Papeda adalah makanan yang sederhana yang berbahan dasar sagu dan singkong. Papeda biasa dimakan masyarakat di seluruh kepulauan Maluku Utara. Warung-warung penjual popeda, yang umumnya mulai buka pada pukul 10.00 WIT, terletak hanya lima meter dari perempatan jalan yang menghadap ke utara Kota Ternate. Masyarakat mengenal ada 2 jenis papeda. Keduanya adalah papeda berbahan dasar sagu, yang disebut papeda tumang, dan papeda berbahan dasar singkong, yang disebut papeda kasbi. Pada papeda tumang tingkat kerekatannya relatif lebih cair, sedangkan papeda kasbi merekat lebih padat. Papeda jenis tumang biasanya kurang diminati. Biasanya, papeda tumang hanya dipesan oleh pembeli yang tidak bisa memakan papeda kasbi karena menderita maag atau diabetes. Untuk mendapatkan papeda yang nikmat, sesungguhnya ada rahasia di balik kuah yang disajikan. Rahasia tersebut terletak di jeruk. Jeruk khusus inilah yang hanya bisa ditemukan di Maluku Utara. Cara menikmati papeda adalah dengan diputar at...
Ikan adalah makanan utama bagi masyarakat Indonesia Timur, termasuk Maluku Utara. Di sini, ikan, atau yang biasa disebut ikang, merupakan bahan dasar dari banyak makanan. Salah satu makanan tersebut adalah gohu ikang. Ia menjadi makanan favorit bagi semua orang, baik anak-anak, remaja, bahkan orang tua. Gohu ikang sepintas akan mengingatkan orang pada makanan khas Jepang, sushi . Namun, berbeda dengan jenis makanan ikan ala Jepang tersebut, gohu ikang ini memliki rasa dan aroma yang lebih kaya karena racikan bumbu yang digunakan. Pada mulanya, makanan ini hanya menjadi konsumsi rumahan. Tapi seiring waktu, kini gohu ikang sudah dapat dijumpai di beberapa tempat, khususnya di Kota Ternate. Dalam sejarahnya, gohu ikang ini tidak jauh berbeda dengan papeda. Gohu ikang merupakan makanan rakyat. Lebih khususnya lagi, gohu ikang terkenal sebagai makanan untuk para nelayan. Karena Maluku Utara adalah daerah pesisir, maka makanan tersebut menjadi santapan sederhana setiap kali para nelayan...
Wisata kuliner terasa lebih menggunggah jika disertai suasana yang menyejukkan mata. Hal tersebut bisa didapat di restoran masakan laut Florida yang berada di Jalan Benteng Kota Janji, Ngade, tiga puluh kilometer dari pusat Kota Ternate, Maluku Utara. Sebagaimana Kepulauan Maluku pada umumnya, keindahan laut merupakan andalan untuk memikat para pelancong. Suguhan panorama gunung dan lautan lepas akan menambah kenikmatan saat menyantap menu laut ikang (ikan) woku balanga, salah satu makanan favorit khas Maluku Utara. Dahulu ikang woku balanga termasuk salah satu makanan yang hanya disajikan untuk disantap bersama keluarga atau sebagai menu istimewa untuk acara-acara kecil maupun besar. Meski demikian, ia tidak termasuk makanan kelompok masyarakat tertentu di Maluku Utara. Artinya siapa saja bisa membuat dan memakannya. Sekilas, nama makanan ikang woku memiliki kemiripan dengan makanan khas Sulawesi Utara. Mungkin hal ini dikarenakan keduanya sama-sama berasal dari utara den...
Ikan Patin dalam bahasa latin disebut pangasius hypopthalmus . Ia merupakan ikan sungai yang dahulu banyak ditemukan di Sungai Indragiri, sekitar dua ratus kilometer dari Pekanbaru, Riau. Namun seiring perkembangan waktu, ikan ini sudah banyak dibudidayakan, baik di sungai (karamba air deras) atau di kolam-kolam biasa. Sebagai makanan khas, ada perbedaan citarasa antara ikan patin yang dihasilkan di sungai dengan ikan patin hasil budidaya kolam. Ikan Patin sungai memiliki rasa daging yang terasa sedikit kenyal dan padat. Saat daging kepala ikan ditarik dari celah-celah tulang, rasanya pun akan terasa "mengikat". Selain lebih gurih dan manis, aroma yang ditimbulkan juga lebih harum. Sementara daging ikan patin yang dibudidayakan di sungai terasa agak lembek. Daging kepala ikan pun akan rontok tanpa perlu menariknya dari celah tulang. Perbedaan juga terasa di penciuman, di mana ikan patin kolam kadang memiliki aroma lumpur. Kekhasan ikan patin terletak pada rasa asam pedasnya. Da...
Sop Tunjang atau yang biasa disebut sop tulang kaki sapi, mulai diperkenalkan penjualnya pada 1990. Ia bermula dari daerah Japura, Indragiri Hulu, sekitar dua ratus kilometer dari Ibu kota Riau, Pekanbaru. Adalah Ibu Situ, 70 tahun yang memperkenalkan makanan ini pada masyarakat. Pada awalnya, sop tunjang bukanlah sesuatu yang menjadi menu utama. Sejatinya, Siti hanya penjual miso biasa. Sebagai penjual miso, idenya menambahkan potongan tulang kaki sapi ke mangkok miso pelanggannya hanyalah sebagai bonus. Namun, lama kelamaan, justru banyak pelanggan yang minta tulang ini tanpa miso. Alhasil, porsinya pun berubah. Ia menjadi semangkok sop tulang kaki sapi yang akhirnya dikenal dengan sop tunjang. Dan tunjang itu sendiri adalah nama lain dari makanan yang diolah dari lutut kaki sapi ke bawah. Untuk mengolahnya, bulu kaki sapi ini terlebih dahulu dibuang dengan cara dibakar. Kemudian kaki sapi tersebut disayat-sayat hingga mendapatkan daging khas sapi. Bersama tulang yang ma...
Kepulauan Riau memiliki banyak sekali pulau. Luas wilayah lautnya lebih besar dari daratan. Hal ini membuat Kepulauan Riau memiliki potensi sumber daya kelautan yang berlimpah. Dari laut tersebut, salah satunya kemudian menjadi makanan khas yang diolah dari ikan. Sop ikan, demikian nama salah satu makanan khas tersebut. Sedari dulu, masyarakat Kepulauan Riau, khususnya masyarakat Kota Tanjungpinang, juga masyarakat di pulau-pulau kecil di sekitar Kepulauan Riau, sudah mengenal makanan lezat ini. Untuk membuat sop ikan yang khas, digunakan bahan baku dan bumbu tertentu. Bahan baku tersebut adalah Ikan Merah yang sudah dipotong-potong. Ikan ini sudah dipisahkan dari tulangnya. Sedangkan racikan bumbu dan kuah sudah disiapkan dalam tiga panci stainless besar untuk merebus kuah. Irisan ikan merah ini kemudian dicampur ke dalam mangkok bersama sawi asin, tomat, dan kuah. Dan sebelum dihidangkan kepada pembeli, sop ikan terlebih dahulu ditaburi bawang goreng, sambal cabai hijau, ser...
Gonggong bukanlah suara Anjing. Di Kepulauan Riau, ini adalah makanan khas yang sekilas mirip dengan keong. Dalam bahasa latin, gonggong dikenal sebagai Strombus Canurium (ganus) dan masih tergabung dalam famili atau rumpun Molusca . Makanan khas ini merupakan sejenis kerang-kerangan yang banyak terdapat di perairan sekitar Kepulauan Riau. Karena itu, Gonggong hanya tersedia di beberapa restoran makanan laut atau di tempat pusat jajanan. Masyarakat Tanjungpinang menyebut tempat tersebut dengan nama Akau ( open air restaurant ). Lokasinya sendiri berada di kawasan Potong Lembu. Tidak diketahui pasti kapan Gonggong menjadi makanan khas dari kepulauan yang dahulu disebut Negeri Segantang Lada ini. Namun, bagi masyarakat Kota Tanjungpinang, makanan ini sudah dikenal sejak era tahun 1950-an, sejak daerah ini masih menggunakan mata uang Dolar Singapura. Tak hanya lezat, kandungan gizi yang dimiliki Gonggong juga tinggi. Manfaat Gonggong yang paling baik adalah bagi orang-orang muda...
Sejak 1960-an, masyarakat Tanjungpinang, Kepulauan Riau, sudah mengenal panganan mi rebus. Namun masyarakat kemudian lebih mengenalnya dengan sebutan Mi Lendir Jalan Bintan. Pemberian nama ini sesuai dengan lokasi makanan dijual. Panganan khas Kepulauan Riau yang biasa dimakan kala sarapan ini dibuat oleh Sumardi, 70 tahun. Saat datang ke Tanjungpinang bersama istrinya, pria kelahiran Klaten, Jawa Tengah, ini tak menyangka apa yang dihasilkannya akan menjadi sesuatu yang khas. Sebab, di perantauan, awalnya ia hanyalah tukang kue putu yang berjualan keliling kampung. Karena dirasa tak cukup untuk menghidupi keluarga, Sumardi kemudian beralih untuk berdagang mi rebus di Jalan Bintan Tanjungpinang pada 1968. Pada era 1970-an dan 1980-an, kawasan jalan Bintan mulai terkenal di mancanegara karena tercatat pada buku panduan ( guide book ), Lonely Planet terbitan Australia. Saat memulai usaha mi, bersama pedagang lain, etalase milik Sumardi menempel pada sebuah kedai berbentuk rumah...
Sumatera Barat adalah gudang kuliner. Di sini banyak sekali makanan khas yang dapat menggoda imajinasi. Sebut saja rendang, gulai kepala ikan, atau pun ikan bakar. Dari semua makanan ini, cabai selalu menempati posisi penting. Hampir seluruh lauk dari Ranah Minang menggunakan cabai sebagai bumbu utama. Hal serupa juga terjadi pada dendeng khas Sumatera Barat, Dendeng Balado. Dendeng balado berarti dendeng yang dimasak dengan menggunakan bumbu utama cabai. Mungkin di daerah lain ada juga yang membuat dendeng sebagai makanan khas. Namun, perbedaan keduanya terletak pada cara memasak lado (cabai) dan pengolahan daging menjadi dendeng. Tidak ada catatan sejarah yang menjelaskan sejak kapan dendeng balado menjadi salah satu lauk andalan rumah makan Padang. Yang jelas, saat ini terdapat beberapa varian dendeng balado yang sudah berkembang dan menjadi masakan utama masyarakat Sumatera Barat. Dari dendeng balado, ia dimodifikasi menjadi dendeng kering, dendeng lambok, dendeng bakar, d...