Sanggara Balanda merupakan salah satu kue tradisional lhas satu-satunya yang hanya ada di Sulawesi Selatam khusus nya di kota Makassar. Sanggara Balanda merupakan kue yang terbuat dari buah pisang khusus nya jenis Pisang Raja yang dibalur dengam kocokan telur lalu digoreng. kemudian diisi dengan isian yang terbuat dari kacang tanah sangrai yang ditumbuk semi kasar dicampur dengan gula pasir dan mentega. pisang yang sudah digoreng kemudian dibelah tengahnya kemudian diisi dengan isian. biasanya sanggara balanda disiram dengan cairan gula agar rasanya lebih manis lagi. sanggara balanda tidak ada di kota lain selain kota Makassar, dan sering dijumpai pada saat acara hajatan perkawinan suku bugis Makassar. pada perayaan adat Sulawesi Sleatan khusus nya suku bugis Makassar, biasanya disajikan kue yang mengembang. salah satu nya Sanggara Balanda. filosofinya agar perkawinan tersebut makmur dan sejahtera perjalanan nya. disebut sanggara balanda karena terbuat dai mentega. menurut i...
Bayao Ni Balu merupakan salah satu kue khas dari Sulawesi Selatan khusus nya di kota Makassar. Dalam bahasa Bugis, Bayao artinya "telur" dan Ni'balu artinya "dibalut". Jadi kue Bayao Ni'balu artinya adalah dibalut telur. Apa yang dibalut telur? jawabannya adalah "durian". Makanan khas Bugis ini biasanya ditemui saat upacara pernikahan adat. Ada bagian dalam ritual di malam sblm pernikahan yg bernama Appakanre Bunting. Dalam ritual ini, orangtua mempelai wanita menyuapi anak mereka dengan beberapa kue tradisional yg sarat dengan simbol dan pemaknaan, salah satunya adalah kue Bayao Ni'balu. Telur merupakan simbol dari keturunan dan rasa manis durian melambangkan kesejahteraan/kebahagiaan. Diharapkan dari pernikahan yang terjadi akan menghasilkan keturunan dan kesejahteraan bagi pasangan pernikahan tersebut. Balutan telur dari kue ini sangat lembut teksturnya, isi duriannya asli dari buah durian matan. Ukuran kueny...
Barobbo merupakan makanan khas yang terbuat dari Jagung atau masyarakat Sulawesi Selatan kenal dengan nama " Biralle " (makassar) atau " arelle " (Bugis). Makanan ini merupakan salah satu makanan dengan penggemar yang cukup fantastis, kalau dikalangan masyarakat sendiri bahan dasar ini memang sangat familiar. A da banyak masakan dan makanan yang dapat dibuat atau dihasilkan dari bahan dasar jagung ini,jagung untuk masyarakat Sulawesi Selatan sendiri berada di urutan dua setelah pisang untuk dibuat masakan atau makanan, baik itu dalam bentuk kue, makanan tradisional, campuran untuk sayur dan lain-lain. Sepintas tampilan barobbo mirip dengan bubur manado. Karena barobbo menggunakan banyak sayuran dan jagung putih yang digunakan sangat mirip dengan nasi. Letak perbedaan keduanya berada pada bahan utama, bubur manado terbuat dari beras sedangkan barobbo terbuat dari jagung. Barobbo memiliki cita rasa ringan jika dibandingkan dengan makanan khas Sulawesi Selatan lain yang mayorit...
Lidah orang Bugis-Makassar terkenal suka dengan yang agak masam dan gurih. Di Sulawesi Selatan ada banyak sekali makanan dengan cita rasa demikian, salah satunya adalah lawa jantung pisang. Perihal rasa tentunya tak perlu diragukan lagi, makanan ini menjadi menu tetap jika mengunjungi rumah makan khas Makassar. Lawa jantung pisang biasanya dijadikan lauk pada acara-acara besar seperti pernikahan. Walaupun sekarang sudah mulai jarang dihidangkan di beberapa daerah. Yang menarik dari makanan ini adalah ikan yang digunakan adalah ikan mentah. Dan membuat makanan ini tanpa ada proses masak-memasak. Tidak salah jika ada yang menyebut makanan ini sebagai sushi -nya Sulawesi Selatan. Lawa jantung pisang merupakan olahan dari ikan (mairo atau selari), jantung pisang, kelapa parut, jeruk nipis, cuka, cabai rawit dan garam. Proses pembuatannya cukup sederhana yaitu merendam ikan dengan cuka, jeruk nipis dan garam. Jantung pisang yang telah diiris tipis juga dimasukkan ke dalam ren...
Ikan parede merupakan makanan khas dari Daerah Palopo dan Luwu, Sulawesi Selatan, masakan ikan parede terbuat dari potongan ikan kakap putih atau ikan lamuru yang direbus dengan kunyit, garam, serai dan buah khas daerah palopo yaitu buah patikala ( Etlingera elatior (Jack) R.M.Sm). Buah patikala memiliki rasa asam yang bertujuan untuk menambah gurihnya rebusan kuah ikan parede. Ikan parede disajikan dan dinikmati dengan nasi dan sambal mangga. Secara tradisional buah patikala dimanfaatkan sebagai penambah cita rasa masakan dan juga memiliki kandungan senyawa fenolik dan flavanoid. Senyawa fenolik diketahui memiliki berbagai efek biologis sebagai antioksidan, melindungi struktur sel, antiinflamasi, dan sebagai antiseptik (Primadini, 2010). Sedangkan manfaat flavonoid antara lain untuk melindungi struktur sel, meningkatkan efektifitas vitamin C, antiinflamasi, mencegah keropos tulang dan sebagai antibiotik (Haris, 2011). Parede berasal dari kata Parede , Pa menunju...
Pisang goreng peppe atau Sanggara peppe merupakan makanan ringan khas Suku Bugis dan Makassar, terbuat dari pisang goreng yang dipukul-pukul hingga gepeng, berdasarkan cara pengolahannya dimana pisang harus terlebih dahulu dipeppe (Bahasa Bugis berarti dipukul-pukul). Jenis pisang yang biasa digunakan yaitu pisang kepok muda atau mengkal, orang Bugis biasa menyebutnya utti manurung. Pisang goreng peppe dalam penyajiannya disajikan bersama dengan cobe-cobe (sambal tomat dan cabe rawit yang dihaluskan). Cara makannya yaitu dengan cara mencocolkan pisang goreng peppe ke cobe-cobe, lalu dinikmati selagi hangat kadang dihidangkan bersama dengan teh manis panas. Dalam tradisi Suku Bugis kudapan pisang goreng peppe disajikan sebagai kudapan untuk tamu atau kudapan yang disantap saat berkumpul dengan keluarga atau teman. Cita rasa : pisang peppe memiliki rasa cukup manis serta tekstur pisang goreng yang garing dan renyah, ketika dimakan dengan cobe-cobe akan...
Lawara adalah salah satu makanan khas Suku Bugis yang tersebar di daerah Sulawesi Selatan, lawara terbuat dari bahan dasar berupa jantung pisang dan diberi tambahan bumbu berupa garam, perasan jeruk nipis dan parutan kelapa sangrai. Lawara dengan bahan utama jantung pisang dijumpai di Daerah Maros, Sulawesi Selatan. Lawara biasanya disajikan sebagai lauk pelengkap nasi. Cita rasa : gurih dan sedikit asam Lawara berasal dari Bahasa Makassar, dilawa yang berarti dihancurkan, dimana dalam hal ini bahan utama berupa jantung pisang yang sudah direbus diolah dengan cara dihancurkan (diremas) bersama dengan bumbu tambahan berupa garam, jeruk nipis, dan parutan kelapa sangrai. Sebelum menjadi lauk yang biasa digunakan dalam makanan sehari-hari. Lawara awalnya digunakan sebagai salah satu hidangan dalam acara-acara suku bugis, seperti pada acara pernikahan bisa juga pada acara massuro ma’baca . Tradisi massuro ma’baca berasal dari Bahasa Bugis, yaitu kata...
Kambu Paria adalah makanan khas Sulawesi Selatan, berupa masakan buah Pare atau dalam Bahasa Bugis dan Makassar disebut dengan nama paria. Paria diisi dengan kambu, kambu dalam Bahasa Bugis berarti isi, isi yang dimaksud adalah isian campuran ikan yang telah dihaluskan dengan parutan kelapa yang telah disangrai yang diracik dengan bumbu halus, dikukus kemudian direbus dengan kuah santan. Kambu paria diduga sudah ada sejak zaman kerajaan Wajo, dimana persebaran kambu paria ini meliputi daerah suku bugis yang mendiami daerah Sidenreng, Bone, Soppeng, Maros Camba, Pangkep, Pare-pare dan Barru. Sebelum dihidangkan menjadi lauk makanan sehari-hari bersama nasi dan menjadi salah satu menu rumah makan yang ada di Sulawesi Selatan. Kambu paria awalnya dihidangkan di acara tertentu khas suku bugis, seperti acara pernikahan ( botting ) atau acara massuro ma’baca atau suro baca (ritual doa dan tolak bala). Cita rasa : Saat mencicipi kambu pari...
Menurut dinasti La Galigo, bahwa orang-orang Soppeng berasal dari kerajaan Luwu, Raja-raja Luwu atau utusannya selalu pergi di Soppeng untuk menyelesaikan sengketa yang terjadi antara Matoa atau Onang. Menurut legenda, dahulu kala datu Luwu menempatkan wakilnya di Soppeng yang diberi yang bertugas menyelesaikan sengketa yang timbul antara Matoa, Jika kalau Datu Luwu (Sawerigading) tidak ada di Soppeng. Akhirnya tampil lah Arung Bila mewakili Sawerigading untuk memerintah di Soppeng. Suatu peristiwa alam yang mengerikan, hujan yang tidak pernah turun selama 7 (tujuh) turunan, sehingga terjadi kekeringan di kebun dan di sawah. Sawah dan ladang tidak dapat ditanami dan kelaparan menimpa rakyat Soppeng. Arung Bila sebagai penasehat kerajaan mengambil inisiatif untuk mengadakan musyawarah besar, dihadirkaan 30 Matoa dari Soppeng Riaja dan 30 Matoa dari Soppeng Rilau. Pertemuan tersebut membicarakan dan mencari solusi untuk mengatasi permasalahan masyarakat Soppeng, mengata...