Kemplang Belacan Kebanyakan makanan khas Pulau Bangka berbahan baku ikan laut. Salah satunya Kemplang Belacan. Kemplang sendiri adalah suatu jenis kerupuk yang dibakar menggunakan pasir dan berbahan baku sagu dan ikan yang dilengkapi dengan sambal atau terasi. Kemplang sendiri sebenarnya sangat populer bukan hanya di Pulau Bangka tapi juga sampe ke pulau-pulau lainnnya. Bahan-bahan yang diperlukan : 1. 500 gr tepung tapioka 2. 200 ml air 3. 3 siung bawang putih 4. 1 sdt ketumbar 5. 3 sdt garam 6. 2 sdt terasi goreng Langkah-langkah atau cara membuat kerupuk kemplang khas palembang: 1. Membuat adonan: Pertama-tama, ikan disiangi, kemudian di cuci hingga bersih, lalu pisahkan daging ikan dari tulang, dan kulitnya. 1 kg daging ikan ditambah air 2 liter, kemudian digiling hingga halus. Setelah itu tuang tepung tapioka diatas meja ulen. Bisa dibentuk berupa seperti sumur, kemudian tuangka...
Ketika Anda berjalan di tengah keramaian kota dan melihat banyak orang berpakaian merah dan kuning dengan frekuensi yang lebih sering dari biasanya, maka selain daripada rombongan turis yang memakai pakaian yang sama, mungkin hari itu adalah hari Imlek, perayaan tahun baru masyarakat Tionghua yang dilaksanakan berdasarkan perhitungan kalender China. Selain perbedaan kalender yang digunakan dengan masyarakat internasional, perbedaan yang mendasar pada perayaan ini adalah durasi keseluruhan perayaan. Selagi masyarakat internasional merayakan tahun baru hanya dalam 1 hari, Imlek dirayakan selama 15 hari terhitung dari malam sebelum tahun baru (Chúxë éâ¢Â¤Ã¥Â¤â¢ / malam pergantian tahun) hingga perayaan Cap Go Meh Ã¥ÂÂäº"Ã¥â Â¥ Ã¥...Æ'&Ati...
Di kota Pangkal Pinang, terdapat bandara yang dulunya mungil bernama Bandar Udara Depati Amir. Bandara tersebut dulu merupakan bandara mungil yang sederhana. Namun sejak dibangunnya terminal baru, maka sejak Januari 2017, Bandara Depati Amir resmi memindahkan operasional ke gedung terminal baru yang lebih modern walaupun ukurannya tidak terlalu besar. Namun, beberapa orang masih belum mengetahui mengapa Bandara di Pangkal Pinang tersebut diberi nama Depati Amir. Kali ini saya akan menjelaskan sejarah mengapa Bandara ini diberi nama Depati Amir. Depati Amir adalah salah satu pahlawan yang berjasa di Indonesia. Depati Amir merupakan putra sulung dari Depati Bahrin dan Depati Amir memiliki adik bernama Hamzah. Ia mendapatkan gelar Depati dari Belanda. Awalnya ia menolak namun lama kelamaan nama Depati pun melekat baik bagi Depati Amir maupun Depati Hamzah. Depati Bahrin merupakan pemimpin dari gerakan perlawanan rakyat Bangka terhadap penjajahan Belanda. Amir dan Hamzah pun jug...
Batu Satam adalah sebuah cinderamata ciri khas Pulau Belitung. Batu ini berasal dari meteorit yang bertabrakan dengan lempeng Bumi berjuta-juta tahun yang lalu. Serpihan meteorit ini lalu bercampur dengan timah yang terkandung di dalam Bumi. Sebagai informasi, timah merupakan hasil tambang utama dari Pulau Belitung. Oleh karena itu, dari seluruh wilayah Indonesia, Batu Satam ini hanya dapat ditemukan di Pulau Belitung saja. Batu Satam memiliki warna hitam sebagai hasil reaksi antara batu meteorit dengan timah. Batu Satam seperti ini dapat ditemukan di pusat kota Tanjung Pandan, yaitu di Tugu Batu Satam. Setelah diolah, batu ini dapat berubah warna menjadi hijau atau coklat kehijauan, dengan bentuk kaca yang tidak beraturan dan memiliki ukiran - ukiran yang terbentuk secara alami. Batu Satam yang sudah diolah para pengrajin biasanya digunakan sebagai perhiasan, seperti layaknya batu akik atau batu mulia lainnya. Batu yang berukuran kecil biasanya dijual dengan harga kurang lebih...
Pesanggrahan Menumbing yang berada di ketinggian Gunung Menumbing, Muntok, Kabupaten Bangka Barat adalah satu dari beberapa tempat pengasingan Presiden Pertama Indonesia, Soekarno. Selain di tempat itu, Bung Karno juga pernah tinggal di Wisama Ranggam, yang juga menjadi ikon perjuangan kemerdakaan RI di Muntok. Wisma Ranggam juga yang menjadi lokasi pengasingan Menteri Luar Negeri Agus Salim, Wakil Perdana Menteri M Roem, Menteri Pengajaran Ali Sastroamidjojo, dan beberapa tokoh lainnya, pada kurun waktu tahun 1948 sampai 1949. Wisma Ranggam atau sebelumnya dikenal dengan nama Pesanggrahan Muntok berlokasi di tengah permukiman penduduk ibukota Kabupaten Bangka Barat. Bekas-bekas keramaian kota tepi laut, masih terlihat di sekitar Wisma Ranggam, berupa beberapa bangunan kuno berdinding tinggi dengan arsitektur bergaya Eropa. Wisma Ranggam awalnya dibangun tahun 1827 oleh Banka Tin Winning (perusahaan tambang timah Belanda). Setelah Indonesia meraih kemer...
Sembahyang Rebut (Hakka: Chiong Si Ku ) merupakan salah satu warisan budaya Tionghoa yang jatuh pada tanggal 15 bulan 7 (Hakka: Chit Ngiat Pan ) penanggalan Imlek. Sembahyang Rebut masih dilakukan setiap tahun hingga saat ini. Sembahyang Rebut dilakukan di beberapa daerah di Indonesia, termasuk Kepulauan Bangka Belitung. Dalam kepercayaan warga Tionghoa, pada Chit Ngiat Pan , pintu akhirat terbuka dan arwah-arwah yang berada di dalamnya akan keluar dan bergentayangan. Arwah-arwah tersebut akan turun ke dunia. Ada yang pulang ke rumah keluarganya dan ada yang turun terlantar dan tidak terawat, sehingga para manusia akan menyiapkan ritual khusus untuk arwah yang terlantar tersebut. Selain itu, tersedia rumah-rumahan dari kertas, uang dari kertas, dan baju-baju dari kertas pula. Barang barang tersebut merupakan persembahan khusus untuk para arwah. Ritual ini diadakan di kelenteng di mana umat Tionghoa memanjatkan doa keselamatan dan keberkahan kepada De...
Alkisah, di sebuah hutan di daerah Mentok, Bangka-Belitung, hiduplah seorang janda miskin. Ia tinggal di sebuah gubuk reot bersama anak laki-lakinya yang bernama Dempu Awang. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya, mereka menanam ubi, keladi, dan sayur-sayuran di ladang. Hasil yang mereka peroleh hanya cukup untuk dimakan sehari-hari, dan terkadang kurang. Begitulah kehidupan Dempu Awang dan ibunya setiap hari. Lama kelamaan, Dempu Awang pun semakin jenuh dan sering bermalas-malasan pergi ke ladang. Suatu hari, Dempu Awang duduk termenung seorang diri di depan gubuknya memikirkan nasibnya. Di tengah-tengah lamunannya itu, tiba-tiba muncul keinginannya untuk merantau mencari pekerjaan yang lebih baik. “Jika aku pergi merantau, bagaimana dengan ibuku? Ia akan tinggal sendirian di sini dan tak ada lagi yang membantunya bekerja di ladang,” pikirnya. Setelah mempertimbangkan masak-masak, akhirnya Dempu Awang memberanikan diri untuk menyampaikan niat itu kepada ibunya...
Dahulu, dikisahkan tentang sebuah keluarga yang sangat miskin. Mereka tinggal di dekat Sungai Cecuruk. Untuk memenuhi kehidupan sehari-hari, keluarga tersebut hanya mengandalkan hasil dari menjual buah-buahan dan dedaunan ke pasar yang didapatnya dari dalam hutan. Suami istri itu memiliki seorang anak laki-laki bernama Kulup. Kulup sangat rajin membantu orangtuanya mencari nafkah. Semua anggota keluarga saling membantu. Mereka tampak hidup bahagia meskipun menjalani hidup serba kekurangan. Suatu hari, ayah Kulup pergi ke hutan untuk mencari rebung yang masih muda. Rebung itu rencananya untuk dimakan oleh mereka. Tapi, ketika sedang menebang rebung, ia menemukan sebuah tongkat yang berada di rumpun bambu. Pak Kulup, begitu biasanya ia disapa, mengambil tongkat itu dan ingin membuangnya. Sebelum niatnya terlaksana, ia memperhatikan tongkat itu dengan teliti. Ia menganggap tongkat itu bukan tongkat sembarangan. Karena penasaran, dibersihkan tongkat tersebut. Benar saja, sete...
Alkisah, di sebuah desa di Pulau Belitung, hiduplah sepasang suami-istri yang miskin. Walaupun hidup miskin, mereka tetap rukun dan bahagia. Namun, kebahagiaan itu terasa belum lengkap, karena mereka belum mempunyai anak. Untuk itu, setiap malam kedua orang suami-istri itu senantiasa berdoa kepada Tuhan agar dikaruniai seorang anak. “Ya, Tuhan! Karuniakanlah kami seorang anak, walaupun sebesar kelingking!” Rupanya doa mereka dikabulkan oleh Tuhan Yang Mahakuasa. Tidak beberapa lama kemudian sang Istri hamil. Sepasang suami-istri itu sangat senang, karena tidak lama lagi akan mendapatkan seorang anak yang selama ini mereka dambakan. Beberapa bulan kemudian, sang Istri pun melahirkan. Namun, mereka sangat terkejut ketika melihat bayi yang keluar dari rahim sang Istri hanya sebesar kelingking. “Bang! Kenapa anak kita kecil sekali, Bang?” tanya sang Istri sedih. Mendengar pertanyaan istrinya, sang Suami hanya diam. Ia seakan-akan tidak percaya apa yang...