Loveaceh.com – Kuah Sie Kameng (kuah daging kambing) atau di Nusantara lebih terkenal dengan sebutan kari kambing atau gulai kambing adalah makanan khas Aceh yang berasa sedap dan kental karinya. Dagingnya yang empuk dan di pandu dengan bumbu rempah yang begitu kaya dan kuat menjadikan Kuah Sie Kameng ini begitu digemari.
Bila Anda berkunjung ke Serambi Mekkah, jangan lupa bertandang ke rumah makan yang ada di Aceh. Sebagian besar menawarkan menu Bu Sie Kameng yang enak di santap dengan nasi putih hangat.
Tidak sulit menemukan rumah makan di Aceh yang menyediakan Bu Sie Kameng ini. Anda bisa melihat kuali besar yang ada di depan warung makan, dan sudah di pastikan disitu menyajikan Sie Kameng.
Bila Anda dekati kuali besar tadi, aneka bumbu seperti serai, bungong lawang keling, daun pandan, daun salam, bawang putih keprek, bawang merah iris, dan daun temurui (bay leaf) akan membuat hidung Anda tak sabar ingin mencicipinya.
Setiap tetes kuahnya menghadirkan aneka rasa yang serasi, gurih, pedas, hangat, asin, dan asam. Benar-benar akan membuat Anda pesta kari dan puas mencicipi Kuah Sie Kameng, gulai kari kambing yang khas Aceh.
Rahasia yang membuat kari kambing dari Aceh ini begitu sedap dan lezat adalah terletak pada jenis dan banyaknya bumbu yang di gunakan. Tak tanggung-tanggung, lebih kurang 22 jenis bumbu yang digunakan demi kenikmatan Kuah Sie Kameng ini.
Selain beberapa bumbu yang Loveaceh.com sebutkan di atas, sejumlah bumbu lainnya adalah kelapa gongseng, kelapa kukur, santan, kemiri, kunyit, pala, lawang keling atau bisa diganti cengkeh, lada, jahe, cabai, kayu manis, daun kari, pandan, dan sederet bumbu lain.
Supaya rasa kari kambing ini benar-benar lezat dan enak, yang memasaknya pun tidak sembarangan orang, dan harus mengerti dan paham meracik bumbu dengan takaran yang pas.
Sedikit kurang bumbu atau lebih pasti akan membuat Kuah Sie Kameng atau gulai kari kambing khas Aceh ini tidak begitu enak dan nikmat lagi. Berapa pun banyak daging yang di masak, kelezatannya harus tetap sempurna.
Sama hanya dengan Kuah Beulangong yang sama-sama menggunakan kuali besar. Kuah Sie Kameng tidak hanya bisa Anda cicipi di warung atau rumah makan saja. Sajian khas Aceh ini juga penting saat pesta perkawinan, acara adat, dan hari besar agama lainnya.
Bila Anda ingin mencoba menikmati Kuah Sie Kemeng, harga untuk rumah makan sederhana berkisar antara Rp. 25.000 – Rp. 35.000. Cukup murah memang untuk menikmati gulai kari kambing khas Aceh ini. Nah, di Aceh beda kabupaten pasti beda pula rasa gulai kambing ini, dan untuk sebutannya juga berbeda. Namun, perbedaannya tidak terlalu jauh, dan bumbu yang kental dan kuat tetap terasa sama.
Apakah Anda ingin mencoba membuatnya sendiri dirumah? Bila kesemua bumbu di atas dapat diperoleh di daerah Anda, kami rasa Anda juga bisa membuat resep kari kambing Aceh ini di rumah. Lihat resep Sie Kameng, kari kambing khas Aceh yang begitu lezat dan nikmat:


Resep Kuah Sie Kameng
Bahan utama yang di perlukan:
Bumbu halus:
Cara membuat kari kambing khas Aceh:
Nah, itulah resep kuah sie kameng Aceh. Ternyata sangat mudah membuat resep kari kambing khas Aceh ini. Yang perlu Anda lakukan adalah mencari kesemua bahan dan bumbu di atas. Karena bila bumbunya tidak lengkap, akan membuat gulai kambing khas Aceh kurang nikmat dan lezat.
Alamat dan Kontak Penjual:
Atjeh Rayeuk
Jln. Ciranjang No. 38 Kebayoran Baru, Jakarta Selatan
0878 8484 8892
sumber:
http://www.loveaceh.com/kuliner/kuah-sie-kameng-kari-khas-aceh-yang-kuat-bumbu/
http://www.loveaceh.com/kuliner/resep-sie-kameng-gulai-kari-kambing-khas-aceh-yang-lezat-dan-nikmat/
diakses pada tanggal 22/03/2017 pukul 14.41 WIB
Pengenalan Bekam, yang dalam bahasa Arab dikenal sebagai hijamah, adalah terapi tradisional yang sudah dikenal sejak ribuan tahun lalu. Terapi ini dilakukan dengan cara mengeluarkan darah kotor dari dalam tubuh melalui pemvakuman kulit. Di Bali, bekam menjadi salah satu metode pengobatan alternatif yang populer, dengan berbagai manfaat kesehatan yang dipercaya oleh masyarakat setempat. Terapi ini bukan hanya dianggap sebagai metode penyembuhan, tetapi juga memiliki nilai budaya yang dalam. Sejarah Sejarah bekam dapat ditelusuri hingga ke zaman Mesir Kuno, namun penggunaannya telah menyebar ke berbagai belahan dunia, termasuk Asia Tenggara. Di Indonesia, termasuk Bali, bekam telah menjadi bagian dari praktik pengobatan tradisional yang diwariskan dari generasi ke generasi. Dalam konteks masyarakat Bali, bekam sering kali dipadukan dengan spiritualitas dan ritual adat, menjadikannya lebih dari sekadar terapi fisik. Beberapa sumber menyebutkan bahwa terapi bekam telah digunakan di Bali s...
Pengenalan Bekam, yang dalam bahasa Arab dikenal sebagai hijamah, adalah terapi tradisional yang sudah dikenal sejak ribuan tahun lalu. Terapi ini dilakukan dengan cara mengeluarkan darah kotor dari dalam tubuh melalui pemvakuman kulit. Di Bali, bekam menjadi salah satu metode pengobatan alternatif yang populer, dengan berbagai manfaat kesehatan yang dipercaya oleh masyarakat setempat. Terapi ini bukan hanya dianggap sebagai metode penyembuhan, tetapi juga memiliki nilai budaya yang dalam. Sejarah Sejarah bekam dapat ditelusuri hingga ke zaman Mesir Kuno, namun penggunaannya telah menyebar ke berbagai belahan dunia, termasuk Asia Tenggara. Di Indonesia, termasuk Bali, bekam telah menjadi bagian dari praktik pengobatan tradisional yang diwariskan dari generasi ke generasi. Dalam konteks masyarakat Bali, bekam sering kali dipadukan dengan spiritualitas dan ritual adat, menjadikannya lebih dari sekadar terapi fisik. Beberapa sumber menyebutkan bahwa terapi bekam telah digunakan di Bali s...
NEGERI ANTARA: JEJAK PUTRO ALOH dan MANUSIA HARIMAU Karya: Mahlil Azmi Di pagi yang cerah, saat embun masih menempel di daun-daun dan suara burung hutan bersahut-sahutan, aku bersama seorang teman bernama Jupri memulai perjalanan menuju Gunung Alue Laseh, tujuan kami sederhana menangkap si kicau, burung cempala yang terkenal lincah dan bernilai mahal di kampung kami. Bekal kami pun tak seberapa: nasi, sedikit ikan asin, dan air secukupnya. Namun jarak yang jauh dan medan yang berat tak membuat semangat kami luntur. “Lil, kalau dapat cempala besar, kau traktir kopi ya,” kata Jupri sambil tertawa, memikul tasnya yang tampak lebih besar dari isinya. “Kau tenang saja, asal jangan kau makan burungnya duluan,” balasku. Kami tertawa, tawa ringan khas dua pemuda kampung yang belum tahu apa yang menanti di depan. Gunung kami memang bukan gunung biasa. Ia bagian dari hutan pegunungan Leuser di barat selatan Aceh. Di sana hidup binatang buas, termasuk sang raja hutan—harimau. Tapi ba...
Genggong merupakan alat musik tradisional khas Bali yang termasuk dalam jenis alat musik tiup. Alat musik ini terbuat dari bahan dasar bambu atau pelepah aren dan dimainkan dengan cara ditempelkan ke mulut, lalu dipetik menggunakan tali yang terpasang pada bagian ujungnya. Suara yang dihasilkan oleh genggong berasal dari getaran lidah bambu yang dipengaruhi oleh rongga mulut pemain sebagai resonator. Oleh karena itu, teknik memainkan genggong membutuhkan keterampilan khusus dalam mengatur pernapasan dan posisi mulut. Dalam kebudayaan Bali, genggong sering digunakan dalam pertunjukan seni tradisional maupun sebagai hiburan rakyat. Selain memiliki nilai estetika, alat musik ini juga mencerminkan kearifan lokal dan kreativitas masyarakat Bali dalam memanfaatkan bahan alam sekitar.
1. Rendang (Minangkabau) Rendang adalah hidangan daging (umumnya sapi) yang dimasak perlahan dalam santan dan bumbu rempah-rempah yang kaya selama berjam-jam (4–8 jam). Proses memasak yang sangat lama ini membuat santan mengering dan bumbu terserap sempurna ke dalam daging. Hasilnya adalah daging yang sangat empuk, padat, dan dilapisi bumbu hitam kecokelatan yang berminyak. Cita rasanya sangat kompleks: gurih, pedas, dan beraroma kuat. Rendang kering memiliki daya simpan yang panjang. Rendang adalah salah satu hidangan khas Indonesia yang paling terkenal dan diakui dunia. Berasal dari Minangkabau, Sumatera Barat, masakan ini memiliki nilai budaya yang tinggi dan proses memasak yang unik. 1. Asal dan Filosofi Asal: Rendang berasal dari tradisi memasak suku Minangkabau. Secara historis, masakan ini berfungsi sebagai bekal perjalanan jauh karena kemampuannya yang tahan lama berkat proses memasak yang menghilangkan air. Filosofi: Proses memasak rendang yang memakan waktu lama mela...