3.359 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Genrang Sanro, Ritual Budaya yang Hampir Punah
Ritual Ritual
Sulawesi Selatan

Ritual tradisi memiliki nilai yang luhur untuk diteruskan dari generasi ke generasi. Sayangnya, gempuran budaya asing membuat ritual ini dilupakan. Tak jarang, anak muda zaman sekarang tidak tahu dengan ritual tradisi sendiri. Kali ini saya akan membahas mengenai salah satu ritual dari Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, yaitu  Genrang Sanro. Ritual genrang sanro berasal dari kata "genrang" yang artinya musik dan "sanro" yang artinya tabib dalam bahasa Bugis, adalah ritual pengobatan yang dilakukan dengan cara unik, yaitu dengan menggunakan sarana musik tradisional seraya berdoa mengharap kesembuhan. Ritual genrang sanro diadakan untuk mengobati penyakit dalam seperti tipes, cacar, maupun orang yang terkena guna guna atau santet. Dalam melakukan ritual ini seluruh sanro atau tabib yang memainkan musik tradisional haruslah perempuan yang merupakan garis keturunan secara turun menurun. Prosesi ritual ini dilakukan dengan permainan musik ansambel perkusi dengan...

avatar
OSKM18_19718218_Salsabiyl
Gambar Entri
Rtubi 'Membayar Badan'
Ritual Ritual
Maluku

Hukum adat berlaku bilamana kejahatan terjadi dalam desa. Hukuman terhadap suatu kejahatan tidak membedakan antara kejahatan dalam marga maupun desa. Kejahatan yang terjadi dalam suatu marga maka dengan sendirinya akan keluar karena bukan hanya orang yang melakukan kejahatan tetapi juga melibatkan saudara-saudara laki-laki dan anggota famili tetapi juga melibatkan wali-wali, yang karena perkawinan klan yang berlaku selalu berasal dari marga yang lain. Wali-wali adalah saudara-saudara laki-laki dari ibu.   Dalam kasus pembunuhan, saudara laki-laki dan wali-wali berhak untuk membunuh orang yang membunuh anggota keluarga mereka. Jika orang yang membunuh menyembunyikan diri maka salah seorang dari anggota-anggota marganya menjadi pengganti orang yang membunuh. Permasalahan tersebut tidak berhenti disana, mereka akan selalu waspada terus-menerus jika belum ada pihak ketiga yaitu tetua adat dari marga lain yang mempunyai peran untuk mendamaikan mereka .   Untuk m...

avatar
OSKM18_16518085_YAHWISTA
Gambar Entri
Ma'Nene (Manene)
Ritual Ritual
Sulawesi Selatan

Indonesia mempunyai banyak sekali ritual-ritual unik yang sangat khas. Nah, ritual yang satu ini nggak kalah unik lo sama ritual-ritual lain. Ma'Nene, ritual mengganti baju dan merias mayat leluhur setiap tiga tahun sekali yang dilakukan di Kabupaten Toraja Utara, Sulawesi Selatan. Tradisi Ma'Nene bukanlah ritual asal-asalan, orang Toraja percaya bahwa memanusiakan orang yang sudah meninggal dunia adalah perbuatan yang sangat mulia. Umur jenazah yang akan didandani bermacam-macam, ada yang puluhan bahkan sampai ratusan tahun. Mayat para leluhur memang tidak ada yang utuh lagi, tetapi orang Toraja sudah menerapkan teknik pengawetan mayat yang sudah diajarkan secara turun-temurun. Ritual ini dilakukan setelah masa panen selesai karena hasil panen tersebut digunakan pada saat prosesi dan juga berdoa agar diberi kelancaran dan berkah dalam masa tanam berikutnya. #OSKMITB2018

avatar
OSKM18_16918011_Stephanus Misasnan Dewangga
Gambar Entri
KENDURI APEM
Ritual Ritual
Daerah Istimewa Yogyakarta

TRADISI KENDURI APEM Kenduri biasanya diadakan saat seseorang atau sebuah keluarga memiliki sebuah hajatan. Kenduri sendiri dapat diartikan sebuah perwujudan rasa syukur terhadap Allah atas dilaksanakannya hajat yang diinginkan dengan membagikan makanan pada sanak keluarga dan tetangga atau kerabat. Namun ada satu kenduri yang berbeda dari kenduri pada biasanya. Jika kenduri pada biasanya menggunakan nasi dan lauk pauk, kenduri yang satu ini hanya menggunakan apem. Bagi masyarakat Bantul khususnya yang masih tinggal di pedesaan tentunya kenal dengan istilah kenduri apem, atau dalam bahasa jawa disebut juga 'genduren apem'. Kenduri apem ini biasanya dilakukan pada bulan Ruwah (penanggalan Jawa) atau bulan Syaban (penanggalan Islam). Kenduri ini dilakukan di tempat Bapak Dukuh setempat dengan diisi dengan acara pengajian. Pengajian itu sendiri untuk menyambut kedatangan bulan Ramadhan.Di samping menyambut Bulan Ramadhan, tradisi ini juga untuk menghormati dan me...

avatar
OSKM18_16318247_FITB Aqila Ayu Prasetyaningrum
Gambar Entri
KENDURI APEM
Ritual Ritual
Daerah Istimewa Yogyakarta

TRADISI KENDURI APEM Kenduri biasanya diadakan saat seseorang atau sebuah keluarga memiliki sebuah hajatan. Kenduri sendiri dapat diartikan sebuah perwujudan rasa syukur terhadap Allah atas dilaksanakannya hajat yang diinginkan dengan membagikan makanan pada sanak keluarga dan tetangga atau kerabat. Namun ada satu kenduri yang berbeda dari kenduri pada biasanya. Jika kenduri pada biasanya menggunakan nasi dan lauk pauk, kenduri yang satu ini hanya menggunakan apem. Bagi masyarakat Bantul khususnya yang masih tinggal di pedesaan tentunya kenal dengan istilah kenduri apem, atau dalam bahasa jawa disebut juga 'genduren apem'. Kenduri apem ini biasanya dilakukan pada bulan Ruwah (penanggalan Jawa) atau bulan Syaban (penanggalan Islam). Kenduri ini dilakukan di tempat Bapak Dukuh setempat dengan diisi dengan acara pengajian. Pengajian itu sendiri untuk menyambut kedatangan bulan Ramadhan.Di samping menyambut Bulan Ramadhan, tradisi ini juga untuk menghormati dan me...

avatar
OSKM18_16318247_FITB Aqila Ayu Prasetyaningrum
Gambar Entri
KENDURI APEM
Ritual Ritual
Daerah Istimewa Yogyakarta

TRADISI KENDURI APEM Kenduri biasanya diadakan saat seseorang atau sebuah keluarga memiliki sebuah hajatan. Kenduri sendiri dapat diartikan sebuah perwujudan rasa syukur terhadap Allah atas dilaksanakannya hajat yang diinginkan dengan membagikan makanan pada sanak keluarga dan tetangga atau kerabat. Namun ada satu kenduri yang berbeda dari kenduri pada biasanya. Jika kenduri pada biasanya menggunakan nasi dan lauk pauk, kenduri yang satu ini hanya menggunakan apem. Bagi masyarakat Bantul khususnya yang masih tinggal di pedesaan tentunya kenal dengan istilah kenduri apem, atau dalam bahasa jawa disebut juga 'genduren apem'. Kenduri apem ini biasanya dilakukan pada bulan Ruwah (penanggalan Jawa) atau bulan Syaban (penanggalan Islam). Kenduri ini dilakukan di tempat Bapak Dukuh setempat dengan diisi dengan acara pengajian. Pengajian itu sendiri untuk menyambut kedatangan bulan Ramadhan.Di samping menyambut Bulan Ramadhan, tradisi ini juga untuk menghormati dan me...

avatar
OSKM18_16318247_FITB Aqila Ayu Prasetyaningrum
Gambar Entri
KENDURI APEM
Ritual Ritual
Daerah Istimewa Yogyakarta

TRADISI KENDURI APEM Kenduri biasanya diadakan saat seseorang atau sebuah keluarga memiliki sebuah hajatan. Kenduri sendiri dapat diartikan sebuah perwujudan rasa syukur terhadap Allah atas dilaksanakannya hajat yang diinginkan dengan membagikan makanan pada sanak keluarga dan tetangga atau kerabat. Namun ada satu kenduri yang berbeda dari kenduri pada biasanya. Jika kenduri pada biasanya menggunakan nasi dan lauk pauk, kenduri yang satu ini hanya menggunakan apem. Bagi masyarakat Bantul khususnya yang masih tinggal di pedesaan tentunya kenal dengan istilah kenduri apem, atau dalam bahasa jawa disebut juga 'genduren apem'. Kenduri apem ini biasanya dilakukan pada bulan Ruwah (penanggalan Jawa) atau bulan Syaban (penanggalan Islam). Kenduri ini dilakukan di tempat Bapak Dukuh setempat dengan diisi dengan acara pengajian. Pengajian itu sendiri untuk menyambut kedatangan bulan Ramadhan.Di samping menyambut Bulan Ramadhan, tradisi ini juga untuk menghormati dan me...

avatar
OSKM18_16318247_FITB Aqila Ayu Prasetyaningrum
Gambar Entri
otonan
Ritual Ritual
Bali

Upacara Otonan Kata Otonan berasal dari bahasa Jawa Kuno yang telah menjadi kosa kata bahasa Bali yang berasal dari kata “wetu” atau “metu” yang artinya keluar, lahir atau menjelma.Hari kelahiran umat Hindu di Indonesia, khususnya di Jawa dan Bali diperingati berdasarkan kalender Bali-Jawa yang disebut pasaran. Kalender ini mempergunakan perhitungan “Wuku” yang jumlahnya 30 Wuku (210 hari) dalam satu tahun Jawa-Bali, Sapta Wara (Pasaran Tujuh) dan Panca Wara (Pasaran Lima). Jadi hari kelahiran seseorang diperingati setiap enam bulan sekali menurut perhitungan 35 hari sekali) atau “Pitu Wulanan” di Jawa dengan perhitunga setiap bulannya 30 hari. Misalnya seorang yang lahir pada hari Rabu Wage Wuku Klawu atau Buda Cemeng Klawu, maka setiap hari tersebut datang dalam jangka waktu 210 hari disebut hari “Otonan” atau hari ulang tahun bagi yang bersangkutan. Berdasarkan uraian tersebut yang dimaksud dengan “Otonan&rdq...

avatar
OSKM18_16518111_Danendra Athallariq Harya Putra
Gambar Entri
Budaya Makan Bersama atau Botram di Lingkungan Masyarakat Sunda
Ritual Ritual
Jawa Barat

Makan bersama atau botram (dalam bahasa sunda) adalah kegiatan dimana sekelompok oraang berkumpul untuk makan bersama dalam suatu acara-acara tertentu. Acara botram dapat dilakukan dimana saja misalkan di tempat rekreasi, di taman atau di pantai. Botram dilakukan untuk mempererat tali persaudaraan, bersenang-senang dan menjaga rasa kekeluargaan. Acara botram biasanya dilaksanakan dalam rangka acara syukuran, selametan atau bahkan hanya sekedar untuk berkumpul bersama keluarga atau teman. Ada salah satu acara botram yang rutin dilakukan setiap di daerah saya yaitu di daerah cijerah, yaitu dalam rangka memeringati HUT RI. Jadi, setiap tahun dalam memeringati HUT RI biasanya setelah diadakan lomba lomba untuk memeringati HUT RI tetangga tetangga di daerah saya biasanya pada malah minggu atau malam seninnya mereka keluar rumah menggelar tikar atau karpet di depan rumah mereka masing masing sebagai alas dan membawa masakan-masakan yang telah mereka buat untuk disantap bersama. Biasan...

avatar
Oskm18_16718382_rafi