Petis adalah pelengkap dan penyedap dalam masakan Indonesia. Petis berbahan dasar makanan laut, seperti ikan, kupang ( Corbula Faba), atau udang. Petis sendiri memiliki tampilan seperti pasta dengan warna coklat cenderung hitam. Ada berbagai macam rasa petis yang beredar di masyarakat, tapi di Jawa Timur rasa yang paling umum adalah petis yang sedikit manis dan petis yang cenderung asin. Berikut ini adalah jenis petis yang berasal dari wilayah pulau Jawa. Jenis Petis 1. Petis Jawa Timur (Sidoarjo dan sekitarnya) Di Jawa Timur, petis muncul karena ketidaksengajaan. Pada saat itu, nelayan Jawa Timur memiliki tangkapan udang dan kupang yang berlebih. Agar hasil tangkapan tersebut lebih awet, istri dari para nelayan merebusnya. Dalam proses selanjutnya, istri para nelayan memberikan lelehan karamel gula batok. Hal tersebut menyebabkan rasa dan bentuk khas dari petis Jawa Timur, yakni manis dan berwarna cokelat cenderung hitam. 2...
Asal Usul Kata Jancok di Surabaya Apa yang terlintas di pikiran kita jika mendengar kata “Jancok” ???. mungkin kita akan berpikir jika itu adalah kata dengan konotasi negatif. Banyak orang salah mengartikan “Jancok” sama dengan kata makian padahal sebenarnya “Jancok” memiliki makna tersendiri. Stereotype yang demikian itu telah terbangun secara tidak lansung di kepala masyarakat. Oleh karena itu saya akan menjelaskan sejarah kata “Jancok” dalam dalam bentuk cerita rakyat yang saya ketahui. Untuk mengetahui sejarah kata “Jancok” marilah kita mundur ke zaman penjajahan belanda. Dahulu saat belanda menyerang Indonesia, para pemuda bangsa dan TKR berjuang keras untuk mengusir penjajah dengan persenjataan seadanya. Pada era ini lah Surabaya mulai mengenal kata “Jancok”. Ket...
Saat mendengar 10 November, pasti teringat akan hari pahlawan dan tentunya Kota Pahlawan atau biasa kita dengar, Kota Surabaya. Kota Surabaya sebagai saksi bisu terjadinya sejarah peperangan hebat antara pihak pasukan Indonesia dengan pasukan asing. Pertempuran ini merupakan pertempuran pertama setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, salah satu pertempuran terhebat dan terbesar dalam sejarah revolusi Indonesia karena rakyat Surabaya hanya menggunakan bambu runcing sebagai senjatanya. Hanya bersenjatakan bambu, pasukan Inggris dapat dipukul mundur. Ada yang berkata bahwa pertempuran ini dapat dimenangkan disebabkan oleh kegigihan arek-arek Suroboyo yang tak kenal lelah demi mengusir penjajah, doa yang tak henti-henti dipanjatkan, oleh karena munculah ungkapan bonek, yaitu bondo nekat yang berarti hanya berlandaskan semangat tak kenal takut yang nekat yang melekat pada...
Reog, tarian yang sudah tidak asing lagi di telinga kita semua sebagai masyarakat Indonesia, terkhusus masyarakat pulau Jawa. Sebuah tarian yang menggunakan topeng singa dengan ekor merak sebagai atributnya. Reog biasanya diadakan saat upacara adat maupun sekedar kesenian budaya. Banyak cerita di balik Reog Ponorogo, tidak banyak juga yang tau sejarah tentang Reog sendiri. Konon, Reog berasal dari Kerajaan Kediri, Jawa Timur. Di kerajaan tersebut ada seorang putri raja bernama Putri Sanggalangit, ia sangat baik hati dan cantik parasnya sehingga banyak pangeran yang datang untuk melamarnya. Namun sayangnya Putri selalu menolak lamaran para pangeran, lantas sang Raja khawatir dan berbicara kepada sang Putri. Raja meminta sang Putri menerima salah satu pangeran dan sang Putri pun tidak dapat menolak permintaan ayahnya. Sang Putri pun memberikan syarat pada pangeran yang ingin melamarnya, syaratnya yaitu mereka harus mengadakan pertunjukan yang belum pernah ada di negri ini. Tidak berhe...
Pada tahun 1964 terjadi peristiwa bersejarah buat masyarakat Bali dan Banyuwangi Yaitu dengan meletusnya Gunung Agung, Dengan meletusnya gunung agung ini memberi dampak negatif juga berdampak positif. Dari segi negatif di mana debu abu vulkanik Gunung Agung yang hampir menyelimuti pulau Bali serta Jawa Timur ( Banyuwangi ) selama berhari bahkan berminggu minggu Dampak akibat letusan Gunung ini perekonomian tidak bisa berjalan dengan baik( orang akan malas untuk keluar rumah untuk beraktifitas tiap harinya. Di desa ( Gintangan) juga kena dampak nya di mana masyarakatnya di setiap rumah juga terganggu aktifitasnya ( malas keluar rumah , ternaknya di taruh di kandang, cari makanan ternak juga susah rumput jadi kotor dan lain lain sebagainya. Hidup di pedesaan memang sangatlah enak ( buat saya lo .karena anak desa) dan di depan rumah pasti ada pohon kelapa,Pohon Kelapa Ini di gunakan untuk hiasan semata,Karena rerumputan susah maka daun kelapa ini ini tiap sore daun nya di ambil untuk b...
Salah satu jenis makanan berbahan dasar sayur yang sering kita temui di berbagai tempat adalah Nasi Pecel. Nasi Pecel sendiri terdiri dari berbagai jenis, yakni Pecel Madiun, Pecel Ponorogo, Pecel Tumpang, dan yang paling kita kenal yakni Pecel Lele. Namun, konon, Nasi Pecel Madiun adalah nasi pecel terenak sehingga menjadi ikon di Nasi Pecel Indonesia. Makanan ini berasal dari Madiun, sebuah kota kecil di timur Jawa. Nasi Pecel ini adalah perpaduan dari beragam sayuran yang disiram dengan sambel kacang khas Pecel Madiun. Biasanya, sayur yang digunakan adalah bayam, kenikir, bunga turi, krai, kacang panjang, dan kecambah. Tidak semua sayuran dipakai, biasanya hanya ada 3-4 jenis sayur dalam satu porsi nasi pecel. Sambal Pecel Madiun pun berbeda dari sambal pecel yang lain. Sambal ini terdiri dari bahan sederhana, yakni kacang tanah, cabai, gula merah, dan bahan lain seperti jeruk purut yang ditumbuk hingga halus. Nasi pecel biasa dilengkapi dengan peyek atau kerupuk lempeng (e dibac...
Kacang Shanghai yang oleh orang asli Tulungagung dengan logat jawanya sering disebut “Canggei” ini merupakan salah satu kekayaan budaya Indonesia berupa makanan khas yang bisa disumbangkan oleh Kabupaten Tulungagung, salah satu dari 29 kabupaten di Provinsi Jawa Timur. Nama kacang shanghai ini sering dikenal dengan istilah kacang atom. Sebaga nama produk pasarannya. Namun, seperti yang sudah saya jelaskan di awal, masyarakat Tulungagung sering menyebut makanan ini, canggei. Menurut orang Jawa, canggei ini memiliki arti kaCANG sing diGawE karo diinterI atau dalam bahasa Indonesia berarti kacang yang dibuat (mungkin maksudnya dibuat menjadi makanan) dan diinteri berarti dibuat bulatan-bulatan, karena memang canggei ini bentuknya bulat-bulat seperti kelereng. Canggei ini dikatakan sebagai makanan atau tepatnya camilan khas dari Tulungagung karena sejarahnya sebagai berikut : dulunya, canggei ini bukan merupakan camilan khas dari Tulungagung, namun kemudian mulai sekitar t...
Rek Ayo Rek Rek ayo rek mlaku mlaku nang Tunjungan Rek ayo rek rame rame bebarengan Cak ayo cak sopo gelem melu aku Cak ayo cak nggolek kenalan cah ayu reffrain : Ngalor ngidul liwat toko ngumbah moto Masio mung senggal senggol ati lego Sopo ngerti nasib Awak lagi mujur Kenal anake sing dodol rujak cingur Jok dipikir angger podho gak duwe sangu Jok dipikir Angger kon podho gelem mlaku Mangan tahu jok dicampur nganggo timun Malam minggu jok podho digawe nglamun Arti Lirik : Rek ayo rek, jalan jalan ke Tunjungan (pusat perbelanjaan) Rek ayo rek, ramai ramai bersama-sama Cak ayo cak, siapa mau ikut aku? Cak ayo cak, cari kenalan cewek cantik Refrain : (Berjalan-jalan) ke utara, ke selatan, melewati pertokoan (untuk) cuci mata Meski hanya bersenggolan - dengan cewek cantik (tapi membuat) hati lega Siapa tahu nasib badan sedang bagus (Bisa) Berkenalan dengan anak penjual rujak cingur...
Budaya Panji yang Mulai Pudar dari Peradaban Cerita Panji merupakan sebuah karya sastra Jawa periode klasik, yang tepatnya dari era Kerajaan Kadiri (1104-1222). Karya sastra ini berisi kumpulan cerita mengenai kepahlawanan dan cinta yang terpusat pada dua orang tokoh utama, yaitu Raden Inu Kertapati (atau Panji Asmarabangun) dan Dewi Sekartaji (atau Galuh Candrakirana). Cerita tersebut memiliki beragam versi dan menyebar tidak hanya lingkup Indonesia khususnya Jawa, tapi Kamboja, Myanmar, dan Filipina. Beberapa versi diantaranya Keong Mas, Ande-Ande Lumut,Panji Kuda Sumirang, Panji Kamboja, Panji Serat Kanda, Angron Akung, Jayakusuma, Panji Angreni Palembang, Panji Kuda-Nurawangsa, Ketek Ogleng , Ragil Kuning dan Golek Kencana. Karena terdapat banyak cerita berbeda tetapi saling berhubungan, maka cerita-cerita tersebut dimasukkan dalam satu kategori yang disebut “Lingkup Panji”. Cerita-cerita dalam Lingkup Panji banyak digunakan dalam b...