Benthik adalah salah satu permainan rakyat yang biasanya dimainkan oleh anak-anak. Perlengkapan benthik tidak memerlukan alat yang kompleks (rumit) atau sulit didapat. Untuk memainkan benthik hanya memerlukan dua ranting kayu yang berukuran panjang sekitar 30 cm (disebut “benthong”), dan yang berukuran pendek sekitar 10 cm (disebut “janak”). Pada umumnya, antara benthong dan janak memiliki diameter yang sama, yaitu sekitar 1 cm; bahkan umumnya benthong dan janak diambil dari ranting dengan jenis pohon dan batang yang sama. Saat kedua ranting ini beradu (dipukulkan) maka muncul suara “thik ... thik”, sehingga berdasarkan proses onomatope permainan ini disebut “Benthik”. Ranting panjang dipergunakan untuk memukul ranting yang lebih pendek. Untuk memainkan benthik diperlukan halaman yang bersih, rata dan cukup luas. Selain itu, di sekitar halaman diupayakan tidak terlalu banyak orang yang berlalulalang, karena dapat membahayakan merek...
Golek Pucong Kethoprak merupakan tarian yang diciptakan oleh KGPAA. Mangkubumi, putra Hamengkubuwono VI atau adik Hamengkubuwono VII; dan gendingnya diciptakan oleh KRT. Wiraguna (Putra Mangkubumi). Istilah ”Golek pucong kethoprak” terdiri dari beberapa kata yaitu: ”Golek” berarti jenis tarian tradisional Jawa (beksan) putri; ”Pucong”, nama gending utama untuk mengiringinya; dan ”Kethoprak”, adalah aksen rasa gerak tari yang biasa dibawakan pemain seni kethoprak tradisi. Menurut RM. Dino Satomo (2010), golek pucong kethoprak hadir sebagai penanda relasi antara seni kerakyatan dan seni istana. Para penarinya harus seorang sinden, sehingga berkaitan dengan dua hal yaitu: Asumsi bahwa para sinden telah memiliki penguasaan daya rasa gending lebih daripada penari yang bukan pesinden atau pengrawit, sehingga rasa gending segera didapatkan dari tariannya; Adanya motivasi memperkaya sumber penari dari kalangan pelaku seni kar...
Tentang Museum Dharma Wiratama Yogyakarta Museum Dharma Wiratama terletak di Jl. Jend. Sudirman No. 75 Yogyakarta . Museum ini milik TNI Angkatan Darat yang lebih merekam kisah perjuangan pada masa sesudah Indonesia merdeka. Pada tahun 1950-1980, gedung museum ini digunakan sebagai markas komando resirem (makorem). Pada tahun 1980, fungsi gedung diubah menjadi museum Dharma Wiratama hingga sekarang. Museum ini lebih banyak menyimpan dan mempertontonkan alat-alat perang besar pada zaman dulu, selain itu juga tersimpan foto-foto pejabat angkatan darat RI. Semua koleksi di museum ini terutama yang kecil, disimpan dalam almari besar yang diberi kaca, dan beralaskan karpet berwana merah. Apabila Anda ingin mengetahui kehebatan TNI Angkatan Darat, Anda bisa berkunjung ke museum ini. Museum ini menyimpan berbagai jenis senjata dari Tank Stuart MK I dan II buatan Amerika hingga samurai, golok, pistol, senapan, dan beragam senjata lainnya. Disajikan pula tiruan dapur u...
"Anak-anakku, Tentara Indonesia, kamu bukanlah serdadu sewaan, tetapi prajurit yang berideologi, yang sanggup berjuang dan menempuh maut untuk keluhuran tanah airmu. Percaya dan yakinlah, bahwa kemerdekaan suatu negara yang didirikan di atas timbunan runtuhan ribuan jiwa harta benda dari rakyat dan bangsanya, tidak akan dapat dilenyapkan oleh manusia, siapapun juga" (Panglima Besar Jenderal Sudirman). Desa Bantarbarang, Kecamatan Rembang, Kabupaten Purbalingga, Karisidenan Banyumas menjadi saksi lahirnya seorang bocah kecil pada hari senin pon tanggal 24 Januari 1916. Tangisnya merupakan tanda awal lahirnya salah satu tokoh besar dalam revolusi Bangsa Indonesia. Ayahnya Karsid Kartawiraji dan Siyem, ibu yang melahirkan sang bocah memberikannya nama Sudirman. Sedangkan ayah angkatnya Raden Cokro Sunaryo menambahkan nama Raden di depan nama Sudirman. Menjalani pendidikan formal di Taman Siswa, lalu melanjutkan pendidikan di HIK Muhammadiyah Solo. Pada tahun 1934 Raden Sudirm...
Tentang Monumen Jogja Kembali Yogyakarta Yogyakarta pernah menjadi ibukota Republik Indonesia pada 1946-1949. Di masa itu, Yogyakarta juga menjadi kota revolusi yang penuh dengan perjuangan untuk mempertahankan kemerdekaan dan pengakuan kedaulatan. Beragam peristiwa bersejarah terjadi dan Anda dapat melihatnya kembali dengan mengunjungi museum ini yang merepresentasikan kembalinya ibukota Yogyakarta sebagai tanda berakhirnya kekuasaan kolonial Belanda. Di dalamnya Anda dapat menyaksikan diorama-diorama dan beragam koleksi yang mengisahkan perjuangan bangsa Indonesia. Monumen Yogya Kembali didirikan di Ring Road Utara Yogyakarta . Monumen ini didirikan untuk memperingati bahwa kota Yogyakarta pernah kembali menjadi ibu kota negara Republik Indonesia pada tanggal 6 Juli 1966. Monumen ini terdiri dari 3 lantai. Lantai pertama berisi musium, perpustakaan, auditorium dan kafetaria. Lantai 2 terdapat 10 diorama menggambarkan garis besar perjuangan Yogyakarta untuk mempertah...
Sumber : Arsip Museum UGM Museum Biologi UGM Yogyakarta merupakan sebuah wisata edukatif di Yogyakarta yang sudah berdiri hampir setengah abad. Museum yang dikelola oleh Universitas Gajah Mada tersebut merupakan tempat penelitian para mahasiswa bahkan dosen, serta menjadi tempat kunjungan para siswa sekolah yang datang baik dari Jogja maupun luar daerah. Anda juga dapat datang seorang diri maupun bersama teman dan keluarga, sebab museum ini memang dibuka untuk umum. Terletak pada lokasi strategis, museum ini memang sangat cocok menjadi destinasi pilihan kunjungan Anda di Jogja. Apa saja sih keistimewaan dari Museum Biologi UGM Yogyakarta, nah, berikut ulasannya. Melihat Koleksi Binatang yang Diawetkan di Museum Biologi UGM Yogyakarta Museum ini pastilah menjadi tempat menyenangkan bagi Anda yang menyukai dunia bintang. Ada berbagai binatang yang diawetkan yang dipamerkan di lemari kaca yang tertata rapi. Koleksi tersebut dibagi sesuai dengan kelas. Pertama binat...
Museum Pendidikan dan Mainan Anak Kolong Tangga adalah museum anak pertama dan satu-satunya di Indonesia, merupakan wadah untuk mempromosikan pendidikan alternatif melalui mainan dan permainan tempo dulu. Misi utama kami adalah mengangkat dan mengenalkan permainan tempo dulu di Indonesia dan dunia dalam beberapa program kerja, antara lain: membuat workshop ketrampilan dan pengembangan kreativitas, kegiatan perpustakaan, kunjungan ke sekolah-sekolah di pedalaman, pameran pendidikan dan lain-lain. Museum Pendidikan dan Mainan Kolong Tangga dikelola oleh Yayasan Dunia Damai, yaitu sebuah organisasi sosial non-profit yang bergerak di bidang seni, budaya dan pendidikan alternatif bagi anak-anak. Yayasan Dunia Damai terdaftar di Kementrerian Hukum dan Hak Asasi Manusia dengan nomor daftar: 42/16 Juni 2008/No. AHU-4311.AH.01.04.Tahun 2009. Yayasan Dunia Damai dirintis oleh beberapa relawan yang memiliki antusias dan kepedulian tinggi terhadap kehidupan anak-anak, pendidikan m...
Sumber Foto: Akun Instagram @ryadhmega Berlibur tidak hanya mengunjungi tempat-tempat yang menarik. Tetapi, berlibur juga bisa mengunjungi tempat-tempat yang bersejarah seperti Museum Karbol TNI Angkatan Udara, Kompleks AAU yang mengingatkan kita kepada suara Presiden Soekarno saat membacakan teks proklamasi dan pesawat pertama hasil karya dari anak negeri kita tercinta ini. Museum Karbol TNI Angkatan Udara, Kompleks AAU diresmikan pada tanggal 4 April 1969. Museum tersebut diresmikan oleh Panglima Angkatan Udara Laksamana Udara Rusmin Nuryadin yang berkedudukan di Makowilu V Tanah Abang Bukit, Jakarta. Museum ini didirikan di Jogjakarta dengan alasan karena Jogjakarta merupakan tempat lahir dan pusat perjuangan TNI Periode V serta tempat penggodokan Karbol AAU. Museum ini awalnya bertempat di Jalan Tanah Abang Bukit Jakarta, lalu dipindahkan ke Jogjakarta. Awalnya Museum Karbol TNI Angkatan Udara merupakan museum integrasi AURI di Jakarta dan Museum Ksatrian A...
Ulasan Singkat Museum Tani Jawa Indonesia Leluhur masyarakat Indonesia merupakan masyarakat agraris. Mereka mewariskan nilai-nilai perjuangan petani jujur, sederhana, bersahaja, kerja keras dan selalu bersyukur kepada Sang Pencipta. Meskipun wilayah terbesar Republik Indonesia merupakan lautan, namun pekerjaan petani lebih mendominasi daripada nelayan. Secara teknik, peralatan para petani sudah ada sejak seribu tahun lalu dan masih digunakan oleh para petani tradisional di Jawa. Untuk melihat bajak, ani-ani, luku, garu, dan beragam perlatan tani lainnya, Anda dapat mengunjungi museum ini. Museum ini membantu para orang tua dalam menceritakan kepada anak-anak seni bercocok tanam para petani untuk menghasilkan padi yang menjadi nasi, makanan pokok (kedaulatan pangan) rakyat Indonesia. Anda juga dapat merasakan bagaimana rasanya menjadi petani dengan mengikuti beberapa kegiatan yang disiapkan oleh museum. Jam Buka Museum : Senin-Minggu : 08.00-17.00 WIB...