Si Reuboh (daging rebus) bukan sekedar daging rebus biasa. Masakan khas Aceh Besar ini bisa bertahan sebulan lebih, dan tidak akan basi. Masakan berbahan daging sapi, kambing atau kerbau ini telah di wariskan turun-temurun dan wajib ada di meja makan di hari Meugang. Cara membuat Sie Reuboh sangat mudah dan tidak membutuhkan waktu lama, bumbu yang diperlukan tidak begitu banyak dan sederhana. Yang banyak digunakan adalah cabai, hal ini karena masyarakat Aceh sangat menyukai rasa pedas. Bagi Anda yang ingin membuat sendiri makanan khas Aceh Besar ini dirumah, Loveaceh.com akan membagikan resep Sie Reuboh asli Aceh Besar khusus untuk Anda. Berikut resep Sie Reuboh Aceh Besar dan cara membuat Sie Reuboh khas Aceh Besar. Resep Sie Reuboh Aceh Besar Bahan-bahan yang diperlukan: 250 gr daging, potong² 500 gr usus sapi/gapah, potong² ½ sdt cabai bubuk ½ sdt kunyit bubuk 2 cm lengkuas memarkan ½...
Loveaceh.com – Anda pencinta kuliner khas Nusantara dan suka keliling Indonesia untuk mencoba makanan Khas daerah tersebut? Dan terlebih lagi bila Anda suka masakan pedas dan asam, Anda patut berkunjung ke Aceh. Selain konflik dan Tsunami, Aceh terkenal dengan makanan khasnya yang terasa kuat akan bumbu dan rempahnya. Dan bila iya Anda menyukai masakan pedas dan asam, Aceh memiliki masakan khas yang memiliki rasa pedas dan asam yang berbeda dengan masakan daerah lain, namanya “Asam Keueng” (asam pedas). Sesuai dengan namanya, masakan ini memiliki rasa yang pedas dan asam yang sangat kuat dan kental. Jadi sangat berasa di lidah Anda. Masakan Asam Keueng atau Masam Keueng sangat terkenal di Aceh. Hampir semua rumah makan dan restoran menyajikan masakan khas Aceh ini. Selain itu, di setiap rumah warga, bila ditanya apakah pernah memasak Asam Keueng? Pasti semua ibu-ibu akan mengangguk kepala dan menjawab sering memasa...
Loveaceh.com – Kuah Sie Kameng (kuah daging kambing) atau di Nusantara lebih terkenal dengan sebutan kari kambing atau gulai kambing adalah makanan khas Aceh yang berasa sedap dan kental karinya. Dagingnya yang empuk dan di pandu dengan bumbu rempah yang begitu kaya dan kuat menjadikan Kuah Sie Kameng ini begitu digemari. Bila Anda berkunjung ke Serambi Mekkah, jangan lupa bertandang ke rumah makan yang ada di Aceh. Sebagian besar menawarkan menu Bu Sie Kameng yang enak di santap dengan nasi putih hangat. Tidak sulit menemukan rumah makan di Aceh yang menyediakan Bu Sie Kameng ini. Anda bisa melihat kuali besar yang ada di depan warung makan, dan sudah di pastikan disitu menyajikan Sie Kameng. Bila Anda dekati kuali besar tadi, aneka bumbu seperti serai, bungong lawang keling, daun pandan, daun salam, bawang putih keprek, bawang merah iris, dan daun temurui (bay leaf) akan membuat hidung Anda tak sabar ingin mencicipinya. Setiap tetes kuahnya...
Loveaceh.com – Bulan Ramadhan adalah bulan ke sembilan dalam sistem penanggalan agama Islam atau Hijriah. Di bulan yang suci dan penuh berkah ini, para umat Muslim seluruh dunia melakukan serangkaian aktivitas agama di dalamnya, seperti berpuasa, sholat tarawih, dan lainnya. Selain aktivitas keagamaan, di bulan Ramadhan sangat identik dengan kuliner dan sajian khas. Ya, bulan Ramadhan akan sangat identik dengan pengalaman kuliner, pengalaman yang sangat membekas karena memberikan dampak yang sangat personal. Semua orang akan mempunyai pengalaman tersendiri dalam menyantap kuliner khas Ramadhan. Makanan yang sederhana akan tampak istimewa di bulan Ramadhan, karena ada nuansa berbeda yang menyertainya. Makanan khas di bulan Ramadhan sebenarnya sangat beragam, tapi ada satu kuliner yang sangat disukai semua orang, khususnya warga Aceh Besar, yaitu Ruti Seuoep. Ruti Seuoep adalah kue khas Aceh Besar yang bisa di jumpai di rumah-rumah warga di bula...
Sop sekengkel yaitu, kaki lembu atau sapi dijadikan sop. Resep: 1 bungkus serbuk Soup Aceh 1/2kg tulang 1/2kg kentang 2 kuntum cengkeh 1 biji kapulaga 2 ulas bunga lawang 1/2 jari kulit manis 13 siung bawang merah 1 siung bawang putih 3 buah tomat 1 helai daun pandan 1 sdm mentega/minyak goreng 2 liter air daun sop/seledri secukupnya garam secukupnya Cara masak: Lumatkan 3 siung bawang merah + 1 siung bawang putih Bumbu diaduk dengan tulang yang telah digarami dan diberi air sedikit Tumis 3 siung bawang merah yang telah dirajang + 2 ulas bunga lawang, 2 kuntum cengkeh, + 1/2 jari kulit manis + 1 biji kapu laga + 1 helai daun pandan kedalam 1 sdm mentega atau minyak goreng, hingga bawang kuning. Campurkan adonan 1,2,3 gaul (aduk) sampai rata, masak 1 menit + air 1 liter masak hingga daging empuk. Tambahkan air 1 liter, d...
Kue adee lebih dikenal dengan nama kue bingkang, kue ini tepatnya berasal dari kabupaten pidie, kecamatan meureudu. Bahan-bahan : 5 butir telur bebek 250 gram gula pasir 500 ml santan kental 3 sendok makan margarin ( cairkan ) 1/2 sendok teh vanili 1/2 sendok teh garam Cara Membuat : Telur bebek dan gula pasir dikocok menggunakan mixer sampai mengembang sempurna. Tuangkan santan kental sembari diaduk-aduk terus tanpa menggunakan mixer. Tambahkan tepung terigu sedikit demi sedikit sambil diaduk perlahan-lahan, kemdian tambahkan margarin yang sudah dicairkan, aduk-aduk lagi hingga rata. Siapkan loyang yang sudah diolesi margarin,lalu tuangkan adonan kedalam loyang Masukkan ke dalam oven , panggang adonan...
Ikan kayu yang dalam lokal disebut keumamah itu mempunyai riwayat tersendiri yang sama uniknya dengan namanya. Keumamah adalah sebutan populer terhadap jenis ikan yang ada di daerah Aceh dan sudah dikenal sejak lama. Bentuknya persis seperti kayu dan keras, sehingga dikenal dengan istilah "ikan kayu". Produk tradisional Aceh satu ini dibuat melalui beberapa tahapan yaitu penyiangan, pemotongan, perebusan, pengasapan, dan pengeringan. Konon ikan kayu lahir karena kondisi Aceh yang kerab dilanda perang. Perang berkepanjangan yang berkecamuk membuat warganya siaga dan menyesuaikan diri untuk bertahan hidup. Termasuk dalam hal ketersediaan pangan. Ikan kayu mempunyai tekstur keras. Terbuat dari ikan tongkol yang cara pengolahannya membuatnya tahan lama. Ikan kayu telah melalui serangkaian proses sebelum sampai ke tangan konsumen. Butuh waktu 3-4 hari untuk menghasilkan ikan kayu berkualitas baik. Mulai dari disiangi dan ditaburi garam untuk kemudian direbus, dibuang...
Kuah Pliek U adalah makanan tradisional sejenis masakan bersantan yang khas dari daerah Aceh . Makanan satu ini sekilas hampir mirip dengan Gulai hanya saja isinya berupa sayuran dan kuahnya terbuat dari bahan khusus. Kuah Pliek U merupakan salah satu makanan tradisional yang cukup terkenal di daerah Aceh, khususnya di daerah pesisir timur Aceh. Selain dikonsumsi sehari-hari, Kuah Pliek U juga sering disajikan pada acara-acara tertentu dan menjadi salah satu menu special yang digemari oleh warga di sana. Asal Usul Kuah Pliek U Konon Kuah Pliek U sudah menjadi makanan favorit masyarakat Aceh sejak jaman dahulu. Nama Kuah Pliek U diambil dari salah satu bumbu dasar dalam membuat makanan ini yaitu “ Pliek U ” atau yang lebih dikenal dengan Patarana . Pliek u sendiri merupakan sisa kelapa yang minyaknya sudah diperas. Di masyarakat pedesaan Aceh, minyak kelapa ini biasanya dijadikan minyak goreng yang disebut dengan “ Minyeu...
Di antero Tanah Rencong, hampir semua keude bu (kedai nasi) menyediakan masakan yang disebut sie itek. Secara harafiah, sie itek berarti kuah bebek. Sama seperti sie kameng yang berarti kuah kambing. Tetapi, hampir dapat dipastikan bahwa sie itek maupun sie kameng adalah masakan berkuah dengan rasa kari. Bedanya, ada yang karinya kental, ada pula yang encer. Sie itek juga umumnya hadir dalam dua varian, yaitu: masak merah dan masak putih. Sie itek masak merah memang kuahnya berwarna merah, karena salah satu bumbu utamanya adalah cabe merah. Sedangkan sie itek masak putih lebih mirip masakan opor di Jawa, berwarna pucat, dan tidak pedas. Sebagian orang menyebut sie itek masak putih ini dengan sebutan masak kurma. Padahal, masakan ini sama sekali tidak memakai kurma sebagai bahan maupun bumbu. Sajian kari bebek khas Aceh ini memang merupakan masakan khas daerah yang paling populer. Masakan ini meman...