Wanita
2.366 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Rajo Tiangso
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jambi

Desa Sandaran Agung terletak di pinggir danau Kerinci yang bening airnya. Pinggir sebelah barat mencecah (menyentuh) sampai bertemu dangan air danau. Batu-batu besar menyembul di bagian tepi tanah yang berumput itu. Pada pagi, tengah hari dan petangnya pinggir desa itu ramai oleh manusia yang akan mandi atau akan mencuci apa-apanya. Waktu itu hari tengah hari. Seorang wanita membimbing anak lelakinya menuju tepi danau hendak mandi. Di rumah anak perempuannya ditinggalkannya sedang masih tidur. Umur anak perempuan itu baru tiga tahun. Waktu anak itu berumur dua tahun kepalanya terbentur batu dan bekas lukanya nampak sempai sekarang. Ibu muda beserta anak lelaki itu setelah sampai di tepi danau teruslah mandi. Panas yang mencucuk-cucuk kulit menyebabkan mereka berleha-leha sepuasnya, berendam di air danau yang sejuk itu. Si ibu berenang ke sana kemari. Si anak, lelaki  yang baru berumur lima tahun itu tak pula hendak ketinggalan. Ia berenang agak ke tengah. Makin ke tenga...

avatar
Admin Budaya
Gambar Entri
Si Nalau dan 101 Anaknya
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Kalimantan Tengah

Si Nalau sudah beristri. Kerena istrinya sedang mengidam binatang buruan, ia disuruh istrinya pergi berburu. Demikian ia pun pergi berburu membawa segala anak sumpitan guna mencari binatang buruan idaman istrinya. Sudah sehari suntuk ia berburu, masuk ke luar dari pematang yang satu ke pematang yang lain, turun gunung, naik gunung, masuk keluar hutan belukar, namun tak seekor pun diperolehnya. "Aduhai, beginilah nasibku, aku sudah haus sekali hendak minum", katanya, karena dahaganya, pergilah ia mencari kolam yang berair di dalam hutan itu dan setibanya di sana ia pun minumlah. Kemudian kolam itu ditusuk-tusuknya dengan tombak sehingga mengeluarkan bunyi persis seperti bunyi orang minum air. Kemudian terdengarlah olehnya suara dari dasar kolam itu katanya; "Wahai Nalau" Suara itu datangnya dari seekor ketam yang sedeng bertelor, yang kesakitan kerena kena tusuk sumpit si Nalau tadi. Ketam itu menyumpah si Nalau katanya, "Mudah-mudahan engkau anak beranak seratus satu ekor, s...

avatar
Admin Budaya
Gambar Entri
Pak Sarimawui Surunpati Juntai La’ang
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Kalimantan Tengah

Pak Sarimawui Surunpati Juntai La'ang mendengar berita tentang seorang wanita cantik, dan kecantikan wanita ini terkenal di seluruh tanah Nansarunay. Timbullah minat Pak Sarimawui untuk memncari wanita itu. Segera tuan Sarimawui berkemas-kemas dan setelah itu berangkatlah ia beserta pengiringnya yang bernama Sangbaleka Tinjakbalebar. Perjalanan ini memakan waktu lama melalui lembah mendaki dan menuruni gunung, maka sampailah mereka pada sebuah pos penjagaan dan bermalamlah mereka di tempat itu. Pada keesokan harinya, langit nampak cerah dan binatang unggas bergembira menyambut matahari pagi, mereka bersiap-siap untuk meneruskan perjalanan, sesudah makan dan minum. Setelah melalui perjalanan yang sangat jauh dan melelahkan, sampailah mereka di sebuah kampung yang terletak ditepi sungai. Mereka berhenti di tepi sungai itu untuk melepaskan lelah. Diseberang sungai mereka melihat banyak penduduk kampung, ada yang sedang mandi, mencuci pakaian, mencuci beras, sehingga dalam j...

avatar
Admin Budaya
Gambar Entri
Asal Mula Membuat Mihing Di Sungai Kahayan
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Kalimantan Tengah

Pada zaman dahulu kala, di kampung Tambang Danau, hiduplah seorang janda serta seorang anaknya laki-laki, yang bernama Bowak. Setelah Bowak berusia kurang lebih dari dua belas tahun, ia tidak lagi turut serta ibunya pergi ke ladang, tetapi tinggal menjaga rumah sambil membuat makanan babi. Tiap petang babi dan ayam-ayamnya diberinya makan. Tiap-tiap hari apabila matahari sedang naik, duduklah si Bowak mengiris-iris keladi dan ubi kayu, lalu memasaknya dicampurkan dengan dedak untuk makanan babi-babinya yang sangat banyak itu. Kalau babi sudah cukup besar, dan ada yang memerlukan, babi itupun dijualnya. Sedangkan hasil penjualannya dipergunakan Bowak dan ibunya membeli keperluan hidup sehari-hari, seperti pakaian, keperluan dapur serta memperbaiki kerusakan-kerusakan rumah mereka. Sambil memotong-motong keladi, Bowak berpantun-pantun dan menyanyi-nyanyi, katanya "Memotong-motong burung Tingan tidak berselang hari. "Mencincang-cincang naga putih setiap panas hari". Pantu...

avatar
Admin Budaya
Gambar Entri
Cerita Nenek Puti
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jambi

Baginda seorang raja yang gagah berani, raja negeri Tujuh Koto, puteranya enam orang, yang semuanya laki-laki, benar-benar anak kesayangan yang selalu dibanggakan beliau. Keenam anaknya itu selalu dibawanya serta pergi perang. Baginda sendiri tidak lagi berapa sudah ia berlaga di medan perang melawan musuh-musuhnya, dan biasanya selalu menang. Dalam pemikirannya, mempunayi anak laki-laki itu memang suatu keberuntungan yang amat membanggakan. Sebabnya karena anak laki-laki dapat membantu memerangi musuh di medan perang. Mungkin karena kepercayaan yang demikian, baginda tidak menginginkan anak perempuan, bagaimana kalau terjadi hal yang sebaliknya bertentangan dengan keinginannya itu? Baginda bertekad akan membunuhnya. Tapi beruntunglah istrinya tak melahirkan seorang anak perempuan jua pun. Namun suatu saat jalan hidup manusia akhirnya akan diwarnai juga oleh yang Maha Esa. Yang Maha Esa jugalah yang menguasai segala sesuatunya. Negeri Tujuh Koto belum juga usai dari peperangan....

avatar
Admin Budaya
Gambar Entri
Keramat Paseban Tuan Putri Syarifah Alam
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jambi

Seorang diantara tiga orang yang berasal dari negeri Si Guntur Minangkabau, membangun negeri tempat tinggal di Suko Berajo. Namanya Tuan Putri Syarifah Alam yang disayangi rakyatnya. Beliau mempunyai dubalang-dubalang yang gagah berani dan sakti-sakti. Semuanya sanggup berbenteng dada berpagar betis demi keselamatan rajanya wanita yang cantik dan ayu itu. Susur-salur makanya sang ratu sampai ke Suko Berajo tanah Jambi, dimulai dari rasa takut ayahandanya yang selalu dibayang-bayangi kehendak serakah raja negeri. Si Guntur yang hendak menyunting putrinya itu. Pada hal jelas-jelas Putri Syarifah Alam tak ingin dipersunting raja serakah itu. Dan karena sudah terdesak, berangkatlah bapak dan anak itu melarikan diri menyusuri aliran sungai Batang Hari hingga sampai di Suko Berajo. Datuk Dubalang putih, demikian nama ayahanda Putri Syarifah Alam merasa senang di negeri baru itu. Apalagi kemudian putrinya diperdaulat disana diangkat sebagai raja. Sudah lama Putri Syarifah Alam menj...

avatar
Admin Budaya
Gambar Entri
Batu Rahaden, Putri yang Terkutuk
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Kalimantan Tengah

Batu Rahaden terletak di dalam sungai Lahei, sebuah anak sungai Barito, dekat kota Muara Teweh. Tempat tersebut lebih dikenal dengan nama Riam Rahaden, karena di situ terdapat sebuah riam yang pada saat-saat musim kering atau kemarau sangat sukar dilalui, lagi pula berbahaya sekali karena arusnya deras. Di dinding batu di sisi riam itu, yang rupanya seperti tembok, terdapat sebuah lubang yang kira-kira sebesar genggam. Kalau diperhatikan di bagian dalamnya, lubang itu merupakan sebuah ruangan geronggang, sehingga lubang itu sesungguhnya merupakan jendela ruangan tersebut. Konon ceritanya dahulu kala, setiap orang yang lewat disana melihat tangan seorang wanita melambai-lambai keluar dari dalam lubang itu dan ditadahkannya, seolah-olah minta sesuatu. Katanya tangan yang menjulur itu ialah tangan seorang putri, yang karena kutukan, ia dikurung dalam ruangan itu dan tak dapat keluar untuk selama-lamanya. Bagi orang yang lewat di situ, apabila ia melihat tangan putri melamba...

avatar
Admin Budaya
Gambar Entri
Datu Hulu dan Datu Hilir
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Kalimantan Tengah

Dahulu kala, di sebelah negeri di tepi sebuah sungai di daerah Barito Selatan tinggallah dua orang Datu atau Kepala Suku Yang berdiam di hilir yang disebut Datu Hilir dan yang di hulu disebut Datu Hulu. Mereka berdua berjanji, jikalau salah seorang di antara mereka melahirkan anak laki-laki dan yang seorang lagi melahirkan anak wanita, mereka akan mengawinkannya. Setelah beberapa lama kemudian, sampailah saatnya bagi kedua keluarga itu untuk melahirkan. Tetapi malang telah menimpa, bahwa salah seorang Datu tersebut telah beranak seorang wanita yang rupanya persis seperti buah labu sedangkan Datu yang seorang lagi beranak seorang laki-laki, singkatnya seorang pria. "Mungkinkah kita berdua mengawinkan anak yang macamnya begini? Anakmu buah labu sedangkan anakku terhitung manusia." kata mereka berdua. Karena hal ini memang tidak mungkin, lalu buah labu yang telah tua itu dibuang ke sungai. Alkisah pada suatu ketika anak laki-laki tadi pergi menjala ikan, sementara ia sedang...

avatar
Admin Budaya
Gambar Entri
Cerita Akar Tunggul Garing
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Kalimantan Tengah

Ada sebuah cerita yaitu akar tungal garing. Jadi Sangumang berdua dengan ibunya tidak punya lauk. "Sudahlah", katanya kepada ibunya, "tangkaplah babi beserta kailku." "Hau" kata ibunya, "untuk apa?" "Tidak. Saya  mau mengail ditepi laut sana." Jadi menurut cerita tadi, ditangkapnyalah babi dari dalam kandangnya, dikaitkannya babi dengan kailnya, dibawanya ke tepi laut, dan mengail-ngail disana. "Mengapa", dilemparkannya ke tengah laut di dekat muara. Sesudah itu tidurlah dia. Mula-mula pondok dibuatnya. Tidak seberapa lamanya bergoyanglah pondok itu. Kailnya tadi dipatuk ikan dan tidak berapa lamanya ia mengendalikannya. Sedang ia mengendalikannya muncullah akar kayu. Aneh, kiranya hanya akar kayu. Huh, amboi kailku lalu dengan tiba-tiba dapat memperolah akar kayu." Pulanglah dia. "Apa?" kata ibunya, "Ada dapat ikan?" "Tidak ada", jawabnya. "Apa katanya" dipatuk oleh kayu batang garing." Katanya, "Sudah ku simpan di tepi laut" Jadi menurut ce...

avatar
Admin Budaya