Apabila orang melewati sekitar sumber Omben, maka akan terdengar , seolah-olah di dalam tanah ada gua yang besar. Air dari sumber Omben yang tidak terus mengalir keluar desa Omben itu kira-kira jatuh ke dalam gua di dalam tanah itu. Lambat laut itu lobang ke dalam tanah dikiranya di dalam tanah itu.Dari sebab itu sampai sekarang, air dari sumber omben itu dapat dipergunakan orang sehingga keluar desa Omben dan menjadi sumber saluran air (Waterleiding) diseluruh Kabupaten-kabupaten Sampang dan Pamekasan. Pada mula- mulanya itu air dapat dipergunakan di hiar desa Omben semula adalah beriwayat sebagai berikut Sebelum tahun 1920 telah sering oleh pemerintah pada itu waktu dicobanya sumber itu dicapteer dengan memakai semen, dikerjakan oleh beberapa Insinyur sehingga dua belas kali di dalam jaman beberapa tahun, akan tetapi tidak berhasil. Menurut kepercayaan orang, disebabkan oleh sumpah dari Kudho Panule. Di dalam tahun 1921 ada seorang Camat yang me...
Madura merupakan sebuah Pulau kecil nan terpencil didaerah timur laut Pulau Jawa. namun jangan salah, Madura merupakan sebuah Pulau yang kaya akan kebudayaan, adat istiadat dan keanekaragaman alamnya. Selain Karapan Sapi , masih banyak keunikan yang terdapat di Madura namun belum di eksplorasi dan dikembangkan oleh pemerintah setempat. bahkan semua sumber daya ini terlihat di acuhkan. Salah satunya adalah tempat-tempat wisata di Madura yang kurang terawat. padahal itu semua merupakan asett yang paling berharga untuk mengenalkan Madura pada dunia. Api tak kunjung padam , sebuah sebuah tempat wisata yang begitu menakjubkan terdapat di Pulau Madura bagian timur ini, tepatnya terletak di desa Larangan Tokol, Kecamatan Tlanakan Kabupaten Pamekasan yang berjarak 4 km kearah selatan dari kota pamekasan. Jengkah begitu masyarakat setempat menyebut tempat wisata ini. tempat ini sangat unik karena wisata alam seperti ini hanya ada 2 di Indonesia. tempat wisata...
Pada jaman dahulu terdengar cerita seorang ahli pejalan yang bernama Kadiman. Kadiman adalah orang sakti yang mempunyai ilmu yang tinggi. Beliau adalah perampok yang bengis yang tidak segan melukai korbannya. korban beliau adalah orang-orang kaya yang mempunyai harta berlimpah. tetapi beliau sangat licin seperti belut dia tidak mudah ditangkap. Namun Kadiman tetaplah sosok orang yang berwibawa dan disegani oleh orang banyak dengan latar belakang sebagai perampok. suatu hari kadiman duduk di pinggir jalanbersama teman-temannya, kemudian terdengar bunyi sandal yang menuju ke arah kadiman yang sedang duduk bersama teman-temannya itu, tidak lama berselang bunyi sandal itu semakin dekat dan terlihatlah seorang gadis cantik, alim yang tidak salah lagi gadis itu adalah anaknya seorang kiai terkenal di kampung itu. selang beberapa hari kardiaman masih terbayang-bayang dengan gadis itu dan kardiman terus mencari info tentang gadis itu dan setelah mengetahui informasi ten...
Andai Dewi Kilisuci bersedia menjadi ratu di Kahuripan, barangkali sejarah tidak mengenal kerajaan Jenggala. Tetapi karena sang dewi lebih tertarik pada kesunyian gua Selomangleng (Kediri) daripada pesta pora hedonistik istana, maka Ayahnya, Airlangga merasa perlu membagi kerajaan menjadi dua. Pembelahan kerajaan Kahuripan bukan saja merubah wajah Jawa secara geografis, tapi juga geopolitik dan ekonomi. Pusat pemerintahan yang sebelumnya ada di satu tempat kini menjadi dua. Hanya sayangnya pusat ekonomi tetap menjadi hak sebuah daerah belahan dari Kahuripan. Masing-masing dua daerah belahan Kahuripan ini mempunyai kekuatan dan kelemahan. Jenggala, belahansebelah utara ini kuat dalam ekonomi karena bandar dagang di Sungai Porong termasuk dalam wilayahnya. Sedangkan Dhaha (Kediri) yang bercorak agraris ini lebih kuat dalam bidang Yudhagama, olah keperajuritan, militer, bahkan mempunyai pasukan gajah....
Asal mula desa Gedangan Kelurahan Gedangan sudah ada sejak penjajahan belanda dan jepang yang datang ke Indonesia yang menjajah seluruh Negara Indonesia nah salah satunya adalah desa Gedangan yang kena jajah belanda dan inggris. Belanda menyuh atau memerintah rakyat desa Gedangan dipaksa untuk tanam paksa yang diterapkan oleh pemerintah Belanda sejak tahun 1903 yang mengubah pertanian di kota Sidoarjo salah satunya adalah pertanian di desa Gedangan, peraturan yang diterapkan oleh pemerintah belanda adalah tanam paksa tanaman palawija atau baha jawanya adalah “polowijo” yang berupa jagung, ubi kayu dan tanaman yang berada atau yang tumbuh ditanah biasanya orang jawa jaman dulu menyebutnya adalah “polo pendem” seperti kacang-kacangan, kentang, dan wortel. Tahun demi tahun konsisi masyakat desa Gedangan semakin memperhatindan dengan kondisi yang kurang pangan, perintah yang diberikan pemerintahan Belanda kepada masyarakat desa Gedanga...
Watu Gajah ( batu Gajah ), begitulah warga Tuban menyebut sekumpulan batu besar yang berada di tengah ladang yang ditanami jagung dan kacang ini. Sesuai dengan namanya, bebarapa bongkahan batu itu jika dilihat secara sepintas memang bentuknya mirip dengan sosok gajah. Selain bentuknya yang cukup unik, Watu gajah itu juga mempunyai sisi lain berupa kisah yang menarik dan berkembang di masyarakat sekitar yaitu tentang legenda Watu Gajah. Lokasi Watu Gajah berada di desa Bejagung Kecamatan Semanding, tak jauh dari Jalan Raya Semanding menuju wisata Pemandian Bektiharjo. Nama Watu gajah yang berarti Batu Gajah itu karena bila dicermati secara sepintas , beberapa bongkah batu besar itu bentuknya memang seperti gajah dengan berbagai posisi dan pose. Ada yang menelungkup, berdir...
Dalam Babad, Legenda, Cerita Rakyat maupun sejarah tidak pernah ada yang menyinggung asal usul nama Trenggalek. Cerita Rakyat yang berkembang selama ini hanya mengisahkan Kepahlawan dari Bupati Trenggalek Menaksopal dan Ketampanan Putra Bupati Trenggalek sehingga Suminten anak dari Warok Surogentho sampai tergila-gila. Ada salah satu pendapat yang menjabarkan arti Trenggalek sebagai Terang Ing Galih (Terang di Hati), namun menurut penulis pendapat ini tidak mempunyai sisi Historis apapun dilihat dari sudut pandang Tata Bahasa, Sosiologi maupun Geografi dari wilayah Trenggalek itu sendiri. Selama ini hanya ada satu pedoman untuk menyingkap asal usul nama Trenggalek yaitu makam mantan Bupati/Tokoh yang bernama Setono Galek. Namun tidak ada Catatan atau Cerita darimana Tokoh ini berasal dan mengapa bernama Setono Galek pun orang Trenggalek sendiri sepertinya tidak ada yang tahu arti nama i...
Guo Lowo terletak di desa Watuagung kecamatan Watulimo Kabupaten Trenggalek, kurang lebih 30 km dari kota Trenggalek, juga 30 km dari kota Tulungagung atau kurang lebih 180 km dari Kota Surabaya kearah pantai selatan, tepatnya kearah pantai Prigi Kecamatan Watulimo. Berikut ini adalah cerita penemuan Guo Lowo dan Watulimo : Seorang bernama Lomedjo bertempat tinggal di Desa Watuagung waktu masih kecil sering kali mendengar cerita ayah maupun kakeknya bahwa prajurit kerajaan Mataramlah yang berhasil membuka hutan dan membuka wilayah Prigi, yang pada saat itu masih merupakan hutan belantara yang belum terjamah manusia. Ksatria mataram tersebut adalah Raden Tumenggung Yudho Negoro yang nama aslinya Raden Kromodiko. Karena jasa-jasanya terhadap mataram maka mendapat anugerah nama kehormatan Raden Tumenggung Yudho Negoro tersebut. Ketika itu tidak mudah untuk membuka suatu lahan membentuk wilayah baru. Berbagai hambatan dijumpai Raden Tumenggung Yudho Negoro beserta rombongan, ba...
oko jumput adalah salah satu legenda yang ada di surabaya. Kalau kita jalan jalan ke sekitar jalan praban pasti kita bisa menemui makam Joko Jumput ini. Di daerah praban ini makam Joko Jumput ini sangat mudah untuk dituju karena letaknya yang berada di pinggir jalan utama praban. Menurut informasi Joko Jumput ini adalah misanan dari Joko Berek atau yang biasa dikenal orang surabaya dengan nama Sawunggaling. Ayah Joko Jumput dari Mataram sedangkan ibunya dari Praban Kinco yang kelak dikenal orang sebagai mbok rondo praban Kinco. Ibu Joko Jumput dikenal sebagai pembuat jamu. Di daerah praban pernah diketemukan sebuah lesung dan pipihan untuk membuat jamu, dan kedua benda ini diyakini orang sebagai barangh peningggalan Mbok Rondo Praban Kinco. Memang berabad abad kemudian didaerah ini ada penjual jamu yang terkenal konon katanya sakit apa saja kalau minum jamu di sini pasti akan sembuh penyakitnya. Salah satu kisah yang terkenal dari legenda Joko Jumput adalah kisah Sayembara y...