Tersebutlah kisah, ada seorang raja mempunyai anak tunggal. Pada suatu ketika sang raja meninggal dunia, dan kini tinggallah ibunya bersama si anak tunggal itu. Sesudah orang tuanya meninggal maka si anak tunggal, dingkatlah menjadi raja di negeri itu, menggantikan kedudukan ayahnya. Raja yang baru diangkat ini, kemudian mempersuntingkan seorang puteri untuk dijadikan permaisurinya. Dari perkawinan ini mereka memperoleh anak sepuluh orang. Tak berapa lama kemudian, raja ini beristri lagi, dan dari istrinya yang kedua ini mereka memperoleh anak tujuh orang. Selang berapa lama, ibunda sang raja meninggal dunia menyusul ayahandanya. Beberapa saat sebelum ibunya meninggal, semua cucu-cucunya, anak dan kedua menantunya dikumpulkan, kemudian beliau berpesan. "Kalau saya nanti meninggal, semua harta yang ada kalian bagi sama rata." Maka si ibu pun meninggal. Beberapa waktu kemudian, istri kedua dari sang raja berpikir-pikir, "Kalau begini caranya, harta ini bisa habis dibagi oleh a...
Tersebutlah suatu keluarga, mempunyai dua orang anak, yang sulung laki-laki dan adiknya perempuan. Setelah anak itu berumur kira-kira sepuluh tahun, orang tuanya yang perempuan meninggal dunia, tiga bulan sesudah itu dengan takdir Tuhan Yang Maha Kuasa, ayah mereka menyusul pula pulang ke alam baka. Tinggallah mereka berdua, berusaha mencari nafkah untuk kelangsungan hidupnya. Mereka makan dari hasil tanaman tegalan, dan sayur-sayran serta umbi-umbian. Kadang-kadang mereka tidak makan, karena hasilnya belum mencukupi. Selain bercocok tanam, kadang-kadang yang laki-laki pergi memikat burung ke dalam hutan, karena semasa orang tuanya masih hidup, dia kerapkali dibawa ayahnya memikat burung. Suatu pagi adiknya berkata kepada kakaknya, "Bang, hari ini tidak ada lauk buat kita makan" Jawab abangnya," Kalau begitu biarlah saya pergi dulu memikat burung." Lalu pergilah dia ke hutan, sedangkan adiknya terus memasak nasi. Hari itu rupanya mereka lagi bernasib sial, tidak seperti bi...
Pada suatu ketika Sebatin (kepala adat), Tanjung Betuah Putih, naik perahu berdagang rotan ke Singapura. Untuk sampai di Singapura harus menempuh perjalanan kurang lebih dua puluh lima hari. Di Singapura dia menjual rotan yang terdiri atas tiga macam yaitu rotan kecil, rotan sedang dan rotan besar. Sesudah menjual rotan ia membeli kursi, ranjang yang mahal-mahal dan sebagainya. Tiba-tiba datang seorang tuan Haji yang memperkenalkan namanya Haji Husin, orang Padang asal Sawa Lunto. Kemudian berbincang-bincang menanyakan kepada mereka tentang apa dan bagaimana halnya dengan agama orang-orang di Cukuh Balak Jawab Sebatin dan kawan-kaannya. ilustrasi oleh waliallahswt.blogspot.com "Agama mereka di sana adalah agama Budha." Kata Haji Husin, "Bagaimana kalau saya ikut kalian ke sana, saya ingin kerja upahan disana, upahan apa saja." Dijawab mereka, "Kerja usaha disana tidak ada, selain dari mengambil rotan di hutan, memanjat kelapa, atau pergi ke Betawi menjual rotan saj...
Cerita ini mengisahkan si Kura Sakti tujuh bersaudara anak raja Pagaruyung. Mereka disuruh pergi merantau dari negeri Pagaruyung mencari daerah baru yang cukup jauh dari Pagaruyung. Pergilah tujuh bersaudara tersebut, sedang Si kura ditandu karena tidak dapat berjalan. Si kura sudah dewasa, tetapi belum dapat berdiri, melainkan selalu terbaring saja. Jadi abangnya yang terus si Muradatu serta adik-adiknya bergilir menandunya. Sudah satu hari satu malam mereka berjalan, baru mereka membuat gubuk dekat hulu sungai antara Pagaruyung dan Bengkulu. Bermalamlah mereraka di situ sampai dua atau tiga malam. Pekerjaan mereka di daerah itu mencari ular, mencari babi, mencari monyet dan binatang-binatang apa saja yang dapat mereka tangkap. Itulah yang menjadi makanan mereka tiap hari. Sesudah binatang-binatang di daerah itu tinggal sedikit lagi, mereka pindah lagi melanjutkan perjalanan ke gunung Pesagi, dan bermalam lagi disana. Sesudah seminggu, mereka melanjutkan perjalanan lagi, sedang...
Dahulu di Bengkulu ada sebuah kerajaan, rajanya bernama Kiyai Ratu Agung dan istrinya bernama Putri Dewi. Raja dan Ratu ini telah berpuluh-puluh tahun hidup berumah tangga, namun tidak mempunyai anak, jangankan mempunyai anak, hamil pun tidak. Melihat keadaan yang demikian, istri raja menjadi sedih. Kemudian raja memerintahkan untuk memanggil ahli nujum guna meramalkan nasib mereka. Apakah bisa diberkahi anak atau tidak. Ahli nujum membuka-buka kitab nujumnya dan menurut ramalan yang ada dalam buku tersebut bahwa jika Raja dan Ratu ingin mempunyai anak, Raja harus pergi bertapa ke sebuah pulau, namanya pulau Sumedang. Di pulau itu ada sebatang kayu yang bernama Sumedang. Kayu tersebut mempunyai lima lembar daun, tiga lembar berbentuk bulat, dan dua lembar berbentuk pipih. Bila lima lembar daun itu telah gugur baru Raja kembali ke rumah, tetapi bila kelima daun itu belum gugur berarti Raja belum bisa pulang. Kemudian Raja diantar oleh rakyatnya untuk bertapa dan sesampainya d...
Tersebutlah kisah, seorang raja mempunyai dua orang istri. Dari istrinya yang pertama, Raja memperoleh seorang putra, dan dari istri yang kedua mendapat dua orang anak, yang seorang perempuan dan seorang laki-laki. Setelah anaknya berumur kurang lebih empat atau lima tahun, istri raja yang tua meninggal dunia. Karena putra ini sudah piatu, maka kehidupannya sehari-hari diurus oleh ibu tirinya. Putra dari istri pertama ini bernama Hasan, sedangkan putra dari istri kedua bernama Husin. Antara Hasan dan Husin hidup sangat serasi dan akur, tidak pernah berselisih faham, apalagi berkelahi. Segala kegiatan mereka berdua dikerjakan bersama-sama. Mandi bersama, tidur bersama, main-main bersama, makanpun bersama-sama. Di halaman rumah tempat mereka bermain terdapat beberapa ekor kuda milik mereka. Suatu ketika, Raja baru saja pulang dari bepergian. Sang Raja menanyakan perihal anak-anaknya kepada istrinya. Tiba pada giliran Hasan yang ditanyakan, istrinya menjawab dengan ketus "Ent...
Sultan Abidin adalah seorang putra Raja yang disuruh ayahnya mencari jodohnya ke seberang lautan. Dalam perjalanannya Sultan Abidin singgah di sebuah pulau. Di pulau ini Sultan Abidin mendengar suara seorang putri yang sedang membaca ayat-ayat suci Al-Qur'an di atas sebuah mahligai. Suaranya sangat merdu dan menawan hati, sehingga Sultan Abidin terpikat dan jatuh cinta pada putri itu. Sultan Abidin langsung menghadap Raja (ayah anda sang putri), dan mengatakan bahwa ia ingin melihat Batu permata raja yang elok dan besar. Sang Raja yang bernama Kurbi Pandita menjawab, "Ada memang saya simpan sendiri di tempat yang khusus, terpisah dari yang lainnya." Sesungguhnya Kurbi Pandita telah mengerti apa yang dimaksud oleh Sultan Abidin, Sultan Abidin langsung melamar putri Kurbi Pandita dan diterima oleh Kurbi Pandita tapi tanpa sepengetahuan putranya yang tertua, kakak putri tadi. Perkawinan segera dilaksanakan. Selesai perkawinan Sultan Abidin kembali ke negerinya membawa sang putr...
Menurut cerita rakyat nama-nama yang ada di Banjar Manis itu mempunyai riwayat sendiri-sendiri, disesuaikan dengan keadaan dan peristiwa yang terjadi, seperti Way Awi, karena sepanjang kali ini ditumbuhi Awi (bamboo), di sekitar kali inilah terletak pedukuhan Banjar Batin. Penduduk yang mula-mula mendiami daerah ini, pindahan dari Putih Doh, karena itulah mereka bernama Banjar Batin yang artinya sejajar dengan Sabatin, keturunan ini tidak lama mendiami Banjar Batin, mereka berpindah ke daerah lain di sebelah utara Way Tulung Kuya, yang sampai sekarang bernama Sukapura. Sedangkan penduduk Tanjung Manis datang kemudian dipimpin oleh Raja Penabokh. Tanjung Manis terletak di tempat yang agak tinggi. Manis merupakan harapan dari penduduk yang datang kemudian ini kepada penduduk Banjar Batin, agar dapat hidup berdampingan dan damai antara dua pedukuhan yang berdekatan itu, Selain itu ditujukkan pula kepada keluarga Raja Penabokh sendiri agar hidup rukun dan damai serta jangan melupaka...
Zaman dahulu kala, semua manusia menyembah roh nenek moyang. Paya Kijing telah ada penghuninya yaitu Sakawira dengan anak buahnya. Pekerjaan mereka berburu dan mencari ikan di kali, Sakawira sebagai pemimpin, sangat disegani para pengikutnya, karena dia mempunyai pasukan syaitan di rawa Kijing ini dan juga pasukan buaya, kalau dia mau bepergian di darat, harimau adalah kudanya. Selain itu memang bentuk tubuhnya tinggi besar, tampan dan anggun kelihatannya. Untuk bertanding, ilmu kebal dan ilmu lainnya dimilikinya, sedangkan pengikutnya tak seorang pun yang memiliki ilmu yang demikian. Itulah sebabnya, dia diam di Rawa Kijing, karena disitu aman dan tenteram. Selain memiliki kegagahan, Sakawira memiliki hati yang lembut. Dia peramah dan pemurah. Istrinya delapan orang. Dia sangat kasih dan sayang terhadap istri-istrinya, terutama kepada istrinya yang termuda. Sudah menjadi kebiasaan bagi Sakawira dan pengikutnya setiap mereka meminta sesuatu kepada Eyangnya, maka dia mengorbankan...