Cerita Rakyat
Cerita Rakyat
Cerita Rakyat Jawa Timur Pamekasan
Api Abadi yang Tak Pernah Padam
- 11 Juli 2018

Madura merupakan sebuah Pulau kecil nan terpencil didaerah timur laut Pulau Jawa. namun jangan salah, Madura merupakan sebuah Pulau yang kaya akan kebudayaan, adat istiadat dan keanekaragaman alamnya. Selain Karapan Sapi, masih banyak keunikan yang terdapat di Madura namun belum di eksplorasi dan dikembangkan oleh pemerintah setempat. bahkan semua sumber daya ini terlihat di acuhkan. Salah satunya adalah tempat-tempat wisata di Madura yang kurang terawat. padahal itu semua merupakan asett yang paling berharga untuk mengenalkan Madura pada dunia.

Api tak kunjung padam, sebuah sebuah tempat wisata yang begitu menakjubkan terdapat di Pulau Madura bagian timur ini, tepatnya terletak di desa Larangan Tokol, Kecamatan Tlanakan Kabupaten Pamekasan yang berjarak 4 km kearah selatan dari kota pamekasan. Jengkah begitu masyarakat setempat menyebut tempat wisata ini. tempat ini sangat unik karena wisata alam seperti ini hanya ada 2 di Indonesia. tempat wisata yang biasa disebut sebagai api tak kunjung padam ini merupakan sebuah wisata alam yang masih alami, sebuah wisata yang boleh dibilang hot (panas) karena wisata ini berkaitan dengan pesona pemandangan api yang tak pernah mati (abadi).

Api tak kunjung padam ini merupakan api abadi yang tidak pernah padam meski diguyur hujan lebat sekalipun. bukan berarti api ini akan tetap hidup di waktu hujan, melainkan mati apabila hujan dan akan menyala kembali setelah hujan berhenti. Nyala api tak kunjung padam ini berada di dalam lingkaran pagar, jadi warga sekitar tidak perlu takut api ini akan menjalar ke rumah mereka. jika tanah disekitar titik api ini digali maka akan timbul nyala api yang besar berwarna biru seperti pada kompor gas dan bertekanan udara.

 

Pemilik kawasan wisata Api tak kunjung padam ini adalah bapak H.Ali. menurut beliau tanah ini adalah warisan turun temurun keluarganya. banyak mitos yang menceritakan asal mula terbentuknya api tak kunjung padam ini. menurut cerita rakyat disana, kenapa daerah tersebut dapat memancarkan nyala api yang tak pernah mati adalah berawal dari seorang pemuda bernama Hadagi yang belajar agama islam. dan kemudian ia menyebarkan ajaran islam didesa larangan tokol tersebut. karena kepandaiannya ia memperoleh julukan “Ki Moko” dari warga sekitar. suatu ketika Ki Moko ingin mempersunting seorang putri Palembang dengan mas kawin berupa mata ikan yang ia dapatkan di sungai timur. ikan itu sejenis lele yang kata orang Madura disebut dengan juko’ ketteng (Bahasa madura). kemudian mata ikan itu dibawa untuk dipersembahkan kepada putri palembang sebagai mas kawinnya. peristiwa ajaib pun terjadi, mata ikan itu berubah menjadi mutiara.

Kemudian pesta pernikahan pun dilangsungkan tepat di bawah pohon Palembang, karena keadaan yang gelap, maka Ki Moko menancapkan tongkatnya ke tanah. Peristiwa ajaib pun kembali terjadi. seketika itu muncullah api dari bekas tancapan tongkat tadi. dan titik api itulah yang hingga kini masih terus menyala dan dinamakan dengan api tak kunjung padam.

Usut punya usut ternyata tanah dikawasan itu mengandung belerang yang kemudian bergesekan dengan O2, maka terjadilah fenomena api menyala yang tak kunjung padam itu. Sebenarnya terdapat dua tempat dimana api abadi itu menyala dan masih dalam satu kawasan yang berdekatan. yang pertama berada ditempat yang biasa dikunjungi para wisatawan, baik lokal maupun asing dan disebut dengan Apoy Lake (Api laki-laki). Satunya berada tepat didekat pintu masuk (di tengah sawah) yang biasa disebut dengan Apoy Bine’ (Api wanita). selain itu kawasan itu juga terdapat sumber air yang mengandung belerang, konon katanya bisa menyembuhkan berbagai jenis penyakit kulit. tapi sekarang sumber air itu sudah tidak ada lagi karena pipanya macet.

Tempat wisata ini buka 24 jam penuh apalagi karcis masuknya sangat murah yaitu Rp 1500 untuk kendaraan roda dua dan Rp5000 untuk mobil. Karena kawasan wisata tersebut sangat indah apabila dinikmati malam hari maka daerah itu sering dijadikan sebagai tempat perkemahan. Pada Tahun 2006 lalu kawasan wisata ini dijadikan tempat Jambore Pramuka se-Jatim. selain itu tempat ini merupakan salah satu tempat romantis bagi kaum muda-mudi yang ingin berkunjung kesana dengan orang spesial.

Namun semuanya kini beralih fungsi, Api tak kunjung padam bukan lagi sebuah tempat wisata alami dengan keunikan alamnya berupa tanah yang terus-menerus mengeluarkan nyala api yang indah. Kini tempat wisata api tak kunjung padam ini lebih mirip perkampungan kumuh yang sesak dengan warga dan peralatan-peralatan rumah tangganya. Maya salah seorang pengunjung asal Surabaya, mengaku sangat menyayangkan keberadaan tempat wisata di Pamekasan ini. Ia berharap, pemerintah setempat mau segera melakukan penanganan serius terhadap tempat wisata yang sebenarnya cukup unik tersebut.

Pemerintah Setempat seakan tidak tahu menahu dengan potensi dan aset yang sangat besar ini. padahal apabila tempat-tempat wisata di Madura khususnya Pamekasan ini di perhatikan dan lebih diseriusi dalam pengelolaannya akan menjadi sebuah aset besar untuk mempromosikan Madura dan daerahnya kepada dunia dan masyarakat luas. semoga dengan adanya artikel ini ada aparatur pemerintah yang mau meluangkan waktunya untuk memperjuangkan dan memperhatikan aset-aset wisata di daerah Pamekasan.

 

Sumber: http://plat-m.com/api-tak-kunjung-padam/

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
Genggong Bali
Alat Musik Alat Musik
Bali

Genggong merupakan alat musik tradisional khas Bali yang termasuk dalam jenis alat musik tiup. Alat musik ini terbuat dari bahan dasar bambu atau pelepah aren dan dimainkan dengan cara ditempelkan ke mulut, lalu dipetik menggunakan tali yang terpasang pada bagian ujungnya. Suara yang dihasilkan oleh genggong berasal dari getaran lidah bambu yang dipengaruhi oleh rongga mulut pemain sebagai resonator. Oleh karena itu, teknik memainkan genggong membutuhkan keterampilan khusus dalam mengatur pernapasan dan posisi mulut. Dalam kebudayaan Bali, genggong sering digunakan dalam pertunjukan seni tradisional maupun sebagai hiburan rakyat. Selain memiliki nilai estetika, alat musik ini juga mencerminkan kearifan lokal dan kreativitas masyarakat Bali dalam memanfaatkan bahan alam sekitar.

avatar
Yogaxd
Gambar Entri
Dari Rendang Hingga Gudeg: 10 Mahakarya Kuliner Indonesia yang Mengguncang Lidah
Makanan Minuman Makanan Minuman
DKI Jakarta

1. Rendang (Minangkabau) Rendang adalah hidangan daging (umumnya sapi) yang dimasak perlahan dalam santan dan bumbu rempah-rempah yang kaya selama berjam-jam (4–8 jam). Proses memasak yang sangat lama ini membuat santan mengering dan bumbu terserap sempurna ke dalam daging. Hasilnya adalah daging yang sangat empuk, padat, dan dilapisi bumbu hitam kecokelatan yang berminyak. Cita rasanya sangat kompleks: gurih, pedas, dan beraroma kuat. Rendang kering memiliki daya simpan yang panjang. Rendang adalah salah satu hidangan khas Indonesia yang paling terkenal dan diakui dunia. Berasal dari Minangkabau, Sumatera Barat, masakan ini memiliki nilai budaya yang tinggi dan proses memasak yang unik. 1. Asal dan Filosofi Asal: Rendang berasal dari tradisi memasak suku Minangkabau. Secara historis, masakan ini berfungsi sebagai bekal perjalanan jauh karena kemampuannya yang tahan lama berkat proses memasak yang menghilangkan air. Filosofi: Proses memasak rendang yang memakan waktu lama mela...

avatar
Umikulsum
Gambar Entri
Ayam Ungkep
Makanan Minuman Makanan Minuman
Jawa Barat

Ayam goreng adalah salah satu menu favorit keluarga yang tidak pernah membosankan. Namun, jika kamu ingin mencoba variasi yang lebih gurih dan harum, ayam goreng bawang putih renyah adalah pilihan yang tepat. Ciri khasnya terletak pada aroma bawang putih yang kuat serta kriukannya yang renyah saat digigit. Resep ini juga sangat mudah dibuat, cocok untuk menu harian maupun Bahan-Bahan Bahan Ayam Ungkep ½ kg ayam (boleh potong kecil agar lebih cepat matang) 5 siung bawang putih 4 siung bawang merah 1 sdt ketumbar bubuk 1 ruas kunyit (opsional untuk warna) Garam secukupnya Kaldu bubuk secukupnya Air ± 400 ml Bahan Kriuk Bawang 5–6 siung bawang putih, cincang halus 3 sdm tepung maizena ¼ sdt garam ¼ sdt lada Minyak banyak untuk menggoreng Cara Membuat Ungkep ayam terlebih dahulu Haluskan bawang putih, bawang merah, kunyit, dan ketumbar. Tumis sebentar hingga harum. Masukkan ayam, aduk rata, lalu tuang air. Tambahkan garam dan kaldu bubuk. Un...

avatar
Apitsupriatna
Gambar Entri
Resep Ayam Ungkep Bumbu Kuning Cepat, Praktis untuk Masakan Harian
Makanan Minuman Makanan Minuman
Jawa Barat

Ayam ungkep bumbu kuning adalah salah satu menu rumahan yang paling praktis dibuat. Rasanya gurih, aromanya harum, dan bisa diolah lagi menjadi berbagai hidangan seperti ayam goreng, ayam bakar, hingga pelengkap nasi kuning. Keunggulan lainnya, resep ini termasuk cepat dan cocok untuk kamu yang ingin memasak tanpa ribet namun tetap enak. Berikut resep ayam ungkep bumbu kuning cepat yang bisa kamu coba di rumah. Bahan-Bahan ½ kg ayam, potong sesuai selera 4 siung bawang putih 5 siung bawang merah 1 ruas kunyit 1 ruas jahe 1 ruas lengkuas (geprek) 2 lembar daun salam 2 lembar daun jeruk 1 batang serai (geprek) 1 sdt ketumbar bubuk (opsional) Garam secukupnya Kaldu bubuk secukupnya Air ± 400–500 ml Minyak sedikit untuk menumis Cara Membuat Haluskan bumbu Blender atau ulek bawang merah, bawang putih, kunyit, jahe, dan ketumbar bubuk (jika dipakai). Semakin halus bumbunya, semakin meresap ke ayam. Tumis bumbu hingga harum Panaskan sedikit m...

avatar
Apitsupriatna
Gambar Entri
Konsep Ikan Keramat Sebagai Konservasi Lokal Air Bersih Kawasan Goa Ngerong Tuban
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Timur

Sumber daya air merupakan sebuah unsur esensial dalam mendukung keberlangsungan kehidupan di bumi. Ketersediaan air dengan kualitas baik dan jumlah yang cukup menjadi faktor utama keseimbangan ekosistem serta kesejahteraan manusia. Namun, pada era modern saat ini, dunia menghadapi krisis air yang semakin mengkhawatirkan (Sari et al., 2024). Berkurangnya ketersediaan air disebabkan oleh berbagai faktor global seperti pemanasan, degradasi lingkungan, dan pertumbuhan penduduk yang pesat. Kondisi tersebut menuntut adanya langkah-langkah strategis dalam pengelolaan air dengan memperhatikan berbagai faktor yang tidak hanya teknis, tetapi juga memperhatikan sosial dan budaya masyarakat. Salah satu langkah yang relevan adalah konservasi air berbasis kearifan lokal. Langkah strategis ini memprioritaskan nilai-nilai budaya masyarakat sebagai dasar dalam menjaga sumber daya air. Salah satu wilayah yang mengimplementasikan konservasi berbasis kearifan lokal yaitu Goa Ngerong di kecamatan Rengel,...

avatar
Muhammad Rofiul Alim