tahun baru
9.901 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Si Lancang Kuning
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Riau

Alkisah tersebutlah sebuah cerita, di daerah Kampar pada zaman dahulu hiduplah si Lancang dengan ibunya. Mereka hidup dengan sangat miskin. Mereka berdua bekerja sebagai buruh tani. Untuk memperbaiki hidupnya, maka Si Lancang berniat merantau. Pada suatu hari ia meminta ijin pada ibu dan guru ngajinya. Ibunya pun berpesan agar di rantau orang kelak Si Lancang selalu ingat pada ibu dan kampung halamannya. Ibunya berpesan agar Si Lancang jangan menjadi anak yang durhaka. Si Lancang pun berjanji pada ibunya tersebut. Ibunya menjadi terharu saat Si Lancang menyembah lututnya untuk minta berkah. Ibunya membekalinya sebungkus lumping dodak, kue kegemaran Si Lancang. Setelah bertahun-tahun merantau, ternyata Si Lancang sangat beruntung. Ia menjadi saudagar yang kaya raya. Ia memiliki berpuluh-puluh buah kapal dagang. Dikhabarkan ia pun mempunyai tujuh orang istri. Mereka semua berasal dari keluarga saudagar yang kaya. Sedangkan ibunya, masih tinggal di Kampar dalam keadaan yang s...

avatar
Siti Badriah Gofur
Gambar Entri
Banta Barensyah
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Aceh

Banta Berensyah adalah seorang anak laki-laki yatim dan miskin. Ia sangat rajin bekerja dan selalu bersabar dalam menghadapi berbagai hinaan dari pamannya yang bernama Jakub. Berkat kerja keras dan kesabarannya menerima hinaan tersebut, ia berhasil menikah dengan seorang putri raja yang cantik jelita dan dinobatkan menjadi raja. Bagaimana kisahnya? Ikuti cerita Banta Berensyah berikut ini! Alkisah, di sebuah dusun terpencil di daerah Nanggro Aceh Darussalam, hiduplah seorang janda bersama seorang anak laki-lakinya yang bernama Banta Berensyah. Banta Berensyah seorang anak yang rajin dan mahir bermain suling. Kedua ibu dan anak itu tinggal di sebuah gubuk bambu yang beratapkan ilalang dan beralaskan dedaunan kering dengan kondisi hampir roboh. Kala hujan turun, air dengan leluasa masuk ke dalamnya. Bangunan gubuk itu benar-benar tidak layak huni lagi. Namun apa hendak dibuat, jangankan biaya untuk memperbaiki gubuk itu, untuk makan sehari-hari pun mereka kesulitan.Untuk bertahan...

avatar
Siti Badriah Gofur
Gambar Entri
Lakipada
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Sulawesi Selatan

Lakipadada, adalah bangsawan toraja yang jadi paranoid terhadap maut, sehingga berusaha mencari mustika tang mate supaya dia bisa hidup kekal, tanpa dihantui kematian (mirip cerita Nabi Sulaiman). Lakipadada didalam legenda itu diceritakan kehilangan orang2 tersayangnya, ibu, saudara perempuan, saudara laki-laki, bahkan pengawal dan hamba2nya satu demi satu meninggal dunia. Kemudian Lakipadada menjadi paranoid, berusaha menegasikan kemungkinan kematian juga datang padanya. Pergilah dia mengembara dengan tedong bonga nya mencari mustika tang mate yang bisa mengekalkan kehidupannya, diantaranya mengarungi ke teluk bone dengan buaya sakti (yang barter service dengan imbalan tedong bonga), mencari Pulau Maniang, tempat yang dianggapnya dihuni oleh seorang kakek tua sakti berambut dan jenggot putih yang diceritakan memiliki mustika itu. Karena kekurang sabarannya, Lakipadada gagal memenuhi persyaratan yang diajak si tua sakti; puasa makan minum dan tidur selama tujuh hari tujuh m...

avatar
Siti Badriah Gofur
Gambar Entri
Si Dayang Bandir
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Sumatera Utara

Dahulu di propinsi Sumatera Utara terdapat dua kerajaan. Kerajaan itu dikenal dengan nama Kerajaan Timur dan Kerajaan Barat. Pada suatu ketika, raja yang berkuasa di Kerajaan Timur menikah dengan adik perempuan dari raja yang berkuasa di Kerajaan Barat. Beberapa tahun kemudian lahir seorang bayi perempuan yang diberi nama ‘Si Dayang Bandir’, tujuh tahun kemudian lahir seorang anak laki-laki yang bernama Sandean Raja. Ketika masih kecil, ayah Si Dayang Bandir dan Sandean Raja meninggal dunia. Dengan meninggalnya raja di Kerajaan Timur, maka tahta Kerajaan Timur menjadi kosong. Berhubung Sandean Raja  masih kecil dan belum bisa menggantikan kedudukan ayahnya sebagai raja, maka dalam sidang istana kerajaan menunjuk Paman Kareang untuk mengendalikan pemerintahan kerajaan. Si Dayang Bandir mempunyai akal untuk menyelamatkan benda-benda pusaka agar jangan sampai jatuh ke tangan pamannya yang hanya menggantikan pemerintahan sementara. “Hmm.. benda-benda pusaka in...

avatar
Siti Badriah Gofur
Gambar Entri
Kyiai Slamet Solo
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Tengah

Bagi mayoritas warga Solo, seekor kerbau albino yang dipelihara Keraton Kasunanan Surakarta memiliki makna tersendiri. Kerbau albino piaraan keraton atau lebih dikenal dengan sebutan kebo bule ini, menurut Babad Solo yang ditulis pujangga Jawa, Raden Mas Said awalnya merupakan pemberian dari Bupati Ponorogo kepada Sri Susuhunan Pakubuwono (PB) II pada zaman Keraton Mataram kuno. Masih menurut cerita Babad Solo, kebo Kiai Slamet ini dulunya menjadi hewan kepercayaan Raja PB II. Karena keberadaan hewan bertanduk dua ini awalnya untuk mengawal pusaka Kiai Slamet setiap kali kirab digelar oleh kerabat keraton. Oleh karena sering dipercaya mengawal pusaka Kiai Slamet, maka banyak warga menamai kebo bule keraton dengan sebutan Kebo Kiai Slamet. Pernah pula suatu ketika sang Raja Solo hendak mencari lokasi pendirian Keraton Surakarta yang baru, sang raja membawa serta kawanan kebo bule berjumlah puluhan ekor untuk mencari tempat yang ditentukan. Karena PB II beranggapan, di mana k...

avatar
Desi Natalika
Gambar Entri
Ritual Pendakian Sindoro
Ritual Ritual
Jawa Tengah

Ritual Pendakian Sindoro Selain Pendakian biasa, ada ritual pendakian gunung sindoro yang berlangsung tiap malam 1 suro. Ini merupakan kegiatan yang menarik minat para pecinta alam untuk berpetualang mendaki gunung sindoro, serta melihat keindahan Telaga ajaib dan Bunga abadi edelweis di puncak gunung. Pendaki juga bisa melihat terbit dan tenggelamnya matahari di pergantian tahun islam itu. Ritual pendakian dilakukan melalui Desa Katekan, Kecamatan Ngadirejo.

avatar
Desi Natalika
Gambar Entri
Tradisi Jum’at Pahingan
Ritual Ritual
Jawa Tengah

Acara ini diselenggarakan setiap malam jum’at pahing dan selalu ramai. Bukan hanya karena kehadiran pengunjung, tetapi juga puluhan pedagang. Mulai dari penjaja makanan khas seperti brongkos kikil hingga mainan anak-anak. Ritual dimulai dari masjid Jami di Desa Menggoro, Kecamatan Tembarak. Mujahadah, baik secara perorangan maupun kelompok, dilakukan oleh wisatawan dengan minat khusus ini. Banyak pengunjung yang datang dari Wonosobo, Kendal, Magelang, Semarang, Surakarta, bahkan dari Jakarta dan beberapa kota di jawa Barat dan Jawa Timur. Masjid Menggoro sudah ada sejak masa pertumbuhan Islam Di Jawa, sehingga dapat dikatakan sebagai salah satu dari sembilan masjid tertua di Tanah Jawa. Melihat candrasengkala di gapura masuk halaman masjid yang berbunyi Rasa Brahmana Resi Bumi, bisa diartikan bahwa masjid ini selesai dibangun pada tahun Saka 1786, atau sekitar 1722 Masehi. Hal ini berarti pada masa penjajahan  Belanda. Bentuk gapuranya yang berornamen gar...

avatar
Desi Natalika
Gambar Entri
Benteng Van Der Wijk
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Jawa Tengah

Benteng Van Der Wijck adalah benteng pertahanan Hindia-Belanda yang dibangun pada abad ke 18. Benteng seluas 3606,625 m2 dan tinggi 9,67 m ini terletak di Gombong, sekitar 21 km dari kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, atau 100 km dari Candi Borobudur, Magelang. Berbeda dengan pemahaman umum mengenai keberadaan Benteng Van der Wick yang dianggap sebagai benteng pertahanan, saya mendapatkan informasi bahwa keberadaan benteng yang didirikan tahun 1817 (menurut Pak Narto) atau 1818 (menurut tulisan di benteng) dahulunya adalah benteng tempat menaruh persediaan pangan untuk kebutuhan ekonomi dan perdagangan. Tidak ada yang tahu siapa yang mendirikan benteng ini. Nama “Van der Wick” adalah nama yang disematkan setelah paska kemerdekaan dengan merujuk bahwa pernah salah satu kapten Belanda bernama Van der Wick meminta namanya disematkan di benteng tersebut setelah berhasil mengalahkan perlawanan Pangeran Diponegoro pada tahun 1830. Namun beliau merunut lebih jauh bahwa nam...

avatar
Desi Natalika
Gambar Entri
Aksara Sunda Kuno
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Jawa Barat

Aksara Sunda  ialah suatu  sistem tulisan   abjad suku kata  yang digunakan oleh orang  Sunda  untuk menulis dalam  bahasa Sunda . Tulisan ini merupakan keturunan  tulisan Brahmi  melalui  tulisan Pallava . Tulisan ini muncul pada sekitar kurun ke-14 dan digunakan sehingga pada kurun ke-19 apabila  abjad Rumi diperkenalkan sebagai sistem tulisan rasmi bagi bahasa Sunda. Pada awalnya, iaitu pada sekitar kurun kelima hingga kelapan,  tulisan Pallava  digunakan di Jawa Barat untuk menulis dalam bahasa Sanskrit. Kemudian, pada kurun ke-14, tulisan Sunda Kuno (Sunda Kuna) muncul. Tulisan ini digunakan oleh Kerajaan Sunda sehingga ke kurun ke-18. alam tempoh tersebut, beberapa sistem tulisan lain juga diperkenalkan, antaranya ialah  tulisan Jawa  yang digunakan pada kurun ke-17 sehingga kurun ke-19, dan tulisan Arab (Pegon?) yang digunakan pada kurun ke-17 sehingga pertengahan kurun ke-20....

avatar
Desi Natalika