Merantau sudah menjadi budaya turun temurun dari Suku Batak sendiri. Merantau memang adalah pilihan bagi orang Batak. Ketika orang Batak merantau, umumnya mereka akan menetap seterusnya di daerah rantau. Bahkan, banyak orang Batak sendiri yang merantau ke luar Sumatera Utara termasuk ke Kota Payakumbuh, Sumatra Barat. Banyak akhirnya dari mereka yang membentuk punguan (perkumpulan) dari sesama suku marga (Dongan Tubu Na). Penulis sendiri menjadi bagian dari Punguan Guru Mangaloksa atau biasa disingkat PGM. PGM merupakan perkumpulan dari marga Panggabean (Simorangkir Lumban Ratus, Simorangkir, serta Siagian), Hutabarat, Hutagalung, dan Tobing (Hutatorman dan Hutapea). Di Payakumbuh, mereka bersama- sama membentuk PGM. PGM bertujuan untuk mempererat hubungan persaudaraan orang-orang perantau di Kota Payakumbuh dan Kab. Lima Puluh Kota. Dalam kegiatannya, diadakan minimal pertemuan bulanan atau arisan di rumah anggota secara bergiliran. Pertemuan dapat juga diadakan bila ada hal-...
Dikisahkan, pada zaman dahulu kala ada seorang ibu yang hidup dengan anaknya yang masih berusia sepuluh tahun. Mereka tinggal di perkampungan yang aman dan tentram di ujung nusantara, Aceh. Tidak pernah kau dengan pencurian dan perampokan di kampung itu. Masyarakatnyapun gemar bermusyawarah untuk menyelesaikan permasalahan. Sehari-hari, ibu dan anak itu mencari kayu bakar untuk di jual di pasar dan menyambung hidup mereka. Pada suatu saat, hal yang tidak terduga terjadi di kampung tersebut. Salah seorang warga yang biasa dipanggil Mak Yah kehilangan kerbaunya. Walau masyarakat sudah bersusah payah mencarinya, mereka tetap tidak berhasil menemukan kerbau itu. Hilang bagai tertutup kabut. Hal ini tidak pernah terjadi sebelumnya. Membuat masyarakat kampung itu dipenuhi tanda tanya. Siapakah gerangan yang mencuri kerbau milik Mak Yah? Tidak hanya kabar hilangnya kerbau Mak Ya...
Setelah perpindahan pusat pemerintahan Kadipaten Blambangan pada tanggal 24 Oktober 1774 ke Banyuwangi, pengikut mendiang Mas Rempeg/Jogopati banyak yang hidup di hutan-hutan sekitar pusat pemerintahan yang baru itu. Mereka melanjutkan cita-cita Mas Rempeg mengenyahkan kekuasaan VOC di bumi Blambangan dengan segala cara. Salah satunya adalah Kik Soeb Dandang Wiring Puthuk Perliman yang mampu ngerogo sukmo dan kemudian melakukan penyamaran sebagai kelompok seni Barong bersama Kik Godo’ dan Kik Asnan sebagai penggendang Barong pertama. Sekitar tahun 1775 Kota Banyuwangi terus berkembang. Bersamaan dengan itu, VOC makin banyak mendatangkan tenaga kerja dari luar Banyuwangi sekaligus ada yang didaulat sebagai mata-mata. Agar penyamaran perjuangannya tidak diketahui VOC, Kik Soeb membawa seperangkat barong tersebut ke pelosok desa yang masih banyak tumbuh pohon kemiri. Di tempat yang kemudian disebut Desa Kemiren itu terdapat makam salah...
Apa yang pertama kali terlintas di pikiran ketika anda mendengar tentang Kota Jakarta? Kebanyakan orang mungkin menjawab Monas, ibukota Indonesia atau hal lainnya. Tapi pernahkah anda memikirkan atau bahkan tahu tentang makanan asal Jakarta yang bernama goreng asem? Nah, artikel ini akan membahas sedikit tentang makanan satu ini. Goreng asem adalah makanan Betawi yang biasa disajikan saat acara-acara, seperti pernikahan, ataupun sehari-hari sebagai lauk di rumah. Seperti namanya, rasa dari makanan ini adalah asam. Bahan-bahan yang digunakan hampir mirip dengan sayur asem. Namun berbeda dengan sayur asem yang semua bumbu dan bahannya direbus, bumbu dan bahan goreng asem ini digoreng. Cara memasaknya juga tidak terlalu sulit. Pertama, masukkan bawang merah dan cabai yang sudah diiris. Kemudian masukkan juga daun salam, lengkuas, sedikit terasi, dan udang kering. Bahan-bahan tersebut lalu digoreng. Setelah itu, masukkan tomat, kacang panjang, jagung muda, tempe, air asem jawa, dan...
Randang Paku Lokan Randang paku lokan adalah masakan khas Minang Kabau khususnya daerah Bukittinggi. Pada saat ini masakan ini sangat langka karena hanya sedikit orang yang pandai memasaknya. Sebetulnya cara memasak masakan ini sangat sederhana tetapi dibutuhkan keahlian khusus dan pengalaman yang banyak dalam memasak gulai. Dari segi bahan, masakan ini membutuhkan bahan-bahan yang mudah didapatkan. Orang Minang Kabau umumnya memasak masakan rendang paku dalam berbagai campuran seperti teri,udang,lokan,dan lainnya. Khusus daerah Bukittinggi menggunakan campuran lokan. Masakan ini biasanya dibuat pedas sesuai lidah orang Minang Kabau. Makanan ini biasanya dibuat dalam acara tertentu biasanya dalam perjamuan adat, mendoa, hari besar islam dan hari-hari penting lainnya di Minang Kabau. Berikut adalah bahan-bahan dan cara membuatnya : Bahan-bahan 1. 300 gr pakis (dipotong) 2. &nb...
Cara Membuat Kecalo Khas Bangka Bahan : - udang berukuran kecil - garam - gula pasir - cabai - jeruk nipis Alat : - baskom - wadah tertutup yang bersih bisa berupa kaleng Cara Pembuatan : - Udang ditiriskan terlebih dahulu kemudian dimasukkan ke dalam baskom. Tambahkan gula dan garam kemudian aduk hingga merata. Setelah itu, masukkan ke dalam wadah tertutup - Jika sudah dimasukkan ke wadah tertutup, simpan kecalo dalam ruangan yang teduh. Jangan simpan kecalo dalam kulkas karena akan mengganggu proses fermentasi - Tunggu hingga 3-5 hari, selang beberapa hari tersebut tiap harinya diaduk. - Supaya merata, setelah 3 hari kecalo ditambahan cabai dan jeruk nipis. Setelah itu, boleh dimasukkan ke dalam kulkas - Kecalo khas bangka siap disajikan sebagai pelengkap makanan #OSKMITB2018
Masjid At-Taqwa adalah salah satu masjid paling terkenal sekaligus terbesar kedua di Kota Balikpapan, Masjid ini berdiri di lahan sebesar 5.628 m 2 yang terletak di daerah pesisir pantai Balikpapan dan juga terletak di pinggir jalanan utama Kota Balikpapan. Masjid ini berdiri pada sekitar tahun 1950 ketika daerah Balikpapan masih dikuasai oleh Belanda, pembangunan masjid ini diprakarsai oleh beberapa ulama, yaitu: Al Habib Ghasim Bahasim, Al Habib Ali Assegaf, H. Abdul Malik, H. Kai Kintang, H. Bahrun, H. Abdul Ghani, H. Abdul Ramli, dan beberapa ulama serta tokoh masyarakat lainnya. Sejak awal dibangun, masjid ini sudah mengalami empat kali renov besar besaran serta berubah-ubah namanya. mulai pada tahun 1950, nama masjid ini adalah Masjid Jami' At-Taqwa, kemudian setelah renovasi pada tahun 1970-an, nama masjid ini diubah menjadi Masjid Raya At-Taqwa, lalu pada tahun 1998 masjid ini direnovasi lagi dan diubah namanya menjadi Masjid Agung At-Taqwa Balikpapa...
HAUL GURU SEKUMPUL Tradisi Martapura, Kalimantan Selatan Keyword : Haul, Guru Sekumpul, Martapura Haul dan asal-usulnya Haul berasal dari bahasa arab haala-yahuulu-haulan yang bermakna upaya, perpindahan, daya, mengembalikan, tahun. Kemudian kata haul tersebut berkembang dan terserap menjadi istilah Bahasa Indonesia, yang lazim dan masyhur di pakai komunitas masyarakat muslim di Indonesia, dan dari istilah Indonesia inilah, kata haul memiliki dua pengertian besar, yaitu: Haul berati upacara peringatan ulang tahun wafatnya seseorang dengan berbagai acara, yang puncaknya menziarahi kubur almarhum atau almarhumah. Selayaknya merayakan ulang tahun di hari kelahiran, haul dilaksanakan setiap tahun Haul yang di artikan putaran waktu dua belas bulan (satu tahun) kalender Hijriyyah terhadap harta yang wajib dizakati di tangan pemilik ( Muzzaki ) dan arti ini berkaitan erat dengan masalah zakat. &...
Setiap provinsi di Indonesia mempunyai bermacam-macam kebudayaan yang berbeda-beda. Selain alat musik, cerita rakyat, makanan, dan kain atau motif, permainan tradisional pun termasuk ke dalamnya. Jawa Barat adalah salah satu provinsi yang memiliki bermacam-macam permainan tradisional, salah satunya adalah “ pelak cau ” . Apa sih, pelak cau tuh? Pelak cau yang artinya ‘menanam pisang’ merupakan permainan tradisional Suku Sunda yang mengandalkan kekuatan dan ketangkasan. Cara bermainnya cukup sederhana, lho. Hal utama yang dibutuhkan untuk memulai permainan ini adalah sebuah pohon ditambah dengan jumlah pemain yang lebih dari tiga orang karena semakin banyak dan semakin kuat orang-orang yang bermain, maka akan semakin seru pula permainannya. Biasanya, pemain yang paling kuat akan memeluk pohon paling pertama lalu diikuti dengan pemain lainnya sampai dipaling terakhir yaitu pemain yang lebih lemah dibandingkan pemain yang lain. Pemain terakhir...