Kue geti adalah kue tradisional yang terbuat dari kacang tanah, wijen, dan gula merah. Geti merupakan jajanan tradisional khas Blitar dan Tulungagung, Jawa Timur. Selain rasanya yang enak, geti memiliki rasa manis dari gula merah serta gurih dari wijen dan kacang tanahnya membuat kue geti banyak disukai oleh masyarakat Indonesia. Geti biasanya dibuat sebagai hidangan khas lebaran dan terkadang juga dibuat sebagai makanan/ cemilan untuk acara hajatan. Geti memiliki beberapa macam atau jenis, seperti geti kacang tanah, geti wijen, dan geti campuran kacang dan wijen. Bagi anda yang mencoba membuat kue geti ini sendiri dirumah anda, berikut ini kami berikan resep cara membuat geti yang enak dengan mudah dan sederhana: Bahan-bahan yang dibutuhkan: Kacang tanah 1 kg, tanpa kulit ari atau dengan kulit ari Gula merah 500 gram Gula pasir 500 gram Wijen secukupnya disangrai untuk campuran ...
Bebek bumbu hitam merupakan makanan khas masyarakat madura di Jawa Timur. Masakan ini terbilang unik karena memiliki tampilan yang kurang menggugah, dimana hampir seluruh daging bebek tertutupi oleh bumbu berwarna hitam pekat. Warna hitamnya berasal dari gula aren atau gula jawa yang merupakan salah satu bahan wajib masakan ini, selain itu berbagai bumbu dan rempah-rempah khas Madura juga turut dimasukan. Perpaduan bumbu dengan citarasa pedas dan kelezatan berkolaborasi sempurna dengan daging bebek yang berlemak dan juicy. Masakan ini memang sangat digemari oleh masyarakat setempat selain karena kelezatannya juga karena khasiat yang terkandung dalam masakan bebek bumbu hitam ini. Daging bebek di pilih karena tekstur dagingnya yang lebih alot dan berlemak sehingga dipercaya lebih meresap bumbu . Walaupun sama sama berasal dari ras unggas, tekstur daging bebek sedikit berbeda dengan daging unggas lainnya seperti ayam. Masakan ini dapat dijumpai dengan mudah di rumah-rumah makan di...
NASI BORANAN LAMONGAN Selain Soto, Tahu Campur, Wingko Babat, Tahu Tek, dan Pecel Lele, Lamongan juga memiliki makanan khas yang lain. Makan khas itu adalah nasi boranan. Nasi Boran atau Sego Boran, adalah makanan tradisional dan khas Lamongan, Jawa Timur. Kata Boran ini berasal dari tempat Nasi yang terbuat dari Anyaman Bambu yang digendong dengan selendang pada punggung. Di era tahun 1980-an nasi Boranan adalah makanan tradisional masyarakat kelas bawah. Biasanya sang penjual menjajakan pada pagi hari di lorong-lorong jalan kecil di Kota Lamongan. Sebagian mangkal di beberapa tempat strategis seperti pasar dan rumah sakit. Harganya pun sangat murah. Saat ini nasi boranan menjadi makanan Faforit sebagian masyarakat di segala strata, mulai dari kelas bawah sampai kelas atas. Bahkan dibayak acara resmi pemerintah Kabupaten Lamongan sering dihidangkan makanan khas ini. Nasi Boran, terdiri dari nasi, bumbu, lauk, rempeyek sejenis krupuk bahan bakunya d...
ADAT LAMARAN DI LAMONGAN Lamongan selain memiliki keunikan dalam bahasanya, masakan, juga memiliki adat yang unik. Salah satu adat yang unik tersebut adalah kebiasaan dalam prosesi lamaran. Disebagian besar kota di Jawa Timur, lelaki biasanya melamar perempuan. Tetapi di Kabupaten lamongan justru perempuan yang melamar lelaki. Hal tersebut termasuk dialami oleh penulis. Dalam prosesi lamaran hal yang dibicarakan oleh pelamar adalah kesdiaan calon mempelai putra menerima calon mempelai putri, kesepakatan hari pernikahan dan kesepakatan lain. Pelamar umumnya adalah orang tua calon mempelai putri atau keluarga yang dianggap tua si keluarga putri. Sedangkan yang menerima tamu biasanya adalah orang tua calon mempelai putra. Kadang-kadang calon pengantin putra ikut menemui tamu. Pada zaman dahulu pelamar biasanya membawa makanan sebagai berikut : gemblong, wingko, pisang, Nasi besrta lauknya, lemet, dan rengginang. Di masa sekarang bawaan tersebut lebih berva...
Suatu hari, Raden Syarifuddin dipanggil ayahnya – Sunan Ampel. Sunan Ampel bermaksud memerintah anaknya untuk berdakwa ke wilayah Pulau Jawa, dikarenakan Raden Syarifuddin dianggap sudah menguasai ilmu agama Islam. “Anakku Raden Syarifuddin, Raden telah dewasa dan telah cukup ilmu keagamaanmu. Sudah saatnya, Raden berjuang di jalan Allah. Sebarkan agama Islam di wilayah Pulau Jawa ini,” titah Sunan Ampel pada suatu pagi. Mendengar hal tersebut, Raden Syarifuddin diam saja sambil berfikir, “ Bukankah beberapa santri ayahanda yang dikirim ke wilayah sebelah barat kota Gresik, semuanya meninggal terbunuh musuh,” pikiran Raden Syarifuddin mengenang 10 santri yang meninggal karena berdakwa. Mereka memang pandai mengaji dan ilmu agama, tetapi karena tidak memiliki ilmu kanoragan, kalah dengan para penduduk pemeluk agama Hindu dan Budha yang tidak senang akan datangnya agama Islam. “Hal tersebut mungkin s...
TENUN IKAT PARENGAN LAMONGAN Kabupaten Lamongan banyak memiliki budaya yang menarik. Dalam bidang makanan Lamongan dikenal dengan Soto, Wingko Babat, Tahu Campur, Tahu Tek, Nasi Boranan. Sedangkan dalam bidang tekstil di Lamongan terdapat Batik Sendang dan Tenun Ikat Parengan. Tenun ikat perkembang di Desa Parengan, Kecamatan Maduran, Kab. Lamongan. Sejarah tenun ikat dimulai dari zaman penjajahan Belanda. Pada zaman penjajahan Belanda orang Lamongan sudah mulai membuat tenun ikat sebagai kerajinan yang ada di kota Lamongan. Sampai saat ini kerajinan tenun ikat masih tumbuh lestari di Desa Parengan. Di desa ini terdapat industri rumah tangga tenun ikat yang dikelola oleh masyarakat Desa Parengan. Produsen tenun ikat yang terkenal di Desa Parengan, yaitu “Bintang Mas”, “Paradilla”, dan “Al-Maidah”. Selain ketiga produsen tersebut masih banyak produsen lain yang skalanya lebih kecil. Bagi masyarakat Parengan yang tidak bisa m...
Jika Anda menyukai Ikan asin maka makanan ini wajib kalian rasakan, karna masakan ini berbahan ikan asin. Blambangan sendiri merupakan kerajaan blambangan yang berpusat paling timur pulau jawa. kerajaan blambangan saat ini dikenal dengan banyuwangi. Bahan-Bahan : 100 gr gereh blambangan atau ikan kakap asin (ganti dengan ikan asin berdaging tebal lainnya jika tak ada) 150 gr kangkung, siangi 2 cm lengkuas, dimemarkan 2 lembar daun salam 1 sdm/10 gr asam jawa dilarutkan dalam 5 sdm air hangat 800 ml air gula putih secukupnya (jika suka) Bahan Halus : 2 bh/20 gr cabe merah 3 bh/30 gr bawang merah 2 siung/6 gr bawang putih 1 sdt terasi goreng 1,5 sdt garam atau sesuai selera Cara Memasak : 1. Rendam 1 sdm/10 gr asam dalam 5 sdm air hangat. Sisihkan. 2. ...
Kalau biasanya kacang hijau diolah menjadi bubur kacang hijau, bakpau, dan isian makanan jajanan lainnya, di daerah Jawa Timur kacang hijau di jadikan campuran dengan gulai kambing. Mungkin terdengar cukup aneh, tapi jangan salah ketika kacang hijau dicampur dengan gulai kambing maka akan tercipta rasa yang gurih. Rasanya menambah penasaran orang-orang untuk ingin mencicipinya. Jika kalian ingin mencobanya sendiri di rumah pasti bisa, karena disini kalian akan mengetahui bahan-bahan dan cara membuatnya. Bahan: 500 gram daging kambing dan tulang 200 gram kacang hijau, rebus sampai pecah 1 liter santan instan 500 ml air matang (atau kaldu kambing) 3 batang serai 5 cm lengkuas, geprek 4 lembar daun salam Minyak goreng untuk menumis Kecap manis secukupnya Bawang goreng secukupnya Irisan cabe hijau secukupnya Irisan tomat secukupnya Bumbu Halus: 15 butir bawang merah 10 siung...
Jika kalian pergi ke Sidoarjo jangan lupa untuk membeli oleh-oleh yang satu ini. Bandeng Asap adalah makanan yang menjadi primadona masyarakat Sidoarjo. Berikut ini bahan-bahan dan cara membuatnya. Bahan : Bandeng ukuran sedang 1 ekor, bersihkan Teh 250 gram Bumbu Halus : Merica 1/2 sendok teh Garam secukupnya Bawang putih 3 siung Bawang merah 4 butir Air teh, 50 ml Sambal Ikan Bandeng Asap : Kecap manis 3 sendok makan Air jeruk nipis 1 sendok teh Cabai rawit 5 buah Petis 1 sendok teh Air 50 ml Cara Memasak : Sambal : untuk sambal terlebih dahulu haluskan cabai, masukkan bahan lainnya, aduk rata. Lalu rendam bandeng dalam bumbu halus selama 25 menit dan angkat. Letakkan tusuk gigi di bagian perut bandeng. Selanjutnya masukkan teh dalam penggorengan, letakkan cooling ware di atas penggorengan. Tata bandeng di atasnya, tutup penggorengan tapi jangan terlalu...