Adat Nusantara
261 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Tradisi Potong Gigi di Bali
Ritual Ritual
Bali

Bali merupakan daerah yang memiliki segudang budaya dan ilmu yang sampai sekarang ini masih erat dipegang oleh masyarakat di sana. Salah satu tradisi di Bali ialah "Upacara Potong Gigi". Yang terjadi di upacara ini adalah memotong atau mengikir 6 gigi bagian atas (4 gigi seri dan 2 gigi taring) dari masyarakat Bali yang sudah beranjak ke remaja, baik laki-laki maupun perempuan. Upacara ini dilakukan bukan tanpa maksud dan tujuan. Masyarakat Bali percaya lewat upacara potong gigi ini, bisa mengurangi sifat-sifat yang tidak baik dalam diri manusia, seperti, dengki, serakah, sombong, dan lain-lain. Upacara ini dilakukan pada saat seseorang sudah beranjak remaja. Pada perempuan, dilakukan pada saat dirinya sudah mengalami menstruasi yang pertama. Sedangkan untuk laki-laki, dilakukan pada saat dirinya sudah mengalami perubahan suara. Tetapi acara ini tidak harus dilakukan saat itu juga dan upacara ini juga tidak diwajibkan, tergantung kemauan. Kenapa hanya gigi bagian atas saja yang...

avatar
Oskm_16718462_adrian
Gambar Entri
Okokan
Alat Musik Alat Musik
Bali

Okokan adalah alat musik khas Bali yang berupa kalung (keroncong) dari kayu yang digantungkan dileher sapi. Okokan dimainkan beramai-ramai sebagai sarana hiburan masyarakat agraris. Okokan mengeluarkan suara yang keras dan bergemuruh jika dimainkan secara beramai-ramai. Menurut cerita dari sesepuh, acara dimulai dengan "tetekan" (kentongan bambu atau kayu yang dibunyikan beramai-ramai). Acara tetekan diadakan jika dimasyarakat merasakan ada sesuatu merana / mala misalnya gagal panen, atau ada wabah. Masyarakat percaya untuk mengatasi atau mengusir merana ini dengan membunyikan tetabuhan tetekan (kentongan) , kemudian ditambah "okokan", yang semakin membuat suara terasa magis. Awal tahun 1950 sd tahun 2005, okokan jarang dimiliki masyarakat. Pentas okokan dari masing-masing banjar yang ada di Desa didapat dengan meminjam dari teman di wilayah utara dekat pegunungan Batu Karu, seperti milik warga Desa di Kecamatan Penebel, Kecamatan Marga atau kabupaten lain. Desa Kediri setiap...

avatar
OSKM18_16418260_Putu Clara Chika Giri Asta Putri
Gambar Entri
Tradisi Otonan
Ritual Ritual
Bali

TRADISI OTONAN   Mungkin banyak orang yang tidak asing dengan Bali. Bali merupakan salah satu destinasi wisata yang terkenal dengan keindahan alamnya serta kearifan lokalnya yang begitu menarik. Bali menjadi primadona wisata dunia karena keunikannya di mata orang. Budaya di Bali begitu erat dengan pelaksanaan keagamaan di sini. Sehingga banyak masyarakat masih memegang teguh tata cara pelaksanaan upacara adat di Bali. Budaya di Bali meliputi berbagai macam aspek, mulai dari aspek seni berupa tarian, gamelan, ukiran ; aspek ritual berupa sesajen, serta pelaksanaan keagamaan ; bahasa daerah yang unik ; serta aspek arsitektur di Bali masih menganut pedoman-pedoman yang ada. Adapun budaya yang saya bahas di sini adalah Otonan yang merupakan kategori ritual. Otonan merupakan salah satu upacara keagamaan yang dilaksanakan oleh umat beragama Hindu di Bali setiap 6 bulan sekali (210 hari sekali). Otonan didasarkan pada pertemuan Panca Wara, Sapta Wara, serta Wuku pada tan...

avatar
OSKM18_16918258_Kadek Hendra Darma Sastrawan
Gambar Entri
Meleladan
Ritual Ritual
Bali

Meleladan                   Bali dikenal dengan pulau seribu pura dan memiliki banyak tradisi yang diadakan di setiap pura di Bali yang tidak diketahui oleh semua orang. Hanya orang di sekitaran daerah pura yang bersangkutan yang mengetahui tentang tradisi tersebut. Salah satunya adalah tradisi meleladan yang berasal dari Mengwi, Badung. Upcara ini biasanya dilaksanakan di Pura Mengwi dan jatuh pada anggara kliwon wuku medangsia dan diadakan 6 bulan sekali (210 hari sekali).                           Meleladan merupakan sebuah tradisi yang dilakukan di Mrajan Puri Ageng Mengwi, yang merupakaran rangkaian dari Upacara Padudusan Agung. Meleladan sudah ada sejak berdirinya kerajaan Mengwi pada tahun 1734 dan merupakan tradisi turun temurun sejak abad ke 17 silam. Tradisi ini dihadiri oleh masyarakat disekitaran wilayah kecamat...

avatar
OSKM18_16918055_I Kadek Surya Geryandika
Gambar Entri
Lawar Bali
Makanan Minuman Makanan Minuman
Bali

LAWAR BALI Lawar sudah dikenal dari lama oleh masyarakat Bali karena dibutuhkan saat mengadakan upacara adat. Saat ini, lawar tidak hanya bisa dijumpai saat upacara adat melainkan bisa juga dijumpai sebagai makanan sehari-hari dan dijual hampir di setiap warung makanan di pulau Bali. Lawar punya berbagai macam, yang bisa dikategorikan sesuai dengan daging yang dipakai atau warna lawar itu sendiri. Makanan ini bisa memakai banyak jenis daging seperti sapi, ayam, babi dan penyu. Daging pun bisa diganti dengan buah seperti nangka dan kelapa muda. Lawar pun bisa dibedakan sesuai dengan warnanya. Lawar merah adalah lawar yang ditambahkan dengan darah dari binatang yang dagingnya dipakai oleh lawar tersebut. Ini dilakukan untuk menambah kelezatan rasa. Selain itu, ada juga lawar putih yang merupakan lawar tanpa tambahan darah atau apapun. Selain daging atau buah yang menjadi bahan utama lawar, bagian penting lainnya adalah bumbu genep dan uyah sere tabya. Bumbu genep terdiri dari bawa...

avatar
OSKM18_16918348_SHINTYA
Gambar Entri
MELASPAS KENDARAAN
Ritual Ritual
Bali

MELASPAS KENDARAAN   Umat Hindu di Bali sangat lekat dengan upacara-upacara dan ritual-ritual adat dalam kehidupan sehari-hari mereka. Ada upacara khusus untuk peristiwa-peritiwa tertentu, salah satu contohnya adalah Melaspas. Seperti halnya ketika akan menempati bangunan atau rumah baru, kendaraan juga harus melalui Ritual Melaspas atau Pemelaspasan. Melaspas sendiri terdiri dari dua kata yaitu “Mala” yang berarti elemen jahat/buruk dan “Pas” yang berarti menyucikan atau membersihkan. Bila disatukan, Melaspas berarti menyucikan dari elemen-elemen buruk. Upacara adat Melaspas kendaraan ini intinya adalah untuk memuja Dewa Pasupati. Oleh karena itu banten yang digunakan untuk upacara ini disebut banten sesayut Pasupati. Upacara adat ini tidak hanya dilakukan pada saat membeli kendaraan baru,tetapi juga untuk kendaraan second atau bekas. Pada dasarnya kendaraan yang diuacari tersebut adalah kendaraan yang baru menjadi milik kita. Ritual...

avatar
OSKM18_19818134_I Putu Ikrar Satyadharma
Gambar Entri
Kain Gringsing
Motif Kain Motif Kain
Bali

Kain Gringsing Oleh: Widya Ayu Salsabila                 Kain gringsing merupakan kain khas Indonesia yang bersal dari Desa Tenganan Pegringsingan, Bali. Masyarakat Desa Tenganan adalah masyarakat Bali yang memiliki budaya dan tradisi luar biasa yang masih mereka lestarikan dan terapkan hingga saat ini. Setiap tradisi yang mereka lakukan memiliki makna kehidupan dan latar belakang yang sangat mendalam, tidak terkecuali kain gringsing. Pada dasarnya, gringsing berasal dari kata gring yang artinya sakit dan sing yang artinya tidak. Jadi, gringsing berarti ‘tidak sakit’ atau terhindar dari sakit. Kain gringsing mengandung makna sebagai penolak kesialan atau musibah. Masyarakat setempat mempecayai bahwa kain gringsing memiliki kekuatan magis. Oleh karena itu, kain gringsing selalu digunakan masyarakat Desa Tenganan dalam upacara/ritual adat seperti upacara potong gigi, upacara pernikah...

avatar
Widya Ayu Salsabila
Gambar Entri
Tradisi Trisandhya di Bali
Ritual Ritual
Bali

Tradisi Sembahyang Trisandhya Orang Hindu Bali Indonesia merupakan bangsa multikultural. Selain kebudayaan dan bahasa, keragaman bangsa Indonesia juga tercermin dari kepercayaan yang dianut masyarakatnya. Sebanyak 6 agama yang telah disahkan secara legal di Indonesia. Dengan Islam sebagai agama mayoritas (±87%). Salah satu agama yang diakui dan tercatat sebagai agama paling tua di Indonesia adalah Hindu. Agama Hindu masuk dan menyebar di Nusantara sekitar awal tahun masehi. Sebagai agama tertua di Indonesia, tentu saja Hindu sangat berpengaruh dalam pembentukan peradaban manusia terutama dalam hal politik. Seperti munculnya kerajaan-kerajaan hindu yang sempat menguasai hampir seluruh wilayah di Nusantara. Meskipun demikian, Hindu bukanlah agama yang banyak dianut di Indonesia saat ini. Menurut U.S Commission On International Religious Freedom pada laporan tahunannya di tahun 2017, kurang dari 2% penduduk Indonesia beragama Hindu dan lebih dari 80% masyarakat Bali merupak...

avatar
OSKM_16018214_Hasanain Arrosyid Alfiansyah
Gambar Entri
Hari Raya Nyepi
Ritual Ritual
Bali

Hari Raya Nyepi biasanya dirayakan setiap Tahun Baru Saka 1940. Perayaan ini dilakukan dengan cara yang unik, antara lain melakukan "melasti", mengarak "ogoh-ogoh", mengelilingi rumah sambil menyalakan dupa, sampai tidak melakukan hal-hal yang dilarang. Hal tersebut dilakukan oleh seluruh umat Hindu.   Acara "melasti" biasanya dilakukan beberapa hari sebelum Nyepi tergantung panitia adat di daerah masing-masing. "Melasti" dilakukan dengan tujuan untuk mensucikan diri. Umat Hindu biasanya melakukan "melasti" dengan beribadah di pinggir pantai.   "Ogoh-ogoh" biasanya dibuat oleh muda-mudi Hindu beberapa minggu sebelum Nyepi dan diarak satu hari sebelum umat Hindu merayakan Nyepi itu sendiri. Sebelum "ogoh-ogoh" diarak, umat Hindu akan beribadah di perempatan jalan dan banjar masing-masing. Setelah itu, umat Hindu akan memecahkan kelapa di depan rumah dan menyiapkan "segahan" untuk "bhuta kala".   Malam hari, umat Hindu akan mengelilingi rumah sam...

avatar
OSKM18_16018349_Niluh Cantia