Karawang merupakan salah satu kabupaten yang terletak di Jawa Barat. Karawang terkenal dengan sebutan kota lumbung padi. Julukan karawang sebagai kota lumbung padi pun bukan sekedar julukan, dulu Karawang penuh dengan sawah dan menjadi pemasok terbesar padi untuk Indonesia, namun sekarang Karawang sudah menjadi kota industri karena perlahan-lahan sawah digantikan oleh pabrik-pabrik.
Karawang juga seringkali disebut sebagai kota pangkal perjuangan karena sehari sebelum proklamasi kedua tokoh penting Indonesia –Soekarno dan Hatta— diculik dan dibawa ke Rengadengklok, salah satu kecamatan di Karawang untuk segera menyatakan kemerdekaan Indonesia.
Sejarah yang terjadi di Karawang bukan hanya tentang tempat akhir perjuangan, 2 tahun setelah kemerdekaan Indonesia, Karawang menjadi tempat terpilu bagi rakyat Indonesia karena terjadinya pembantaian oleh pasukan Belanda. Tempat pembataian tersebut terletak di Rawagede. Diperkirakan lebih dari 400 orang dibantai pada saat itu.
Sebenarnya kenapa sih namanya Rawagede?
Mungkin para penikmat sejarah Indonesia pernah memiliki pertanyaan tersebut. Sebenarnya jawabannya cukup sederhana saja.
Rawagede merupakan salah satu kampung yang ada di Karawang. Terletak di kecamatan Rawamerta, kampung ini memiliki cerita tentang namanya. Tentunya cerita ini sangat sederhana. Menurut cerita rakyat disebut Rawagede karena memang rawa yang ada di kampung ini sangat besar.
Tentu kita semua tau Rawa adalah genangan air yang terjadi secara ilmiah. Gede diambil dari bahasa sunda, bahasa yang dipakai oleh sebagian besar masyarakat Karawang, gede dalam bahasa Indonesia artinya sangat besar. Bahkan katanya pada zaman dahulu melewati rawa ini harus memakai lalayaran (perahu).
Sederhana sekali bukan cerita mengenai nama Rawagede?
Namun tentunya sekarang kampung ini sudah dibangun dan tidak menyisakan rawa-rawa lagi. Bahkan di Rawagede dibuat monumen Rawagede untuk memperingati hari pembataian yang menyebabkan banyak korban jiwa.
#OSKMITB2018
cara hapus akun/data (#KrediOne) secara permanen kamu bisa hubungi pelanggan layanan resmi via WA di (+62.821-7553-746 atau 0898.4440.241). Jelaskan alasan permintaan penghapusan data atau akunnya lalu siapkan identitas diri seperti (KTP) untuk proses verifikasi dan ikuti instruksi petugas customer service untuk menyelesaikan laporan Anda.
Silahkan hubungi layanan PT Tri Usaha Berkat untuk proses pengembalian dana melalui WhatsApp di 0813-707-1392 atau 0813-707-2680 Kirim nomor pesanan atau transaksi yang ingin diajukan pengembalian dana. Jelaskan alasan refund atau pengembalian dana secara lengkap.
Silahkan hubungi layanan PT Tri Usaha Berkat untuk proses pengembalian dana melalui WhatsApp di 0813-707-1392 atau 0813-707-2680 Kirim nomor pesanan atau transaksi yang ingin diajukan pengembalian dana. Jelaskan alasan refund atau pengembalian dana secara lengkap.
Silahkan hubungi layanan PT Tri Usaha Berkat untuk proses pengembalian dana melalui WhatsApp di 0813-707-1392 atau 0813-707-2680 Kirim nomor pesanan atau transaksi yang ingin diajukan pengembalian dana. Jelaskan alasan refund atau pengembalian dana secara lengkap.
Di masa lalu, masyarakat Batak mengenal sebuah peti penyimpanan berharga yang disebut Huting-Huting. Huting-huting berfungsi sebagai tempat menyimpan benda-benda berharga milik raja atau keluarga bangsawan, seperti perhiasan, pusaka, hingga barang bernilai lainnya. Karena fungsinya yang penting, huting-huting sering disebut sebagai "brankas tradisional" dalam budaya Batak. Yang membuatnya istimewa adalah ukiran pada bagian tutupnya. Berbagai ornamen, termasuk motif bintang dan makhluk simbolis (pinatang), dipahat dengan sangat detail. Menurut kepercayaan masyarakat dahulu, ukiran-ukiran tersebut memiliki kekuatan magis sebagai penjaga isi peti. Konon, apabila seseorang berniat mencuri isi huting-huting, maka roh penjaga yang disimbolkan melalui ukiran pinatang akan melindungi harta yang tersimpan di dalamnya. Kepercayaan ini menunjukkan bagaimana seni ukir, spiritualitas, dan sistem keamanan tradisional berpadu dalam kehidupan masyarakat Batak. Karena nilai dan kesak...