Burong Tuleung adalah setan berwujud tulang tengkorak yang menggangu orang dengan memperlihatkan dirinya dalam kegelapan karena makhluk – makhluk ini adalah makhluk gaib, maka tidak ada bukti jelas tentang keberadaannya, tapi, benar atau tidak. Sumber: https://acehsatu.com/8-makhluk-mitologi-masyarakat-aceh/
Burong (kuntilanak) sering digambarkan sebagai salah satu jenis hantu berperawakan perempuan dengan baju putih menjuntai dan rambut panjang. Burong kadang-kadang melakukan aktifitasnya pada saat hari mulai senja. Mereka memiliki suara lirih yang begitu nyaring mirip suara sirine. namun belum dapat dipastikan apakah itu suara dari yang disebut dengan Burong tersebut atau bukan. beberapa orang mengisahkan pernah berjumpa dan berpapasan dengan Burong ini yang sedang mengendong bayi. Sumber: https://acehsatu.com/8-makhluk-mitologi-masyarakat-aceh/
Mungkin setiap orang pernah merasakan dicekik pada saat tertidur. Mungkin ilmuan akan membantah dengan bermacam teori kedokteran. Ada yang mengatakan merasa seperti dicekik itu disebabkan oleh terhambatnya sirkulasi aliran darah dikarenakan salah posisi tidur. Nah. Pada konteks tulisan ini hanya melihat dari segi persepsi masyarakat Aceh tentang apa penyebabnya dan siapa pelakunya. Persepsi masyarakat Aceh aktor utamanya adalah yang disebut dengan Buno. Hantu ini datang saat seseorang hendak tertidur lelap antara sadar dan tidak. Fase peralihan antara sadar dengan ke alam tertidur. Saat itulah yang namanya Buno datang menyergap dan langsung mencekik, menekan perut si korban dengan sekeras-kerasnya sehingga sikorban tak dapat berkutik walaupun ia dalam keadaan setengah sadar. Buno ini makhluk yang sering diilustrasikan dengan pria berwajah hitam, bertanduk dan berbadan kekar. Percaya atau tidak masing-masing kita saya yakin pernah mengalami yang namanya dicekik saat tertidur....
Jen Apui (Jin Api) Jenis hantu satu ini disebut Jen Apui karena mirip bola Api. Ada yang mengatakan makhluk ini mirip kelapa bolong yang menyala. Ada juga yang mengatakan kalau jin ini menyerupai monyet yang dapat menyemburkan api dalam mulutnya. Namun hal itu tidak dapat dikonfirmasi kebenarannya karena menurut persepsi masing-masing yang mengisahkan. Biasanya Jen Apui ini sering berkeliaran di area persawahan pada malam hari dan konon katanya juga dapat membakar setiap yang dijumpainya. Ada yang mengisahkan kalau jin ini juga hobi mengejar dan menakut-nakuti orang. Sumber: https://acehsatu.com/8-makhluk-mitologi-masyarakat-aceh/
Bicara misteri jurang Seunapet yang berlokasi di Lembah Seulawah, Aceh Besar, tidak bisa dipisahkan dengan kisah hantu Halimah yang konon katanya kerap menggganggu para pelintas jalan. Menurut sumber yang layak dipercaya dan dibarengi dengan penerawangan gaib tim investigasi hantu Aceh, bahwa kehadiran sosok perempuan cantik nan misterius di jurang itu berawal dari sebuah kisah pilu puluhan tahun lalu. Kisah ini diawali dengan sebuah peristiwa pembunuhan terhadap seorang gadis muda oleh beberapa pemuda yang sedang dimabuk syahwat. Kisah itu terjadi pada tahun 1980-an. Berikut kisahnya. Cerita ini mengalir begitu saja dari sosok Halimah yang berhasil ditemui oleh tim investigasi hantu Aceh. Dialog batin itu berlangsung selama satu jam. Untuk menghindari kesan horor, penulis hanya menguraikan pokok bahasan saja. Perempuan yang mengaku saat dibunuh masih berusia 18 tahun, bercerita bahwa pada suatu hari dia sedang dalam perjalanan pulang k...
Kisah Asal Mula Nama Meulaboh -Meulaboh adalah ibukota kabupaten aceh barat saat ini yang berada di pantai barat aceh. Nama meulaboh sendiri memiliki kisahnya tersendiri sehingga dikenal sampai saat ini. menurut cerita yang turun temurun meulaboh dikenal dengan negeri pasir karam. Orang-orang dari minangkabu yang lari dari negerinya membuka perkebunan di daerah itu menjadi maju Menurut H M Zainuddin dalam buku tarikh aceh dan nusatara(1961) asal mula meulaboh adalah negeri pasir karam yang dibangun pada masa sultan saidil mukammil(1588-1604). Sewaktu masa pemerintah sultan iskandar muda (1607-1636) kerajaan tersebut ditambah pembangunannya. Dinegeri meulaboh dibuka perkebunan lada namun tidak begitu berkembang karena kalah saing dengan dengan negeri singkil yang lebih maju karena banyak kapal dagang yang singgah di singkil untuk mengambil muatan kemenyan dan kapur barus. Pada masa sultan Djamalul Alam pembangunan semakin ditingkatkan. Pekerja yang didatangka...
Inilah kisah dari Aceh bagian Barat Daya, tepatnya di Alue Sungai Pinang. Disini penulis ingin menceritakan sedikit dari kisah asal-muasal nama kampung alue sungai pinang tersebut. Kisah ini saya dapatkan dari hasil wawancara dengan warga kampung Alue Sungai Pinang, Abdya. Beliau adalah pewaris sejarah legenda asal-usul kampungnya sendiri. Beginilah kisahnya… Jauh menyelam waktu ke belakang, hiduplah seorang pria alim yang bernama teungku Malem Diwa. Beliau hidup di sebuah desa yang indah dan permai di kaki pegunungan Barat Daya. Beliau terkenal dengan kealimannya. Sudah menjadi kelaziman di daerah barat-selatan kebanyakan binatang tunduk dan patuh pada orang-orang alim. Begitu juga dengan Malem Diwa. Beliau memiliki kupu-kupu, rayap, elang, dan tupai berbulu kuning. Malem Diwa mempunyai seorang istri. Istrinya adalah salah satu dari 7 putri kayangan, Putroe Bungsu namanya. Putroe Bungsu hidup di kayangan sedangkan Malem Diwa tetap di bumi. Pada suatu waktu, Male...
Pada jaman dahulu hiduplah seorang bangsawan yang mempunyai dua orang teman, yang satu bernama Lesamana, dan yang lainnya bernama Pedanelam. Dua orang teman bangsawan ini kerjanya selalu menghasut tuannya. Hasutannya ialah bila ia punya anak laki-laki hendaklah dipelihara, jika punya anak perempuan hendaklah dibunuh lalu dagingnya dijadikan gulai untuk dimakan. Bangsawan ini mempunyai seorang istri yang sedang hamil. Cerita rakyat Aceh ini mengkisahkan bahwa suatu ketika ia berencana pergi ke Pulau Pinang, lalu ia bertanya kepada istrinya, “Dinda, berapa usia kandunganmu saat ini?” “Ya Kakanda, kandunganku sudah tujuh bulan,” kata istrinya. “Baiklah. Aku akan berangkat hari ini. Kalau nanti anak kita laki-laki bunyikan rantai perak. Tetapi kalau nanti anak kita perempuan, bunyikan rantai tembaga. Nah ketika mendengar isyarat itu aku akan pulang,” kata bangsawan kemudian. Sesungguhnya ucapan bangsawan itu mengandung makna tersendiri. Bila bayinya n...
Motif Ukiran bungong glima ini biasa di ukir di dinding bagian bawah dari rumah Aceh Sumber: https://steemit.com/art/@shofie/ragam-motif-ukir-khas-aceh