3.359 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Nadran
Ritual Ritual
Jawa Barat

Tradisi tahunan yang rutin dilaksanakan oleh nelayan Indramayu setiaop dua mingu setelah  lebaran idul fitri. Kata Nadran sendiri berasal dari kata  Nadzar-Nadzaran.  Nadran yang berarti kaul atau syukuran. Syukuran nelayan Indramayu perihal diadakannya tradisi ini sendiri adalah atas rejeki melimpah yang diberikan tuhan kepada mereka baik berupa keselamatan ketika berlayar di laut maupun hasil ikan yang melimpah sepanjang tahun yang lalu. Tradisi Nadran mula-mula diawali dengan diadakannya pagelaran tari-tarian dan hiburan rakyat tradisional seperti rego, jaipong, genjring, tari kerbau, dll. Semua warga nelayan Indramayu yang hadir hari itu  tumplek-blek  menikmati pesta tahunan ini hingga pesta ini menjadi begitu meriah.  Kemeriahan pun tampak di dalam ruangan khusus dimana ibu-ibu dan bapak-bapak nelayan yang dianggap kompeten menyiapkan  meron   yang akan dilarung keesokan harinya.  Meron  sendiri merupakan sebuah miniat...

avatar
OSKM18_16518183_Rafi Abbel Mohammad
Gambar Entri
Toron Tana
Ritual Ritual
Jawa Timur

        Tradisi yang sangat terkenal bagi warga Madura ialah toron tana. Tradisi ini diperuntukan untuk bayi yang berumur 7 bulan. Kata  toron sendiri memiliki arti turun dan tana  sendiri memiliki arti tanah. Sesuai dengan namanya  toron tana memiliki arti luas yaitu suatu tanda yang menandakan bahwa seseorang manusia akan siap untuk menjalankan proses aktivitas kehidupannya di bumi kelak.          Dalam pelaksanaannya sang bayi dituntut oleh orang tuanya untuk menginjak bubur yang terbuat dari beras merah bercampur santan. Dengan mengijak bubur tersebut, bayi tersebut diyakini oleh masyarakat Madura menjadikan si bayi memiliki keberanian untuk menjalani hidup di muka bumi. Selanjutnya orang tua si bayi akan menyediakan beberapa untuk si bayi. Si bayi akan mengambil beberapa benda yang disediakan.           Setiap pengambilan benda yan diambil oleh si bayi, benda tersebut memiliki a...

avatar
Yoyon
Gambar Entri
Sajen atau Sastra Jendra Hayuningrat Pangruwating Diyu | #OSKMITB2018
Ritual Ritual
Jawa Barat

Sesajen atau sajen kerap kali disalahartikan sebagai sesembahan ataupun makanan dari makhluk halus atau leluhur. Semoga dengan adanya artikel ini dapat meluruskan hal yang selama ini dianggap sebagian masyarakat sebagai hal mistis ataupun tabu. Parukuyan atau anglo : Wadah untuk menyimpan bara apai terbuat dari tanah merah, dibuat menggunakan empat unsur tanah, api, air, dan angin. Merupakan lambing tubuh manusia. Rujakeun (rujakan) : bahwa kehidupan ini penuh dengan dinamika, penuh berbagai rasa dari kesedihan, kegembiraan, kekecewaan, dsb. Oleh karena itu, rujakan dipenuhi oleh berbagai macam rasa Air minum : air bening, teh manis, teh pahit, kopi pahit, kopi manis. Disini mengandung ajaran bahwa ketika kita lahir kita seperti air bening, belum terpengaruh apapun. Teh manis, teh pahit melambangkan ketika kita beranjak dewasa, kita ditempa oleh cobaan hidup. Kita lihat bagaimana teh ini tumbuh, mereka berkelompok dalam keadaan panas, hujan, dsb. Kemudian teh ini...

avatar
OSKM18_16718293_Doli Tri Dito
Gambar Entri
Kirab Satu Suro
Ritual Ritual
Jawa Tengah

#OSKMITB2018 Malam pergantian tahun Jawa, diperingati oleh Keraton Surakarta dengan mengadakan upacara Kirab Satu Suro. Pada upacara tersebut, pusaka-pusaka milik Keraton Surakarta dibawa berkeliling tembok keraton. upacara adat tersebut berawal mula pada jaman Kerajaan Demak. Sunan Giri II melakukan pengubahan sistem Kalender Hijriyah dengah sistem Kalender Jawa. Beliau berkeingan untuk meyatukan Pulau Jawa. Upacara tersebut diawali dengan diadakannya pengajian pada Jumt Legi. Akibatnya, 1 Muharrom (1 Suro) yang jatuh pada hari Jumat Legi pun dianggap sakral. Bahkan,  ianggap sial kalau ada orang yang memanfaatkan hari tersebut di luar kepentingan mengaji, ziarah, dan haul.  Menurut orang Jawa, 1 Suro dianggap sebagai tanda  berubahnya sifat dan karakter kosmis, berserta dunia ghaib, yang secara langsung diyakini mempengaruhi kehidupan manusia di bumi. Hal ini disebut sebagai  siklus Cakramanggilingan.  Kehidupan diasumsikan berputar silih berg...

avatar
OSKM_19918025_Joan Emelie
Gambar Entri
Pekan Budaya Daerah "BIRAU" || #OSKMITB2018
Ritual Ritual
Kalimantan Utara

      “Birau” berasal dari Bahasa Bulungan yang artinya “Pesta Besar” . Birau telah dilaksanakan secara turun temurun setiap tahun sejak masa Kesultanan Bulungan. Awalnya Birau merupakan perayaan untuk acara penting di Kesultanan, seperti penobatan sultan, pernikahan anak sultan, sunatan anak sultan, dan lain-lain. Pada tahun 1959, Kesultanan Bulungan berubah menjadi beberapa kabupaten dan kota yang berada di Kalimantan Utara. Sejak saat itu, Birau dirayakan setiap 2 tahun sekali pada tanggal 12 Oktober bersamaan dengan peringatan HUT Kota Tanjung Selor dan Kabupaten Bulungan .      Rangkaian acara Birau yang dilaksanakan di Kecamatan Tanjung Selor dan Tanjung Palas, Kabupaten Bulungan ini cenderung berbeda setiap tahunnya. Berikut adalah rangkaian acara tersebut : Upacara bendera Dalam memperingati HUT Tanjung Selor dan Bulungan, upacara bendera dilaksanakan di Lapangan Agatis, Tanjung Selor dengan susunan ac...

avatar
OSKM18_16318153_Dyah Rezqy Hafidzah
Gambar Entri
Puasa Mutih/Ngayep
Ritual Ritual
Jawa Tengah

Puasa  Nganyep  cara tirakat Jawa  atau yang sering disebut Puasa Mutih adalah salah satu kebudayaan yang dilakukan oleh orang Jawa yang bertujuan untuk mendekatkan diri kepada Sang Pencipta dan dikabulkannya  do’a-do’a  kita. Keunikan dari puasa mutih ini adalah tidak mengonsumsi makanan – makanan yang bernyawa dan tidak menggunakan garam dan gula. Saat puasa mutih hanya diperbolehkan memakan nasi putih, umbi –  umbian  dan buah –  buahan . Semua bahan makanan memiliki rasa tawar atau  anyep   , kecuali manis dari buah –  buahan . Untuk menjalankan puasa ini, tidak ada waktu tertentu dan biasanya dilakukan selama 3 hari dan 3 malam.     #OSKMITB2018    

avatar
OSKM18_16818009_Grace Fajryana Widiasih Muslimah
Gambar Entri
Budaya Kebo-keboan
Ritual Ritual
Jawa Timur

Pada bulan Muharam atau Suro (penanggalan Jawa), ritual kebo-keboan digelar setahun sekali. Banyak orang mempercayai bahwa bulan tersebut memiliki kekuatan magis. Ritual ini, konon, muncul sejak abad ke-18. Kebo-keboan dilestarikan di dua tempat yakni di Desa Alasmalang, Kecamatan Singojuruh, dan Desa Aliyan, Kecamatan Rogojampi di Banyuwangi.   Ritual adat ini digelar sebagai bentuk permohonan kepada Tuhan agar sawah subur dan panen berlangsung sukses. Munculnya ritual kebo-keboan di Alasmalang berawal terjadinya musibah pagebluk ( epidemi - red ). Kala itu, seluruh warga diserang penyakit. Hama juga menyerang tanaman. Banyak warga kelaparan dan mati akibat penyakit misterius. Dalam kondisi genting itu, sesepuh desa yang bernama Mbah Karti melakukan meditasi di bukit. Selama meditasi, tokoh yang disegani ini mendapatkan wangsit. Isinya, warga disuruh menggelar ritual kebo-keboan dan mengagungkan Dewi Sri atau yang dipercainya sebagai simbol kemakmuran. Mereka pun...

avatar
Oskm18_16818146_michelle
Gambar Entri
Ritual Pemakaman Suku Toraja
Ritual Ritual
Sulawesi Selatan

Toraja merupakan sebuah daerah yang penuh dengan sejuta keunikan, salah satunya dari upacara pemakamannya yang sering disebut rambu solo’. Upacara Rambu Solo’ adalah upacara adat kematian untuk mengantar kerabat yang meninggal. Walaupun hanya sebuah ritual kematian, tapi penyelenggaraannya diadakan layaknya sebuah pesta besar. Hal ini dilakukan, karena masyarakat Toraja percaya bahwa roh kerabat yang meninggal belum benar-benar meninggal sebelum dilengkapi dengan  U pacara Rambu Solo ’. Prosesi upacara pemakaman ini  terdiri dari beberapa susunan acara. Dimana dalam setiap acara tersebut Anda bisa menyaksikan nilai-nilai kebudayaan yang sampai sekarang masih dipertahankan oleh masyarakat Toraja. Masyarakat toraja percaya bahwa, arwah yang meninggal akan bertranformasi, menjadi arwah gentayangan (Bombo), arwah setingkat dewa (To Mebali Puang), atau arwah pelindung (Deata Dalam adat istiadat Tana Toraja, masyarakat mempercayai bahwa setela...

avatar
Oskm18_16818028_adelvia
Gambar Entri
Marhusip Dohot Na Monding
Ritual Ritual
Sumatera Utara

Dalam kehidupan sekian banyak peristiwa yang dapat terjadi dalam hidup manusia, ada satu peristiwa yang pasti akan terjadi, yaitu kematian. Saya sebagai keturunan dari Suku Batak yang lahir dan dibesarkan di Bandung, memang memiliki pengetahuan yang cukup minim mengenai adat istiadat budaya asal saya sendiri. Jangankan tentang tata cara upacara, berbahasa batak pun saya tidak fasih dan masih harus bertanya tentang apa makna dari suatu ungkapan dalam Bahasa Batak. Sampai pada suatu ketika, tepatnya bulan Desember 2017, Opung Boru saya, (nenek dari Ayah), meninggal di usia yang sudah cukup lanjut. Sebagai seorang cucu, tidak mungkin jika saya tidak ikut mengantarkan Opung saya, sehingga saya harus mengikuti tata cara pemakaman dalam ada istiadat Suku Batak. Pada awalnya, semua terasa normal, orang yang datang melayat memakai baju bernuansa gelap dan memakai ulos saat datang kerumah duka. Akan tetapi, ketika menjelang pemakaman Opung saya, disitu mulai banyak adat istiadat yang kur...

avatar
OSKM_16618059_PrastitaDoharta