Ngalaksa adalah sebuah adat yang terdapat di kabupaten Sumedang yang sampai sekarang masih terjaga kelestariannya. Sebuah Desa yang terdapat di kecamatan rancakalong yang nama desa tersebut sedikit unik. Mengapa? karena nama desa tersebut sama dengan nama kecamatanya yaitu Rancakalong. Di desa Rancakalong ini upacara adat ngalaksa terjaga kelestariannya karena sampai saat ini upacara ini masih berjalan. Terdengar aneh mendengar kata Ngalaksa karena tidak banyak masyarakat sumedang sendiri yang mengetahui mengenai ngalaksa khususnya pemuda sumedang. Apa itu ngalaksa ? ngalaksa adalah sebuah upacara adat untuk menyambut panen raya di sumedang khususnya di Desa Rancakalong tepatnya upacara untuk mengiringi proses pengangkutan padi ke lumbung padi.Khas dari Ngalaksa yaitu iringan musik dari Tarawangsa sebuah alat musik sejenis biola tetapi yang membuat tarawangsa berbeda dan khas ialah dia hanya menggunakan satu dawai dan sangat sulit untuk digunakan. Tarawangsa sendiri biasa di lantunka...
Ngalaksa adalah sebuah adat yang terdapat di kabupaten Sumedang yang sampai sekarang masih terjaga kelestariannya. Sebuah Desa yang terdapat di kecamatan rancakalong yang nama desa tersebut sedikit unik. Mengapa? karena nama desa tersebut sama dengan nama kecamatanya yaitu Rancakalong. Di desa Rancakalong ini upacara adat ngalaksa terjaga kelestariannya karena sampai saat ini upacara ini masih berjalan. Terdengar aneh mendengar kata Ngalaksa karena tidak banyak masyarakat sumedang sendiri yang mengetahui mengenai ngalaksa khususnya pemuda sumedang. Apa itu ngalaksa ? ngalaksa adalah sebuah upacara adat untuk menyambut panen raya di sumedang khususnya di Desa Rancakalong tepatnya upacara untuk mengiringi proses pengangkutan padi ke lumbung padi.Khas dari Ngalaksa yaitu iringan musik dari Tarawangsa sebuah alat musik sejenis biola tetapi yang membuat tarawangsa berbeda dan khas ialah dia hanya menggunakan satu dawai dan sangat sulit untuk digunakan. Tarawangsa sendiri biasa di lantunka...
Angklung berasal dari kata yang berasal dari bahasa Sunda, yaitu “angkleung-angkleung” yang artinya diapung-apung dan kata “klung” yang mana itu adalah suara dari angklung itu sendiri. Sehingga dapat diartikan bahwa angklung adalah suara “klung” yang dihasilkan dengan mengapung-apungkan alat musik tersebut. Meskipun begitu ada juga teori lain dari asal nama angklung tersebut. Ada yang berkata bahwa angklung berasal dari dua kata dalam bahasa Bali, yaitu “angka” yang berarti nada dan “lung” yang berarti hilang. Sehingga dalam teori ini angklung adalah nada yang hilang. Angklung adalah alat musik dari Jawa Barat yang terbuat dari beberapa pipa bambu yang memiliki berbagai ukuran dan dilekatkan pada sebuah bingkai bambu. Angklung dimainkan dengan cara tangan satu memegang bagian atas dari angklung dan tangan yang satunya lagi memegang bagian bawah di sisi lain angklung tersebut, lalu untuk memainkannya pemain hanya perlu menggoyangkan angklung dengan tangan yang memegan...
Karinding Karinding merupakan alat musik tradisional yang sudah lebih dari 600 tahun digunakan oleh masyarakat di Jawa Barat. Namun, adapula yang mengatakan bahwa karinding itu sudah digunakan pada zaman purba atau lebih tepatnya pada zaman megalitikum. Pada awalnya, karinding digunakan sebagai pengusir hama oleh petani. Namun seiring perkembangan zaman, karinding mulai digunakan sebagai alat untuk memikat hati seorang wanita oleh para pemuda pada masanya. Lalu, karinding mulai digunakan sebagai alat musik karena memiliki suatu getaran atau low decibel yang memiliki bunyi tidak jelas jika didengar oleh suara manusia. Di Jawa Barat banyak sekali pengrajin atau para pembuat karinding. Bahan yang digunakan untuk membuat karinding adalah batang pohon aren dan bambu berukuran 20cm x 1cm. Jenis bahan dan desain bentuk karinding menunjukan perbedaan usia, tempat, dan perbedaan gender pemakai. Misalnya karinding yang berbentuk susuk sanggul, banyak digunakan oleh kaum wanita. Konon karindin...
Bekasi pada dasarnya merupakan daerah urban yang di mana percampuran budaya dari Sunda dan Betawi. Di awali dengan budaya dari Sunda, masyarakat Bekasi sudah mengenal terlebih dahulu kesenian khas Sunda. Bisa disimpulkan bahwa Bekasi merupakan daerah yang berbudaya, namun dengan berjalannya waktu budaya-budaya yang dulu mengental kini mulai pudar. Penyebabnya terjadi karena berbagai macam faktor seperti kurangnya minat dari generasi muda, sedikitnya budayawan dan seniman yang mengasosiasi untuk melestarikan ke masyarakat, daerah Kota Bekasi yang letaknya dekat dengan kota metropolitan seperti Kota Jakarta yang membawa arus modernisasi dan memberi dampak ke daerah sekitar seperti masyarakat Kota Bekasi, masuknya budaya asing yang lebih diminati oleh generasi muda. Namun tidak sedikit budaya yang telah lama ada tetap eksis di masyarakat. Di beberapa sanggar dan tempat kesenian tertentu, seperti kesenian ujungan yang telah lama ada dan masih dilestarikan sampai sekarang. Kesenian Ujungan...
Beberapa penari berjalan kesana kemari sembari menganyunkan tangan kanan dan kirinya secara bergantian. Tangan-tangan itu pula bergerak sesuai dengan langkah kaki mereka. Dengan busana berwarna cerah dan aksesoris pelengkap, mereka menari mengikuti iringan musik yang dimainkan dengan manisnya. Tari yang dibawakan ini merupakan tarian tradisional yang berasal dari daerah Tangerang. Tari Lenggang Cisadane namanya. Nama Cisadane diambil dari nama sungai terkenal yang membelah dan membentang di sepanjang kota, yang juga merupakan ikon daerah ini. Makna penamaan Cisadane menyiratkan arti sebagai orang yang menginjakkan kakinya di Tangerang dan meminum air sungainya akan merasa betah berada di daerah ini. Diharapkan pula, nama Cisadane bisa dijadikan sebagai ciri khas yang mewakili daerah Tangerang. Kata Lenggang sendiri diartikan sebagai seseorang yang berjalan atau melangkah dengan cara berlenggang. Lenggang merupakan sebuah gerakan berjalan sembari menganyun-ngayunkan tangan kanan da...
Rampak Kendang atau Rampak Gendang merupakan sajian musik tradisional kendang Sunda dalam jumalh banyak yang dimainkan secara serempak dan bersama-sama. Ramapk sendiri berasal dari bahasa Sunda yang artinya serempak, sementara kendang atau gendang merupakan instrumen musik gamelan yang memiliki fungsi sebagai pengatur irama lagu. Rampak kendang muncul sekitar tahun 1970-an bersamaan dengan tari Jaipong. Yaya Sukarya sebagai kepala Sekolah Menengah Karawitan Indonesia (SMKI) Bandung sangat mendukung gagasan Yoyo Risyaman Wiranata dan Nandang Rusman Barmaya untuk membuat sebuah pertunjukan karawitan yang menggunakan gamelan salendro lengkap akan tetapi menggunakan juru pengkendang banyak berjumlah antara 20 sampai 30 orang. Istilah rampak kendang muncul setelah ada pertunjukan dengan mempergunakan kendang-kendang yang dimainkan secara bersama oleh banyak orang. Yaya Sukarya sebagai kepala Sekolah Menengah Karawitan Indonesia (SMKI) Bandung menjadikan menabuh kendang merupakan mata p...
Seni tari Bajidoran merupakan sebuah bentuk pertunjukan rakyat yang terbentuk, hidup, tumbuh dan berkembang di tengah masyarakat pedesaan. Hidup matinya bajidoran tidak terlepas dari ketergantungan pada masyarakat pendukungnya, terutama para bajidor yang dianggap sebagai salah satu penyangga utama kehidupannya serta kaum elit pedesaan yang kerap kali mengundang grup bajidoran. seni tari bajidoran dalam perkembangannya lebih dikenal dengan sebutan kliningan-bajidoran dan dapat pengaruh dari daerah Bandung. Dengan demikian istilah bajidoran kini sulit sekali ditemukan lagi karena telah berganti nama menjadi jaipongan (sebutan beberapa masyarakat setempat). Pada tahun 1980 dengan perubahan nama tersebut dan warna baru dalam tarian maupun gending dalam tepakan gendang kemudian berubah menjadi Kesenian Bajidoran. sehingga sekitar tahun 1990-an kesenian bajidoran dekade keempat merupakan percampuran pertumbuhan kesenian ketuk tilu. Pengaruh dangdut dan disko sangat dominan dan erat kaita...
Salah satu kesenian yang saat ini menjadi ciri khas Kota Bandung adalah Tari Jaipong. Tari Jaipong sendiri merupakan seni tari yang muncul dari seorang seniman berbakat asal Kota Kembang yang bernama Gugum Gumbira. Beliau mendapat ide untuk membuat seni tari setelah sebelumnya mempelajari kesenian rakyat yang bernama Ketuk Tilu yang menjadikannya lebih mengenal pola dari sebuah gerakan tari tradisi. Setelah mempelajari kesenian tersebut, Gugum mengembangkan kesenian tari yang sekarang lebih dikenal dengan nama Jaipong. Tari Jaipong sendiri terlahir setelah memadukan beberapa kesenian tradisional, salah satunya adalah Pencak Silat, Wayang Golek juga Ketuk Tilu. Karena komponen tersebut, Tari Jaipong memiliki pola tarian yang unik, tentunya dengan gerakan yang enerjik yang membuat kagum orang yang menyaksikannya, apalagi dengan adanya musik khas dari tarian ini yang membuat Tari Jaipon ini semakin menarik untuk dilihat. Banyak masyarakat yang mengira bahwa sejarah Tari Jaipong berasal d...