Boyong penganten merupakan ritual pernikahan yang dilaksanakan pada hari kelima setelah pengantin tinggal di kediaman orangtua pengantin wanita. Acara boyong penganten disebut sepasaran (sepeken) pengantin. Sepeken artinya lima hari. Pada hari kelima pengantin diboyong (dihadirkan/pindah) dari kediaman orangtua pengantin wanita ke kediaman pengantin pria. Istilah boyong penganten adalah ngunduh mantu (Suwarno, 2006: 257). Menurut Suwarno (2006: 135) beberapa tradisi yang dilakukan pada acara boyong penganten antara lain sebagai berikut: 1. pihak pria menerima kehadiran pengantin pria dan wanita beserta besan (orangtua pengantin wanita) dengan cara bersahaja, mengundang para tetua dan beberapa tamu tetangga. 2. ada pula yang menyelenggarakan resepsi ngunduh mantu. Upacara boyong penganten atau ngunduh mantu jatuh pada hari kelima (sepeken) setelah upacara pernikahan. Upacara boyong penganten mengandung makna, yakni orangtua kan "berpisah" anaknya (putrinya) karena harus membangun...
29 April, mungkin menurut sebagian orang merupakan hari yang biasa. Namun, kota kecil di pertengahan Pulau Jawa, atau yang di kenal dengan kota Solo atau Surakarta telah terlaksana sebuah event tahunan. Solo Menari 24 Jam . Sebuah pertunjukan seni tarian yang telah rutin diadakan selama 11 tahun untuk memperingati Hari Tari Dunia, merupakan kolaborasi antara Pemerintah Kota Solo dengan Institut Seni Indonesia (ISI) dan World Dance Day Community . Ratusan penari dan ribuan seniman turut menyemaraki event tahunan yang diselenggarakan pada kampus ISI Surakarta. Pertunjukan ini dimulai pada pukul 05.00 WIB dan akan berakhir pada pukul 05.00 di keesokan harinya. Uniknya, para penari yang turut serta dalam pentas pertunjukan tarian ini tidak hanya berasal dari Indonesia itu sendiri, tak banyak penari maupun seniman dari negara lain seperti Belanda, Hungaria, Kroasia, Kamboja, dan Myanmar turut serta dalam pagelaran. Para penari tersebut merupakan para mahasiswa yang belajar seni...
Berjodoh dengan pasangan dan menikah dihari baik dan menjalankan hari –hari berikutnya dengan baik merupakan keinginan semua orang tanpa dipungkiri semua orang pasti menginginkannya. Menurut kepercayaan jawa untuk menentukan hari baik dan buruk dalam memulai satu hajat besar dapat dilihat menggunakan hitungan weton. Untuk yang belom tahu menahu tentang weton, weton adalah hitungan neptu hari dan pasaran ketika seseorang dilahirkan. Weton ini sering digunakan untuk menunjukkan ramalan yang berasal dari kebudayaan jawa yang telah turun temurun. Biasanya perhitungan weton untuk pernikahan digunakan untuk meminimalisir hal – hal buruk yang bisa terjadi. Selain itu, hitungan weton juga sering digunakan untuk menentukan kecocokan calon pasangan yang hendak melangsungkan pernikahan. Biasanya jika hasil perhitungan weton kedua pasangan tidak diketemukan prospek yang baik, maka untuk meminimalisir kemungkinan buruk yang mungkin bisa terjadi, akan dilakukan ru...
Dahulu kala hiduplah seorang pengembara dari Mataram yang bernama Ki Pandanarum. Ki Pandanarum ini sebenarnya masih termasuk keluarga keraton Mataram, tetapi Ki Pandanarum memilih mengembara untuk bertapa dari pada tinggal di lingkungan istana dengan segala kemewahannya. Tekadnya sudah bulat untuk berkelana menuruti kata hati. Pada suatu hari berangkatlah Ki Pandanarum seorang diri meninggalkan Mataram menuju Parangtritis yaitu sebuah pantai yang terletak di sebelah selatan kerajaan Mataram. Setelah sampai di Parangtritis, Ki Pandanarum istirahat sejenak. Menjelang tengah hari, Ki Pandanarum mendapatkan petunjuk untuk bertapa di Gua Endog, yaitu sebuah gua yang terletak di bibir pantai wilayah perbatasan antara Parangtritis dan Wonosari (Wonosari, Yogyakarta sekarang). Ki Pandanarum mendapatkan petunjuk dari Hyang Widhi untuk menlanjutkan perjalanan menuju arah matahari terbit. Waktu itu bulan purnomosidi, dengan tekad bulat berangkatlah Ki Pandanarum menyisir pantai ke arah...
Dusun Mantran Wetan memiliki tradisi Tumpeng Jangka yang diselenggarakan setiap hari Rabu Pahing pada acara tradisi Saparan Mantran. Tumpeng Jangka tersebut diarak menuju rumah kepala dusun. Tradisi ini merupakan wujud rasa kebersamaan dan terima kasih kepada pemberi hidup atas hasil pertanian. Setiap warga pun turut serta membawa hasil bumi yang nantinya akan dimakan bersama-sama. Selain itu, kepala dusun pun menyiapkan sesaji di rumahnya dan juga satu ancak yang ditaruh di atas genting rumah kepala desa. Acara dimulai dengan berdoa bersama lalu dilanjutkan dengan makan bersama. Setelah acara tumpengan, dilanjutkan dengan kesenian tradisi yaitu Jaran Kepabng Papat. Sumber : https://jateng.antaranews.com/detail/tumpeng-jangka-bagi-keberkahan-rezeki.html
Sejarah Tembakau dan Rokok Kretek Sejarah Tembakau Tembakau diyakini telah dikenal sejak 6000 tahun sebelum masehi. Para pakar yakin bahwa tumbuhan tembakau telah tumbuh di Amerika dan diyakini bahwa penduduk asli Amerika telah menggunakan tembakau sejak 1 tahun sebelum Masehi, termasuk mengunyah dan merokok tembakau. Pada tahun 1492 M, Columbus menemukan tembakau sebagai "daun kering" yang diberikan sebagai hadiah. Pada tahun 1492 ini juga Rodrigo de Jerez dan Luis de Torres mengenal rokok dari orang Kuba. Pada tahun 1497, Robert Pane yang mendampingi Columbus pada perjalanannya yang kedua menulis tentang penggunaan tembakau di Eropa dalam tulisannya "De Insularium Ribitus." Pada 1498 Columbus berkunjung ke Trinidad dan Tobago, dan menemukan penggunaan tembakau menggunakan pipa. Pada tahun 1499 Amerigo vespucci mengamati penggunaan tembakau kunyah pada orang Indian. Sejarah Tembakau dan Rokok di Indonesia Tembakau dibawa ke pulau Jawa oleh pedagang dari Portugis pa...
Sambal Walang Sangit Sambal merupakan jenis makanan Indonesia yang tidak dapat dipisahkan dalam kehidupan sehari-hari. Di Indonesia terdapat berberapa jenis sambal seperti sambal bawang, sambal trasi, sambal pecel, sambal tomat dan masih banyak lagi. Di desa Songputri Wonogiri terdapat jenis sambal yang cukup extrim yaitu sambel walang sangit. Walang Sangit merupakan jenis hama serangga yang mengeluarkan bau menyengat dan cenderung tidak disukai oleh manuisa. Akan tetapi di desa Songputri, Wonogori jenis serangga ini dijadikan sebagai bahan membuat sambal. Belum diketahui sejak kapan jenis sambel ini mulai dikonsumsi oleh masyarakat di daerah Wonogiri. Berberapa pendapat mengatakan bahwa sambel ini tercipta karena adanya kreasi masyarakat akibat rendahnya kualitas sumber daya pangan yang tersedia. Di Wonogori hampir sebagian besar tanahnya tidak terlalu subur, berbatuan dan kering sehingga sulit untuk ditanami. Sulitnya masyarakat dalam bertanam tersebut menyebabkan masyarak...
Inilah kesenian ketoprak. Ada yang bilang ini merupakan operanya orang Jawa. Tidak heran jika kesenian ini disandingkan dengan opera, karena keduanya memasukkan unsur nyanyian dalam pertunjukan. Dan, nyanyian tersebut dibawakan oleh pemain. Ketoprak diperkirakan dibuat pada awal abad 19 oleh seorang musisi Keraton Surakarta. Lahirnya kesenian ini terkait dengan perjuangan terhadap para penjajah. Saat itu, masyarakat tidak diperkenankan berkumpul karena dicurigai akan melakukan makar. Karenanya, dicarilah cara agar dapat berkumpul tanpa harus dibubarkan oleh tentara penjajah. Cara yang dipilih adalah dengan membentuk kelompok kesenian. Kesenian ini pun tumbuh dengan apa adanya. Cerita yang dibawakan merupakan cerita sehari-hari dengan permasalahan yang sehari-hari dialami masyarakat. Para pemainnya pun tidak memerlukan persyaratan khusus. Mereka hanya diberi tahu garis besar cerita, tanpa naskah. Karenanya, kemampuan berimprovisasi merupakan hal penting yang harus dimilik...
Pembangunan Monumen Pers Nasional sekitar tahun 1918 dilakukan atas perintah Mangkunegara VII, Pangeran Surakarta, sebagai balai dan ruang pertemuan. Perancangnya ialah Mas Abu Kasan Atmodirono. Pada masa itu nama bangunan ini ialah Societeit Sasana Soeka. Lalu berganti nama pada tahun 1973 menjadi Monumen Pers Nasional dan lahannya disumbangkan ke pemerintah pada tahun 1977. Monumen Pers Nasional secara resmi dibuka pada tanggal 9 Februari 1978 setelah dilengkapi beberapa bangunan. Bangunan ini dijadikan tempat wisata pendidikan dan menerima material terkait pers di Indonesia. Monumen Pers Nasional yang beralamatkankan di Jalan Gajah Mada No.29 membuka jam kunjung setiap hari mulai pukul 08.30 s/d 15.30 WIB. Kompleks museum terdiri dari bangunan asli Sasana Soeka, dua gedung berlantai dua, dan satu gedung berlantai empat.