Dahulu sekitar tahun 1650 di belahan timur Pulau Halmahera, tepatnya di daerah pesisir pantai utara Teluk Kao, hiduplah dua orang pemuda bersaudara. Kedua pemuda itu sangat akrab dan saling menyayangi. Si sulung bemama Torobuku, sedangkan si bungsu bemama Hagapanoto. Tubuh mereka kekar, sehat, dan sangat dikagumi karena kekuatan mereka. Dari tahun ke tahun mereka hidup dengan bercocok tanam. Makanan kesukaan mereka adalah sagu yang tepungnya diambil dari pohon umbira, pohon enau, dan juga keladi. Ada yang kecil, sedang, besar, dan yang paling besar mereka sebut dara. Keladi dibudidayakan hingga saat ini. Garis tengahnya bisa mencapai 35m dan tingginya bisa mencapai lebih dari 2 meter. Jenis keladi ini sangat enak dimakan dengan memakai kuah santan kelapa yang dalam bahasa Tobelo disebut ogana. Makanan yang bernama mahigouku adalah makanan kesukaan mereka. Suatu ketika kedua pemuda terse but bersepakat memasak keladi (widara) dengan membuat kuah dari santan kelapa atau...
Penduduk asli suku Taliabo- kurang lebih sekitar 4 km dari pesisir pantai ke pedalaman- banyak bermukim di daerah-daerah yang masih sangat terpencil dan merupakan alam yang tandus. Salah satu desa yang terpencil itu bemama Desa Manghai. Desa itu memiliki sebuah legenda yang dikenal oleh masyarakat sekitamya. Konon, pada zaman dahulu kala hiduplah seorang lelaki bemama Ngandong. Pada suatu hari pak Ngandong mulai jenuh dengan kehidupan di desanya. Ia pun bertekad mencari kehidupan yang lebih baik. Pak Ngandong mulai berjalan di hutan dengan membawa sebuah kapak yang merupakan satu-satunya harta yang dimilikinya. Ia terus berjalan tanpa arah dan tujuan. Ia hanya berharap mendapat tempat tinggal dan tempat yang memungkinkan baginya mencari pekerjaan untuk sekadar memenuhi kebutuhan hidupnya. Setelah sekian lama melakukan perjalanan, akhirnya tibalah ia di sebuah tempat yang memiliki tanah yang tidak begitu luas, tetapi cukup yang subur dan perairan yang baik karena letaknya di...
Marikerubu merupakan salah satu kelurahan di bagian barat Kota Ternate. Kawasan ini ternyata cukup dikenal karena juga memiliki objek wisata yang sudah terkenal. Sebut saja misalnya pohon cengkeh Afo. Cengkeh tertua di dunia yang telah mati itu tersisa beberapa generasinya yang masih dirawat pemiliknya. Selain cengkih Afo, kawasan ini merupakan jalur pendakian yang menjadi jalan masuk bagi mereka yang ingin mendaki puncak Gunung Gamalama. Menelusuri lebih jauh nama kelurahan di ketinggian itu ternyata cukup unik. Dalam bahasa Ternate, marikerubu terdiri atas dua kata, yakni mari 'batu' dan kerubuh 'gemuruh atau bersuara'. Namun, biasanya warga menyebut marikerubu ini dengan nama 'batu bicara'. Nama marikerubu ini diambil karena ada sejarahnya. Konon, di marikerubu tepatnya di bagian barat terdapat jejeran batu besar dan batu kecil. Di kawasan tersebut ada salah satu batu yang ukurannya besar yang bergemuruh tiada hentinya. Kini batu itu masih ad...
Di sebuah kampung di wilayah kekuasaan kerajaan Moro, hiduplah sebuah keluarga yang sangat sederhana. Pak Gong, sebagai kepala keluarga tersebut, mempunyai seorang isteri bemama Bu Mirda dan dua orang anak, laki-laki dan perempuan. Yangsulung laki-laki bemama Toi dan adiknya Hinta. Usia mereka masih balita. Pak Gong merasa sangat berbahagia meskipun hidup sederhana dengan keluarganya. Ia seorang kepala keluarga yang ulet serta giat bekerja. Ia memiliki ladang dan menanaminya dengan sayuran untuk bebutuhan pokok sehari-hari. Selain itu, ia memiliki beberapa binatang temak berupa kambing. Untuk melengkapi lauk di rumah, ia juga sering pergi menangkap ikan di laut. Keluarga itu hidup dengan bersahaja dan bahagia. Pada suatu hari, akibat terlalu keras bekerja demi memenuhi kebutuhan keluarganya, Pak Gong jatuh sakit. Pada awalnya penyakit Pak Gong tidak dianggap berat. Namun, karena tidak kunjung sembuh dan semakin hari semakin parah, isteri Pak Gong, Bu Mirda, minta pertolongan...
Di sebuah tempat yang berada di Pulau Morotai, terdapat sekelompok penduduk yang hid up dari hasil bercocok tanam. Lahan perkebunan ini ban yak mereka tanami dengan tanaman kelapa. Karena butuh perawatan, maka mereka lebih cenderung untuk tinggal di sekitar lahan perkebunan ini. Di samping itu, mereka juga menangkap ikan di laut sekitar permukiman mereka. Tempat itu dahulu merupakan daerah kekuasaan Kerajaan Moro yang berpusat di Mamuya, tepatnya di Pulau Halmahera bagian utara. Disebut Morotai karena wilayah Kerajaan Moro berada di seberang laut. Jika ingin makan ikan sebagai teman nasi atau ubi atau pisang, mereka pergi ke laut untuk manangkap ikan. Setelah itu, mereka akan kembali ke rumah yang berada di kebun mereka. Pertemuan sesama kelompok pemukiman ini terjadi hanyalah pada waktu mereka akan membuka lahan perkebunan yang baru. Tiap-tiap kelompok ini akan diundang untuk bergotong-royong membuka lahan baru karena sis tern pertanian mereka sering berpindah-pindah. Selai...
Di sebuah dusun kecil yang berada di Galela hidup sepasang suarni isteri, yaitu Pak Gorong dan Bu Sida. Dernikian penduduk dusun menyapa mereka berdua. Hidup mereka sangat sederhana. Mereka hid up sebagai petani. Selain itu, Pak Gorong juga rajin menangkap ikan di sungai yang berada tidak begitu jauh dari rumahnya. Meskipun dernikian, mereka hidup berbahagia. Walaupun hidup berbahagia, mereka belum dikaruniai anak. Hal ini membuat kedua hati suarni isteri ini sering risau. Mereka tak henti-hentinya selalu memanjatkan doa kepada Sang Pencipta agar diberikan seorang anak. Hampir setiap malam Pak Gorong bertafakur untuk bermunajat ke hadirat Tuhan Yang Maha Kuasa. Akhimya, doa Pak Gorong dan Bu Sida pun dikabulkan oleh Tuhan. Bu Sida mengandung. Mereka berdua sangat gembira dan bersyukur kepada Tuhan. Dengan penuh kasih sayang Bu Sida menjaga bayi yang berada di dalam kandungannya. Pak Gorong makin giat bekerja untuk mempersiapkan kelahiran bayinya. Setelah sembilan bulan sepuluh h...
Sambal Ternate Telur Puyuh (sumber: E-book Mahakarya 5000 Resep Makanan dan Minuman di Indonesia)
Sayur Layam (sumber: E-book Mahakarya 5000 Resep Makanan dan Minuman di Indonesia)
Kambing Asam Pedis Maluku Utara (sumber: E-book Mahakarya 5000 Resep Makanan dan Minuman di Indonesia)