Ritual
Ritual
Budaya Banten Pamulang
Budaya Masyarakat Reni Jaya
Indonesia dengan wilayah yang luas memiliki budaya yang sangat beragam berdasarkan agama, ras maupun kelas sosial. Begitu pula di Reni Jaya, Tangerang Selatan. Tepatnya di RT 01 RW 14. Di tempat ini terdapat beberapa kebiasaan yang dijalani oleh masyarakat sekitar. Beberapa contohnya adalah seperti yang terurai di bawah ini:
Pernikahan
Bagi kami pernikahan bukan sekedar acara pribadi sebuah keluarga, namun acara bersama satu rukun tetangga. Agenda pertama sebuah pernikahan diawali dengan bapak - bapak dan pemuda yang berkumpul di rumah calon pengantin, lalu membentuk panitia acara pernikahan. Rapat ini akan terus berlanjut setidaknya 3 kali hingga hari-H pernikahan dilaksanakan. Setiap pertemuan rapat akan dipimpin oleh bapak ketua RT. Rapat-rapat tersebut membahas konsep pernikahan, penanggung jawab tiap bagian seperti hidangan yg akan tersaji, orang-orang penting yang akan hadir, pengisi acara, alokasi parkir dan segala hal terkait acara pernikahan.
Mendekati hari-H akan dilaksanakan syukuran pernikahan yang dihadiri tetangga sekitar calon pengantin. Di samping itu, ibu-ibu memegang peran dalam mengatur konsumsi baik saat rapat, syukuran dan acara pernikahan. Pelaksanaan acara inti pernikahan tidak hanya melibatkan bapak-bapak dan ibu-ibu, namun juga remaja dengan pembagian tugas masing-masing. Setelah pelaksanaan acara inti pernikahan akan dilaksanakan penutupan sekaligus pembubaran panitia yang terkadang juga disertai makan bersama RT.
Perayaan Hari Besar Islam (PHBI)
Pada hari idul fitri para warga terbiasa berkeliling untuk saling berkunjung ke rumah satu sama lain dan saling memohon maaf, tak hanya itu mereka pun saling berbagi dan mencicipi hidangan atau kue yang disajikan di beberapa rumah warga. Sedangkan pada hari idul adha akan dilaksanakan pemotongan hewan kurban dan dilanjutkan dengan acara makan-makan di lapangan RT. Hidangan yang mayoritas dari olahan daging kurban tersebut tidak lain tidak bukan dimasak oleh ibu-ibu.
17 Agustus-an
Peringatan hari kemerdekaan Indonesia selalu menjadi hal yang ditunggu-tunggu oleh semua lini usia. Para remaja akan disibukkan dengan persiapan untuk pelaksanaan pawai dan lomba-lomba 17 Agustus. Berbagai lomba ditujukan mulai dari balita, anak-ana, remaja, hingga ibu-ibu. Malam puncak pun akan digelar dengan isi acara peringatan hari kemerdekaan Indonesia, hiburan dan pembagian hadiah lomba.
Banyak perayaan lainnya yang dilakukan bersama-sama oleh para warga dimana tujuannya tidak lain tidak bukan adalah untuk menjaga silaturahmi dan mengukuhkan rasa yang terikat setelah sekian waktu disibkkan oleh pekerjaan dan kegiatan masing-masing warga.

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
Call center pinjamflexi
Seni Pertunjukan Seni Pertunjukan
DKI Jakarta

Hubungi call center resmi Pinjam Flexi (0857) 58337054 atau CS Pinjam Flexi (0831)69265049 dan melalui email cs@pinjamflexi.id. layanan customer service Pinjam Flexi dapat dihubungi Senin-Minggu pukul 08:00-23:00 WIB.

avatar
Pinjamflexi08
Gambar Entri
HUDON TANO (PERIUK TANAH)
Ornamen Ornamen
Sumatera Utara

HUDON TANO (Periuk Tanah) Di bawah ini merupakan foto tua (foto jaman dulu) penjual Hudon Tano (Periuk Tanah) di Onan (Pasar) Tarutung di tahun 1930. Masyarakat Batak yang tinggal di Sipoholon, Tarutung, dahulu kala terkenal sebagai "Sitopa Hudon" (pembuat periuk tanah). Dahulu, Hudon Tano ini digunakan secara meluas di Tanah (Tano) Batak sebagai alat masak tradisional. Bisa dibayangkan betapa enak dan nikmat rasanya melihat dan menikmati arsik atau menggulai Ikan Mas atau Ikan Batak (Ihan Batak), Porapora (Ikan Air Tawar), Haruting (Ikan Gabus), SIbahut (Ikan Lele), dan Incor (Ikan Air Tawar Kecil) yang dimasak menggunakan Hudon Tano ini... Sumber Foto : KITLV 28692

avatar
Hokker
Gambar Entri
BENDA MAGIS MASYARAKAT BATAK
Ornamen Ornamen
Sumatera Utara

Benda Magis Masyarakat Batak Toba : Pagar Jabu - Sahan - Pohung 3 benda magis ini termasuk kategori Ilmu Putih yang berfungsi sebagai pelindung dari sihir dari niat orang jahat. PAGAR JABU (Bahasa Batak Karo : Bekam-bekam), berbentu tanduk hewan berisi sibiangsa (ramuan magis) yang berfungsi sebagai pelindung rumah dari serangan sihir jahat. SAHAN, terbuat dari gading atau tanduk tempat menyimpan pupuk (abu jenazah) yang memiliki kekuatan magis sebagai pagar (pelindung) dan konon dapat diminta untuk membinasakan musuh. POHUNG, sejenis ukiran yang dibungkus ijuk lalu diisi ramuan magis. Pohung ditempatkan di dalam rumah dan / atau di kebun yang memiliki fungsi mencegah niat jahat / pencuri hasil kebun dan harta di rumah. Sumber Koleksi : Museum Negeri Provinsi Sumatera Utara

avatar
Hokker
Gambar Entri
ILMU TAMBA TUA
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Sumatera Utara

Ilmu Tamba Tua adalah Elmo Kuno Batak (Ilmu Putih), dahulu ilmu ini dipercaya jika diamalkan akan mendatangkan kemakmuran serta kekayaan. Transliterasi (alih aksara) : ahu debata ni raja di bindu jao raja ni tam (ba) tua raja on di sim- bora di bulung hayu na denggan go- rar pe i do jadi lapi ni ta- taring ni ru- manta jadi tondolan ni balatuk ni rumah bea la... Rajah "gambar" di bawah bernama dewa "bindu jao". Rajah ini ditulis pada timah dan daun kayu (jenis yang bisa dituliskan). Rajah ini akan membawa kemakmuran bagi penghuni rumah apabila dibuat menjadi alas tungku perapian dan jika diletakkan sebagai alas tangga rumah. Sumber Foto : Verzeichnis der orientalischen handschriften in Deutschland

avatar
Hokker
Gambar Entri
Tulisan Tangan Ompu i Pendeta Dr I.L. Nommensen (Aksara dan Bahasa Batak Toba)
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Sumatera Utara

Surat Tulisan Tangan Ompu i Pendeta Dr I.L. Nommensen tahun 1871 dengan Aksara Batak Toba dan Bahasa Batak Toba Klasik (na robi). Nommensen, Apostel Orang Batak dan Ephorus HKBP Pertama tahun 1881 - 1918, sangat fasih berbahasa Batak Toba klasik dan kontemporer (na imbaru), Nommensen juga sangat mengusai tulisan dan / atau aksara Batak Toba. Surat yang ditulis tangan Ompu i Nommensen di Pearaja, Tarutung, tanggal 02 Agustus 1871 ini merupakan dokumen dan bukti sejarah yang sangat penting, yang menunjukkan betapa Beliau menguasai serta menghormati adat, budaya, tradisi, dan literasi masyarakat Batak Toba. Beliau tidak memaksakan bahasa Jerman dan aksara Latin, tetap justru menggunakan bahasa dan aksara asli masyarakat Batak Toba untuk berkomunikasi dan mendokumentasi pelayanannya. Sumber Foto : Sopo Nommensen, Pearaja, Taruutung Sumatera Utara

avatar
Hokker