Hidangan ini dikategorikan sebagai kuliner khas Papua yang mulai dikenal dalam percakapan kuliner nasional, meskipun popularitasnya belum menyamai papeda atau ikan bakar Manokwari [S1][S3]. Secara definisi, Aunu Senebre adalah masakan tradisional berbahan dasar nasi atau singkong parut yang dicampur dengan ikan teri goreng, dan terkadang menggunakan ubi jalar sebagai variasi [S2]. Penyebutan "Aunu Senebre" sendiri merupakan istilah lokal yang melekat pada hidangan ini di tanah Papua [S1]. Sayangnya, belum ada sumber yang mengungkap secara spesifik asal-usul etimologis nama tersebut maupun daerah sentra produksi yang lebih terperinci di wilayah Papua. Keberadaan Aunu Senebre sebagai makanan tradisional Papua juga tercatat dalam daftar kuliner khas Indonesia dari 38 provinsi, yang menegaskan statusnya sebagai warisan k...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Congklak: Lebih dari Sekadar Permainan, Warisan Budaya Nusantara
- -
-

Congklak: Lebih dari Sekadar Permainan, Warisan Budaya Nusantara Identitas dan Asal-Usul Congklak merupakan permainan tradisional yang dikategorikan sebagai permainan papan dan biji, dikenal dengan beragam nama di berbagai wilayah Nusantara. Di Jawa, permainan ini lazim disebut congklak, dakon, dhakon, atau dhakonan [S1]. Sementara itu, di wilayah Sumatra dan Kalimantan yang berkebudayaan Melayu, nama yang digunakan adalah congkak [S1]. Variasi penamaan juga ditemukan di Lampung sebagai dentuman lamban, serta di Sulawesi dengan sebutan Mokaotan, Maggaleceng, Aggalacang, dan Nogarata [S1]. Keberagaman nama ini menunjukkan luasnya persebaran dan kuatnya akar permainan ini dalam tradisi lisan masyarakat Indonesia. Sejarah permainan congklak memiliki lintasan yang panjang dan tidak sepenuhnya terpusat di satu titik asal. Bukti menunjukkan bahwa permainan ini diduga mulai tersebar dari Afrika sebelum akhirnya masuk dan membudaya di Indonesia [S2]. Pendapat ini diperkuat oleh fakta ba...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Congklak: Lebih dari Sekadar Permainan, Warisan Nusantara
- -
-

Congklak: Lebih dari Sekadar Permainan, Warisan Nusantara Identitas dan Asal-Usul Congklak, juga dikenal sebagai Dakon, adalah permainan tradisional yang memiliki berbagai sebutan di seluruh Indonesia. Permainan ini termasuk dalam kategori permainan papan dan telah ada sejak zaman kuno, menjadikannya salah satu permainan tertua di dunia. Congklak dikenal dengan nama yang berbeda di berbagai daerah, seperti dhakon di Jawa, dentuman lamban di Lampung, dan makaotan di Sulawesi, menunjukkan keberagaman budaya yang ada di Nusantara [S2][S3][S4]. Sejarah Congklak menunjukkan bahwa permainan ini telah dimainkan oleh nenek moyang di Indonesia sejak lama, dengan bukti bahwa istilah dan variasi permainan ini muncul di berbagai daerah, termasuk di Sumatera dan Kalimantan yang memiliki kebudayaan Melayu [S3][S4]. Dalam konteks ini, Congklak tidak hanya menjadi sekadar permainan, tetapi juga mencerminkan warisan budaya yang kaya dan beragam di Indonesia. Bahan yang digunakan dalam permaina...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Jamu: Warisan Budaya Takbenda UNESCO dan Kebanggaan Indonesia
Pengobatan dan Kesehatan Pengobatan dan Kesehatan
Jawa Tengah

Jamu: Warisan Budaya Takbenda UNESCO dan Kebanggaan Indonesia Identitas dan Asal-Usul Jamu tradisional merupakan warisan kesehatan asli Indonesia berupa ramuan herbal yang diracik dari bahan-bahan alami [S1][S3]. Sebagai sistem pengobatan tradisional, jamu telah dipraktikkan secara turun-temurun selama berabad-abad oleh masyarakat Indonesia, khususnya di Pulau Jawa, dan menjadi bagian tak terpisahkan dari identitas budaya nasional [S1][S2]. Praktik ini mencakup pengetahuan meracik, filosofi kesehatan, hingga aspek sosial-budaya yang menyertainya. Sejarah jamu berpusat di Jawa, dengan Kota Surakarta (Solo) sebagai salah satu episentrum utama yang masih aktif memproduksi dan melestarikan tradisi ini [S4]. Akar tradisi jamu dapat ditelusuri hingga era Kerajaan Mataram, di mana pengetahuan pengobatan herbal telah menjadi bagian dari kearifan lokal yang diwariskan lintas generasi [S6]. Hingga kini, Jawa tetap menjadi daerah asal dan pusat budaya jamu yang paling kuat [S2][S6]. Bukt...

avatar
Kianasarayu