Sebentar lagi bulan Ramadan tiba. Bulan yang dinanti-nanti oleh para muslimin di seluruh dunia. Di Indonesia bulan Ramadhan memiliki keistimewaan dibanding bulan-bulan yang lainnya. Karena pada bulan ini lah banyak kegiatan keagamaan dan juga kegiatan budaya yang timbul dari akulturasi agama dan budaya setempat. Banyak kegiatan-kegiatan agama yang mengakar sehingga menjadi tradisi yang tidak boleh ditinggalkan oleh segenap masyarakat setempat. Rentetan kegiatan budaya dimulai dari datangnya bulan Ramadan seperti pawai menyambut Ramadan -dalam istilah kami disebut Grebeg Ramadhan- sampai di penghujung Syawal ada tradisi syawalan sampai tradisi weh-wehan (saling memberi). Tradisi ini patut kita jaga dan lestarikan supaya bangsa Indonesia mempunyai identitas diri dihadapan masyarakat dunia. Menunjukkan bangsa Indonesia punya peradaban yang tinggi dibanding negara-negara yang lainnya. Salah satu dari rentetan budaya pada saat datangnya bulan ramadhan adalah budaya mudik lebaran....
Apa itu Keripik Tempe Benguk? Keripik tempe benguk merupakan keripik olahan yang berbahan dasar dari tanaman kara benguk ( mucuna pruriens ). Keripik tempe benguk merupakan olahan yang mirip dengan olahan keripik tempe kedelai. Perbedaannya,keduanya memiliki tekstur yang berbeda. Perbedaan tekstur tersebut akibat faktor perbedaan jenis bahan yang dipakai, yaitu benguk memiliki tekstur yang cenderung lebih keras dibandingkan dengan kedelai. Selain itu, dari segi rasa, keripik tempe benguk lebih pahit jika dibandingkan dengan keripik tempe kedalai. Ketika dimakan, rasa benguk akan lebih dominan dibandingkan tepungnya. Meskipun sedikit pahit dan kuat, keripik benguk ini tetap enak untuk dikonsumsi. Jadi, jangan khawatir untuk masalah rasa, karena keripik tempe benguk masih memiliki cita rasa tersendiri yang unik. Berawal dari Pekerjaan Baru Kapan dan siapa penemu pertama kali dari keripik tempe benguk sendiri tidak diketahui secara jelas jejak sejarahnya. Untuk tempe benguk sendi...
Idul fitri merupakan hari raya untuk umat muslim. Hari raya ini dilaksanakan pada tanggal 1 Syawal di tahun Hijriyah. Pada hari raya ini orang-orang saling bermaaf-maafan. Setelah idul fitri pada hari-hari berikutnya pada awal bulan syawal banyak keluarga-keluarga besar yang melaksanakan Halal Bi Halal atau sering di sebut “Ahlen”. Ahlen merupakan tradisi berkumpulnya keluarga besar dalam suatu acara yang bertujuan untuk saling bersilaturahmi dan saling bermaaf-maafan. Tradisi ini menghubungkan satu keluarga dengan keluarga yang lain yang masih dalam satu garis keturunan berasal dari eyang mereka. Ahlen dipercaya dapat mengakrabkan kembali keluarga yang mungkin sebelumnya tidak terlalu kenal. Pada umumnya, Ahlen dilakukan setahun sekali pasca lebaran idul fitri. Tradisi tersebut banyak dijumpai dipulau jawa khususnya di Jawa Tengah. Tempat kegiatannya biasanya dilaksanakan di salah satu rumah dari salah satu keluarga dan tempatnya selalu bergantian setiap tahunnya. Dalam memp...
Ziarah kubur merupakan salah satu kegiatan yang banyak dilakukan pada saat momen lebaran. Ziarah kubur pada saat lebaran tidak hanya dilakukan oleh umat muslim saja, tetapi juga dari agama lain juga. Ziarah dalam bahasa Arab memiliki arti mengunjungi. Ziarah kubur sendiri dapat diartikan sebagai kegiatan mengunjungi makam sanak saudara dan terdapat ritual berdoa di dalamnya. Ziarah kubur ini bagi pemudik adalah saran untuk bertemu dengan keluarga yang telah mendahului atau saat pemakaman mereka tidak sempat untuk datang (Anam, 2015). Seperti yang telah disebutkan diatas, kegiatan ziarah kubur lebaran ini tidak hanya dilakukan oleh umat muslim saja. Agama-agama lain juga memanfaatkan momen lebaran ini untuk berkunjung ke makam sanak saudaranya dan berdoa serta meminta maaf. Hal tersebut menunjukkan adanya toleransi dalam kegiatan antar agama. Ziarah kubur lebaran sendiri dilakukan biasanya setelah melakukan sholat idul fitri. Sebelum melakukan ziarah umumnya masyarakat melakukan k...
Guys , di daerah kalian ada tradisi ater-ater gak si ? Jika diantara kalian ada yang belum atau kurang tahu apa itu tradisi ater-ater, sini penulis spill ya. Ater-ater berasal dari Bahasa Jawa “ angateri ” yang berarti mengantar. Tradisi ater-ater merupakan budaya lokal dari masyarakat di wilayah jawa, Indonesia. Tradisi ini biasanya memberikan sebuah hantaran atau bahasa kekiniannya yaitu hampers dari jenis barang atau produk tertentu. Nah , dalam hantaran ini ternyata tidak hanya satu jenis barang saja loh tetapi bisa beberapa jenis barang dalam satu hantaran yaitu bisa berupa gula, teh, maupun roti atau makanan minuman siap saji. Tradisi ater-ater dilakukan dengan memberikan hantaran kepada orang-orang yang pantas mendapatkan hantaran tersebut seperti kepada sanak saudara yang lebih tua atau terdekat. Sehingga, tradisi ater-ater ini dapat membuat orang menyimpulkan bahwa seseorang yang memberikan hantaran itu bersifat dermawan, baik hati, ramah dan bersolidaritas tingg...
Haloo sobat budayaaaa, kalian pasti tau kan kalau Indonesia itu memiliki berbagai macam kuliner yang identik nih dengan perayaan lebaran. Nah salah satunya adalah suku jawa. Pada saat lebaran orang jawa terbiasa membuat kupat. Bahkan kupat menjadi suatu tradisi bagi orang jawa lhooo. Yapss tradisi itu bernama “ Bakda Kupat” selain disebut sebagai bakda kupat, biasa disebut juga sebagai Kupatan ataupun Kupat Syawalan. Tradisi adalah sebuah tradisi dimana saat hari ke tujuh lebaran masyarakat jawa membuat kupat sebagai makanan utama yang akan dihidangkan bagi tamu yang datang. Kupat sendiri merupakan makanan yang terbuat dari beras yang dibungkus dengan anyaman daun kelapa yang muda atau yang biasa disebut janur(Achroni,2017). Kupat sendiri identik dengan bentuk persegi panjang maupun berbentuk segi empat. Bakda kupat telah ada dalam tradisi masyarakat jawa sejak mulai disebarkan nya agama islam ke tanah jawa. Bakda kupat diperkenalkan oleh salah satu dari walisongo yaitu Sunan Ka...
Apa yang teman-teman biasanya lakukan setelah shalat Idul Fitri? Biasanya, di Klaten terdapat tradisi ujung yang dilakukan setelah pulang dari sholat Idul Fitri. Tradisi ujung ini biasanya di daerah lain direpresentasikan sebagai sungkeman antara yang muda kepada yang tua. Tradisi ujung ini sebagai salah satu ajang silaturahmi dan saling mengunjungi di hari Idul Fitri. Orang yang dikunjungi adalah orang tua, kerabat, teman, dan orang-orang yang dihormati seperti kyai dan guru. Makna dari tradisi ujung adalah sebagai wujud penyesalan dan permintaan maaf atas segala perbuatan maupun perkataan buruk oleh yang muda kepada yang tua begitu pula sebaliknya. Biasanya, selain bermaaf-maafan, si tuan rumah juga akan memberikan fitrah atau THR, memberikan wejangan atau sekadar bercerita soal kehidupan, dan menyuguhkan makanan ringan maupun berat seperti ketupat, opor, sate, sambel goreng ati, sop serta lontong sayur. Tradisi ujung ini ternyata berawal dari tradisi sungkeman yang dilakukan s...
Kupatan yaitu tradisi turun temurun yang dilakukan oleh masyarakat Jawa yang dilakukan pada saat lebaran hari ketujuh atau hari terakhir lebaran. Kupatan berasal dari kupat yaitu ngaku lepat (mengakui kesalahan) mengakui kesalahan dan saling berminta maaf. Kupatan yang dilakukan di dusun bakalan kabupaten Boyolali yang dilakukan pada saat lebaran hari ketujuh dilaksanakan di halaman masjid mubarokah dusun bakalan pada saat hari Sabtu 29 April 2023 diikuti oleh seluruh warga dusun bakalan. Tradisi ini dilakukan dengan membawa makanan kupat, opor,sambel goreng , telur dan lainnya. Bersama warga masyarakat bersama sama membawa makanan ke halaman Masjid. Setelah semua warga berkumpul maka dilakukan doa bersama,setelah selesai doa masyarakat saling membuka makanan dan makan bersama di halaman Masjid. Setelah selesai makan masyarakat saling bersalaman meminta maaf dan setelah bersama sama pulang kerumahnya masing masing. Tradisi kupatan yang dilakukan pada Hari Syawal atau hari ketujuh...
Perayaan Hari Raya Idul Fitri dilakukan dengan berbagai cara, bahkan berbeda di tiap daerah. Mulai dari bentuk dan cara merayakan hingga makanan yang disajikan berbeda-beda. Di Jawa Tengah sendiri yang kental dengan budaya Jawa memiliki beberapa tradisi di Hari Raya Idul Fitri yang terdapat unsur-unsur budaya Jawa. Salah satu tradisi yang cukup terkenal dan masih dilestarikan hingga kini adalah Bodo Kupat. Ketupat memang sudah tidak asing pada Hari Raya Idul Fitri. Namun, jika umumnya ketupat disajikan ketika Hari Raya Idul Fitri yakni 1 Syawal, berbeda dengan tradisi di wilayah Grobogan. Grobogan merupakan salah satu kabupaten yang ada di Jawa Tengah. Terdapat tradisi Bodo Kupat atau juga disebut sebagai Bodo Kecil, yakni tradisi memasak dan menyajikan ketupat pada tanggal 7 Syawal, atau H+7 lebaran. Jadi, kebanyakan masyarakat Grobogan memasak ketupat tidak di hari H lebaran, namun di H+7 lebaran. Ketupat atau Kupat tidak menjadi satu-satunya hidangan yang dimasak di Bodo Kupat,...