monedas para FC 26 Visité Buyfc26coins.com. La mejor experiencia de compra de monedas ever..m71u
112 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
3 - Haroana Rajabu
Ritual Ritual
Sulawesi Tenggara

Haroa ini dilakukan untuk memperingati para syuhada yang gugur di medan perang dalam memperjuangkan Islam bersama-sama Nabi Muhammad SAW. Haroana Rajabu dilakukan pada hari Jumat pertama di bulan Rajab dengan melakukan tahlilan serta berdoa semoga para syuhada tersebut diberi ganjaran yang setimpal oleh Allah.   Sumber: http://www.timur-angin.com/2009/08/tradisi-haroa-yang-lestari.html

avatar
Sobat Budaya
Gambar Entri
Fetegho Rumampe
Ritual Ritual
Sulawesi Tenggara

merupakan ketentuan adat yang mengatur perkawinan antara orang asing dengan wanita Suku Muna. Orang asing yang dimaksud adalah suku-suku lain di Indonesia atau negara asing, kecuali Suku Buton. Untuk Suku Buton tidak disebut orang asing karena sistem adatnya sama dengan sistem adat Suku Muna. Menurut salah seorang Tokoh Adat Muna, La Ode Abdul Muksin, ketentuan adat FETEGHO RUMAMPE meliputi: Jika orang asing menikahi wanita Suku Muna dari golongan Kaomu, maka nilai adatnya adalah 110 boka Muna. Keturunan dari pasangan ini nantinya termasuk golongan Kaomu. Jika orang asing menikahi wanita Suku Muna dari golongan Walaka/Sara, maka nilai adatnya adalah 80 boka Muna. Keturunan dari pasangan ini nantinya termasuk golongan Walaka/Sara. Jika orang asing menikahi wanita Suku Muna dari golongan Fitu Bengkauno, maka nilai adatnya adalah 40 boka Muna. Keturunan dari pasangan ini nantinya termasuk golongan Fitu Bengkauno. Terkait ketentuan a...

avatar
hallowulandari
Gambar Entri
Adat Pernikahan Suku Muna
Ritual Ritual
Sulawesi Tenggara

Perkawinan dalam masyarakat Muna sangat unik yang berbeda dengan Suku lainnya di Indonesia. Sistem perkawinan ini telah ada semenjak dahulu kala sebelum masuknya agama Islam di Muna. Setelah datangnya Islam dan diterimanya agama ini oleh seluruh rakyat Muna, sistem perkawinan yang dahulunya tetap tidak berubah terutama yang berhubungan dengan masalah mahar (mas kawin). Yang berubah hanyalah proses ijab kabul-nya saja yang mengikuti ajaran Islam sebagai perkawinan dalam Islam. Pada suatu ketika salah seorang Cucu Raja La Ode Husein (La Ode Husein bergelar Omputo Sangia) yang bernama Wa Ode Kadingke (Putri La Ode Zainal Abidin yang menjadi Kapitalau Lasehao, mungkin semacam Adipati di Jawa) menikah dengan orang Asing (Suku Bugis). Perkawinan tersebut ditantang keras oleh Raja Muna yang saat itu bernama La Ode Sumaili yang tidak lain adalah saudara sepupu Wa Ode Kadingke. Alasan Raja menentang perkawinan tersebut adalah bertentangan dengan syariat Islam. Akan tetapi Wa Ode Kadin...

avatar
hallowulandari
Gambar Entri
Tari Ntiarasino
Tarian Tarian
Sulawesi Tenggara

Tari Ntiarasino merupakan salah satu tarian atau kesenian asli Suku Muna. Menurut bahasa sastra Muna, Ntiarasino artinya yang dipuja. Ntiarasino merupakan ungkapan bahasa sastra Muna kepada orang yang menjadi patriot pejuang pembela tanah air dan juga ungkapan rasa haru mereka yang sangat mendalam. Karena gembiranya para gadis-gadis menyambut dengan mempersembahkan tari yang dibawakan oleh 6 orang putra putri dengan menggunakan perisai dan tombak. Sumber: http://suku-dunia.blogspot.co.id/2015/09/kebudayaan-suku-muna-di-sulawesi.html?m=1

avatar
hallowulandari
Gambar Entri
Sistem Kekerabatan Suku Muna
Ritual Ritual
Sulawesi Tenggara

Istilah kekerabatan sangat dikenal di daerah Muna. Istilah-istilah kekerabatan yang digunakan di Muna yakni idha, paapaa, ama, ina, awa, fokoidhau, fokopaapaa, fokoamau, fokoinau, kakuta/kabhera, isa/poisaha, ai/poaiha, pisa, ndua, ntolu, fokoanau, finemoghane, finerobhine, bhasitie, fokoawau, ana, kamodu, tamba, bhai, mosiraha, kamokula,abhi, mieno lambu, dan awantu/awa wangku. Idha adalah sebutan untuk ayah pada golongan La Ode dan Walaka; Paapaa adalah sebutan untuk ibu pada golongan Wa Ode dan Walaka; Ama adalah sebutan untuk ayah pada golongan maradika; Ina adalah sebutan untuk ibu pada golongan maradika; Awa adalah sebutan untuk kakek, nenek, dan cucu untuk semua golongan; Fokoidhau adalah sebutan untuk paman dari saudara laki-laki ayah dan/atau ibu pada golongan La Ode dan Walaka; Fokopaapaa adalah sebutan untuk bibi dari saudara perempuan ayah dan/atau ibu pada golongan Wa Ode dan Walaka; Fokoamau adalah sebutan untuk paman d...

avatar
hallowulandari
Gambar Entri
Tradisi Adu Kuda
Ritual Ritual
Sulawesi Tenggara

MUNA BARAT, iNews.id  - Adu kuda atau perkelahian kuda merupakan salah satu atraksi budaya warisan para raja-raja muna yang sudah turun-temurun dilakukan oleh masyarakat di Kabupaten Muna Barat, Sulawesi Tenggara (Sultra). Tradisi adu kuda ini hanya satu-satunya di Indonesia, yang dalam bahasa lokal setempat disebut “kapogiraha adhara”. Dahulu kala, ajang adu kuda hanya diselenggarakan dalam rangka menyambut dan menghormati tamu-tamu Kerajaan Muna. Namun saat ini, budaya itu juga ditampilkan saat menjelang perayaan HUT Kemerdekaan RI, Hari Raya Idul Fitri dan Idul Adha, serta hajatan besar lainnya. iNews berkesempatan melihat langsung tradisi yang masih dijaga warga setempat. Jika ingin melihat langsung perkelahian kuda, bisa langsung berkunjung ke daerah Tanah Lapang Wakantei, Desa Latugho, Kecamatan Lawa, di Kabupaten Muna Barat, Sultra. Di Kecamatan Lawa ini, tradisi adu kuda rutin dilakukan hampir setiap bulan sebagai bagian dari hiburan r...

avatar
adhaagary
Gambar Entri
ASAL USUL DANAU "LAU KAWAR" DI KABUPATEN KARO
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Sulawesi Tenggara

Legenda Danau Lau Kawar merupakan sebuah legenda yang berkembang di Kabupaten Karo, Sumatera Utara. Kabupaten yang memiliki wilayah seluas 2.127,25 km2 ini terletak di dataran tinggi Karo, Bukit Barisan, Sumatera Utara. Oleh karena daerahnya terletak di dataran tinggi, sehingga kabupetan ini dijuluki Taneh Karo Simalem. Kabupaten ini memiliki iklim yang sejuk dengan suhu berkisar antara 16o sampai 17oC dan tanah yang subur. Maka tidak heran, jika daerah ini sangat kaya dengan keindahan alamnya. Salah satunya adalah keindahan Danau Lau Kawar, yang terletak di Desa Kuta Gugung, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Karo. Air yang bening dan tenang, serta bunga-bunga anggrek yang indah, yang mengelilingi danau ini menjadi pesona alam yang mengagumkan.   Menurut masyarakat setempat, sebelum terbentuk menjadi sebuah danau yang indah, Danau Lau Kawar adalah sebuah desa yang bernama Desa Kawar. Dahulu, daerah tersebut merupakan kawasan pertanian yang sangat subur. Mata pencaha...

avatar
Deni Andrian
Gambar Entri
Kisah Oheo
Alat Musik Alat Musik
Sulawesi Tenggara

Oheo adalah seorang pemuda tampan yang bermata pencaharian sebagai petani tebu di daerah Kendari, Sulawasi Tenggara, Indonesia. Pada suatu hari, Oheo dikejutkan oleh sebuah peristiwa aneh di kebunnya. Ia mendapati tanaman tebunya hampir habis. Hal tersebut membuatnya kesal dan marah. Alkisah , di daerah Kendari, Sulawesi Tenggara, hidup seorang pemuda tampan bernama Oheo . Ia tinggal sendirian di sebuah gubuk di tengah hutan. Untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, ia menanam pohon tebu di kebunnya. Oheo seorang petani yang rajin dan tekun. Setiap hari ia merawat tanaman tebunya dengan baik.   Pada suatu waktu, ketika tanaman tebunya sudah siap dipanen, Oheo berjalan-jalan mengelilingi kebunnya. Alangkah terkejutnya ia ketika menyaksikan banyak ampas tebu yang berhamburan di pinggir kebunnya dekat sungai. Melihat keadaan itu, Oheo menjadi kesal dan marah. Ia pun berniat untuk menangkap pelakunya.   Keesokan harinya, pagi-pagi sekali...

avatar
Deni Andrian
Gambar Entri
LA ONTO-ONTOLU
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Sulawesi Tenggara

La Onto-Ontolu adalah putra sulung seorang raja di bulan. Suatu ketika, ia turun ke bumi dengan menyamar menjadi sebutir telur. La onto-ontolu dalam bahasa Buton (Sulawesi Tenggara) berarti telur. Setelah tinggal di bumi, ia menikahi putri bungsu Raja Buton. Namun, pernikahan mereka membuat keenam kakak kandung putri bungsu iri hati dan dendam. Suatu hari, mereka berniat untuk mencelakai La Onto-Ontolu.   Dikisahkan bahwa di planet bulan ada seorang pemuda perkasa dan sakti mandraguna bernama Sumantapura . Ia adalah putra sulung raja di bulan. Dengan ilmu meringankan tubuh yang dimiliki, Sumantapura kerap mengelilingi angkasa raya untuk melihat-lihat suasana. Suatu ketika, ia sempat menyaksikan keindahan bumi. Oleh karena kagum dan penasaran, maka meluncurlah ia ke bumi dengan menyamar menjadi sebutir telur.   Setiba di bumi, Sumantapura hinggap di petarangan (tempat ayam mengerami telurnya) milik seorang nenek. Rupanya,...

avatar
Deni Andrian