Haloo sobat budayaaaa, kalian pasti tau kan kalau Indonesia itu memiliki berbagai macam kuliner yang identik nih dengan perayaan lebaran. Nah salah satunya adalah suku jawa. Pada saat lebaran orang jawa terbiasa membuat kupat. Bahkan kupat menjadi suatu tradisi bagi orang jawa lhooo. Yapss tradisi itu bernama “ Bakda Kupat” selain disebut sebagai bakda kupat, biasa disebut juga sebagai Kupatan ataupun Kupat Syawalan. Tradisi adalah sebuah tradisi dimana saat hari ke tujuh lebaran masyarakat jawa membuat kupat sebagai makanan utama yang akan dihidangkan bagi tamu yang datang. Kupat sendiri merupakan makanan yang terbuat dari beras yang dibungkus dengan anyaman daun kelapa yang muda atau yang biasa disebut janur(Achroni,2017). Kupat sendiri identik dengan bentuk persegi panjang maupun berbentuk segi empat. Bakda kupat telah ada dalam tradisi masyarakat jawa sejak mulai disebarkan nya agama islam ke tanah jawa. Bakda kupat diperkenalkan oleh salah satu dari walisongo yaitu Sunan Ka...
Apa yang teman-teman biasanya lakukan setelah shalat Idul Fitri? Biasanya, di Klaten terdapat tradisi ujung yang dilakukan setelah pulang dari sholat Idul Fitri. Tradisi ujung ini biasanya di daerah lain direpresentasikan sebagai sungkeman antara yang muda kepada yang tua. Tradisi ujung ini sebagai salah satu ajang silaturahmi dan saling mengunjungi di hari Idul Fitri. Orang yang dikunjungi adalah orang tua, kerabat, teman, dan orang-orang yang dihormati seperti kyai dan guru. Makna dari tradisi ujung adalah sebagai wujud penyesalan dan permintaan maaf atas segala perbuatan maupun perkataan buruk oleh yang muda kepada yang tua begitu pula sebaliknya. Biasanya, selain bermaaf-maafan, si tuan rumah juga akan memberikan fitrah atau THR, memberikan wejangan atau sekadar bercerita soal kehidupan, dan menyuguhkan makanan ringan maupun berat seperti ketupat, opor, sate, sambel goreng ati, sop serta lontong sayur. Tradisi ujung ini ternyata berawal dari tradisi sungkeman yang dilakukan s...
Kupatan yaitu tradisi turun temurun yang dilakukan oleh masyarakat Jawa yang dilakukan pada saat lebaran hari ketujuh atau hari terakhir lebaran. Kupatan berasal dari kupat yaitu ngaku lepat (mengakui kesalahan) mengakui kesalahan dan saling berminta maaf. Kupatan yang dilakukan di dusun bakalan kabupaten Boyolali yang dilakukan pada saat lebaran hari ketujuh dilaksanakan di halaman masjid mubarokah dusun bakalan pada saat hari Sabtu 29 April 2023 diikuti oleh seluruh warga dusun bakalan. Tradisi ini dilakukan dengan membawa makanan kupat, opor,sambel goreng , telur dan lainnya. Bersama warga masyarakat bersama sama membawa makanan ke halaman Masjid. Setelah semua warga berkumpul maka dilakukan doa bersama,setelah selesai doa masyarakat saling membuka makanan dan makan bersama di halaman Masjid. Setelah selesai makan masyarakat saling bersalaman meminta maaf dan setelah bersama sama pulang kerumahnya masing masing. Tradisi kupatan yang dilakukan pada Hari Syawal atau hari ketujuh...
Perayaan Hari Raya Idul Fitri dilakukan dengan berbagai cara, bahkan berbeda di tiap daerah. Mulai dari bentuk dan cara merayakan hingga makanan yang disajikan berbeda-beda. Di Jawa Tengah sendiri yang kental dengan budaya Jawa memiliki beberapa tradisi di Hari Raya Idul Fitri yang terdapat unsur-unsur budaya Jawa. Salah satu tradisi yang cukup terkenal dan masih dilestarikan hingga kini adalah Bodo Kupat. Ketupat memang sudah tidak asing pada Hari Raya Idul Fitri. Namun, jika umumnya ketupat disajikan ketika Hari Raya Idul Fitri yakni 1 Syawal, berbeda dengan tradisi di wilayah Grobogan. Grobogan merupakan salah satu kabupaten yang ada di Jawa Tengah. Terdapat tradisi Bodo Kupat atau juga disebut sebagai Bodo Kecil, yakni tradisi memasak dan menyajikan ketupat pada tanggal 7 Syawal, atau H+7 lebaran. Jadi, kebanyakan masyarakat Grobogan memasak ketupat tidak di hari H lebaran, namun di H+7 lebaran. Ketupat atau Kupat tidak menjadi satu-satunya hidangan yang dimasak di Bodo Kupat,...
Teman-teman, pasti udah gak asing dong sama kata sungkeman? Lalu, sungkeman itu apa sih ? Menurut KBBI, Sungkeman berasal dari kata sungkem yang berarti sujud atau tanda bakti dan hormat. Dalam Budaya Jawa Sungkeman bisa terjadi di beberapa tradisi yang salah satunya saat lebaran. Sungkeman adalah perilaku bakti dan hormat yang dilakukan oleh yang lebih muda ke yang lebih tua dengan saling memaafkan satu sama lain baik untuk kesalahan yang sengaja ataupun tidak, yang mana di dalamnya tersirat harapan dan doa agar ke depannya menjadi lebih baik. Sungkeman biasa dilakukan dari yang muda ke yang tua, seperti anak ke orang tua, anak ke kakek neneknya, dan seterusnya. Tradisi Sungkeman pada idul fitri ini tidak hanya dilakukan ke keluarga atau kerabat saja tetapi juga bisa dilakukan ke tetangga yang lebih tua. Sungkeman adalah tradisi yang disakralkan dan layak untuk bisa memberikan doa berkat yang diharapkan dan berkah untuk kehidupan yang baik serta mendapat rahmat dari Tuhan....
Setiap tahunnya, lebaran menjadi momen yang tepat untuk bersilaturahmi bersama orang-orang terdekat. Terdapat beberapa ciri khas tersendiri dalam setiap daerah di Indonesia dalam merayakan lebaran, seperti makanan, acara tradisi, dll. Salah satunya makanan yang biasanya dijadikan cemilan saat lebaran di Sragen adalah tape ketan. Akan aneh rasanya jika tidak ada sajian tape ketan saat acara lebaran. Tape ketan tuh apa sih? Tape ketan merupakan hasil fermentasi dari beras ketan dan juga ragi tape. Tape ketan nantinya akan dihidangkan dengan dibungkus daun pisang ataupun daun jambu. Tape ketan biasanya memiliki bentuk yang cair, lunak, dan juga lengket. Rasanya pun cenderung manis dan asam dari alkohol yang disebabkan fermentasi. Selain itu, tape juga bisa dinikmati dengan kombinasi hidangan lainnya seperti emping melinjo, es dawet, ataupun teh hangat. Saat lebaran akan tiba biasanya ibu-ibu di setiap rumah membuat tapenya masing-masing untuk disajikan ke tamu yang berkunjung. Biasa...
Sejak tahun 1900-an beberapa daerah di Jawa Tengah memiliki tradisi menerbangkan balon udara pada waktu-waktu tertentu, termasuk Idul Fitri, atau hari raya Islam. Peluncuran balon udara ini merupakan salah satu tradisi yang dimaknai sebagai momen kemenangan umat Islam saat Idul Fitri dan Idul Adha. Salah satu peluncuran balon udara yang terkenal di Jawa Tengah saat ini ada di Kabupaten Wonosobo yaitu Festival Balon Udara atau Cultural Balloon Festival (BCF). Balon tradisional Wonosobo ditemukan oleh Atmo Goper (1898-1978) pada pertengahan tahun 1920-an. Balon udara kreasi Pak Atmo sendiri terinspirasi dari balon udara yang mendarat bersama penumpang yang dilihatnya di Alun-alun Wonosobo saat masih muda. Balon Atmo Goper pertama dibuat dari kertas pilus (penduduk setempat menyebutnya kertas renyah) yang dipadukan dengan kertas payung. Penerbangan balon pertama Pak Atmo dilakukan di depan Masjid Krakal Tamanani dan disaksikan oleh rombongan warga sekitar. Tahun-tahun berikutnya, ki...
Soto Sokaraja sendiri berasal dari suatu daerah dekat dengan Purwokerto, Jawa Tengah. Meski berasal dari Sokaraja tapi produk ini tersebar di hampir seluruh wilayah Jawa Tenha dengab berbagai merk. Salah satujya Soto Plok Pyar yang ada di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. Menurut salah satu warga lokal menyatakan bahwa soto ini sudah ada sejak tahun 1990an. Namun, lokasi warungnya berbeda dengan yang sekarang. Beliau juga mengatakan warung soto ini sudah beberapa kali berganti lokasi dagang. Soto Plok Pyar sekarang berada di Jalan Kalimantan. Lokasi soto ini sangat strategis karena dekat dengan tempat wisata yaitu Pantai Teluk Penyu. Selain itu dekat juga dengan Terminal Cilacap Kota. Letak persisnya ada di ujung jalan besar dekat perempatan yang menuju ke pantai. Warungnya masih tradisional dan tidak terlalu besar. Sehingga tidak mampu menampung banyak pelanggan. Soto ini disajikan dengan ketupat yang dipotong kecil-kecil. Ciri khas soto ini adalah menggunakan sambal kacang da...
Apa hal yang identik dengan lebaran? selain hari yang suci, saling bermaafan, atau THR? yak ketupat. Ketupat atau Kupat di Jawa merupakan makanan khas hari raya yang sangat sering dijumpai di meja makan, kata ‘Kupat’ sendiri memiliki filosofi sebagai wujud permintaan maaf, sebagaimana kata itu berasal dari frasa ngaku lepat atau mengakui kesalahan (Misbah, 2018). Di Indonesia sendiri tentu setiap daerahnya memiliki tradisi yang berbeda, ada salah satu tradisi di Jawa Tengah yang menggunakan ketupat ini, dengan menggantungnya di depan atau di atas pintu rumah. Hal tersebut dilakukan untuk menghormati anggota keluarga yang telah meninggal. Terutama anggota keluarga yang ‘pergi’ saat usia dini. Dipercaya dengan melakukan hal ini mereka juga dapat merasakan hidangan yang rumah itu buat di hari raya, kepercayaan semacam ini seperti yang dijelaskan Liliweri (2021) bahwa kita dapat mengatakan bahwa "sistem kepercayaan" sama dengan pondasi dari keyakinan manusia, keyakinan ata...