Indonesia adalah suatu negara luas yang sangat kaya,baik dari segi kekayaan alam,manusia dan budayanya. Negara ini terbentang dari Sabang sampai Merauke, dimana dari setiap daerah memiliki budaya,bahasa dan suku yang berbeda-beda. Salah satu suku besar di Indonsia adalah Minang Kabau. Suku ini dianut oleh penduduk Sumatera Barat. Pada zaman dahulu Sumtera Barat terdiri dari daerah yang disebut dengan Luhak nan tigo yaitu Luhak Tanah Data atau Luhak nan Tuo, Luhak Agam atau Luhak nan Tangah, dan Luhak Limopuluah atau Luhak nan Bungsu. Daerah-daerah ini juga mempunyai budaya yang berbeda-beda pula. Salah satuya Luhak Limopuluah , Di daerah ini penduduknya masih menjunjung tinggi adat yang kental, salah satunya menyangkut masalah khitan/sunatan, di Luhak Limopuluah khitan disebut Bao ka aia atau Sunaik . Bao yang artinya "Bawa" dan Ka aia yang artinya "ke air" Proses khitan di Luhak Limopuluah ini unik dan berbeda dari daerah lainnya, ya...
Ketupat, seolah menjadi hidangan wajib di momen Hari Raya Idul Fitri. Bahkan, bersama beduk, ketupat menjadi ikon lebaran. Kehadirannya ternyata tak hanya sekedar pendamping bagi opor ayam atau pun kuliner berkuah santan lainnya. Ketupat ternyata juga memiliki filosofi tersendiri. Tradisi kupatan saat lebaran, ternyata dipopulerkan dalam masyarakat Muslim oleh Sunan Kalijaga. Dengan tujuan untuk mempererat kebersamaan dan menjalin tali silaturrahmi, ketupat diperkenalkan sebagai simbol yang menyimpan filosofi yang dalam tentang ajaran Islam. Kala itu, Sunan Kalijaga memperkenalkan dua kali lebaran, yaitu lebaran Idul Fitri 1 Syawal dan Lebaran Ketupat. Lebaran ketupat ini yang biasa dikenal dengan tradisi kupatan. Tradisi ini digelar pada hari ketujuh bulan Syawal setelah menjalankan puasa sunah tujuh hari yang dimulai pada tanggal 2 Syawal. Tradisi kupatan ini berlaku hanya di beberapa daerah di Pulau Jawa yang merupakan daerah penyebaran agama Islam oleh Sunan...
Makam Padang Reak Makam Padang Reak yang terletak di Desa Kuranji, Kecamatan Labuapi Lombok Barat (Lobar) merupakan makam bersejarah yang menjadi tempat wisata dan ziarah. Juru Kunci Makam Ilang Padang Reak, Jenali, Senin (24/12/2012) menceritakan bahwa makam tersebut merupakan makam dari salah seorang ulama asal Kudus, Jawa Timur yang datang ke Lombok untuk berdakwah. “Ulama yang ada di Makam Padang Reak ini adalah ulama dari kudus yang bernama Syeh Arsyad yang wafat pada tahun 433 Hijriiyah" Terang Jenali. Jenali mengatakan, Peziarah yang sering datang ke Makam Ilang Padang Reak ini berasal dari Sekarbela, mataram. Tiap tahun masyarakat Sekarbela memiliki ritual untuk ziarah ke Makam tersebut. Saat ini pemerintah Lobar mulai melirik potensi wisata kawasan tersebut. Hal ini terlihat dari pembangunan gedung kesenian serta tempat berjualan dan be...
Indonesia adalah negara yang banyak pulaunya. Sebagian telah banyak dikenal orang dan tidak sedikit yang tidak dikenal. Salah satunya adalah Pulau Sawu, yaitu pulau yang diduduki suku Sawu atau Sabu. Sedikit yang menarik dari masyarakat Suku Sawu adalah mengenai kematian atau upacara kematian. Tidak dapat disangkal bahwa terdapat bermacam cara untuk upacara kematian yang terdapat di Indonesia. Menurut Suku Sawu, terdapat dua jenis kematian, yakni made nata (=mati manis/mati wajar) dan made haro (=mati asin/mati tidak wajar). Klasifikasi kematian itu didasarkan pada cara terjadinya. Kematian wajar dan melewati proses berangsur-angsur seperti menderita penyakit, misalnya, tergolong mati manis atau mati wajar. Sebaliknya, yang tiba-tiba dan dianggap belum saaatnya, tergolong mati tidak wajar, misalnya saja disambar pertir, jatuh dari pohon, tenggelam, terkena benda tajam, dan bunuh diri serta lain sebagai nya. Kedua jenis kematian itu menyebabkan adanya perbedaan upacara. T...
Pada umumnya, jenazah orang dewasa suku Toraja dimakamkan di gua, batu, maupun tebing yang telah dilubangi guna menempatkan jenazah tersebut. Kemudian muncul pertanyaan di khalayak banyak ialah bagiamana jika yang meninggal bukanlah orang dewasa melainkan bayi? Apakah pemakamannya akan sama dengan pemakaman orang dewasa? Ternyata setelah ditelusuri lebih jauh, ada perbedaan mencolok antara pemakaman orang dewasa dengan bayi pada suku Toraja. Perbedaan terbesar adalah tempat diletakkannya jenazah tersebut, di mana jenazah orang dewasa diletakkan pada gua, batu, maupun tebing yang telah dilubangi sedangkan jenazah bayi diletakkan dalam sebuah pohon besar. Jenazah tersebut diletakkan ke dalam sebuah pohon besar yang sudah dilubangi kemudian ditutup oleh ijuk. Umumnya pohon yang digunakan sebagai tempat peletakkan jenazah bayi tersebut sudah berumur ratusan tahun maupun pohon-pohon yang dianggap keramat oleh suku Toraja. Satu pohon dapat menampung puluhan jenazah bayi. Bayi...
Makam Keramat Batu Layar Lombok tak hanya cocok untuk tempat wisata alam. Ada pula berbagai tempat wisata religi seperti Makam Batu Layar. Kabarnya, komplek makam ini menjadi lokasi peristirahatan seorang syekh yang pernah menyebarkan agama Islam di Lombok. Makam Batu Layar ada di kawasan Senggigi, Lombok Barat, NTB, tak jauh dari Pantai senggigi. Makam tersebut menjadi tempat peristirahatan seorang penyebar agama Islam, yang diyakini bernama Syekh Sayid. Makam ini pun dikeramatkan oleh warga Lombok. Makam ini tampak cukup luas dengan pintu masuk di bagian depan dan belakang. Banyak turis dari anak kecil sampai orang dewasa mengunjungi area sekitar komplek makam. Biasanya, makam akan sangat ramai dengan para peziarah saat Lebaran Topat, sekitar 10 hari setelah Idul Fitri. Lebaran ini umumnya memang diawali dengan ziarah ke makam yang dikeramatkan, termasuk Batu Layar. Makam Batu Layar rupanya dianggap keramat kare...
Pada budaya Sunda ketika kita akan melakukan upacara adat biasanya akan dilakukan ritual terlebih dahulu atau dalam bahasa Sunda dikenal dengan Ritus . Ritus sekarang sudah memiliki Undang – Undang yaitu UU No.5 tahun 2017. Pada Ritus diperlukannya pangradinan , yaitu sajen untuk ritual. Apa itu pangradinan ? Pangradinan diartikan dengan pangaruh din dalam kehidupan. Orangtua dahulu selalu memakan simbolik untuk menjelaskan bahasa simbol. Seperti misalnya pada sajen ini terdapat : Kendi. Maksud dari kendi ini adalah untuk mengenali diri sendiri karena kendi itu singkatan dari kenali diri Air Bermakna air yang menumbuhkan kehidupan . Dan diperlukan sebanyak 80% Pohon Hanjuang Hijau Hanjuang hijau memiliki makna kenal pada diri siapa yang memberi kehidupan. Warna hijau berarti kemakmuran dan kesuburan Cerutu Merupakan kata serapan dari surut yaitu jamak dari syirat. Dalam bahasa arab surut berarti jalan...
Sembahyang kubur adalah tradisi masyarakat Tionghua khususnya yang berasal dari Singkawang dan daerah sekitar-nya untuk bersembahyang ke makam-makam leluhurnya yang dilakukan 2 kali dalam setahun. Masa sembahyang kubur jatuh pada bulan kedua dan bulann ketujuh dalam kalender Cina. Waktu sembahyang kubur diberikan kurang lebih selama 2 minggu, jadi bisa bebas memilih hari untuk pergi sembahyang. Tradisi ini telah berlangsung turun temurun. Bahan yang perlu disediakan untuk persembahan kepada roh leluhur adalah makanan seperti : ayam rebus; daging; telur matang; paling dikit 3 macam buah-buahan; dan kue-kue maupun teh. Alat yang dibutuhkan antara lain "Uang dewa" serta baju dan barang-barang yang berupa kertas. Selain persembahan untuk leluhur, harus disediakan pula makanan untuk para Dewa berupa buah-buahan. #OSKMITB2018
Adat Pernikahan Suku Serawai Suku Serawai mendiami wilayah di bagian selatan Provinsi Bengkulu. Tepatnya di wilayah Seluma, Talo, Pino, dan Manna. Suku serawai memiliki banyak ciri khas, mulai dari bahasa daerah yang terdiri dari beberapa dialeg sampai kuliner tempoyak atau dikenal dengan nama sambal durian. Suku Serawai juga memiliki adat istiadat dalam hal perkawinan yang diberlakukan bagi orang dari dalam maupun luar suku serawai yang ingin meminang gadis serawai. Adat pernikahan suku serawai ini saya rangkum dari wawancara melalui telepon dengan seorang wanita suku serawai. Berikut rangkumannya: Dalam pernikahan suku serawai, baik antarsesama maupun berbeda suku yang melibatkan pihak perempuan maka akan terjadi perjanjian atau disebut dengan kulo . Kulo pernikahan dibedakan menjadi dua jenis, yaitu kulo semendo merdiko (perjanjian secara merdeka) dan kulo semendo masuak kampung (perjanjian secara masuk kampung). Berikut perinciannya: Kulo semendo merdiko...