Selain terkenal dengan ragam budayanya, Indonesia juga terkenal dengan ragam kulinernya. Setiap daerah di Indonesia memiliki makanan khas daerahnya masing-masing. Tetapi ada juga makanan yang banyak dibuat ragamnya di beberapa daerah di Indonesia. Salah satunya yaitu bubur. Siapa yang tidak tahu bubur ? Pasti semuanya sudah mengenal makanan yang berbahan dasar beras ini. Bubur memiliki bebagai macam varian rasa dan penyajian. Di Indonesia sendiri bubur memiliki banyak ragam sesuai dengan ciri khas daerah masing-masing, seperti Bubur Jakarta, Bubur Bandung, Bubur Indramayu, Bubur Cirebon, dan masih banyak lagi. Bubur dari daerah-daerah tersebut memiliki cita rasa dan keunikan masing-masing. Tahukah kalian bahwa ada salah satu daerah di Kabupaten Karawang yang memiliki resep bubur yang khas? Cilamaya adalah salah satu kecamatan di Kabupaten Karawang yang memiliki resep tersendiri dalam membuat bubur.Uniknya, Bubur Cilamaya merupakan bubur khas tanah budaya Cirebon yang berada...
Manisan Mangga Kebudayaan Indonesia sangatlah beraneka ragam dimulai dari tarian tradisional, lagu, pakaian, ritual, makanan dan masih banyak lagi. Seperti halnya makanan, salah satu makanan kebudayaan indonesia adalah manisan mangga. Mangga merupakan buah tropis yang sering kita jumpai di indonesia. Cara mendapatkannya pun mudah, bisa dibeli di pasar ataupun supermarket. Jenis dari buah mangga sendiri pun beraneka ragam seperti harum manis , gincu , golek. Namun jika ingin membuat manisan mangga disarankan untuk menggunakan mangga yang masih muda. Berikut merupakan cara untuk membuat manisan mangga khas Cirebon: Bahan : Pilih mangga yang masih muda kupas lalu iris tipis-tipis Gula pasir secukupnya Garam secukupnya Cara membuat: Rendam mangga yang sudah diiris tadi kedalam rendaman air garam selama kurang lebih 40 menit Setelah 40 menit, bilas mangga tadi sampai bersih Jika sudah bersih,...
Karawang merupakan salah satu kabupaten yang terletak di Jawa Barat. Karawang terkenal dengan sebutan kota lumbung padi. Julukan karawang sebagai kota lumbung padi pun bukan sekedar julukan, dulu Karawang penuh dengan sawah dan menjadi pemasok terbesar padi untuk Indonesia, namun sekarang Karawang sudah menjadi kota industri karena perlahan-lahan sawah digantikan oleh pabrik-pabrik. Karawang juga seringkali disebut sebagai kota pangkal perjuangan karena sehari sebelum proklamasi kedua tokoh penting Indonesia –Soekarno dan Hatta— diculik dan dibawa ke Rengadengklok, salah satu kecamatan di Karawang untuk segera menyatakan kemerdekaan Indonesia. Sejarah yang terjadi di Karawang bukan hanya tentang tempat akhir perjuangan, 2 tahun setelah kemerdekaan Indonesia, Karawang menjadi tempat terpilu bagi rakyat Indonesia karena terjadinya pembantaian oleh...
Pernikahan, bagi sebagian besar masyarakat Indonesia dianggap sebagai suatu hal yang sakral. Hampir seluruh suku bangsa di Indonesia memiliki adat pernikahannya sendiri dengan berbagai proses dan rangkaian acara yang cukup rumit. Masing - masing upacara adat pernikahan tentunya memiliki ciri khas tersendiri, yang membedakan satu suku dengan suku yang lain. Salah satunya ialah busana adat dari para calon pengantin. Busana Kepangeranan merupakan busana adat pengantin yang berasal dari daerah Cirebon, Jawa Barat. Sesuai dengan namanya, busana ini bergaya "kepangeranan" atau "mirip seperti pangeran (atau bangsawan)", karena diadaptasi dari pakaian para bangsawan dari Keraton Kasepuhan yang berada di Cirebon. Busana Pengantin Pria Pengantin pria menggunakan jas takwa berwarna hijau dengan corak keemasan, dan bawahan berupa kain batik khas Cirebon. Bagian kepala dihiasi dengan semcam mahkota atau blangkon dengan roncengan melati di satu sisi kepala. Untuk alas kaki, menggunakan...
Bebentengan sering dikenal sebagai rerebonan di daerah Jawa Barat, sedangkan di daerah lain dikenal juga dengan nama pris-prisan, oal-palan, omer, dan jek-jekan . Bebentengan berasal dari kata "benteng" yang berarti pertahanan. Bebentengan adalan Dwipurwa (pengulangan suku kata pertama) dan berakhiran -an yang berarti menyerupai. Permainan ini memiliki relevansi dengan bangsa Indonesia pada zaman penjajahan Belanda dulu, yakni pertahanan bangsa Indonesia saat melawan penjajahan Belanda dengan menggunakan benteng. Menurut Yayat Sudaryat, Guru Besar Sastra Universitas Pasundan Bandung, permainan bebentengan sudah ada sejak zaman penjajahan Belanda dulu. Permainan bebentengan merupakan permainan yang memerlukan kecepatan, ketangkasan, kerja sama dan strategi yang baik antar anggota kelompok. Kedua tim, biasanya 4-8 orang, memiliki "benteng" masing-masing yang bisa berupa tiang, pohon, atau batu bata. Setiap anggota kelompok bertugas untuk menjaga benteng ji...
Seluruh dunia memiliki keragaman budaya masing-masing yang sebagian besar disebabkan oleh kondisi geografis yang beragam. Begitu pula dengan negara kita Indonesia. Indonesia terdiri dari berbagai macam suku dan budaya. Setiap daerah di Indonesia memiliki ciri khasnya, sebagai contoh, daerah-daerah di Indonesia memiliki makanan khasnya masing-masing seperti kerak telor dari Jakarta, batagor dari Bandung, dan gudeg dari Yogyakarta. Pada kesempatan kali ini, saya akan membahas mengenai makanan khas dari Kuningan, Jawa Barat yaitu golono. Golono adalah makanan khas berbentuk bulat, renyah, dan gurih. Golono merupakan makanan dengan bahan dasar yang murah dan sederhana, hanya terbuat dari ampas tahu, tepung beras, cabai, dan bumbu penyedap rasa lainnya. Ampas tahu diolah dengan bumbu lalu dicelupkan ke dalam adonan tepung beras seperti membuat gorengan pisang atau tempe mendoan, setelah itu goreng...
SMA Santo Aloysius Sultan Agung merupakan salah satu bangunan bersejarah di Kota Bandung atau yangg disebut juga Kota Kembang.Bangunan ini dibuat selama jaman penjajahan Belanda oleh arsitek berkebangsaan belanda yang bernama J.Sippel pada tahun 1928-1930.Pada zaman sebelum Indonesia merdeka,gedung SMA St.Aloysius ini merupakan bagian dari SMP MULO.SMP MULO ini dikelola oleh Ordo Sanctae Crusis (OSC) atau dalam bahasa Indonesia berarti Ordo Salib Suci. Pada zaman kependudukan Jepang gedung sekolah ini menjadi markas Kempeitai atau Polisi militer Jepang,pada saat inilah masa suram di gedung ini dimulai.Kempeitai melakukan banyak hal mengerikan di gedung ini seperti Interogasi,Penyiksaan bahkan pembunuhan tawanan perang termasuk para biarawan OSC yang bertanggung jawab atas sekolah ini.Setelah Indonesia merdeka sekolah ini sempat terbengkalai karena para biarawan OSC tidak berani untuk menetap di Indonesia.Sekolah ini baru kembali beroperasi pada tahun 1950-an dan diserahkan kemb...
Pada kesempatan kali ini, saya akan memperkenalkan salah satu kebudayaan khas kota asal saya, kota Depok, yakni Silat Sinar Paseban atau biasa disebut Silat Paseban. Dalam hal ini, saya berkesempatan untuk mewawancarai Bapak Norman Hastra selaku Ketua LUMBUK (Lembaga Usaha Melestarikan Budaya dan Seni Kota Depok). Nama Silat Paseban diambil dari nama daerah di mana Guru Besar Bapak M. Saleh bin Salman/Mad Saleh bertempat tinggal, yaitu gang Paseban, Jakarta Pusat, yang didirikan pada tahun 1965. Pada saat ini Perguruan silat tersebut sudah nonaktif. Selanjutnya, perguruan silat itu diwariskan pada Ustadz Mahyullah/Ust. Lolo yang merupakan keponakan langsung dari Bapak M. Sholeh. Ustadz Lolo kemudian mengikrarkan perguruan silat tersebut sebagai sentra pelestarian Silat Paseban pada tahun 2015. Silat Paseban sendiri erat hubungannya dengan adat dan kebudayaan betawi. Hal itu dapat dilihat dari : acara buka palang pintu, acara rebut dandang, iring-iringan pengantin, rebana kitim...
Ngomong-ngomong tentang jengkol, kebanyakan orang langsung berfikir pada suatu makanan yang berbentuk gepeng berbelit, bau dan agak pahit. Yap, tapi sayangnya saya tidak akan membahas tentang jengkol tersebut, disini saya akan mencoba mengulas sedikit tentang permainan perepet jengkol khas Jawa Barat . Ngomong-ngomong soal nama, meskipun nama permainannya perepet jengkol namun permainan ini tidak sama sekali melibatkan jengkol. Perepet jengkol atau bisa disebut juga jejengkolan merupakan permainan tradisional Jawa Barat. Dimana permainan ini sangatlah sederhana, tidak memerlukan alat atau bahan apapun, dan hanya memerlukan 3 - 4 orang pemain. Cara bermainnya para pemain berdiri saling membelakangi satu sama lain kemudian para pemain tersebut berpegangan tangan untuk saling mengikat, kemudian salah satu kaki dari tiap-tiap pemain diangkat kebelakang dan saling berkaitan satu sama lain, jika sudah pada posisi yang benar dan pertahanan kaki sudah kuat lalu tangan dilepas dari gen...