1 euro fc points Besuche die Website Buyfc26coins.com. Schnell und sicher, top!.QeGC
1.250 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Rumah Adat Makassar
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Sulawesi Selatan

Rumah dalam bahasa Makassar disebut Balla atau Bola dalam bahasa Bugis. Rumah khas Makassar berbentuk rumah panggung yang tingginya sekitar 3 meter dari tanah. Disanggah oleh tiang-tiang dari kayu yang berjejer rapih. Rumah atau balla berbentuk segi empat dengan lima tiang penyangga ke arah belakang dan 5 tiang penyangga ke arah samping. Untuk rumah milik bangsawan yang biasanya lebih besar, jumlah tiang penyangganya berjumlah lima ke samping dan enam atau lebih ke arah belakang. Atap rumah adat Makassar berbentuk pelana, bersudut lancip dan menghadap ke bawah. Biasanya bahannya terdiri dari nipah, rumbia, bambu, alang-alang. ijuk atau sirap. Jaman sekarang bahan penutup atapnya sudah lebih modern tentu saja. Bagian depan dan belakang puncak atap rumah yang berbatasan dengan dinding dan berbentuk segitiga disebut timbaksela. Dari timbaksela ini bisa dikenali derajat kebangsawanan pemiliknya. Timbaksela yang tidak bersusun menandakan pemiliknya adalah orang biasa,...

avatar
OSKM18_19918037_Yasmin
Gambar Entri
TRADISI MA’NENE, RITUAL GANTI PAKAIAN MAYAT DI TANA TORAJA
Ritual Ritual
Sulawesi Selatan

TRADISI MA’NENE, RITUAL GANTI PAKAIAN MAYAT DI TANA TORAJA   Sudah sejak lama, Tana Toraja dikenal oleh masyarakat dengan tradisi dan ritual yang amat unik. Mulai dari makanan, bentuk bangunan, serta tradisi perayaan orang mati yang dikenal menghabiskan uang hingga 1 Milyar Rupiah. Nah, di artikel ini akan dibahas mengenai tradisi Ma’Nene,yaitu tradisi merawat dan mengganti pakaian mayat/jenazah.    Ma’nene bisa mempunyai dua arti. Orang Toraja umumnya memahami nene atau nenek, sebagaimana lazimnya di tempat lain, sebagai orang tua dari orang tua kita atau orang yang sudah sepuh. Namun, di Tonga Riu, nene artinya mayat. Mau sudah berusia senja atau masih belia saat meninggal, panggilannya sama-sama nene. Dengan imbuhan ”ma” di depannya, Ma’nene bisa diartikan sebagai ”merawat mayat”.   Trades Ma’Nene dilakukan masyarakat untuk menunjukan kehormatan dan kasih sayangnya. Tradisi dimul...

avatar
Oskm18_19718248_pasasa
Gambar Entri
Asal usul nama Sanggara Balanda
Makanan Minuman Makanan Minuman
Sulawesi Selatan

Ada satu makanan penutup yang seringkali menjadi makanan penutup yang paling dicari-cari pada sebuah perhelatan. Entah itu pernikahan, acara formal, maupun acara-acara lainnya. Adalah sebuah makanan penutup yang berbahan dasar pisang dan kacang tanah. Sanggara' Balanda, adalah makanan yang berbahan dasar pisang yang tengahnya diisi dengan campuran margarin, gula, dan kacang tanah goreng yang telah ditumbuk. Sanggara' dalam bahasa Makassar sendiri berarti "Pisang", dan Balanda berarti "Belanda". Jajanan pisang ini telah ada sejak lama di tanah Sulawesi. Julukan ini mulai menyebar setelah kedatangan orang-orang Belanda di Indonesia. "Sanggara' Balanda" adalah sebutan atas makanan ini bagi orang Belanda pada zaman itu, yang sekarang diadopsi menjadi sebuah kultur khas. Ciri khas dari makanan ini adalah penggunaan pisang raja yang telah matang. Tidak boleh menggunakan pisang yang lain, karena tidak cocok secara aroma, tekstur, dan rasa. Pembuatannya juga mengha...

avatar
Oskm18_16518208_arung
Gambar Entri
Sop Saudara
Makanan Minuman Makanan Minuman
Sulawesi Selatan

Sop saudara merupakan makanan khas dari Kabupaten Pangkep. Nama sop saudara terinspirasi dari warung Coto Paraikatte , warung coto legendaris di Kota Makassar. Sop saudara merupakan singkatan dari kalimat “Saya Orang Pangkep Saudara”, dengan maksud memperkenalkan dirinya  bahwa pembuat sop saudara merupakan orang dari Pangkep, sedangkan kata “saudara” mengandung  makna bahwa setiap insan saling bersaudara yang selalu hidup berdampingan dan saling membutuhkan. Warung sop saudara pertama di Makassar yaitu Warung Sop Saudara 65 di Jalan Andalas yang berdiri sejak 60-an tahun yang lalu. Pendiri Warung Sop Saudara 65 yaitu H. Dollahi yang merupakan penemu dari sop saudara. H. Dollahi sebelum mendirikan warung, beliau pernah menjadi pelayan dari Haji Subair, seorang pemilik tempat makan sop daging yang cukup dikenal di masyarakat Makassar saat itu. Sop saudara hampir mirip dengan coto Makassar, karena menggunakan bahan kacang, daging sapi dan bih...

avatar
Chungker
Gambar Entri
Coto Makassar Khas Kota Makassar
Makanan Minuman Makanan Minuman
Sulawesi Selatan

Coto Makassar adalah salah satu makanan khas Kota Makassar, makanan ini merupakan racikan kuah rempah dan kacang tanah yang direbus dengan jeroan sapi, atau dari campuran potongan daging sapi. Coto dihidangkan dengan ketupat khas Sulawesi Selatan dimana kulit ketupat terbuat dari jalinan daun pandan, atau dihidangkan dengan burasa atau buras, bahannya sama dengan ketupat yaitu menggunakan beras namun pembungkusnya terbuat dari gabungan daun pisang dan potongan daun pandan. Dalam penyajiannya coto juga dilengkapi dengan potongan jeruk nipis, irisan daun bawang, lombok tumis dan kecap manis yang dicampurkan dalam semangkuk Coto Makassar ketika ingin disantap. Coto makassar dimasak dengan racikan rempah-rempah di dalam kuali tanah yang disebut dengan korong butta atau uring butta . Coto Makassar sudah ada sejak kerjaan Somba Opu, pusat Kerajaan Gowa, yang berjaya pada tahun 1538. Coto Makassar merupakan hidangan seni  bercita rasa tinggi yang menjadi hidangan khusus bagi...

avatar
Ilmi
Gambar Entri
Ikan Parede khas Sulawesi Selatan
Makanan Minuman Makanan Minuman
Sulawesi Selatan

Ikan parede merupakan makanan khas dari Daerah Palopo dan Luwu,  Sulawesi Selatan, masakan ikan parede terbuat dari potongan ikan kakap putih atau ikan lamuru yang direbus dengan kunyit, garam, serai dan buah khas daerah palopo yaitu buah patikala ( Etlingera elatior (Jack) R.M.Sm). Buah patikala memiliki rasa asam yang bertujuan untuk menambah gurihnya rebusan kuah ikan parede. Ikan parede disajikan dan dinikmati dengan nasi dan sambal mangga. Secara tradisional buah patikala dimanfaatkan sebagai penambah cita rasa masakan dan juga memiliki kandungan senyawa fenolik dan flavanoid. Senyawa fenolik diketahui memiliki berbagai efek biologis sebagai antioksidan, melindungi struktur sel, antiinflamasi, dan sebagai antiseptik (Primadini, 2010). Sedangkan manfaat flavonoid antara lain untuk melindungi struktur sel, meningkatkan efektifitas vitamin C, antiinflamasi, mencegah keropos tulang dan sebagai antibiotik (Haris, 2011). Parede berasal dari kata Parede , Pa menunju...

avatar
Ilmi
Gambar Entri
Cendol
Makanan Minuman Makanan Minuman
Sulawesi Selatan

Cendol  merupakan minuman tradisional yang terbuat dari campuran cendol, gula merah dan santan. Cendol terbuat yang terbuat dari tepung beras yang diwarnai dengan daun suji dan daun pandan sehingga berwarna hijau dan wangi. Cendol  dicampur dengan gula aren cair dan santan pekat dan disajikan dengan es batu. Dalam Bahasa Makassar Cendol disebut juga dengan nama Cendolo. Cita rasa : rasa manis yang pas dan gurih.  Cara Pembuatan : Buat bahan cendol terlebih dahulu dengan cara memasak tepung beras dengan perasan daun suji dan daun pandan, cetak menggunakan saringan hingga berbentuk bulir cendol. Campurkan cendol dengan kuah santan dan gula aren, tambahkan es batu untuk menambah rasa dingin pada cendol. Penjual : Cendol dengan rasa tradisional dengan kemasan kekinian dapat dicicipi dan dijumpai di Resto D’Penyet & D’Cendol.  D’Penyet and D’Cendol berdiri pada tahun 2017 di Makassar oleh pemilik ibu Rini Eff...

avatar
Ilmi
Gambar Entri
Sejarah Tana Wajo Versi I #SBM
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Sulawesi Selatan

Berbeda dengan Kerajaan-kerajaan di Sulawesi Selatan kebanyakan yang mendatangkan Tokoh luar yang menjadi seorang pemimpin dan Tokoh pemersatu, yang terjadi baik di Butta Gowa, Tana Luwu, Tana Bone, Tana Soppeng, dan beberapa kerajaan Sulawesi Selatan. Tak sama dengan terbentuknya Kerajaan Wajo yang mendatangkan Tokoh dari luar persekutuan yang ada (asli) yang disepakati sebagai pemimpin sentral. Banyak versi mengenai terbentuknya Tana-Wajo, dan tidak mendekatkan dengan konsep To-Manurung yang banyak dianut dalam pembentukan Kerajaan-kerajaan yang ada di Sulawesi Selatan. Tapi dengan halusnya masyarakat mengatakan “...... tidak diketahui asalnya dan tidak diketahui orang tuanya” . Tokoh ini memeperlihatkan keberhasilannya dalam mendatangkan kemakmuran dan ketentraman bagi orang banyak yang dipimpinnya.   Terbentuknya Tana Wajo, ada banyak versi cerita rakyat yang menceritakan terbentuknya Tana-Wajo. Setiap cerita rakyat itu, pada umumnya memberikan gambaran...

avatar
Sri sumarni
Gambar Entri
Sejarah Tana Wajo Versi 2 #SBM
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Sulawesi Selatan

Berbeda dengan Kerajaan-kerajaan di Sulawesi Selatan kebanyakan yang mendatangkan Tokoh luar yang menjadi seorang pemimpin dan Tokoh pemersatu, yang terjadi baik di Butta Gowa, Tana Luwu, Tana Bone, Tana Soppeng, dan beberapa kerajaan Sulawesi Selatan. Tak sama dengan terbentuknya Kerajaan Wajo yang mendatangkan Tokoh dari luar persekutuan yang ada (asli) yang disepakati sebagai pemimpin sentral. Banyak versi mengenai terbentuknya Tana-Wajo, dan tidak mendekatkan dengan konsep To-Manurung yang banyak dianut dalam pembentukan Kerajaan-kerajaan yang ada di Sulawesi Selatan. Tapi dengan halusnya masyarakat mengatakan “...... tidak diketahui asalnya dan tidak diketahui orang tuanya” . Tokoh ini memeperlihatkan keberhasilannya dalam mendatangkan kemakmuran dan ketentraman bagi orang banyak yang dipimpinnya.   Versi kedua dalam cerita rakyat Wajo menceritakan bahwa Wajo merupakan terusan dari kerajaan Cinnatobi, yang dibentuk oleh keturunan raja-raja Cina dan Mamp...

avatar
Sri sumarni