yogyakarta
1.403 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Gaplek Khas Gunung Kidul
Makanan Minuman Makanan Minuman
Jawa Tengah

                   Gaplek adalah bahan makanan yang diolah yang terbuat dari umbi ketela pohon atau singkong. Ubi kayu dalam keadaan segar tidak tahan lama. Untuk pemasaran yang memerlukan waktu lama, ubi kayu harus diolah dulu menjadi bentuk lain yang lebih awet, seperti gaplek, tapioka (tepung singkong), tapai, peuyeum, keripik singkong dan lain-lain. Tepung tapioka bisa dibuat bermacam-macam kue . Tepung tapioka dari gaplek selanjutnya bisa dibuat menjadi nasi tiwul yang gurih. Nasi tiwul sangat populer di masyarakat yang hidup di Pegunungan Kidul yang memanjang dari Gunung Kidul di Yogyakarta sampai kawasan kabupaten Pacitan. Jika anda tertarik membuat gaplek , maka berikut tips pembuatannya sebagai mana dilansir warintek.net Tabel Komposisi Ubi Kayu (per 100 gram bahan) Kalori     146,00 kal Air     62,50 gram Phosphor...

avatar
Iklimah
Gambar Entri
Gatot Khas Gunung Kidul
Makanan Minuman Makanan Minuman
Jawa Tengah

                                 Gatot adalah jenis makanan tradisional yang terbuat dari bahan gaplek (Ubi Kayu), konon nama gatot diambil dari singkatan Gagal Total karena sulitnya menghasilkan panen padi atau gagal panen, sehingga sebagai ganti dari beras dibuatnyalah makanan jenis ini , namun jangan salah dari segi kandungan karbohidrat singkong mempunyai kandungan yang lebih tinggi dibanding beras namun kandungan protein dari singkog hanya sedikit bila dibanding dengan beras. Proses pembuatan gatot memakan waktu yang lumayan lama, Awalnya singkong akan dibuat menjadi gaplek terlebih dahulu. Gaplek dibuat dari singkong yang dikeringkan setelah dikupas. Masyarakat umumnya membuat gaplek dengan cara sederhana, yaitu singkong dikupas, utuh atau dibelah kemudian dijemur. Ada dua jenis gaplek, yaitu gaplek yang putih...

avatar
Iklimah
Gambar Entri
Bacem Belalang Goreng
Makanan Minuman Makanan Minuman
Jawa Tengah

                       ali ini resep masakan yang akan kita buat termasuk makanan ekstrim, bagaimana tidak kita akan memberikan resep belalang bacem untuk anda. Nah membaca bacem belalang apa yang anda pikirkan? Kalau yang saya pikirkan adalah rasanya yang nikmat, kumudian gurihnya yang membuat selalu kangen dan kandungan gizinya yang tinggi. Bacem belalang goreng ini bisa anda nikmati jika anda berkunjung ke daerah Gunungkidul Yogyakarta.    Pada masa-masa tertentu belalang cukup banyak di daerah Gunungkidul sehingga masyarakat banyak yang beralih profesi sebagai penangkap belalang. Harga jual belalang mentahnya saja terbilang cukup mahal. Menariknya ada tempat-tempat tertentu yang menjual sekaligus menawarkan apakah belalang akan dimasak atau dibawa mentah. Bahkan kini banyak yang menyediakan belalang goreng dalam toples untuk dibawa sebagai oleh-ol...

avatar
Iklimah
Gambar Entri
Gudeg Khas Jogja
Makanan Minuman Makanan Minuman
Daerah Istimewa Yogyakarta

                              Gudeg (bahasa Jawa gudheg) adalah makanan khas Yogyakarta dan Jawa Tengah yang terbuat dari nangka muda yang dimasak dengan santan. Perlu waktu berjam-jam untuk membuat masakan ini. Warna coklat biasanya dihasilkan oleh daun jati yang dimasak bersamaan. Gudeg dimakan dengan nasi dan disajikan dengan kuah santan kental (areh), ayam kampung, telur, tahu dan sambal goreng krecek. Ada berbagai varian gudeg, antara lain: Gudeg kering , yaitu gudeg yang disajikan dengan areh kental, jauh lebih kental daripada santan pada masakan padang. Gudeg basah , yaitu gudeg yang disajikan dengan areh encer. Gudeg Solo , yaitu gudeg yang arehnya berwarna putih. Nah Resep gudeg kali ini adalah Gudeg kering dari yogya. Resep Gudeg Jogja Bahan-bahan: 1/2 buah nangka muda (gori) (Jawa: Tewel)...

avatar
Iklimah
Gambar Entri
Kain Cual Khas Bangka Belitung
Motif Kain Motif Kain
Kepulauan Bangka Belitung

Kain Cual Khas Bangka Belitung Asal mula kain cual, berasal dari kain songket Palembang. Awal mula perkembangan kain ini ada di Kota Muntok, Bangka, pada sekitar abad ke-17. Kain cual pertama kali diperkenalkan oleh kakek buyut pendiri toko Kain Cual Ishadi yang berada di Pangkal Pinang. Seiring berjalannya waktu, kain cual mulai dikenal masyarakat sebagai kain khas Provinsi Bangka Belitung.  Kain cual memiliki beberapa motif, seperti motif Gajah Mada, Ubur-ubur, Kembang Sumping, Merak, Kucing tidur, Burung Hong, Bunga Cina, Kembang Setangkai, Naga bertarung, Kembang Rukem, Bebek Setaman, Kembang Rukem Berantai dan Kembang Setaman, Bebek-bebekan, Kembang Kenanga dan motif lain nya. Beberapa motif sudah mendapatkan hak paten dari pemerintah. Motif kain cual ini biasa disebut juga dengan motif batik cual. Yang mana jika di daerah Yogyakarta dikenal dengan salah satu motifnya yaitu Sekar Jagad, Ciptoning, Udan Liris, dan sebagainya. Di kota Solo kita mengenal motif bat...

avatar
Muthi Ashriyanti Tarya
Gambar Entri
Putri Rambut Selako
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Sumatera Selatan

Putri Rambut Selako , Rambut Selako artinya adalah rambut yang berwarna keemas-emasan mungkin karena beliau ada keturunan barat. Nama aslinya sendiri adalah Putri Damar Kencana Wungsu dan menurut cerita beliau berasal dari Keraton Yogyakarta yang merupakan anak dari Prabu Prawijaya. Putri Rambut Selako adalah sanak famili dari Demang Lebar Daun. Beliau adalah salah satu dari 11 pengikut Ratu Bagus Kuning, yakni Penghulu Gede, Datuk Buyung, Kuncung Emas, Panglima Bisu, Panglima Api, Syekh Ali Akbar, Syekh Maulana Malik Ibrahim, Syekh Idrus, Putri Kembang Dadar, dan Bujang Juaro.   Beliau dimakamkan di Kawasan Bukit Siguntang yang berada di Bukit Besar Palembang. Kawasan ini memiliki ketinggian sekitar 27 meter di atas permukaan laut tepatnya di Kelurahan Bukit Lama. Tempat ini sampai sekarang masih tetap dikeramatkan karena di sini terdapat beberapa makam Raja Sriwijaya. Di antaranya Raja Si Gentar Alam, Putri Kembang Dadar, Panglima Bagus Kuning, Panglima Bagus Karang,...

avatar
Sintacevia
Gambar Entri
Gudeg Manggar - Bantul - DI Yogyakarta
Makanan Minuman Makanan Minuman
Daerah Istimewa Yogyakarta

Banyak yang tahu bahwa gudeg adalah makanan khas Yogyakarta terbuat dari nangka muda kemudian diolah sedemikan rupa dan dibubuhi bumbu-bumbu tertentu sehingga jadilah hidangan khas seperti apa yang kita kenal sekarang. Itu kalau gudeg biasa, bagaimana halnya dengan Gudeg Manggar Bantul? Agak berbeda dengan gudeg yang biasa ditemui, gudeg manggar ini tidak terbuat dari Nangka Muda sebagai bahan bakunya, akan tetapi dari “Manggar” atau “Bunga Kelapa”. Iya benar, bunga kelapa di pohon kelapa yang merupakan cikal bakal buah kelapa itu yang dijadikan bahan baku gudeg manggar ini. Nah, karena bunga kelapa jauh lebih sukar ditemui ketimbang nangka muda, maka sudah pasti gudeg manggar juga menjadi lebih langka ketimbang gudeg biasa. Selain bunga kelapa yang menjadi bahan dasar tersebut tidak sebanyak nangka muda, ternyata hanya bunga kelapa yang masih muda yang bisa digunakan untuk hidangan ini. Tidak berhenti sampai di situ, ternyata (lagi) tidak setiap...

avatar
Ressti_ayu
Gambar Entri
Asal Muasal Nama Klaten dan Sejarah Berdirinya Kabupaten Klaten
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Tengah

Klaten merupakan kabupaten di Provinsi Jawa Tengah. Pusat pemerintahan berada di Kota Klaten. Kabupaten ini berbatasan dengan Kabupaten Boyolali di utara, Kabupaten Sukoharjo di timur, serta Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta di selatan dan barat. Secara geografis Kabupaten Klaten terletak di antara 110°30'-110°45' Bujur Timur dan 7°30'-7°45' Lintang Selatan. Kabupaten Klaten terdiri atas 26 kecamatan, yang dibagi lagi atas 53 desa dan 103 kelurahan. Ibukota kabupaten ini berada di Kota Klaten, yang terdiri atas tiga kecamatan yaitu Klaten Utara, Klaten Tengah, dan Klaten Selatan. Asal mula nama Klaten Ada dua versi yang menyebut tentang asal muasal nama Klaten. Versi pertama  mengatakan bahwa Klaten berasal dari kata kelati atau buah bibir. Kata kelatiini kemudian mengalami disimilasi menjadi Klaten. Klaten sejak dulu...

avatar
Ressti_ayu
Gambar Entri
Sekaten
Ritual Ritual
Daerah Istimewa Yogyakarta

Sejarah Sekaten Pada tahun 1939 Caka atau 1477 M, Raden Patah selaku Adipati Kabupaten Demak Bintoro, dengan dukungan para Wali membangun Masjid Agung Demak sebagai tempat ibadah dan tempat bermusyawarah para wali. Salah satu hasil musyawarah para wali dalam rangka meningkatkan syiar Islam,selama 7  hari menjelang peringatan hari kelahiran Nabi Muhammad SAW,diadakan kegiatan syiar Islam secara terus menerus. Supaya menarik pengunjung,dibunyikan 2 perangkat gamelan ciptaan Sunan Giri, dengan membawa gendhing-gendhing tertentu ciptaan para wali,terutama Sunan Kalijaga. Para pengunjung yang menyatakan ingin “ngrasuk” agama Islam setelah mengikuti kegiatan syiar agama Islam tersebut dituntun untuk mengucapkan 2  kalimat syahadat (syahadatain). Dari kata syahadatain yang berarti dua kalimat syahadat itulah menjadi SEKATEN akibat perubahan pengucapan, sebagai istilah ya...

avatar
Ressti_ayu