Satu lagi minuman khas Riau dengan nama unik, Es Lancang Kuning. Berbahan dasar mangga yang dicampur nata de coco dan es serut, minuman akan mampu menghilangkan dahaga di siang hari. Bahan-bahan: 1. Mangga yang sedikit asam manis 2. Es batu 3. Nata de coco 4. Gula secukupnya 5. Air mineral Cara Membuat: 1. Kupas buah mangga terlebih dahulu, kemudian cuci mangga hingga bersih. 2. Potong dadu mangga yang sudah di cuci, sisihkan. 3. Masukkan mangga, nata de coco, es batu dan tambahkan sedikit air ke dalam blender. 4. Tuangkan jus yang sudah diblender ke dalam gelas saji dan tambahkan sisa mangga yang sudah di sisihkan tadi. Es Lancang Kuning siap untuk dinikmati. Sumber: https://20160102162fitrianatasyasite.wordpress.com/2016/09/26/resep-es-lancang-kuning/
Lopek Bugi merupakan makan yang berasal dari riau, yang terbuat dari tepung ketan. Dahulu makanan ini disajikan untuk para bangsawan, namun sekarang makanan ini sudah banyak dijumpai dipinggir jalan lintas pekanbaru. Bahan-Bahan : 150 gram tepung ketan hitam 100 gram tepung ketan 300 ml santan. Daun pisang secukupnya. 250 gram kelapa parut muda 200 gram gula pasir Garam secukupnya. 1/2 vanilli. Cara Membuat : Campur Tepung ketan dan 300 ml santan, aduk hingga adonan mengental. Letakkan adonan diatas daun pisang. Bentul adonan memanjang. Untuk isi dari lopek bugi (inti) campur semua bahan menjadi satu. Setalah inti sudah bercampur menjadi satu, ambil adonan yang telah dibuat memanjang sebelumnya, belah bagian tengah, kemudian masukkan inti kebagian yang dibelah tadi. Lipat daun pisang yang sudah ada adonan diatasnya. Kukus dalam dandang hingga matang. Sumber : https...
Batobo, atau disebut juga tobo (toboh berarti berkelompok, bersama atau berkawan-kawan) adalah semacam arisan tani dalam mengolah tanah pertanian yang dilakukan secara bersama-sama dan bergiliran di antara anak tobo (anggota batobo). Batobo menjunjung tinggi prinsip kebersamaan dan kekeluargaan. Namun, hanya sebatas pengelolaan dan tidak berlaku terhadap hasil dari pertanian itu sendiri. Batobo terutama terdapat di daerah Kampar dan Kuantan Secama umum, batobo dapat dikelompokkan menjadi dua bagian yaitu batobo biasa dan batobo pasukuan. Batobo biasa merupakan tobo yang memiliki anak tobo berasal dari warga masyarakat tanpa memandang suku, sedangkan batobo pasukuan merupakan batobo yang memiliki anak tobo berasal dari satu suku yang sama. Batobo biasa dilaksanakan atas persetujuan pimpinan kampung, sedangkan batobo persukuan berdasarkan persetujuan ninik mamak dalam suku yang batobo. Perlaksaan batobo juga diiringi dengan penyiapan penganan secara bersama dan pertunjuk...
Nandong merupakan penyebutan untuk nyanyian pengantar tidur anak di kalangan orang Melayu Kuantan, Riau. Secara harfiah, nandong berarti nyanyian, alunan, lagu, atau irama (dengan maksud yang mendengar merasa terbuai) yang dibawakan sebagai pengantar (pembujuk) tidur. Dalam pemaknaan Melayu Kuantan, nandong dibedakan dari sananduang, basananduang (senandung). Nandong hanya untuk menidurkan anak, sedangkan senandung merupakan nyanyian untuk diri sendiri. Nandong mengandung nilai-nilai ataupun nasihat-nasihat bijak yang berupa ajaran-ajaran agama, nasihat, kasih sayang, harapan-harapan, kritikan, kerinduan ataupun keluh kesah yang diekspresikan secara eksplisit atau dengan bahasa kias. Nandong dikenali memiliki tujuh irama berbeda. Ketujuh irama tersebut tidak diberi nama khusus sehingga hanya dikenali dari nadanya saja. Liriknya berbentuk pantun dan frasa yang memiliki persamaan sajak untuk menjaga keindahan lirik. Istilah nandong juga digunakan di dalam beberapa...
Pada zaman kerajaan Rokan dipimpin Yang Dipertuan Sungai Daun Pekaitan, dikisahkan ada seorang puteri yang sangat cantik jelita tiada bandingnya. Ia bernama Puteri Hijau. Banyak raja menginginkan sang putri menjadi permaisurinya, termasuk raja dari Portugis dan juga raja dari kerajaan-kerajaan tetangga. Puteri Hijau berasal dari Gunung Ledang di daratan Melaka. Selain terkenal dengan kecantikannya, sang puteri juga sangat sakti. Ia berkelana dari satu kerajaan ke kerajaan lain. Dari Melaka, Bintan, sampai ke negeri Tiongkok. Puteri Hijau diramalkan akan berjodoh dengan seorang lelaki yang juga termasyhur di seluruh dunia. Lelaki itu mempunyai ciri khas ada parutan bekas luka di keningnya. Namun, meski sudah merantau sekian jauh hingga ke negeri Cina dan Keling, yang dicarinya tidak juga bertemu. Pada suatu hari, Puteri Hijau sampai ke Pekaitan. Ia menyamar sebagai seorang nenek tua dan menumpang di rumah salah seorang petinggi kerajaan, Datuk Penyarang namanya. Datuk Penya...
Perahu baganduang (perahu bergandung) adalah perahu kebesaran (semacam kereta kencana) yang digunakan di dalam tradisi manjopuik limau. Perahu ini dibuat dari perahu kecil (jalur mini) yang digandung (dirangkai) dengan dua perahu kecil lainnya dan ditegakkan dengan gulang-gulang ( tunggul adat ), simbol-simbol, serta dihiasi janur, dan kain panjang. Perahu baganduong merupakan lambang dari kemegahan, perjuangan, batobo , jalinan kasih, dan bentuk sanjungan seorang bujang kepada seorang gadis. Perahu baganduang memiliki tiga bagian utama dan beberapa bagian pendukung. Ketiga bagian utama tersebut adalah beranda, tonggak, dan lantai berpagar janur. Beranda merupakan simbol balai adat yang di dalamnya terdapat bangku panjang dan gapura yang terbuat dari janur. Beranda berfungsi sebagai ruang berdiam si bujang saat manjopuik limau . Tonggak adalah layar perahu baganduang sekaligus penyatu ketiga perahu, berfungsi sebagai rumah dari penempatan simbol-simbol. Simb...
Pagi hari ke 4 lebaran ratusan pemuda pemudi daerah Lubuk Jambi Kecamatan Kuantan Mudik Kabupaten Kuantan Singingi beramai-ramai berkumpul di tepian Sungai Kuantan. Tidak hanya berkumpul, para muda mudi ini juga berpasang-pasangan menaiki perahu yang terbuat dari buluh ditepian sungai tersebut. Sebanyak 20 perahu yang dibuat bersama-sama oleh masyarakat sekitar untuk dinaiki para pemuda pemudi yang berjumlah 30 orang. Perahu yang oleh masyarakat setempat disebut Perahu Baganduang tersebut dibuat dalam rangka melaksanakan tradisi adat yang telah dilakukan masyarakat terus menerus selama kurang lebih satu abad lamanya. Tradisi yang disebut masyarakat Festival Perahu Baganduang tersebut dijalankan oleh para muda-mudi mulai dari malam terakhir Bulan Ramadhan. Tokoh Masyarakat Daerah Lubuk Jambi, Raja Mahadi bercerita pada malam takbiran tersebut para pemuda yang masih lajang membawa mangkok berisikan beberapa buah jeruk untuk diberikan kepada pemudi yang diinginkannya un...
Teater rakyat Mamanda juga terkenal di Kecamatan Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir, Provinsi Riau, Indonesia. Bagaimana kesenian pertunjukan Mamanda yang awalnya berasal dari Kalimantan Selatan itu akhirnya dapat memasyarakat di daerah Tembilahan? Hal itu terjadi karena pada akhir abad ke-19 ada sebagian masyarakat Suku Banjar dari Kalimantan Selatan yang menjadi pendatang baru di wilayah Tembilahan, Indragiri Hilir. Kehadiran Suku Banjar di Tembilahan tidak terjadi begitu saja yang tanpa disebabkan adanya unsur manusia dan budayanya. Proses eksodus masyarakat Suku Banjar ke Tembilahan dilatarbelakangi oleh situasi dan masalah yang terjadi. Suku Banjar yang menetap di Kabupaten Indragiri Hilir terdiri dari sebelas anak suku, yaitu: Banjar Keluak, Banjar Amuntai, Banjarnegara, Banjar Kandangan, Banjar Barabai, Banjar Kuala, Banjarmasin, Banjar Pamengkeh, Banjar Martapura, Banjar Alabio, dan Banjar Rantau. Anak suku Banjar Keluak, Banjar Amuntai, da...
Tepuk Tepung Tawar adalah suatu adat di negeri-negeri Melayu, khusunya di Kepulauan Riau yang hidup dan berkembang dalam masyarakat sejak masa raja-raja dahulu hingga saat ini. Upacara tepung tawar ini sebenarnya diadopsi dari Ritual Hindu yang sudah lebih dulu dianut masyarakat Indoensia. Ketika para pedagang dari Gujarat dan Hadralmaut membawa ajaran Islam ke kawasan ini sekitar abad ke-7 masehi, mereka berhadapan dengan kepercayaan animisme (kepercayaan pada kehidupan roh) dan dinamisme (kepercayaan pada kekuatan gaib benda-benda) yang direstui agama Hindu. Kepercayaan ini sangat kuat disetiap lapisan masyarakat saat itu. Salah satunya adalah upacara tepuk tepung tawar, upacara ini menyertai berbagai peristiwa penting dalam masyarakat, seperti kelahiran, khitanan, perkawaninan, pintu rumah, pembukaan lahan baru, jemput semangat bagi orang yang baru luput dari mara bahaya, dan sebagainya. Dalam perkawinan, misalnya, Tepuk Tepung Tawar a...