Makanan Minuman
Makanan Minuman
Makanan Daerah Istimewa Yogyakarta Yogyakarta
Brongkos - Yogyakarta - DI Yogyakarta
- 7 Maret 2017

Nama "Brongkos" terdengar unik di telinga. Dan agaknya ia memang belum terdengar akrab bagi pecinta kuliner. Bahkan, sepertinya tidak ada yang tahu darimana nama tersebut berasal. Saat dikenalkan pada sekitar 1975 oleh Ibu Sardiyem, keberadaan nasi brongkos masih terjaga hingga sekarang. Ia tidak lenyap ditelan oleh kuliner-kuliner asing. Bahkan, sejak 1990-an, turis-turis asing mulai berdatangan untuk merasakan enaknya brongkos di warung beliau yang saat ini diteruskan oleh anaknya, Ibu Tri Suparmi.

Untuk membuat brongkos ini, diperlukan sejumlah bumbu. Bumbu tersebut adalah bawang putih, bawang merah, kemiri, ketumbar, merica, cabai merah, cabai rawit, daun salam, daun jeruk, lengkuas, serai, jahe, garam, gula merah, santan kental, dan air daging (kaldu sisa rebusan daging kambing atau sapi). Semua bahan tadi ditumis menjadi satu di dalam kuali besar. Sebelumnya, bawang putih, bawang merah, ketumbar, kemiri, cabai merah digiling menjadi satu adonan. Tujuannya untuk menghilangkan bau tak sedap yang dihasilkan oleh keluak serta untuk menimbulkan warna coklat pada tumisan brongkos. Makanan khas ini bisa disajikan dengan nasi putih yang ditambah dengan pelengkap, seperti telur, tahu, kacang merah, dan kerupuk udang.

 

Bahan Membuat Brongkos :

  • 150 gram tahu putih(potong dadu atau sesuai selera)
  • 150 gram kacang tolo
  • 200 gram daging sapi, potong kecil-kecil
  • 750 ml santan dari ½ butir kelapa
  • 4 sdm minyak goreng untuk menumis
  • 10 buah cabai rawit merah, biarkan utuh
  • 3 lembar daun jeruk purut
  • 2 lembar daun salam
  • 2 batang serai, memarkan
  • 1 sendok makan gula merah
  • 3 cm lengkuas, memarkan


Bumbu Halus Brongkos (haluskan) :

  • 4 siung bawang putih
  • 5 butir bawang merah
  • 8 buah cabai merah keriting
  • 3 buah kluwak (direndam air panas sebentar agar lunak saat dihaluskan)
  • 3 buah kemiri
  • ½ sendok teh ketumbar
  • Garam secukupnya
  • 1 cm kencur

 

Cara Membuat Brongkos :

  1. Langkah pertama, Rebus kacang tolo hingga empuk, lalu angkat dan sisihkan. Kemudian Rebus daging sapi hingga empuk dan sisihkan. Setelah itu goreng tahu hingga setengah matang sampai terlihat berwarna kuning kecoklatan, lalu anda sisihkan.
  2. Selanjutnya, tumis bahan bumbu halus hingga terasa harum dan matang, lalu tambahkan gula beserta cabai rawit, daun jeruk, daun salam, lengkuas dan serai. Kemudian masukkan kacang tolo dan daging, lalu aduk sampai merata. Setelah itu, tambahkan santan, lalu masak sampai santan terlihat berkurang. Kemudian masukkan tahu goreng, masak dan biarkan hingga bumbu meresap dan kuah terlihat menyusut. Setelah itu angkat dan Brongkos buatan anda siap untuk disajikan.

 

Resep-Membuat-Brongkos-Khas-Jogja-Enak.jpg

sumber: Masakan Koki (http://www.masakankoki.com/resep-membuat-brongkos-khas-jogja-enak-praktis/#_)

 

 

 

Reference:

  1. Buku "Jejak Kuliner Indonesia", TIKI JNE
  2. http://www.masakankoki.com/resep-membuat-brongkos-khas-jogja-enak-praktis/#_

 

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
Kidung Lakbok
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Barat

Kidung Lakbok atau Wawacan Kidung Lakbok adalah karya sastra lama berbentuk wawacan yang berasal dari Kecamatan Lakbok, Kabupaten Ciamis. Naskah ini diterbitkan kembali dan disusun rapi oleh M. Karso Prawiraatmadja di Bandjar pada tanggal 31 Agustus 1956. Karya ini menyimpan nilai sejarah dan kearifan lokal masyarakat setempat. Dokumentasi digital dan data ini disusun serta disumbangkan oleh Henri Purwanto.

avatar
Henripurwanto
Gambar Entri
HUDON TANO (Periuk Tanah)
Ornamen Ornamen
Sumatera Utara

HUDON TANO (Periuk Tanah) Di bawah ini merupakan foto tua (foto jaman dulu) penjual Hudon Tano (Periuk Tanah) di Onan (Pasar) Tarutung di tahun 1930. Masyarakat Batak yang tinggal di Sipoholon, Tarutung, dahulu kala terkenal sebagai "Sitopa Hudon" (pembuat periuk tanah). Dahulu, Hudon Tano ini digunakan secara meluas di Tanah (Tano) Batak sebagai alat masak tradisional. Bisa dibayangkan betapa enak dan nikmat rasanya melihat dan menikmati arsik atau menggulai Ikan Mas atau Ikan Batak (Ihan Batak), Porapora (Ikan Air Tawar), Haruting (Ikan Gabus), SIbahut (Ikan Lele), dan Incor (Ikan Air Tawar Kecil) yang dimasak menggunakan Hudon Tano ini... Sumber Foto : KITLV 28692

avatar
Hokker
Gambar Entri
Benda Magis Masyarakat Batak Toba
Ornamen Ornamen
Sumatera Utara

Benda Magis Masyarakat Batak Toba : Pagar Jabu - Sahan - Pohung 3 benda magis ini termasuk kategori Ilmu Putih yang berfungsi sebagai pelindung dari sihir dari niat orang jahat. PAGAR JABU (Bahasa Batak Karo : Bekam-bekam), berbentu tanduk hewan berisi sibiangsa (ramuan magis) yang berfungsi sebagai pelindung rumah dari serangan sihir jahat. SAHAN, terbuat dari gading atau tanduk tempat menyimpan pupuk (abu jenazah) yang memiliki kekuatan magis sebagai pagar (pelindung) dan konon dapat diminta untuk membinasakan musuh. POHUNG, sejenis ukiran yang dibungkus ijuk lalu diisi ramuan magis. Pohung ditempatkan di dalam rumah dan / atau di kebun yang memiliki fungsi mencegah niat jahat / pencuri hasil kebun dan harta di rumah. Sumber Koleksi : Museum Negeri Provinsi Sumatera Utara

avatar
Hokker
Gambar Entri
ILMU TAMBA TUA
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Sumatera Utara

Ilmu Tamba Tua adalah Elmo Kuno Batak (Ilmu Putih), dahulu ilmu ini dipercaya jika diamalkan akan mendatangkan kemakmuran serta kekayaan. Transliterasi (alih aksara) : ahu debata ni raja di bindu jao raja ni tam (ba) tua raja on di sim- bora di bulung hayu na denggan go- rar pe i do jadi lapi ni ta- taring ni ru- manta jadi tondolan ni balatuk ni rumah bea la... Rajah "gambar" di bawah bernama dewa "bindu jao". Rajah ini ditulis pada timah dan daun kayu (jenis yang bisa dituliskan). Rajah ini akan membawa kemakmuran bagi penghuni rumah apabila dibuat menjadi alas tungku perapian dan jika diletakkan sebagai alas tangga rumah. Sumber Foto : Verzeichnis der orientalischen handschriften in Deutschland

avatar
Hokker
Gambar Entri
Tulisan Tangan Ompu i Pendeta Dr I.L. Nommensen (Aksara dan Bahasa Batak Toba)
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Sumatera Utara

Surat Tulisan Tangan Ompu i Pendeta Dr I.L. Nommensen tahun 1871 dengan Aksara Batak Toba dan Bahasa Batak Toba Klasik (na robi). Nommensen, Apostel Orang Batak dan Ephorus HKBP Pertama tahun 1881 - 1918, sangat fasih berbahasa Batak Toba klasik dan kontemporer (na imbaru), Nommensen juga sangat mengusai tulisan dan / atau aksara Batak Toba. Surat yang ditulis tangan Ompu i Nommensen di Pearaja, Tarutung, tanggal 02 Agustus 1871 ini merupakan dokumen dan bukti sejarah yang sangat penting, yang menunjukkan betapa Beliau menguasai serta menghormati adat, budaya, tradisi, dan literasi masyarakat Batak Toba. Beliau tidak memaksakan bahasa Jerman dan aksara Latin, tetap justru menggunakan bahasa dan aksara asli masyarakat Batak Toba untuk berkomunikasi dan mendokumentasi pelayanannya. Sumber Foto : Sopo Nommensen, Pearaja, Taruutung Sumatera Utara

avatar
Hokker