kasih sayang
2.294 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Asal Mula Penamaan Pulau Jur
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jambi

Peristiwa permaisuri Raja Jambi ditawan Raja Johor menggemparkan orang banyak. Para dubalang merasa sangat terpukul. Raja mereka nampak sangat masygul karena istri yang dicintainya ditawan musuh. Bagi para dubalang tak terlupakan tantangan Raja Johor. "Kalau memang orang Jambi itu jantan, rebut dan jemputlah ke Johor!" Tantangan itu mengimbau mereka, para dubalang, untuk segera berbuat. Untunglah kemudian raja mereka mengambil kebijaksanaan mengumpulkan para dubalang dari seluruh pelosok negeri Jambi. Tak mengherankan dalam waktu yang cukup pendek para dubalang telah berkumpul di Jambi, ibu negeri kerajaan. Tapi sayang seorang di antaranya tidak hendak datang. Dubalang yang tak hendak datang itu ialah Datuk German Tembaga, dubalang maha hebat Sembilan Kota. Datuk German Tembaga sengaja tak hendak datang, karena beliau merasa tak enak diperlakukan musuh yang tidak semena-mena itu. Orang tua itu sudah mengerti apa sebabnya raja mengumpulkan dubalang-dubalang negeri Jambi itu. Beli...

avatar
Admin Budaya
Gambar Entri
Rajo Tiangso
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jambi

Desa Sandaran Agung terletak di pinggir danau Kerinci yang bening airnya. Pinggir sebelah barat mencecah (menyentuh) sampai bertemu dangan air danau. Batu-batu besar menyembul di bagian tepi tanah yang berumput itu. Pada pagi, tengah hari dan petangnya pinggir desa itu ramai oleh manusia yang akan mandi atau akan mencuci apa-apanya. Waktu itu hari tengah hari. Seorang wanita membimbing anak lelakinya menuju tepi danau hendak mandi. Di rumah anak perempuannya ditinggalkannya sedang masih tidur. Umur anak perempuan itu baru tiga tahun. Waktu anak itu berumur dua tahun kepalanya terbentur batu dan bekas lukanya nampak sempai sekarang. Ibu muda beserta anak lelaki itu setelah sampai di tepi danau teruslah mandi. Panas yang mencucuk-cucuk kulit menyebabkan mereka berleha-leha sepuasnya, berendam di air danau yang sejuk itu. Si ibu berenang ke sana kemari. Si anak, lelaki  yang baru berumur lima tahun itu tak pula hendak ketinggalan. Ia berenang agak ke tengah. Makin ke tenga...

avatar
Admin Budaya
Gambar Entri
Cerita Nenek Puti
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jambi

Baginda seorang raja yang gagah berani, raja negeri Tujuh Koto, puteranya enam orang, yang semuanya laki-laki, benar-benar anak kesayangan yang selalu dibanggakan beliau. Keenam anaknya itu selalu dibawanya serta pergi perang. Baginda sendiri tidak lagi berapa sudah ia berlaga di medan perang melawan musuh-musuhnya, dan biasanya selalu menang. Dalam pemikirannya, mempunayi anak laki-laki itu memang suatu keberuntungan yang amat membanggakan. Sebabnya karena anak laki-laki dapat membantu memerangi musuh di medan perang. Mungkin karena kepercayaan yang demikian, baginda tidak menginginkan anak perempuan, bagaimana kalau terjadi hal yang sebaliknya bertentangan dengan keinginannya itu? Baginda bertekad akan membunuhnya. Tapi beruntunglah istrinya tak melahirkan seorang anak perempuan jua pun. Namun suatu saat jalan hidup manusia akhirnya akan diwarnai juga oleh yang Maha Esa. Yang Maha Esa jugalah yang menguasai segala sesuatunya. Negeri Tujuh Koto belum juga usai dari peperangan....

avatar
Admin Budaya
Gambar Entri
Cerita Ikan Miau dan Ikan Kakapar
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Kalimantan Tengah

Pada suatu hari ikan miau berkunjung ke rumah saudaranya ikan kakapar. Ia berkata kepada saudaranya itu. "Oh, adikku aku hendak pergi merantau melihat negeri orang. Sudah bosan rasanya saya selalu tinggal di kampung. Saya ingin juga menambah pengalaman. Bagaimana pendapatmu? "Pikiranmu itu baik saja, kakanda, cuma harus dipikirkan masak-masak lebih dahulu, kalau-kalau yang diperoleh kakanda nanti bukan yang mengenakkan melainkan cuma sesuatu yang menyusahkan" sahut kakapar. Maka kata miau, "Yah sudah ku pikirkan juga hal itu. Dan pikiranku sudah tetap hendak pergi merantau." Kakapar diam sejenak, lalu kemudian ia bersuara lagi, "Kalau kehendakmu memang sudah tetap dan tak dapat dihalang-halangi lagi, silahkan laksanakan saja maksudmu itu. Cuma kakanda harus ingat di jalanan banyak sekali bahaya. Menurut suara bunyi burung Tingan. Maharaja sekarang sedang memasang bubu tampirainya dimana-mana. Baiklah kakanda berhati-hati. Jangan sampai terjerumus melihat sesuatu yang...

avatar
Admin Budaya
Gambar Entri
Todung Pandak dan Todung Panjang
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Kalimantan Tengah

Pada Jaman dahulu di daerah Kalimantan Tengah tidak ada raja, pangeran atau pun raden bupati. Yang lazim dipakai hanyalah gelar saja (untuk kepala suku). Kepala Suku Tomun Sarang Maruya yang mula- mula ialah Santomang. Tetapi sesudah pemerintahan Santomang, terjadilah perpisahan tiap-tiap puak atau keluarga. Maka kami suku Tomun duduklah seorang kepala suku yang kenamaan dan rupawan, bergelar Todung Pandak. Rupanya Todung Pandak (Todung Pendek) ini bukanlah binatang atau ular, melainkan gelar seorang kepala suku yang kuat, yang disegani dan gagah berani. Di bagian Timur, yaitu di bagian Kapuas, Kahayan, Sampit, pendeknya di bagian imur, rupanya gelar kepala suku itu sama saja. Karena kita sama suku Dayak, kita memakai gelar yang sama yaitu Todung. Di daerah Kotawaringing ini disebut Todung Mandak dan di daerah Kapuas/Kahayan, namanya disebut Todung Panjang. Todung Mandak ini banyak kepandaiannya, keberaniannya, kepintarannya, bahkan terkenal kekejamannya. Juga istrinya palin...

avatar
Admin Budaya
Gambar Entri
Cerita Muli Pilihan (Gadis Pilihan)
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Lampung

Tersebutlah cerita ada seorang gadis mempunyai seorang kekasih pemuda tampan, mereka saling mencintai dan bermaksud akan segera melangsungkan pernikahan. Mereka merasa susah karena ibu si pemuda tidak menyetujui anaknya mengambil gadis itu menjadi istri. Berulang-ulang si pemuda mengajukan permohonan dan restu dari ibunya, namun ibunya tetap tidak menyetujuinya. Akhirnya si pemuda mengambil keputusan tetap mengambil gadis itu untuk  menjadi istrinya walaupun ibunya tetap membenci gadis itu. Mereka tetap tinggal satu rumah, ibunya sangat memusuhi menantunya. Sang menantu sangat sabar, dia tetap patuh kepada mertuanya, segala suruhan dan larangan dikerjakannya dan dijauhinya. Untunglah disamping ibu mertua yang membencinya, suaminya sangat menyayanginya dan adik perempuan suaminya merasa kasihan  kepada kakak iparnya itu. Kalau si ibu sedang memarahi menantunya, anak perempuannya itu sering menyadarkan ibunya dan berkata, "Kasihan kakak bu, jangan selalu dimarahi." ...

avatar
Admin Budaya
Gambar Entri
Cerita Anak Khaja Sai Sholeh
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Lampung

Tersebutlah kisah, ada seorang raja mempunyai anak tunggal. Pada suatu ketika sang raja meninggal dunia, dan kini tinggallah ibunya bersama si anak tunggal itu. Sesudah orang tuanya meninggal maka si anak tunggal, dingkatlah menjadi raja di negeri itu, menggantikan kedudukan ayahnya. Raja yang baru diangkat ini, kemudian mempersuntingkan seorang puteri untuk dijadikan permaisurinya. Dari perkawinan ini mereka memperoleh anak sepuluh orang. Tak berapa lama kemudian, raja ini beristri lagi, dan dari istrinya yang kedua ini mereka memperoleh anak tujuh orang. Selang berapa lama, ibunda sang raja meninggal dunia menyusul ayahandanya. Beberapa saat sebelum ibunya meninggal, semua cucu-cucunya, anak dan kedua menantunya dikumpulkan, kemudian beliau berpesan. "Kalau saya nanti meninggal, semua harta yang ada kalian bagi sama rata." Maka si ibu pun meninggal. Beberapa waktu kemudian, istri kedua dari sang raja berpikir-pikir, "Kalau begini caranya, harta ini bisa habis dibagi oleh a...

avatar
Admin Budaya
Gambar Entri
Cerita Lubuk Sendawali
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Lampung

Tersebutlah suatu keluarga, mempunyai dua orang anak, yang sulung laki-laki dan adiknya perempuan. Setelah anak itu berumur kira-kira sepuluh tahun, orang tuanya yang perempuan meninggal dunia, tiga bulan sesudah itu dengan takdir Tuhan Yang Maha Kuasa, ayah mereka menyusul pula pulang ke alam baka. Tinggallah mereka berdua, berusaha mencari nafkah untuk kelangsungan hidupnya. Mereka makan dari hasil tanaman tegalan, dan sayur-sayran serta umbi-umbian. Kadang-kadang mereka tidak makan, karena hasilnya belum mencukupi. Selain bercocok tanam, kadang-kadang yang laki-laki pergi memikat burung  ke dalam hutan, karena semasa orang tuanya masih hidup, dia kerapkali dibawa ayahnya memikat burung. Suatu pagi adiknya berkata kepada kakaknya, "Bang, hari ini tidak ada lauk buat kita makan" Jawab abangnya," Kalau begitu biarlah saya pergi dulu memikat burung." Lalu pergilah dia ke hutan, sedangkan adiknya terus memasak nasi. Hari itu rupanya mereka lagi bernasib sial, tidak seperti bi...

avatar
Admin Budaya
Gambar Entri
Cerita Legenda Syekh Husin
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Lampung

Pada suatu ketika Sebatin (kepala adat), Tanjung Betuah Putih, naik perahu berdagang rotan  ke Singapura. Untuk sampai di Singapura harus menempuh perjalanan kurang lebih dua puluh lima hari. Di Singapura dia menjual rotan yang terdiri atas tiga macam yaitu rotan kecil, rotan sedang dan rotan besar. Sesudah menjual rotan ia membeli kursi, ranjang yang mahal-mahal dan sebagainya. Tiba-tiba datang seorang tuan Haji yang memperkenalkan namanya Haji Husin, orang Padang asal Sawa Lunto. Kemudian berbincang-bincang menanyakan kepada mereka tentang apa dan bagaimana halnya dengan agama orang-orang di Cukuh Balak Jawab Sebatin dan kawan-kaannya. ilustrasi oleh waliallahswt.blogspot.com "Agama mereka di sana adalah agama Budha." Kata Haji Husin, "Bagaimana kalau saya ikut kalian ke sana, saya ingin kerja upahan disana, upahan apa saja." Dijawab mereka, "Kerja usaha  disana tidak ada, selain dari mengambil rotan di hutan, memanjat kelapa, atau pergi ke Betawi menjual rotan saj...

avatar
Admin Budaya