Ayam Panggang Bumbu Rujak adalah salah satu kuliner Yogyakarta yang sudah tidak asing lagi di lidah masyarakat Indonesia. Rasa ayam panggang yang sangat nikmat ditambah rasa pedas dari bumbu rujak akan memberikan sensasi tersendiri saat mencicipinya. Inilah resep Ayam Panggang Bumbu Rujak Bahan-bahan:. 1 ekor ayam (kurang lebih 1kg) 4sdm minyak goreng 1cm lengkuas 2 lembar daun salam 1 batang serai 1 liter santan cair dan 500cc santan kental dari 1 1/2 butir kelapa Bumbu yang Dihaluskan: 10 butir bawang merah 6 siung bawang putih 6 butir kemiri 3sdm cabai giling 1cm kunyit Gula jawa Garam 1/2sdt asam jawa Cara Membuat: 1. Bersihkan ayam, belah jadi 2 atau 4 bagian. 2. Tumis bumbu yang sudah dihaluskan dengan minyak goreng, masukkan lengkuas,salam dan serai. Setelah baunya harum,masukkan ayam, tumis sebentar sampain ayam berubah warna. Masukkan santan cair dan masak ayam sampai setengah matang, baru masukkan santan kental dan didihkan. 3. Setelah ayam 3/4 matang, kecilkan...
Tak jauh dari alun-alun utara Kompleks Keraton Jogjakarta, lepas sedikit dari lorong plengkung Wijilan, kios-kios berjajar seperti kereta. Terdapat Warung Bu Slmaet, 84 tahun, salah satu penjual Gudeg generasi pertama. Gudeg adalah makanan khas Jogjakarta. Ia mulai dikenal pada 1946, meski ada juga yang mengatakan gudeg sudah ada jauh sebelum itu. Gudeg adalah bahasa Jawa yang berarti nangka muda. Secara kategori, terbagi dua, yaitu gudeg basah dan gudeg kering. Pada gudeg basah, blondo (santan) yang kental ditambah dengan yang cair supaya lebih merata. Dalam proses pemasakannya, gudeg basah lebih cepat masak karena tidak lagi dikeringkan, sebagaimana gudeg kering. Gudeg kering akan memiliki ketahanan selama berhari-hari jika ia sering dipanaskan. Ada juga yang mengatakan, semakin ia berwarna coklat, mungkin mendekati hitam, semakin "liar" citarasa gudeg yang diperoleh. Bahan-bahan: 1 kg nangka muda, potong kecil-kecil 2 lembar daun salam 1...
Setiap bahasa kerap mengalami distorsi makna seiring bergulirnya jaman. Hal semacam ini terjadi pada istilah angkringan. Semula, angkringan, yang berasal dari kata bahasa Jawa, angkring, diartikan sebagai duduk santai. Namun, kini, kata yang sama segera diasosiasikan pada gerobok dorong yang menjual aneka macam makanan dan minuman di Jogjakarta (juga Jawa Tengah). Pada umumnya, di atas gerobak angkringan akan selalu terlihat beragam sajian masakan. Sebut saja nasi kucing, kepala ayam, ceker, sate usus ayam, sate keong, telur puyuh yang diatur seperti sate, gulai kulit ayam, pecel, dan oseng-oseng kacang panjang. Sebagai pendamping, tak ketinggalan pula goreng tahu, tempe, gambus, telo (ubi), bakwan, dan pisang. Namun, darimana kebiasaan ini bermula? Adalah Mbah Pairo, seorang warga Klaten, yang memperkenalkan budaya makan di angkringan ini. Ia melakukannya pada tahun 1950-an di Jogjakarta. Tak begitu pasti bagaimana Pairo melakukan hal tersebut. Nasi Kucing adalah kuliner yang p...
Nama "Brongkos" terdengar unik di telinga. Dan agaknya ia memang belum terdengar akrab bagi pecinta kuliner. Bahkan, sepertinya tidak ada yang tahu darimana nama tersebut berasal. Saat dikenalkan pada sekitar 1975 oleh Ibu Sardiyem, keberadaan nasi brongkos masih terjaga hingga sekarang. Ia tidak lenyap ditelan oleh kuliner-kuliner asing. Bahkan, sejak 1990-an, turis-turis asing mulai berdatangan untuk merasakan enaknya brongkos di warung beliau yang saat ini diteruskan oleh anaknya, Ibu Tri Suparmi. Untuk membuat brongkos ini, diperlukan sejumlah bumbu. Bumbu tersebut adalah bawang putih, bawang merah, kemiri, ketumbar, merica, cabai merah, cabai rawit, daun salam, daun jeruk, lengkuas, serai, jahe, garam, gula merah, santan kental, dan air daging (kaldu sisa rebusan daging kambing atau sapi). Semua bahan tadi ditumis menjadi satu di dalam kuali besar. Sebelumnya, bawang putih, bawang merah, ketumbar, kemiri, cabai merah digiling menjadi satu adonan. Tujuannya untuk menghilangk...
Endog abang merupakan kuliner yang sudah sejak dulu mengiringi acara sekaten. Endog Abang adalah telur ayam biasa yang sudah direbus dan kulitnya dicat warna merah. Telur merah ini kemudian di tusuk dengan sehelai ruas bambu dan dihias agar terlihat cantik. Para penjual endog abang berada di sudut- sudut acara sekaten. Kebanyakan penjual kuliner yang merupakan khas Sekaten ini di dominasi perempuan lanjut usia dan paruh baya, biasanya dijual dengan kinang juga. Salah satu penjualnya yaitu Mbah Budi yang sudah berusia 74 tahun, dia sudah mulai berjualan endog abang ini sejak tahun 1960. Dia bercerita bahwa waktu masih muda, ia sering diberi pesan oleh orang-orang tua penjual endog abang supaya ketika mereka sudah tidak berjualan lagi, Mbah Budi mau meneruskan jualan endog abang dengan harapan agar tradisi ini tidak hilang. Endog abang ini merupakan kuliner yang langka, karena hanya dijual saat acara se...
Besengek Tempe Benguk banyak dibuat oleh masyarakat dari Dusun Nganggrung, Kabupaten Kulon Progo. Karena itu namanya sering disebut Besengek Nganggrung. Daerah Kabupaten Kulonprogo, Yogyakarta terutama daerah Desa Sentolo kabupaten Kulon Progo yang merupakan suatu daerah yang letaknya dipinggiran kota, berjarak lebih kurang 13 km dari kota kabupaten Kulon Progo (Wates) dan sekitar 17 km dari kota Propinsi Yogyakarta adalah suatu wilayah penghasil biji benguk dan koro. Tanaman benguk ini sangat banyak ditemukan di wilayah Kulon Progo khususnya daerah Desa Sentolo, sehingga banyaknya biji benguk tersebut menginspirasi penduduk Kulon Progo untuk mengolahnya menjadi tempe benguk, karena harga biji benguk yang lebih murah dan mudah didapat daripada biji kedelai. Nama botaninya adalah Mucuna Pruriens , sejenis kacang koro dengan induk tanamannya tumbuh merambat, dalam ilmu tumbuh-tumbuhan, Kacang Benguk satu keluarga dengan Buncis dan Kapri, memiliki butiran kacang yang lebih...
Bakpia kudapan khas Yogyakarta asalnya dari negeri Tiongkok, Tou Luk Pia yang berarti kue pia kacang hijau. Tapi ada juga yang menyebutkan bahwa Bakpia berasal dari kata “Bak” dan “Pia”, Bak artinya daging babi dan Pia adalah kue yang terbuat dari tepung. Jadi secara harafiah, bakpia adalah kue tepung berisi daging babi. Di Yogyakarta mayoritas penduduknya Muslim yang mengharamkan daging babi, akhirnya daging yang semula melekat pada bakpia diganti kacang hijau yang menyehatkan dan harganya murah pada saat itu. Kwik Sun Kwok adalah yang berjasa dalam dunia bakpia. Berkat keuletannya, bakpia mulai dapat berakulturasi dengan budaya Jawa. Ia lah yang mencetuskan ide pertama kali untuk mengganti isi bakpia dari daging menjadi kacang hijau. Pada tahun 1948, ia mulai menjajakan bakpia buatannya ke kampung-kampung di Yogyakarta. Ia menjual bakpianya tidak dengan kardus seperti sekarang tapi hanya dengan besek tanpa label. Bakpia terbuat dari te...
Disebut bir jawa/bir mataram karena warnanya seperti birnya orang Eropa. Bir Jawa merupakan ekstrak dari rempah-rempah asli Indonesia. Pada saat dibuat menggunakan 10 macam bahan yang terdiri atas rempah-rempah. Kesepuluh macam rempah yang diekstrak adalah kulit kayu secang, serai, cengkih, kayu manis, jahe, pala, merica, mesoyi, cabai Jawa, dan kapulaga. Ditambah gula pasir dan perasan air jeruk nipis. Bir Jawa ini berwarna merah karena ekstrak serutan kayu secang yang menjadi salah satu komponennya. Saat dihidangkan kemudian ditambahkan air jeruk nipis yang bersifat asam. Ketika diteteskan air jeruk nipis, warna merah dari ekstrak secang akan berubah menjadi cokelat seperti bir Eropa. Cengkihnya berkhasiat menghilangkan bau napas tak sedap, sedangkan air jeruk nipis dianggap dapat mengobati tekanan darah tinggi dan melangsingkan tubuh. Buih-buih di atas bir Jawa mampu bertahan selama 5 jam. Bir Jawa berkhasiat menghangatkan tubuh, melancarkan peredaran darah, menghilangk...
Selain untuk camilan, belut goreng sangat lezat digunakan untuk lauk pauk teman makan pecel atau dikombinasi dengan sayur lodeh. Penjual belut goreng yang berderet panjang di depan Pasar Godean selalu ramai dikunjungi masyarakat pendatang yang ingin membawa oleh-oleh. Dipilih sebagai oleh-oleh karena tahan disimpan, sekurang-kurangnya 5 hari asal tidak berhubungan dengan udara luar yang lembab. Karena sering macet, kini dibangun pasar khusus belut goreng yang berlokasi berseberangan dengan pasar tersebut. Belut goreng memang diproses di Godean, namun belutnya berasal dari Jawa Timur yaitu daerah sekitar Blitar dan Kediri. Tempat yang Menyediakan: Pusat Kuliner Belut Godean Tourist attraction in Sidomulyo, Indonesia Address: Jalan Godean Km. 10, Godean, Sidoagung, Sleman, Sidoagung, Godean, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55264 Sumber: Murdijati Gardjiton Dkk. 2017. Kuliner Yogyakarta:...