Es katam atau juga ada yang menyebutkannya es tebak, merupakan jenis minuman es yang ada di Sumatera Barat. Es tebak ini, merupakan campuran kukusan es beku dengan susu putih, sirup merah, tapai, dan cincau. Uni berparas manis yang merupakan si penjual es tebak mengatakan, khusus di Kota Padang, es tebaknya cukup dikenal banyak orang, apalagi keberadaan es tebaknya berada dekat pusat kantor pemerintahan di Kota Padang. Selain menyegarkan, harga untuk satu porsi es tebak hanya dipatok Rp6.000. Untuk membuat es tebak tidaklah terlalu rumit, hanya perlu menyediakan es, tapai, cincau, agar-agar, dan susu. Jika semua itu telah ada, sudah bisa untuk menghasilkan es tebak. Bagi yang ingin menambah rasa, bisa dicampur dengan buah-buahan seperti nangka atau strawberry. Es tebak bisa dibeli setiap hari dari pukul 10.30 WIB hingga menjelang Magrib. Nama alamatnya sendiri berada di Jalan Abdul Muis atau yang juga dikenal jalan teduh. Jika Anda ingin mencicipi es katam atau es tebak...
S uatu hari, pasukan kerajaan Majapahit hendak menyerang kerajaan Pagaruyung, di Sumatera Barat. Tujuan mereka hendak memperluas daerah kekuasaan. Kabar itu terdengar oleh Raja Pagaruyung. Beliau segera mengumpulkan para pegawai istana untuk meminta pendapat. “Tuan-tuan sekalian, sebagaimana kita ketahui, prajurit Majapahit sudah sampai di Kiliran Jawo. Mereka sudah mendirikan tenda sebagai pusat pertahanan mereka di sana. Sebagai raja Pagaruyung, aku tidak ingin ada pertumpahan darah di kerajaanku. Apa yang harus kita lakukan?” tanya raja setelah semua pegawai istana berkumpul. Ruangan rapat yang dipenuhi beberapa orang laki-laki itu menjadi hening. Mereka semua terlihat berpikir keras. “Kita lawan saja menggunakan pasukan gajah dan kuda, yang mulia,” saran salah satu panglima. “Peperangan adalah kata terakhir yang harus kita lakukan. Apa kalian punya rencana lain selain peperangan? Aku ingin perdamaian. Tapi rasanya mungkin mereka tid...
“Aku adalah pangeran paling tampan sedunia. Tak ada yang lebih tampan dariku,” kata Pangeran di depan cermin. Dia merapikan rambutnya, menyentuh kulit wajahnya yang bersih, dan tersenyum bangga. Sifat sombongnya muncul. Pangeran menghampiri burung kesayangannya di dalam sangkar. Burung itu sangat cantik. Bulunya berwarna hijau keemasan. “Aku tampan, kan?” tanya Pangeran pada burungnya. Burung itu sahabat Pangeran. Setiap pergi ke luar kerajaan, Pangeran selalu membawa burung dalam sangkar. Tak sekali pun Pangeran meninggalkan burungnya. Pangeran suka bercerita tentang apa saja pada burungnya. Kalau Pangeran kesal kepada pelayan, dia bercerita pada burung. Saat Pangeran berhasil memburu harimau, juga bercerita pada burung. Walaupun burung itu tak pernah menjawab, Pangeran puas bisa meluapkan isi hati. Burung itu sahabat setianya, teman di kala susah dan senang. Suatu hari terdengar kabar kalau raja negeri sebelah mencari calon suami u...
Seusai akad nikah yang dilanjutkan dengan acara basandiang atau bersanding di kediaman mempelai wanita, bukan berarti rangkaian tradisi perayaan pengantin Minangkabau telah selesai. Ada sebuah acara lagi yang dikategorikan sebagai perhelatan besar dalam tata cara adat istiadat perkawinan di Minangkabau yakni Manjalang . Acara ini mungkin bisa disamakan dengan Ngunduh Mantu yang berlaku menurut adat Jawa. Pelaksanaan acara beserta siapa saja tamu yang akan diundang seluruhnya dilakukan oleh pihak keluarga mempelai pria. Pada beberapa nagari di Sumatera Barat, tradisi ini istilahnya berbeda-beda. Ada yang menyebut dengan Menjalang Mintuo , Mahanta Nasi , Manyaok Kandang atau Mahanta Nasi Katunduakan , Mahanta Bubue , dan lain-lain. Namun maksud tujuannya sama, yaitu kewajiban untuk melaksanakan tradisi adat setelah akad nikah dari pihak keluarga mempelai wanita kepada keluarga mempelai pria. Dalam tradisi Minang...
Dahulu kala, ada seorang pemuda tampan dan gagah bernama Datu Awang Sukma. Suatu hari, Datu Awang Sukma melihat ada 7 bidadari cantik sedang mandi di telaga. Para bidadari itu tidak tahu jika Awang Sukma sedang mengintip mereka dan membiarkan selendang mereka yang digunakan untuk terbang, bertebaran di sekitar telaga. Awang Sukma lalu mencuri salah satu selendang terbang milik bidadari itu. Selesai mandi para bidadari itu kemudian mengenakan selendangnya masing-masing dan bersiap-siap terbang pulang ke kayangan. Namun sayang, selendang milik Putri Bungsu sudah dicuri Awang Sukma, sehingga ia tak bisa terbang kembali ke kayangan. Dengan sedihnya keenam kakaknya pergi meninggalkannya sendirian di bumi. Datu Awang Sukma pun segera keluar menemui Putri Bungsu dan mengajaknya tinggal bersamanya. Karena tidak ada pilihan lain, maka Putri Bungsu akhrinya terpaksa menerima pertolongan Awang Sukma. Kemudian Putri Bungsu dinikahi Awang Sukma dan melahirkan seorang bayi...
Di sebuah desa nelayan. Hidup seorang ibu dengan seorang anak lelakinya bernama Malin Kundang. Hidup mereka sangat miskin. Ayah Malin sudah lama meninggal dunia. Ketika kecil, Malin senang mengejar dan suka memukul ayam-ayam tetangga. Suatu hari, ia jatuh terpeleset ketika mengejar-ngejar ayam. Lengannya luka dan meninggalkan bekas yang tidak dapat hilang. Ketika dewasa, Malin Kundang pergi bekerja ke negeri seberang. Setelah berhasil menjadi pedagan kaya, suatu hari Malin Kundang singgah di kampung halamannya. Dengan penuh suka cita, ibunya segera pergi ke pelabuhan menyambut Malin Kundang. Sampai di pelabuhan, ia melihat Malin keluar dari kapal besar dan mewah dengan pakaian yang sangat indah. “Ya Tuhan… Itu Malin...” serunya bangga dan bahagia. Tapi tidak disangka. Malin tiba-tiba mendorong ibunya sampai tersungkur ke tanah. Ibunya kaget, “Aku ibumu Malin. Biar kulihat apakah kau Malin anakku atau bukan,” si ibu segera menyingkap pak...
Dulu, ada seorang ketua kampung yang tinggal di tepi sungai bernama Lebai. Ia sangat dikenal di seluruh kampung yang berada di hulu sampai hilir sungai tersebut. Suatu hari, Pak Lebai mendapat dua undangan pesta pernikahan yang bersamaan waktunya. Undangan pertama, rumahnya ada di hulu sungai, sedangkan undangan kedua, rumahnya di hilir sungai. Pesta di hulu akan memotong dua ekor kerbau, dan ia akan mendapat bagian dua kepala kerbau. Tapi, masakannya kurang enak dan ia kurang akrab dengan tuan rumahnya. Sedangkan pesta di hilir, hanya akan menyembelih satu ekor kerbau dan ia akan mendapat satu kepala kerbau saja. Namun masakannya sangat enak dan ia juga kenal baik dengan tuan rumahnya. Pak Lebai masih bingung. Ia pun pergi ke sungai mengayuh perahunya ke arah hulu. Pak Lebai masih berpikir, bahwa di sana ia akan mendapat dua kepala kerbau. Tapi di tengah jalan, ia berbalik arah menuju pesta di hilir. Tapi, setibanya di hilir, pesta telah usai. Kepala kerbau dan makanan...
Makanan rendang adalah makanan khas yaitu dari padang (minangkabau) tetapi yang biasa dikenal oleh orang adalah rendang sapi(daging),ataupun rendang dari ayam, rendang adalah simbol dari sumatera barat,sangat dikenal oleh orang orang dari dalam ataupun dari luar, tetapi sekarang sudah ada rendang lokan, lokan dikenal sebagai kerang biasa dikenalnya, cara masaknya yaitu Yang dibutuhkan : Pilih lokan yang cangkangnya masih dalam keadaan tertutup. Pastikan lokan masih dalam keadaan hidup dan sudah besar. Lokan yang baru saja diambil hanya mampu bertahan selama 2 hari tanpa air. Lokan yang baik adalah yang beraroma segar dan terasa berat. Karena itu artinya lokan baru saja diambil. Jika Anda tidak ingin mengolahnya secara langsung, rendam lokan di dalam air tawar. Hanya saja, daging lokan akan sedikit menyusut jika direndam terlebih dahulu. Sebaiknya Anda segera mengolah lokan sesaat setelah membelinya. Lokan adalah hewan laut sejenis tiram, karena itu Anda perlu mengeluarkan daging lokan...
Pada zaman dahulu, hiduplah seorang gadis cantik di sebuah negeri yang bernama negeri Kubang. Puti, begitu orang kampung memanggilnya. Panggilan itu dikarenakan oleh kecantikannya yang sangat memesona. Puti hidup berdua saja dengan ibunya yang sudah renta. Ayahnya sudah lama meninggal dunia. Sejak ayahnya tiada, ibunyalah yang menjadi tulang punggung keluarga. Ia seorang diri membesarkan Puti hingga Puti tumbuh menjadi gadis cantik yang memesona. Ketika usia Puti sudah menginjak dewasa, ibunya menikahkan Puti dengan seorang pemuda. Pemuda itu merupakan pilihan Puti sendiri. Setelah berkeluarga, Puti dan suaminya tetap tinggal di rumah ibunya. Seminggu, dua minggu, sebulan, dua bulan, bahkan sudah satu tahun lebih lamanya, si Puti bersama suaminya tetap tinggal di gubug ibunya. Sampai akhirnya, Puti melahirkan seorang bayi perempuan yang cantik. Walaupun Puti sudah membina rumah tangga, ibunya tetap menjadi tulang punggung untuk mencari nafkah. Suami Puti tidak mempunyai peke...