Susur adalah makanan wajib yang dibawa pada saat proses pinangan (oleh keluaraga pihak laki-laki). Susur berwarna putih yang berarti putih hati dengan maksud bahwa kedatangan pihak keluarga untuk meminang adalah di dasari dengan niat yang bersih. Susur biasanya disajikan dengan lemang. Jumlah susur pada saat meminang adalah 12 susur. Angka 12 adalah simbol dari niatan pinangan. Selain untuk pinangan, susur disajikan pada saat maulid dan Hari Raya Idul Fitri/ Idul Adha. Bahan makanan: - Beras (yang di tumbuk) - Gula (dari Nira) - Air perasan talas Sumber: https://warisanbudaya.kemdikbud.go.id/wbtb/?newdetail&detailCatat=6863
Dalam Bulan Ramadan, ada yang khas di pasar-pasar tradisional di Aceh Selatan, yaitu adanya penjual Seumuleng. Begini penampakan Seumuleng. Seumuleng adalah tunas rotan yang dimanfaatkan sebagai makanan. Seumuleng adalah istilah dalam Bahasa Aceh Selatan untuk tunas rotan. Ada sebagian yang menyebut Gu Seumuleng, tapi mayoritas hanya menyebut Seumuleng saja karena jika dilihat secara Bahasa, ‘Gu’ berarti tunas, dan ‘Seumuleng’ sendiri adalah tunas rotan. Jadi menyebut ‘Seumuleng’ saja sudah cukup tanpa perlu menyebut ‘Gu’ lagi. Uniknya, Seumuleng ini hanya muncul selama bulan Ramadan saja. Padahal tunas rotan sendiri bukanlah tunas yang tumbuh musiman mengikuti musim Ramadan. Tetapi begitulah kebiasaan yang ada di Aceh Selatan secara turun temurun. Jika sudah mulai memasuki bulan Ramadan, para petani mulai berburu tunas rotan di hutan, kemudian menjualnya di pasar-pasar tradisona...
Rapa’i merupakan salah satu bentuk musik tradisional Aceh yang hidupdan berkembang sesuai dengan kebutuhan masyarakat pendukungnya. Sampai sekarang kberadaan rapa’i tetap disenangi oleh masyarakat Aceh sebagai salah satu bentuk kesenian tradisonal baik dalam konteks adat istiadat maupun agama islam. Rapa’i pase dapat juga diartikan sebagai salah satu nama instrumen musik pukul sejenis gendang yang terbuat dari kayu tualang atau kayu merbau, sedangkan membrannya terbuat dari kulit kambing yang telah diolah sedemikian rupa. Arti lain dari rapa’i adalah syair yang berisi ajaran islam yang disajikan dengan gaya bernyanyi dan iringan instrumen rapa’i. Pada mulanya rapa’i lahir sebagai salah satu bentuk kesenian yang dimanfaatkan untuk mengembangkan ajaran islam. Hal ini sejalan dengan awal masuknya agama islam ke daerha Aceh, yaitu ke daerah Samudra Pasai yang dibawa oleh Syeikh Abdul Kadir. Kesenian rapa’i dipertunjukkan kepada masyarakat, agar...
Payung mesikhat merupakan perlengkapan adat yag dibuat oleh suku bangsa Alas di kabupaten Aceh Tenggara dan dipergunakan untuk upacara adat tertentu antara lain, adat perkawinan, adat upacara peusijuk, adat upacara peseunat (sunat rasul), dan lan-lain. Payung ini dibuat dari kain hitam yang tidak tembus air. Pada kain tersebut dibuat sulaman yang mempunyai arti tertentu. Seperti payung pengantin, terdapat motif dan gambar yang menceritakan tentang perjalanan kehidupan dari masih lajang sampai meninggal. Payung ini melindungi pengantin dari sinar matahari, yang secara ritual mendandakan status sebagai raja dan ratu dari pasangan pengantin di hari spesial mereka Tiap kolom mempunyai ceritera tersendiri beserta dihiasi dengan ukiran-ukiran motif yang menarik. Bagian atas penuh dengan motif. Pada bagian tengah motif gambar bersambung, sedangkan bagian bawah dibuat bermacam-macam motif yang disesuaikan dengan keinginan atau permintaan para si pemesan ataupun tergantung kepada si pembuatn...
Cileupe Udeung Berikut ini Bahan dan Bumbu Cileupe Udeung untuk 4 porsi: 500 gram udang pancet, dibuang kepala 2 buah asam sunti 2 buah belimbing sayur, diiris 3 lembar daun jeruk 2 1/2 sendok teh garam 1/4 sendok teh merica bubuk 1 sendok teh gula pasir 750 ml air Bumbu Halus: 6 butir bawang merah 2 siung bawang putih 3 buah cabai rawit 2 cm jahe 1 cm kunyit Cara Memasak Cileupe Udeung Campur semua bahan dan bumbu halus. Tambahkan air. Masak sampai meresap. Sumber: http://resepresepmasakan.net/cileupe-udeung.html
Sate ini dinamakan demikian karena pertama kali dijual di Kota Matang Geuleumpang Dua, Kabupaten Bireuen. Bahan utama masakan ini adalah daging kambing atau daging sapi. Proses pembuatannya tidak jauh berbeda dengan sate pada umumnya. Daging yang telah dibersihkan dipotong dadu disematkan pada tusuk sate. Lalu sate direndam dalam adonan bumbu rempah dalam waktu yang lama sebelum dibakar. Sate ini disajikan dengan kuah kaldu kental yang kaya rempah seperti masakan kari. Rempah yang digunakan untuk kuah kaldu terdiri dari kapulaga, bunga lawang, cengkeh, kayu manis, dan merica. Racikan bumbu tersebut menghasilkan aroma yang kuat segar, dan hangat. Cara membuat Sate Matang adalah sebagai berikut: Bahan-bahan : 300 gram daging kambing Bumbu untuk membakar sate: 1 sdt ketumbar 1 siung bawang putih 1 siung bawang merah 1 batang serai 1 ruas jari jahe 1 ruas lengkuas 2 sentimeter kuny...
TENGGOLI adalah sejenis manisan yang diolah dari air tebu. Di Kota Subulussalam manisan ini dinamai tenggoli dan sudah turun temurun dibuat secara tradisional oleh warga setempat. Manisan ini paling laris saat bulan Ramadhan pengganti gula. “Paling banyak dicari pada bulan puasa untuk membuat kue lebaran,” kata Jahar Kombih (41) warga Desa Panglima Sahman, Kecamatan Runding, Kota Subulussalam kepada Serambi, Sabtu (13/8) lalu. Jahar yang didampingi Jaddam Basri tokoh masyarakat setempat, mengaku sudah menggeluti usaha pembuat manisan tebu sejak tiga tahun lalu. Sejauh ini, poses pengolahan tebu menjadi manisan dilakukannya secara tradisional yakni dengan mengandalkan air sungai sebagai motor penggerak pemeras tebu. Sepintas, alat penggerak tebu yang disebut ‘Ilangen’ dan terapung di atas sungai Souraya itu mirip dengan jamban, bedanya alat ini dilengkapi dengan kincir yang berputar. Menurut Jahar, usaha pembuatan tenggoli sebenarnya merupakan trad...
PACIK KULE Bahan : - ½ Kg ikan jurung atau ikan mas besar - 30 lembar daun labu tanah - 30 lembar daun kunyit - 2 buah kelapa diambil airnya - 1 buah asam jeruk nipis - Garam secukupnya Bumbu : - 1 ons cabai merah - ½ ons cabai rawit - ½ ons bawang merah - 2 siung bawang putih - 2 buah kemiri - 2 batang sere - 1 ibu jari lengkuas - Kunyit 1 jari kelingking Cara Memasak : - Ikan dibersihkan dan dipotong sedang, beri garam + asam jeruk nipis. - Semua bumbu digiling halus - Ikan + bumbu diaduk rata beri garam secukupnya. - Balut ikan dengan daun labu dan daun kunyit. - Susun rapi dalam kuali - Beri santan secukupnya masak hingga kering. Sumber: - http://www.adatnusantara.xyz/2017/08/asal-usul-dan-kebudayaan-suku-alas-dari.html - http://indonesia.go.id/?p=8528  ...
Cemilan yang satu ini sudah sangat populer sekali dikalangan masyarakat Aceh bagian Tengah/Tenggara, Tanah Karo, dan bahkan dikenal juga di Tapanuli Selatan (Mandailing). Makanan khas ini, cara pembuatanya agak sedikit berbeda bila dibandingkan dengan beberapa daerah yang menjadikan sebagai penganan khas. Demikian dalam persoalan penyebutan nama. Di Kalak Alas (Orang Alas) biasanya menyebut makanan ini dengan nama cimpe. Sementara di Gayo mengenal makanan ini dengan nama yang berbeda yakni gutel. di Karo disebut cimpa unung. Cara pembuatan dan menyajikannya agak sedikit berbeda baik untuk nama cimpe, cimpa unung, maupun gutel, tetapi bahan-bahannya tetap sama. Contoh perbedaannya saja sebelum dikukus cimpe akan dibalutkan pada daun pandan sedangkan pada cimpa unung dibungkus dengan daun pisang atau daun palma. Sementara di Gayo ada yang dibalut dengan daun pisang ada juga yang langsung dikukus, tanpa pembalut terlebih dahulu. Bahan-bahan yang perlu kita sediakan dan...