Makanan Minuman
Makanan Minuman
Makanan Daerah Istimewa Yogyakarta Jogjakarta
Gudeg - Yogyakarta - DI Yogyakarta
- 7 Maret 2017

Tak jauh dari alun-alun utara Kompleks Keraton Jogjakarta, lepas sedikit dari lorong plengkung Wijilan, kios-kios berjajar seperti kereta. Terdapat Warung Bu Slmaet, 84 tahun, salah satu penjual Gudeg generasi pertama. Gudeg adalah makanan khas Jogjakarta. Ia mulai dikenal pada 1946, meski ada juga yang mengatakan gudeg sudah ada jauh sebelum itu. Gudeg adalah bahasa Jawa yang berarti nangka muda. Secara kategori, terbagi dua, yaitu gudeg basah dan gudeg kering. Pada gudeg basah, blondo (santan) yang kental ditambah dengan yang cair supaya lebih merata. Dalam proses pemasakannya, gudeg basah lebih cepat masak karena tidak lagi dikeringkan, sebagaimana gudeg kering. Gudeg kering akan memiliki ketahanan selama berhari-hari jika ia sering dipanaskan. Ada juga yang mengatakan, semakin ia berwarna coklat, mungkin mendekati hitam, semakin "liar" citarasa gudeg yang diperoleh.

 

Bahan-bahan:

  • 1 kg nangka muda, potong kecil-kecil
  • 2 lembar daun salam
  • 1 kerat lengkuas, memarkan

Bumbu yang dihaluskan:

  • 10 butir bawang merah
  • 3 siung bawang putih
  • 1/2 sdt ketumbar
  • 4 butir kemiri
  • 250 gr gula merah
  • garam

 

Cara Memasak:

  1. Rebus dalam kuali, nangka dengan bumbu halus dan air secukupnya hingga nangka empuk dan berwana merah, angkat
  2. Diamkan 1 malam dalam kuali
  3. Hidangkan dengan tuangi areh di atasnya.

 

Resep Opor Ayam Gudeg

Bahan-bahan :

  • 2 ekor ayam kampung, potong-potong
  • 1½ gelas santan
  • bawang goreng

Bumbu yang dihaluskan:

  • 6 butir bawang merah
  • 5 siung bawang putih
  • 5 butir kemiri
  • 1 sdt ketumbar
  • 1/2 sdt jintan
  • 1 sdt merica
  • 1 kerat lengkuas
  • 1 batang serai
  • 3 lembar daun jeruk purut
  • sedikit gula merah
  • garam

 

Cara Memasak:

  1. Tumis bumbu halus hingga harum, masukkan ayam, aduk rata
  2. Masak sambil ditutup pancinya, hingga ayam berubah warna
  3. Tuangkan santan, masak hingga ayam empu dan matang, angkat
  4. Hidangkan dengan ditaburi bawang goreng.

 

Resep Sambel Goreng Krecek
 

Bahan-bahan:

  • 250 gr krecek sapi (rambak kulit untuk masak)
  • 500 gr tempe, iris kecil-kecil
  • cabe rawit merah sesuai selera
  • 900 ml air

Bumbu yang dihaluskan:

  • 4 siung bawang putih
  • 7 siung bawang merah
  • 1 ruas besar kencur
  • 2 sdm kemiri halus
  • 5 lembar daun salam
  • 3 iris lengkuas
  • 3 tangkai sereh, ditumbuk, diikat
  • 7 lembar daun jeruk
  • Garam secukupnya
  • Gula merah secukupnya

 

Cara Membuat:

  1. Masukkan semua bahan dan bumbu ke dalam kuali/wajan.
  2. Panaskan hingga bumbu meresap atau sampai kering airnya

 

  gudeg.jpg

sumber: Google

 

 

 

 

Reference:

  1. Buku "Jejak Kuliner Indonesia", TIKI JNE
  2. https://id.wikibooks.org/wiki/Resep:Gudeg_Yogya

 

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
Kidung Lakbok
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Barat

Kidung Lakbok atau Wawacan Kidung Lakbok adalah karya sastra lama berbentuk wawacan yang berasal dari Kecamatan Lakbok, Kabupaten Ciamis. Naskah ini diterbitkan kembali dan disusun rapi oleh M. Karso Prawiraatmadja di Bandjar pada tanggal 31 Agustus 1956. Karya ini menyimpan nilai sejarah dan kearifan lokal masyarakat setempat. Dokumentasi digital dan data ini disusun serta disumbangkan oleh Henri Purwanto.

avatar
Henripurwanto
Gambar Entri
HUDON TANO (Periuk Tanah)
Ornamen Ornamen
Sumatera Utara

HUDON TANO (Periuk Tanah) Di bawah ini merupakan foto tua (foto jaman dulu) penjual Hudon Tano (Periuk Tanah) di Onan (Pasar) Tarutung di tahun 1930. Masyarakat Batak yang tinggal di Sipoholon, Tarutung, dahulu kala terkenal sebagai "Sitopa Hudon" (pembuat periuk tanah). Dahulu, Hudon Tano ini digunakan secara meluas di Tanah (Tano) Batak sebagai alat masak tradisional. Bisa dibayangkan betapa enak dan nikmat rasanya melihat dan menikmati arsik atau menggulai Ikan Mas atau Ikan Batak (Ihan Batak), Porapora (Ikan Air Tawar), Haruting (Ikan Gabus), SIbahut (Ikan Lele), dan Incor (Ikan Air Tawar Kecil) yang dimasak menggunakan Hudon Tano ini... Sumber Foto : KITLV 28692

avatar
Hokker
Gambar Entri
Benda Magis Masyarakat Batak Toba
Ornamen Ornamen
Sumatera Utara

Benda Magis Masyarakat Batak Toba : Pagar Jabu - Sahan - Pohung 3 benda magis ini termasuk kategori Ilmu Putih yang berfungsi sebagai pelindung dari sihir dari niat orang jahat. PAGAR JABU (Bahasa Batak Karo : Bekam-bekam), berbentu tanduk hewan berisi sibiangsa (ramuan magis) yang berfungsi sebagai pelindung rumah dari serangan sihir jahat. SAHAN, terbuat dari gading atau tanduk tempat menyimpan pupuk (abu jenazah) yang memiliki kekuatan magis sebagai pagar (pelindung) dan konon dapat diminta untuk membinasakan musuh. POHUNG, sejenis ukiran yang dibungkus ijuk lalu diisi ramuan magis. Pohung ditempatkan di dalam rumah dan / atau di kebun yang memiliki fungsi mencegah niat jahat / pencuri hasil kebun dan harta di rumah. Sumber Koleksi : Museum Negeri Provinsi Sumatera Utara

avatar
Hokker
Gambar Entri
ILMU TAMBA TUA
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Sumatera Utara

Ilmu Tamba Tua adalah Elmo Kuno Batak (Ilmu Putih), dahulu ilmu ini dipercaya jika diamalkan akan mendatangkan kemakmuran serta kekayaan. Transliterasi (alih aksara) : ahu debata ni raja di bindu jao raja ni tam (ba) tua raja on di sim- bora di bulung hayu na denggan go- rar pe i do jadi lapi ni ta- taring ni ru- manta jadi tondolan ni balatuk ni rumah bea la... Rajah "gambar" di bawah bernama dewa "bindu jao". Rajah ini ditulis pada timah dan daun kayu (jenis yang bisa dituliskan). Rajah ini akan membawa kemakmuran bagi penghuni rumah apabila dibuat menjadi alas tungku perapian dan jika diletakkan sebagai alas tangga rumah. Sumber Foto : Verzeichnis der orientalischen handschriften in Deutschland

avatar
Hokker
Gambar Entri
Tulisan Tangan Ompu i Pendeta Dr I.L. Nommensen (Aksara dan Bahasa Batak Toba)
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Sumatera Utara

Surat Tulisan Tangan Ompu i Pendeta Dr I.L. Nommensen tahun 1871 dengan Aksara Batak Toba dan Bahasa Batak Toba Klasik (na robi). Nommensen, Apostel Orang Batak dan Ephorus HKBP Pertama tahun 1881 - 1918, sangat fasih berbahasa Batak Toba klasik dan kontemporer (na imbaru), Nommensen juga sangat mengusai tulisan dan / atau aksara Batak Toba. Surat yang ditulis tangan Ompu i Nommensen di Pearaja, Tarutung, tanggal 02 Agustus 1871 ini merupakan dokumen dan bukti sejarah yang sangat penting, yang menunjukkan betapa Beliau menguasai serta menghormati adat, budaya, tradisi, dan literasi masyarakat Batak Toba. Beliau tidak memaksakan bahasa Jerman dan aksara Latin, tetap justru menggunakan bahasa dan aksara asli masyarakat Batak Toba untuk berkomunikasi dan mendokumentasi pelayanannya. Sumber Foto : Sopo Nommensen, Pearaja, Taruutung Sumatera Utara

avatar
Hokker