Gedung Juang Tambun adalah sebuah situs sejarah yang terletak di kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi. Sebelum Revolusi Nasional, bangunan ini bernama Landhuis Tamboen atau Gedung Tinggi, dan merupakan pusat tanah partikelir milik keluarga Khouw van Tamboen.Gedung Juang Tambun dan stasiun Tambun yang telah dihancurkan yang terletak di belakang gedung ini, dua-duanya bergaya Art Deco dan merupakan satu kesatuan sejarah tidak terpisahkan. Gedung Juang 45 Bekasi adalah sebuah situs gedung bersejarah pada masa kemerdekaan yang berada di Jl. Sultan Hasanudin No.39, Setiadarma, Tambun Sel., Kabupaten Bekasi, Jawa Barat 17510. Gedung ini sering juga disebut Landhuis Tamboen atau Gedung Tinggi,  seperti nama pemiliknya pada masa lalu, keluarga Khouw Van Tamboen. Gedung ini terletak dipinggir jalan utama, sehingga dapat dilihat dari pinggir jalan langsung ketika melintas, Jalan Sultan Hasanuddin terbilang sebagai jalan utama yan...
Museum yang jarang sekali terdengar ditelinga masyarakat ini berisi barang dan foto peninggalan dari M.H.Thamrin. Gedung yang berlokasi di jalan Kenari II nomor 15, Menteng, Jakarta Pusat. Museum ini buka pada hari Selasa sampai hari Minggu pada pukul 9 pagi hingga 4 sore dan untuk masuk gedung cukup merogoh saku Rp.5000 untuk dewasa, Rp. 3000 untuk mahasiswa dan pelajar Rp.2000. Gedung ini memiliki fasilitas sperti aula yang luas yang dapat menampung 250orang dan halam depan yang luas dengan adanya patung M.H. Thamrin.Dan di gedung ini menyimpan peninggalan dari pahlawan kita M.H.Thamrin seperti kiprah perjuangannya, koleksi beliau,buku naskah, pidato dan koleksi lainnya.Dan Untuk lebih mengenal sejarah Museum ini, jadi gedung ini diresmikan tanggal 11 Januari 1986. Sebelumnya, bangunan di resmikan sebagai cagar alam pada tahun 1972. Museum ini memiliki nama M.H. Thamrin karena dulunya bangunan ini dimiliki oleh Mohammad Husni Thamrin. Namun pembangunan,bangunan ini dulu diba...
Monumen Kali terletak di Jl. Ir. H. Juanda No.100, Marga Jaya, Bekasi Selatan, Kota Bekasi, Jawa Barat 17141. Monumen Kali Bekasi merupakan monumen perjuangan rakyat Bekasi di masa perang kemerdekaan, berdiri sejak tahun 1955. Bangunan itu berada di tepi Kali Bekasi, arah timur Stasiun Bekasi dan bersebelahan dengan jembatan rel. Dalam sejarahnya, pada 19 Oktober 1945, Komandan Tentara Keamanan Rakyat (TKR) Jatinegara, Sambas Atmadinata, menginformasikan kepada Zakaria, Komandan TKR di markas Bekasi, ada 90 tentara Jepang akan melintas menggunakan kereta menuju Bandar Udara Kali Jati Subang. Zakaria memerintahkan Kepala Stasiun Bekasi memindahkan jalur perlintasan dari jalur dua ke jalur satu yang merupakan jalur buntu. Akibatnya, kereta yang membawa pasukan Jepang berhenti tepat di tepi Kali Bekasi. Saat kereta digeledah, ditemukan banyak senjata api. Pejuang marah walaupun awak kereta menghadang memperlihatkan surat perintah jalan. Perang pun tak terhindarkan. Kali Bekasi yang...
Sebagai salah satu stasiun kereta utama di Jakarta selain Stasiun Pasar Senen, Stasiun Gambir merupakan salah satu titik kumpul ( hub ) utama untuk sarana transportasi keluar - masuk Jakarta, dalam hal ini kereta api. Sesuai dengan namanya, stasiun ini berlokasi di area Gambir, Jakarta Pusat (di sisi timur Monumen Nasional). Dengan 2 peron 'pulau' (peron yang tidak langsung terhubung dengan bagian utama stasiun) serta 4 lajur kereta, stasiun kereta ini sekarang hanya melayani kereta api kelas eksekutif serta kelas campuran (biasanya eksekutif - ekonomi plus, untuk tujuan tertentu saja) menuju kota - kota besar lain di Jawa yaitu Bandung, Cirebon, Semarang, Yogyakarta, Solo, Tegal, Surabaya, dan Malang. Semua kereta yang berhenti disini, biasanya memanfaatkan Gambir sebagai stasiun akhir. Walaupun begitu, stasiun ini tidak memiliki fasilitas penyimpanan gerbong kereta maupun lokomotif sehingga setelah perjalanan kereta terakhir menurunkan penumpangnya, rangkaian keret...
Monumen Tugu Bambu Runcing terletak di pertigaan jalan Warung Bongkok, Desa Suka Danau, Kecamatan Cibitung. Monumen yang berbentuk bambu runcing ini dibangun pertama kali pada tanggal 5 juli 1962 oleh prakarsa Leguin Veteran RI mengunakan bambu yang diisi dengan kayu. Dengan bantuan warga Warung Bongkok yang secara gotong royong dan suka rela membangun monumen tersebut, kini bisa kita melihat monumen tersebut saat melintas di jalur Cikarang-Cibitung. Berdasarkan informasi dari warga sekitar, tugu ini direnovasi mengunakan besi rel kereta api pada 10 Agustus 1970 karena bahan tersebut mudah rusak dan diresmikan bertepatan dengan hari kemerdekaan RI, 17 Agustus 1970. Monumen yang memiliki tinggi 2,92 meter dengan lebar 2,92 meter ini ternyata dibuat sebagai bentuk penghargaan bagaimana para pejuang melawan tentara Belanda pada tanggal 13 Desember 1945. Daerah sekitar monumen ini dulunya adalah tempat perjuangan yang pada w...
Kali ini mimin mau mbahas tentang gedung-gedung bersejarah di Surabaya nih gengs!!. Surabaya kan memang salah satu kota yang terkenal dengan sebutan Kota Pahlawan, nah karena itu pasti banyak peninggalan-peninggalan dari masa-masa saat Indonesia belum merdeka. Misalnya saja Gedung Siola, Tugu Pahlawan, De Javasche Bank, dan masih banyak lagi. Namun kali ini yang akan kita ulas lebih dalam yaitu gedung SMAK St.Louis 1 Surabaya. Dahulu SMAK St. Louis 1 bernama Broederschool yang terletak di Coen Boulevard 7 sekarang bernama Jl. Polisi Istimewa. Gedung SMAK St. Louis 1 ini dibangun oleh arsitek Hulswit dari Weeteenreden Batavia. Gedung ini beroperasi mulai tahun 1923 sebagai sekolah. Pada saat Jepang menjajah Indonesia Gedung ini digunakan sebagai markas Polisi Istimewa yang dipimpin oleh Moh. Jasin. Oleh karena itu Gedung SMAK St. Louis 1 yang sekarang dikenal dengan Gedung A ini dilestarikan sebagai salah satu cagar budaya di Surabaya. Dikarenakan Gedung...
Societeit voor Officieren atau bangunan yang lebih dikenal oleh warga Cimahi dengan sebutan The Historich ini merupakan gedung peninggalan masa kolonial Belanda yang berlokasi di Jawa Barat atau tepatnya di Jalan Gatot Subroto No. 19, Kelurahan Baros, Kecamatan Cimahi Tengah, Kota Cimahi. Gedung berwarna putih yang belum diketahui siapa arsiteknya ini dibangun pada tahun 1895. Dari segi arsitektur, The Historich ini menggunakan gaya yang dipengaruhi oleh Gubernur Jendral Hindia Belanda, Herman Willem Daendels yaitu gaya arsitektur yang bernuansa Romawi dan Yunani. Pada masa pemerintahan kolonial Belanda, The Historich digunakan sebagai tempat hiburan para tentara yang mempunyai jabatan karena pada saat itu terdapat teater, dansa, dan pertunjukan film. Selain itu, lokasi gedung ini sangat strategis karena dekat dengan Stasiun Cimahi, kolam berenang Berkleus, dan atau Rumah Sakit Dustira. Usai kemerdekaan, kepemilikan gedung ini dipindahtangank...
Kesenian tanjidor sudah ada sejak abad ke-14. Pertunjukan musik tersebut dibawa oleh bangsa Portugis yang kala itu datang ke Batavia. Kata ‘tanjidor’ sendiri berasal dari Bahasa Portugis tangedor yang berarti alat musik berdawai. Pada perkembangannya, orkes tanjidor tidak hanya memainkan alat musik petik saja. Kesenian tersebut juga menggunakan klarinet, piston, trombon, saksofon, drum, perkusi, dan tambur. Bangsa penjajah banyak membawa budak ketika datang ke Indonesia. Pesuruh-pesuruh yang dibawa dari Eropa tersebut memiliki banyak keahlian termasuk memainkan alat musik. Setelah sistem perbudakan dihapus tahun 1800-an, bekas budak yang memiliki keahlian bermusik membentuk kelompok kesenian dan lahirlah orkes tanjidor. Tanjidor dimainkan dengan cara berkelompok. Dalam satu kelompok terdapat 7 hingga 10 orang. Karena mendapat pengaruh dari Eropa, musik yang dimainkan dalam orkes tanjidor menggunakan sistem nada diatonik. Sistem diatonik merupakan elemen dasar dal...
Gedung Linggarjati Gedung linggarjati merupakan salah satu peninggalan sosial budaya karena di gedung linggarjati ini telah terjadi perundingan antara pihak Belanda dan pihak Indonesia untuk usaha mempertahankan kemerdekaan RI yang dikenal sebagai perundingan Linggarjati. Pada awalnya gedung ini berbentuk gubuk yang dimilki oleh seorang janda yang bernama Jasitem pada tahun 1918. Lalu Ia menikah dengan seorang pria Belanda yang memiliki pabrik gula di Cirebon bernama Garsana, kemudian mereka pindah ke Belanda. Gubuk ini pun dijual kepada bangsa Belanda bernama Tersana dan dibangun menjadi semi permanen (setengah bata dan setengah bilik) pada tahun 1921. Lalu tahun 1930 dibangun menjadi permanen dan menjadi rumah tinggal keluarga Mr Jacobus (Koos) Johannes Van Os. Tahun 1935 dikontrak oleh Theo Huitker dan dijadikan hotel bernama “Rustoord”. Jepang menjajah Indonesia pada tahun 1942 dan kemudian Hotel ini diganti namanya menjadi Hotel &l...