Di Kecamatan Malalak, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, terdapat satu warung nasi yang menyajikan seduhan kopi dengan cara unik. Bibir cangkir atau gelas kopi yang seharusnya menghadap ke atas, tetapi oleh pemilik warung dibuat terbalik.
Penyajian dengan cara tersebut diberi nama sebagai kopi tatungkuik atau tertelungkup.
"Uniknya kopi di sini disajikan dalam posisi tatungkuik. Ini yang membuatnya berbeda dengan kopi yang lainnya, " kata pengelola warung Lapau Nasi Putuih Basambuang, M.Yursal (48), Senin (26/11/2018).
Ia menjelaskan, cara penyajian seperti ini pertama kali di daerah itu. Usaha ini sudah dirintis sejak 2013.
Sajian kopi ini sama seperti Kupi Khop di Meulaboh, Aceh Barat. Selain memang kopi yang didatangkan Yusral dari Aceh, cara penyajiannya memang terinspirasi dari Kupi Khop Meulaboh.
Dia mengatakan, usaha keluarga itu dirintis oleh adiknya. Namun karena adiknya pindah sejak empat bulan lalu, Yursal lalu melanjutkan usaha tersebut.
Menurut Yursal, penyajian dengan posisi terbalik bisa membuat kopi terasa lebih nikmat. Selain itu, panas seduhan kopi dapat bertahan lebih lama, mengingat hawa di Malalak tergolong cukup dingin.
"Dalam segelas kopi panas ditambahkan butiran ketan hitam dan susu yang kemudian gelas tersebut dibalikkan yang menempel ke tadah dan penikmatnya pun bisa menyeruput kopi yang ke luar di tadah memakai sedotan sehingga kopi yang terkurung di dalam gelas tetap terjaga panasnya," katanya menguraikan.
Cara mengeluarkan kopi dalam gelas terbalik dilakukan dengan perlahan mengangkat gelas sedikit demi sedikit dari tadah atau yang lebih mudah dengan menghisap bagian pertemuan gelas dan tadah memakai sedotan.
"Karena ketika diseruput butiran kopi dan ketan hitam juga akan ikut terbawa, sehingga bisa dikunyah oleh penikmatnya, "ujarnya.
Ia menyebutkan, kopi yang ia hidangkan dipesan langsung dari Aceh dan harga jualnya juga terjangkau oleh kantong yakni hanya Rp8.000 per gelasnya.
Seorang penikmat kopi tatungkuik, Febrianti (28) mengatakan cara penyajian kopi dengan gelas terbalik adalah unik dan belum pernah dijumpai di warung kopi lain yang pernah ia dikunjungi.
"Awalnya saya sempat binggung bagaimana cara minumnya, setelah ditanya kepada pemiliknya baru saya mengerti," ucapnya saat menikmati kopi tatungkuik.
https://www.covesia.com/travel/baca/64586/seduhan-kopi-tatungkuik-di-malalak-ini-bakal-bikin-penasaran
NEGERI ANTARA: JEJAK PUTRO ALOH dan MANUSIA HARIMAU Karya: Mahlil Azmi Di pagi yang cerah, saat embun masih menempel di daun-daun dan suara burung hutan bersahut-sahutan, aku bersama seorang teman bernama Jupri memulai perjalanan menuju Gunung Alue Laseh, tujuan kami sederhana menangkap si kicau, burung cempala yang terkenal lincah dan bernilai mahal di kampung kami. Bekal kami pun tak seberapa: nasi, sedikit ikan asin, dan air secukupnya. Namun jarak yang jauh dan medan yang berat tak membuat semangat kami luntur. “Lil, kalau dapat cempala besar, kau traktir kopi ya,” kata Jupri sambil tertawa, memikul tasnya yang tampak lebih besar dari isinya. “Kau tenang saja, asal jangan kau makan burungnya duluan,” balasku. Kami tertawa, tawa ringan khas dua pemuda kampung yang belum tahu apa yang menanti di depan. Gunung kami memang bukan gunung biasa. Ia bagian dari hutan pegunungan Leuser di barat selatan Aceh. Di sana hidup binatang buas, termasuk sang raja hutan—harimau. Tapi ba...
Genggong merupakan alat musik tradisional khas Bali yang termasuk dalam jenis alat musik tiup. Alat musik ini terbuat dari bahan dasar bambu atau pelepah aren dan dimainkan dengan cara ditempelkan ke mulut, lalu dipetik menggunakan tali yang terpasang pada bagian ujungnya. Suara yang dihasilkan oleh genggong berasal dari getaran lidah bambu yang dipengaruhi oleh rongga mulut pemain sebagai resonator. Oleh karena itu, teknik memainkan genggong membutuhkan keterampilan khusus dalam mengatur pernapasan dan posisi mulut. Dalam kebudayaan Bali, genggong sering digunakan dalam pertunjukan seni tradisional maupun sebagai hiburan rakyat. Selain memiliki nilai estetika, alat musik ini juga mencerminkan kearifan lokal dan kreativitas masyarakat Bali dalam memanfaatkan bahan alam sekitar.
1. Rendang (Minangkabau) Rendang adalah hidangan daging (umumnya sapi) yang dimasak perlahan dalam santan dan bumbu rempah-rempah yang kaya selama berjam-jam (4–8 jam). Proses memasak yang sangat lama ini membuat santan mengering dan bumbu terserap sempurna ke dalam daging. Hasilnya adalah daging yang sangat empuk, padat, dan dilapisi bumbu hitam kecokelatan yang berminyak. Cita rasanya sangat kompleks: gurih, pedas, dan beraroma kuat. Rendang kering memiliki daya simpan yang panjang. Rendang adalah salah satu hidangan khas Indonesia yang paling terkenal dan diakui dunia. Berasal dari Minangkabau, Sumatera Barat, masakan ini memiliki nilai budaya yang tinggi dan proses memasak yang unik. 1. Asal dan Filosofi Asal: Rendang berasal dari tradisi memasak suku Minangkabau. Secara historis, masakan ini berfungsi sebagai bekal perjalanan jauh karena kemampuannya yang tahan lama berkat proses memasak yang menghilangkan air. Filosofi: Proses memasak rendang yang memakan waktu lama mela...
Ayam goreng adalah salah satu menu favorit keluarga yang tidak pernah membosankan. Namun, jika kamu ingin mencoba variasi yang lebih gurih dan harum, ayam goreng bawang putih renyah adalah pilihan yang tepat. Ciri khasnya terletak pada aroma bawang putih yang kuat serta kriukannya yang renyah saat digigit. Resep ini juga sangat mudah dibuat, cocok untuk menu harian maupun Bahan-Bahan Bahan Ayam Ungkep ½ kg ayam (boleh potong kecil agar lebih cepat matang) 5 siung bawang putih 4 siung bawang merah 1 sdt ketumbar bubuk 1 ruas kunyit (opsional untuk warna) Garam secukupnya Kaldu bubuk secukupnya Air ± 400 ml Bahan Kriuk Bawang 5–6 siung bawang putih, cincang halus 3 sdm tepung maizena ¼ sdt garam ¼ sdt lada Minyak banyak untuk menggoreng Cara Membuat Ungkep ayam terlebih dahulu Haluskan bawang putih, bawang merah, kunyit, dan ketumbar. Tumis sebentar hingga harum. Masukkan ayam, aduk rata, lalu tuang air. Tambahkan garam dan kaldu bubuk. Un...
Ayam ungkep bumbu kuning adalah salah satu menu rumahan yang paling praktis dibuat. Rasanya gurih, aromanya harum, dan bisa diolah lagi menjadi berbagai hidangan seperti ayam goreng, ayam bakar, hingga pelengkap nasi kuning. Keunggulan lainnya, resep ini termasuk cepat dan cocok untuk kamu yang ingin memasak tanpa ribet namun tetap enak. Berikut resep ayam ungkep bumbu kuning cepat yang bisa kamu coba di rumah. Bahan-Bahan ½ kg ayam, potong sesuai selera 4 siung bawang putih 5 siung bawang merah 1 ruas kunyit 1 ruas jahe 1 ruas lengkuas (geprek) 2 lembar daun salam 2 lembar daun jeruk 1 batang serai (geprek) 1 sdt ketumbar bubuk (opsional) Garam secukupnya Kaldu bubuk secukupnya Air ± 400–500 ml Minyak sedikit untuk menumis Cara Membuat Haluskan bumbu Blender atau ulek bawang merah, bawang putih, kunyit, jahe, dan ketumbar bubuk (jika dipakai). Semakin halus bumbunya, semakin meresap ke ayam. Tumis bumbu hingga harum Panaskan sedikit m...